[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-42400-id":3,"doc-seo-42400-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":90},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},42400,1099514068365,"Aurelia","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/10000253d8d9f28188e?_k=1776742907772140068",55,"Agama & Spiritualitas","Menyambung Puasa Qadha Dengan Puasa Syawal","Dokumen ini membahas pertanyaan mengenai diperbolehkannya menyambung puasa qadha (ganti puasa Ramadhan) dengan puasa sunah enam hari di bulan Syawal. Sesuai fatwa dari Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bâz, yang diterjemahkan oleh Syafar Abu Difa dan disunting oleh Eko Haryanto Abu Ziyad, tidak ada larangan untuk menyambung kedua puasa tersebut. Pernyataan yang menyebutkan bahwa seseorang harus berbuka sehari sebelum memulai puasa Syawal setelah menyelesaikan puasa qadha tidak memiliki dasar yang diketahui. Fatwa ini menekankan bahwa berdasarkan keumuman dalil-dalil yang ada, penyambungan puasa qadha dengan puasa Syawal diperbolehkan. Dokumen ini menyajikan tanya jawab tersebut dalam bahasa Indonesia, dengan referensi dari Majalah Al-Arabiah, Majmu Fatwa wa Maqolat Mutanawiah juz XV. Terdapat juga informasi mengenai Syaikh Bin Bâz, penerjemah, dan editor, serta tahun penerbitan 2011-1432 H. Dokumen ini berfungsi sebagai panduan keagamaan bagi umat Islam yang ingin melaksanakan kedua jenis puasa tersebut secara beriringan.","Tidak Mengapa Menyambung Puasa Qadha (Ganti) Dengan Puasa Syawal  \n[ Indonesia – Indonesian – ﻧيوﻧيﻲﺴ ]  \nSyaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bâz  \nTerjemah : Syafar Abu Difa  \nEditor : Eko Haryanto Abu Ziyad  \n2011-1432  \n﴿ ﺮج ﻓ ﻧﺻﻞ ﺻﻮم اﻟﻘﻀﺎء ﺑﺼﻮم الﺴﺖ ﴾  \n» ﺑﺎلﻠﻐﺔ اﻹيوﻧيﻲﺴﻴﺔ «  \nالﺸﻴﺦ ﻋﺒو اﻟﻌﺰ􀉋ﺰ ﺑﻦ ﻋﺒو اﷲ ﺑﻦ ﺑﺎز  \nﺮجﺟﺔ: ﺷﻔج أﺑﻮ دﻓﺎع  \nمجاﺟﻌﺔ: ﻧﻳ􀈲ﻮ أﺑﻮ ز􀉋ﺎد  \n2011-1432  \nTidak Mengapa Menyambung Puasa Qadha (Ganti) Dengan Puasa Syawal  \nTanya :  \nSaudara berinisial “ﻡ .ﺹ .ﺃ” dari Latakiyah 1 bertanya,“Sayamendengar bahwa seseorang tidak boleh menyambungpuasa ‘qadha’ (ganti) dengan puasa sunah. Artinya jika diamemiliki tanggungan kewajiban puasa Ramadhan karenasebab uzur yang disyariatkan kemudian menggantinya di bulan Syawal sedangkan dia ingin puasa enam hari di bulan Syawal, tidak boleh langsung menyambungnya, tetapi hendaknya berbuka dulu sehari. Apakah perkataanini benar? Kami mengharap penjelasannya.  \nJawab :  \nSaya tidak mengetahui dasar dari apa yang engkau katakan. Yang benar adalah tidak mengapamenyabungnya sebagaimana keumuman dalil-dalil yang ada. Allah-lah penolong dan pemberi taufik.  \n[Pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh Bin Bâz dari Majalahal-Arabiah. Lihat Majmu Fatwa wa Maqolât Mutanawi’ah juz XV]  \n1 Kota pelabuhan utama Suriah.","cbCaiai8PqRfkvSe","https://ap.wps.com/l/cbCaiai8PqRfkvSe","pdf",155331,4,1,3,"Indonesian","id",113,"# Tidak Mengapa Menyambung Puasa Qadha (Ganti) Dengan Puasa Syawal","[{\"question\":\"Apakah boleh menyambung puasa qadha dengan puasa sunah Syawal?\",\"answer\":\"Ya, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bâz menyatakan bahwa tidak mengapa menyambung puasa qadha dengan puasa sunah Syawal. Tidak ada dasar yang diketahui untuk larangan tersebut.\"},{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan puasa qadha?\",\"answer\":\"Puasa qadha adalah puasa ganti untuk mengganti puasa Ramadhan yang terlewat karena uzur yang disyariatkan.\"},{\"question\":\"Dari mana sumber fatwa mengenai penyambungan puasa qadha dan Syawal ini?\",\"answer\":\"Fatwa ini bersumber dari pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh Bin Bâz dari Majalah Al-Arabiah, yang tercantum dalam Majmu Fatwa wa Maqolât Mutanawi’ah juz XV.\"}]",1783351676,5,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":85,"head_meta":87,"extra_data":89,"updated_unix":28},"connecting-qadha-fast-with-syawal-fast","",{"@graph":36,"@context":84},[37,52,67],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":22},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/connecting-qadha-fast-with-syawal-fast/42400/",{"url":51,"name":13,"@type":53,"author":54,"headline":13,"publisher":56,"fileFormat":59,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":60,"datePublished":61,"encodingFormat":59,"isAccessibleForFree":62,"interactionStatistic":63},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":55},"Person",{"url":41,"name":57,"@type":58},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-16","2026-07-06",true,{"@type":64,"interactionType":65,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":66},"ViewAction",{"@type":68,"mainEntity":69},"FAQPage",[70,76,80],{"name":71,"@type":72,"acceptedAnswer":73},"Apakah boleh menyambung puasa qadha dengan puasa sunah Syawal?","Question",{"text":74,"@type":75},"Ya, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bâz menyatakan bahwa tidak mengapa menyambung puasa qadha dengan puasa sunah Syawal. Tidak ada dasar yang diketahui untuk larangan tersebut.","Answer",{"name":77,"@type":72,"acceptedAnswer":78},"Apa yang dimaksud dengan puasa qadha?",{"text":79,"@type":75},"Puasa qadha adalah puasa ganti untuk mengganti puasa Ramadhan yang terlewat karena uzur yang disyariatkan.",{"name":81,"@type":72,"acceptedAnswer":82},"Dari mana sumber fatwa mengenai penyambungan puasa qadha dan Syawal ini?",{"text":83,"@type":75},"Fatwa ini bersumber dari pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh Bin Bâz dari Majalah Al-Arabiah, yang tercantum dalam Majmu Fatwa wa Maqolât Mutanawi’ah juz XV.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":86,"og:title":13,"og:site_name":57,"og:description":14},"article",{"robots":88,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":91},[92,95,99,103,107,111,115,119,123,127],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":93,"slug":94},60,"religion-spirituality",{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":97,"show_sort_weight":93,"slug":98},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":101,"show_sort_weight":93,"slug":102},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":105,"show_sort_weight":93,"slug":106},51,"Komik","comic",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":109,"show_sort_weight":93,"slug":110},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":113,"show_sort_weight":93,"slug":114},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":117,"show_sort_weight":93,"slug":118},49,"Sastra","literature",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":121,"show_sort_weight":93,"slug":122},52,"Teknologi","technology",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":125,"show_sort_weight":93,"slug":126},50,"Ujian","exam",{"id":128,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":129,"show_sort_weight":93,"slug":130},57,"Umum","general"]