[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-42869-id":3,"doc-seo-42869-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":93},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},42869,687197100911,"Himbo","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/a000239b6f1da00475?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1785132997149421697",54,"Penelitian & Laporan","Analisa Korelasi dan Regresi Linier Sederhana dengan SPSS","Dokumen membahas analisis korelasi dan regresi linier sederhana menggunakan SPSS versi 24. Materi dimulai dari pengantar perbedaan korelasi dan regresi, serta dasar pengujian hubungan dua variabel interval X dan Y. Disajikan prosedur uji normalitas data, pemilihan uji korelasi Pearson Product Moment untuk data berdistribusi normal dan Spearman Rank untuk kondisi tidak normal. Selanjutnya diuraikan tahapan uji regresi linier termasuk tujuan, prosedur, uji asumsi klasik, linieritas, heteroskedastisitas, uji F dan uji T, serta persamaan model regresi.","1  \nPenyusun  \nSobur Setiaman, S.Kep, Ns, MM (K3L)  \nPPNI Qatar 2019  \nAnalisi Korelasi dan Regresi Linier Sederhana  \nDengan SPSS versi 24  \nPenyusun  \nSobur Setiaman, S. Kep, Ns, MM (K3L)  \nDaftar isi  \nPengantar ................................................................ 1  \nBab 1 Uji normalitas data ....................................... 10  \n1. Prosedur uji normalitas data ............................ 11  \n2. Hasil uji normalitas data .................................. 13  \nBab 2 Uji Korelasi ................................................... 17  \n1. Uji korelasi Pearson Product moment ............. 17  \n2. Hasi uji Pearson Product moment ...................28  \n3. Uji korelasi Spearman Rank .............................30  \n4. Hasil uji Spoearman Rank .................................37  \nBab 3 Uji Regresi Linier Sederhana ........................40  \n1. Tujuan Uji Regresi Linier ..................................40  \n2. Prosedur Uji Regresi Linier ...............................42  \n3. Hasil Uji Regresi Linier ......................................45  \n4. Uji Asumsi Klasik ..............................................45  \n5. Uji Linieritas dan Heteroskedastisi ...................48  \n6. Uji Serentak (Uji F) ...........................................51  \n7. Uji Parsial (Uji T) ............................................... 52  \n8. Uji Korelasi dan Determinan ............................53  \n9. Persamaan Model Regresi Linier .....................56  \n10. Daptar Pustaka ................................................. 63  \nPengantar Uji Korelasi dan Regresi Linier  \nApabila ada memiliki dua variabel interval yaitu variable X dan Y, ingin diketahui apakah saling berkorelasi atautidak, maka harus dilakukan uji korelasi. Apabila distribusi datanya normal, makaharus diuji dengan uji korelasi Pearson Product Moment, sebalinya dilakukandengan uji korelasi Spearman. Danseberapa besar kontribusi faktor Xterhadap variabel Y, maka harus di uji dengan regresi linier analisis.  \nKorelasi dan regresi adalah dua hal yang berbeda. Dua duanya digunakan untuk mengukur keterkaitan scara statistik antara dua variabel atau lebih. Uji korelasi hanya sampai untuk mengetahui ada tidaknya korelasi, sedangkan regresi analisis dapat mengetahui seberapa besar pengaruhnya faktor X terhdap Y.  \nApakah variabel faktor sebagai variable X dapat mempengaruhi variabel dependent sebagai variable Y ? Cukup dilakukan dengan uji korelasi.  \nMisal-nya apakah sikap dapat mempengaruhi kepatuhan perawat  \nterhadap cuci tangan? Maka diperlukandua variabel yaitu variabel sikap sebagaivariabel faktor dan variabel kepatuhansebagai variabel dependent.  \nHubungan Sikap dan Kepatuhan cuci  \ntangan pada perawat  \nDengan Histogram, hasil uji korelasidapat diketahui keeratan hubunganapakah positif dan negatif.  \n1. Hubungan X dan Y dikatakan positif apabila kenaikan X pada umumnyadiikuti oleh kenaikan Y.  \n2. Hubungan X dan Y dikatakan negatif apabila ada penurunan X padaumumnya diikuti oleh penurunan Y.  \n3. Variabel X dan Y ada hubungan, maka bentuk diagram pencarnya adalah mulus/teratur.  \n4. Bentuk diagram pencar tidak teratur, artinya kenaikan/penurunan X padaumumnya tidak diikuti oleh naik turunnya Y, maka dikatakan X dan Ytidak berkorelasi.  \nDengan perhitungan statistik, kuat dantidaknya korleasi / hubungan antara X dan Y dapat dinyatakan dengan fungsi linear, maka nilai ukuran korelasi inidisebut koefisien korelasi. Nilai koefisien korelasi ini paling sedikit –1 dan paling besar 1. Jadi jika r = koefisien korelasi, maka r dapat dinyatakan sebagai berikut: -1􀁤 r 􀁤 1.  \n1. Jika r =1, hubungan X dan Ysempurna dan positif.  \n2. Jika r = -1, hubungan X dan Ysempurna dan negative.  \n3. Jika r mendekati 1, hubungan sangat kuat dan positif.  \n4. Jika r mendekati –1, hubungan sangat kuat dan negatif.  \nHasil Uji Korelasi Sikap dan Kepatuhan Cuci Tangan pada PErawat  \n\n|  | Sikap | Patuh |\n| --- | --- | --- |\n| Sikap Pearson Correlation\u003Cbr>Sig. (2-tailed)\u003Cbr>N | 1","cbCaipr264ukEwT5","https://ap.wps.com/l/cbCaipr264ukEwT5","pdf",1533901,13,1,68,"Indonesian","id",113,"# Pengantar Uji Korelasi dan Regresi Linier\n# Bab 1 Uji Normalitas Data\n## Prosedur Uji Normalitas Data\n## Hasil Uji Normalitas Data\n# Bab 2 Uji Korelasi\n## Uji Korelasi Pearson Product Moment\n## Hasil Uji Pearson Product Moment\n## Uji Korelasi Spearman Rank\n## Hasil Uji Spearman Rank\n# Bab 3 Uji Regresi Linier Sederhana\n## Tujuan Uji Regresi Linier\n## Prosedur Uji Regresi Linier\n## Hasil Uji Regresi Linier\n## Uji Asumsi Klasik\n## Uji Linieritas dan Heteroskedastisitas\n## Uji Serentak (Uji F)\n## Uji Parsial (Uji T)\n## Uji Korelasi dan Determinan\n## Persamaan Model Regresi Linier\n## Daftar Pustaka","[{\"question\":\"Apa perbedaan uji korelasi dan uji regresi linier dalam analisis statistik?\",\"answer\":\"Uji korelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi antara dua variabel, sedangkan regresi linier analisis digunakan untuk menilai seberapa besar pengaruh variabel X terhadap variabel Y.\"},{\"question\":\"Kapan harus menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment atau Spearman Rank?\",\"answer\":\"Jika distribusi data normal digunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Jika tidak normal digunakan uji korelasi Spearman Rank.\"},{\"question\":\"Bagaimana cara menginterpretasikan nilai koefisien korelasi r?\",\"answer\":\"Nilai r berada pada rentang -1 sampai 1. r=1 menunjukkan hubungan positif sempurna, r=-1 hubungan negatif sempurna, sedangkan nilai mendekati 1 berarti hubungan sangat kuat dan positif serta mendekati -1 berarti sangat kuat dan negatif.\"}]","Analisa Korelasi dan Regresi Linier Sederhana dengan SPSS | PDF",1783372218,105,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":88,"head_meta":90,"extra_data":92,"updated_unix":29},"correlation-and-simple-linear-regression-analysis-with-spss","",{"@graph":37,"@context":87},[38,55,70],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/correlation-and-simple-linear-regression-analysis-with-spss/42869/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"author":57,"headline":13,"publisher":59,"fileFormat":62,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":63,"datePublished":64,"encodingFormat":62,"isAccessibleForFree":65,"interactionStatistic":66},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":58},"Person",{"url":42,"name":60,"@type":61},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-15","2026-07-06",true,{"@type":67,"interactionType":68,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":69},"ViewAction",{"@type":71,"mainEntity":72},"FAQPage",[73,79,83],{"name":74,"@type":75,"acceptedAnswer":76},"Apa perbedaan uji korelasi dan uji regresi linier dalam analisis statistik?","Question",{"text":77,"@type":78},"Uji korelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi antara dua variabel, sedangkan regresi linier analisis digunakan untuk menilai seberapa besar pengaruh variabel X terhadap variabel Y.","Answer",{"name":80,"@type":75,"acceptedAnswer":81},"Kapan harus menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment atau Spearman Rank?",{"text":82,"@type":78},"Jika distribusi data normal digunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Jika tidak normal digunakan uji korelasi Spearman Rank.",{"name":84,"@type":75,"acceptedAnswer":85},"Bagaimana cara menginterpretasikan nilai koefisien korelasi r?",{"text":86,"@type":78},"Nilai r berada pada rentang -1 sampai 1. r=1 menunjukkan hubungan positif sempurna, r=-1 hubungan negatif sempurna, sedangkan nilai mendekati 1 berarti hubungan sangat kuat dan positif serta mendekati -1 berarti sangat kuat dan negatif.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":89,"og:title":13,"og:site_name":60,"og:description":14},"article",{"robots":91,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":94},[95,100,104,108,112,116,118,122,126,130,134],{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":97,"show_sort_weight":98,"slug":99},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":102,"show_sort_weight":98,"slug":103},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":106,"show_sort_weight":98,"slug":107},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":110,"show_sort_weight":98,"slug":111},51,"Komik","comic",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":114,"show_sort_weight":98,"slug":115},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":98,"slug":117},"research-report",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":120,"show_sort_weight":98,"slug":121},49,"Sastra","literature",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":124,"show_sort_weight":98,"slug":125},52,"Teknologi","technology",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":128,"show_sort_weight":98,"slug":129},50,"Ujian","exam",{"id":131,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":132,"show_sort_weight":98,"slug":133},57,"Umum","general",{"id":135,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":136,"show_sort_weight":4,"slug":137},181,"Formulir","formulir"]