[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-229069-113":53,"doc-detail-229069-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","cooperative-institutional-strengthening-chapter-i-introduction","PENGUATAN KELEMBAGAAN KOPERASI - BAB I PENDAHULUAN","","Dokumen menyajikan landasan dan arah penguatan kelembagaan koperasi dengan menekankan keterkaitan tata kelola manajemen, partisipasi anggota, serta prinsip kekeluargaan dan gotong royong. Uraian latar belakang menegaskan koperasi sebagai badan usaha beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi sesuai ketentuan Undang-Undang. Bagian pendahuluan memetakan permasalahan dari aspek kelembagaan, termasuk minimnya pemahaman nilai-prinsip koperasi, belum optimalnya perangkat organisasi, lemahnya pengawasan, serta penyelenggaraan RAT yang tidak tepat waktu. Ruang lingkup meliputi legalitas, anggota, rapat anggota, pengurus, pengawas, dan kebijakan internal.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/cooperative-institutional-strengthening-chapter-i-introduction/229069/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/cooperative-institutional-strengthening-chapter-i-introduction/229069.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Skyler","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-10","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":80},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa dasar hukum yang menjadi rujukan koperasi dalam dokumen ini?","Question",{"text":109,"@type":110},"Dokumen merujuk pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian sebagai dasar pengaturan koperasi.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Mengapa keberhasilan koperasi sangat bergantung pada tata kelola manajemen?",{"text":114,"@type":110},"Keberhasilan koperasi bergantung pada peran aktif anggota dalam tata kehidupan berkoperasi, termasuk partisipasi pemupukan modal, pemanfaatan layanan, pengambilan keputusan, dan pengawasan.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Permasalahan apa saja yang disebut dari aspek kelembagaan koperasi?",{"text":118,"@type":110},"Dokumen menyebut antara lain minimnya pemahaman nilai dan prinsip koperasi, perangkat organisasi belum berfungsi baik, pembagian kerja pengurus belum sesuai AD/ART, kualitas dan partisipasi anggota rendah, RAT tidak tepat waktu, serta pengawasan yang tidak berjalan.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},229069,1789035470,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":80,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},2336464648746,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c","com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams Charts  \nHUTAN LINDUNG KALTARA  \nPENGUATAN KELEMBAGAAN  \nKOPERASI  \nNama  \nNomor HP E-mail Sertifikat  \nDrs.R.Saefurrokhman MM:  \n: 082140215550  \n: [asep_ekonomi@yahoo.com](asep_ekonomi@yahoo.com): Substansi : Reg KJK 06.00055.FS.2009 - Metodologi: Reg. TM.045.00625.2018  \n􀁘Nama : HR. Saefurrokhman. Drs MM  \nJabatan : 1.Ketua Asosiasi Fasilitator KJK Kementerian Koperasi& UMK RI  \n2.Direktur Lembaga Diklat Profesi (LDP) Unisla  \n3.Direktur Utama PT Mandiri Jaya Edukasi..  \n4.Pengurus PKPRI Lamongan  \n5.Pengawas KPRI Kekar Lamongan.  \n6 . Pengawas KUD Tani Mulyo  \nPENGALAMAN  \n1. Tim penyusun UU Perkoperasian  \n2. Tim Penyusun PP dan Permen Perkoperasian/modul SKKNI  \n3. FD I FE UNISLA TAHUN 2000-20015  \n4. Dosen di FE UNISLA.FE UNSDA,ITB KHA.DAHLAN  \n5. Fasilitator KJK Kementerian Koperasi dan UKM RI  \n6. Purna Dinas Kopeasi th 2012  \n2  \nBAB I  \nPENDAHULUAN  \nA . Latar Belakang  \nKoperasi adalah Badan Usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi yang berdasar atas azas Kekeluargaan dan Gotongroyong sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.  \nKeberhasilan koperasi sangat tergantung dari tata kelola manajemen peran aktifanggotanya dalam tata kehidupan berkoperasi:  \n1.Ditunjukkan dalam bentuk partisipasi pemupukan modal,  \n2.Pemanfaatan layanan yang disediakan oleh koperasi,  \n3.Pengambilan keputusan,  \n4.Pengawasan terhadap jalannya kehidupan berkoperasi.  \nPERMASALAHAN YANG DIHADAPI KOPERASI  \nDariAspek Kelembagaan  \n1. Minimnya pemahaman dan pengetahuan terhadap nilai.-nilai dasar dan prinsipprinsip Koperasi serta kewajiban dan hak anggota,pengurus dan pengawas  \n2. Alat perlengkapan organisasi koperasi belum sepenuhnya berfungsi dengan baik  \n3. Susunan pengurus koperasi belum sepenuhnya pada system pembagian kerja sesuai AD/ART yg ditunjang dgn Persus.  \n4. Kualitas dan partisipasi anggota koperasi dari berbagai aspek rendah  \n5. Sebagian besar koperasi belum menyelenggarakan RAT tepat waktu (Kenapa ?)  \n6. Pengurus dan Pengawas yang terpilih pada umumnya tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, sehingga kurang mampupengelolaan organisasi, manajemen dan usaha dengan baik ,  \nLanjutan…..   \n7. Anggota fiktif (merekayasa calon anggota seolah-olah anggota)  \n8. Tidak pernah ada pembagian SHU (Uang transportasi saat RAT diperlakukan sebagai SHU yang dibagi)  \n9. Kegiatan Usaha simpan pinjam tanpa ijin  \n10. Pengurus dan pengawas hanya formalitas yg berperan seorang diri  \n11. Pengawasan tidak berjalan, laporan pengawas dibuat oleh pengurus/ karyawan  \n12. Tidak ada pendidikan perkoperasian,  \n13. Kegiatan usaha menyimpang dari AD /ART  \n14. Merubah aturan yg ada di AD tampa Rapar Aanggota misal pmbagian SHU  \nLINGKUP  \n|  |  |  |\n| --- | --- | --- |\n| \u003Cbr>I.Legalitas |  |  |\n|  |  |  |\n|  |  |  |\n| \u003Cbr> II.Anggota  |  |  |\n|  |  |  |\n|  |  |  |\n| \u003Cbr> III.Rapat Anggota  |  |  |\n|  |  |  |\n|  | IV Pengurus |  |\n| \u003Cbr>.\u003Cbr>|  |  |\n|  |  |  |\n|  | V Pengawas |  |\n| \u003Cbr>.\u003Cbr>|  |  |\n|  |  |  |\n|  | VI Kebijakan |  |\n| \u003Cbr>. Internal |  |  |\n\nI. ASPEK LEGALITAS  \nA.KOPERASI SEBAGAI BADAN HUKUM PRIVAT  \nBadan Hukum Koperasi adalah status LEGAL yang diberikan oleh Negara Berdasarkan Undang – Undang kepada rakyatnya yang bersekutu membentuk lembaga.oleh sebab itu Kop Surat berlogo BURUNG GARUDA  \nSebagai Badan Hukum Koperasi wajib mematuhi :  \n1 . Hukum Publik  \n2 . Hukum Privat  \nHukum publik , hukum yg mengatur hubungan antar negara dengan alat kelengkapan yg menyangkut kepentingan umum atau kepentingan bersama  \nHukum Privat /Perdata ketentuan hukum yg mengatur hubungan antar individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.  \n1. Punya tujuan  \n2. Punya anggota sebagai pemilik  \n3. Punya kekayaan  \n4. Punya alat kelengkapan organisasi  \n5. Punya sistem pengawasan intern  \n6. Punya usaha utama&penunjang  \n7. Punya cara membagi keuntungan  \n1. Visi, Misi, Renstra","cbCaifIRBj1ctTsj","https://ap.wps.com/l/cbCaifIRBj1ctTsj","pdf",1065774,44,"Indonesian","# BAB I PENDAHULUAN\n## A. Latar Belakang\n## Permasalahan yang Dihadapi Koperasi\n## Lingkup\n## I. Aspek Legalitas\n### A. Koperasi sebagai Badan Hukum Privat\n## Legalitas Koperasi\n## Perizinan","[{\"question\":\"Apa dasar hukum yang menjadi rujukan koperasi dalam dokumen ini?\",\"answer\":\"Dokumen merujuk pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian sebagai dasar pengaturan koperasi.\"},{\"question\":\"Mengapa keberhasilan koperasi sangat bergantung pada tata kelola manajemen?\",\"answer\":\"Keberhasilan koperasi bergantung pada peran aktif anggota dalam tata kehidupan berkoperasi, termasuk partisipasi pemupukan modal, pemanfaatan layanan, pengambilan keputusan, dan pengawasan.\"},{\"question\":\"Permasalahan apa saja yang disebut dari aspek kelembagaan koperasi?\",\"answer\":\"Dokumen menyebut antara lain minimnya pemahaman nilai dan prinsip koperasi, perangkat organisasi belum berfungsi baik, pembagian kerja pengurus belum sesuai AD/ART, kualitas dan partisipasi anggota rendah, RAT tidak tepat waktu, serta pengawasan yang tidak berjalan.\"}]","PENGUATAN KELEMBAGAAN KOPERASI - BAB I PENDAHULUAN | PDF",68]