[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-228506-113":53,"doc-detail-228506-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","cti-training-tool-12017-investigative-interviewing-for-criminal-cases","Alat Bantu Pelatihan CTI 1/2017 - Wawancara Investigatif untuk Perkara Pidana","","Alat bantu pelatihan CTI 1/2017 membahas wawancara investigatif sebagai teknik bertanya kepada korban, saksi, dan tersangka untuk mendorong proses hukum pidana yang akurat, andal, serta dapat ditindaklanjuti. Dokumen ini menekankan pencegahan kekerasan, paksaan, dan intimidasi serta pengurangan bias konfirmasi melalui strategi membangun hubungan dan pikiran terbuka. Materi juga menyoroti kesesuaian dengan standar UNCAT dan asas praduga tidak bersalah, sekaligus meningkatkan kualitas informasi dan legitimasi negara.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":27,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/cti-training-tool-12017-investigative-interviewing-for-criminal-cases/228506/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/cti-training-tool-12017-investigative-interviewing-for-criminal-cases/228506.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Asher","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":77},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa tujuan utama wawancara kepolisian menurut alat bantu ini?","Question",{"text":109,"@type":110},"Tujuannya memperoleh informasi yang akurat, andal, dan dapat ditindaklanjuti. Wawancara bukan untuk membenarkan pendapat petugas atau memaksa tersangka memberikan informasi.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Mengapa wawancara investigatif menekankan pencegahan penyiksaan atau kekerasan?",{"text":114,"@type":110},"Karena penggunaan penyiksaan atau kekerasan kontra-produktif dan menghasilkan informasi yang tidak andal. Teknik ini juga membantu mencegah kekeliruan proses peradilan dan menjaga asas praduga tidak bersalah.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Apa manfaat praktis wawancara investigatif yang disebutkan dalam dokumen?",{"text":118,"@type":110},"Mencegah kekerasan, mengurangi bias konfirmasi, meningkatkan kualitas informasi yang dapat diandalkan untuk kepentingan intelijen, serta membantu mengamankan barang bukti dan memperbaiki hubungan serta kepercayaan publik.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},228506,1789026891,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":26,"category_name":27,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":77,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},687197207639,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_a8503ba1806abce46bf441b54a3ca4cd","A L A T  \nB A N T U  \nALAT BANTU PELATIHAN CTI 1/2017  \nWAWANCARA INVESTIGATIF UNTUK PERKARA PIDANA  \nWawancara merupakan kunci utamadalam penegakan hukum. Bagaimana wawancara dilakukandapat berdampak besar terhadap capaian, keadilan, efisiensi dan keterandalan proses hukum pidana berikutnya. Kepolisian, aparat penegak hukum lain dan petugas dari badan penyidikan lainnyawajib menghormati dan melindungi martabat serta keutuhan fisik dan mental yang melekat pada semua orang – termasuk korban, saksi dantersangka – selama wawancara berlangsung. Sayangnya, penyiksaan dan bentuk perlakuan buruk lainnya, paksaan dan intimidasi terhadaptahanan dan non-tahananselama wawancara masih terus terjadi. Hal ini dipicu oleh “adanya budaya mengejar pengakuan” dalam perpolisian dan sistem peradilan pidana di sejumlah besar negara, disamping ketiadaan pelatihan dan keahlian dalam hal teknik pemecahan perkara pidana dan cara-cara yang manusiawi dalam melakukan wawancara.  \nAlat bantu pelatihan ini memberikantinjauan dan pengantartentang metode bertanya kepada korban, saksi dantersangka yang dikenal dengan metode “wawancara investigatif”, yaitu suatu teknik yang dikembangkan oleh para praktisi sebagai responterhadap banyaknya bukti ilmiah yang menunjukkann bahwa teknik kekerasan dan paksaanyang digunakan dalam wawancara hanya menghasilkan informasi yang tidak andal. Teknik ini secara umum telah digunakan di sektor peradilan pidana, termasuk dalam pengungkapan perkara terorisme. Teknik ini juga dapat diterapkan secara efektif untuk wawancara intelijen atau keamanan. Melalui strategi menjalin hubungan dengan terwawancara, teknik ini terbukti tidak saja mencegah praktikkekerasan, tetapi juga meningkatkan kualitas pengumpulan dan keterandalan informasi, dan sebagai hasilnya, memperbaiki persepsi warga negara terhadap keadilan di sektor peradilan. Dari sini terlihat bahwa, teknik ini ampuh membangunkepercayaan publik terhadap administrasi peradilan dan meningkatkan legitimasi negara.  \nDokumen ini adalah bagian dari kompilasi materi CTI untuk pembangunan kapasitas dan pelatihan. Dokumen ini dikembangkan untuk membantu negara-negara untuk mendidik dan memberikan informasi kepada aparat hukum tentang praktik-praktik terbaik dalam mengimplementasikan Konvensi PBB Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, dan Merendahkan Martabat Manusia (UNCAT), dan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat  \numum sehingga mereka memahamidandapat menjalankan hak-hak mereka menurut Konvensi. 1/12  \nHASIL PEMBELAJARAN  \nDengan menggunakan alat bantu ini, Anda diharapkan dapat:  \n\n| menjelaskan manfaat | memaparkantahap-tahap | menggunakan model untuk |\n| --- | --- | --- |\n| dari menerapkanteknik | dalam model wawancara | mengembangkan kebijakan, praktik, dan |\n| wawancara investigatif | investigatif | pelatihan tentang wawancara investigatif |\n\nmenerapkan pendekatansecara langsung padasaat wawancara  \nDaftar periksa diri yang ada di bagian akhir akan membantu menguji pengetahuan anda dan mengingatkan kembali tentang model wawancara investigatif yang dijelaskan di dalam alat bantu ini.  \nTujuan utama dari wawancara kepolisian  \nTujuan dari wawancara kepolisian adalah untuk memperoleh informasi yang akurat, andal dandapat ditindaklanjuti. Wawancara BUKAN untuk membenarkan pendapat petugastentang apa yang terjadi, bukan pula untuk memaksatersangka memberikan informasi atau mengaku bersalah. Wawancara investigatif dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi pengakuan yang tidak benar dan dipaksakan atau mencegah kekeliruan proses peradilan. Teknik ini mengarahkan petugas untuk melakukanwawancara secara sistematis dengan pikiran terbuka, mencegah kesalahanyang umum terjadi karena petugas terlalu dini membuat kesimpulan. Selain itu, wawancara investigatif juga membantu komunikasi dan alur informasi dan dengan demikian membantu mengungkap kejahatan. Dari perspektif HAM, wawancara investigatif membantu petugas untuk mengoperasionalisasikan asas p","cbCaiuw1MPB4RiH8","https://ap.wps.com/l/cbCaiuw1MPB4RiH8","pdf",467357,12,"Indonesian","# Hasil Pembelajaran\n## Manfaat penerapan teknik wawancara investigatif\n# Tujuan Wawancara Kepolisian\n## Perbedaan wawancara investigatif dan pembenaran pendapat\n# Wawancara Investigatif\n## Ciri utama dan prinsip pelaksanaan\n# Wawancara Investigatif: Pengubahan Cara Berpikir\n## Perbedaan istilah dan fokus pada efektivitas","[{\"question\":\"Apa tujuan utama wawancara kepolisian menurut alat bantu ini?\",\"answer\":\"Tujuannya memperoleh informasi yang akurat, andal, dan dapat ditindaklanjuti. Wawancara bukan untuk membenarkan pendapat petugas atau memaksa tersangka memberikan informasi.\"},{\"question\":\"Mengapa wawancara investigatif menekankan pencegahan penyiksaan atau kekerasan?\",\"answer\":\"Karena penggunaan penyiksaan atau kekerasan kontra-produktif dan menghasilkan informasi yang tidak andal. Teknik ini juga membantu mencegah kekeliruan proses peradilan dan menjaga asas praduga tidak bersalah.\"},{\"question\":\"Apa manfaat praktis wawancara investigatif yang disebutkan dalam dokumen?\",\"answer\":\"Mencegah kekerasan, mengurangi bias konfirmasi, meningkatkan kualitas informasi yang dapat diandalkan untuk kepentingan intelijen, serta membantu mengamankan barang bukti dan memperbaiki hubungan serta kepercayaan publik.\"}]","Alat Bantu Pelatihan CTI 1/2017 - Wawancara Investigatif untuk Perkara Pidana | PDF",18]