[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-54838-id":3,"doc-seo-54838-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":93},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},54838,34359740700684,"Finn","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/1f400023980c374ae676?_k=1777273430885731487",51,"Komik","Con Bị Ốm","Cerita ini berpusat pada Nana, seorang anak yang merasa tidak enak badan dan memiliki bintik-bintik merah di tubuhnya. Ibunya berusaha membujuknya untuk minum susu atau jus jeruk, namun Nana menolak karena rasanya tidak enak. Nini, adiknya, merasa penasaran dengan bintik-bintik merah tersebut dan bertanya mengapa Nana memilikinya. Nana menjelaskan bahwa bintik-bintik merah itu muncul dengan sendirinya di sekujur tubuhnya. Merasa terpengaruh oleh kondisi kakaknya, Nini kemudian mengambil krayon merahnya dan menggambar bintik-bintik merah di wajah, tangan, dan kakinya sendiri, seolah-olah ia juga sakit. Ia berlari ke dapur dengan penuh semangat untuk memberitahu ibunya bahwa ia juga sakit seperti Nana. Ilustrasi gambar menunjukkan interaksi antar karakter, ekspresi wajah mereka, serta objek-objek di sekitar mereka seperti gambar-gambar di dinding, ranjang, dan perabotan dapur. Gambar pertama menampilkan Nana sedang menggambar di meja dengan krayon. Gambar kedua menunjukkan ibu membujuk Nana yang sakit di ranjang, sementara Nini mengintip dari balik pintu. Gambar ketiga menggambarkan Nini berlari ke arah ibunya di dapur, menunjukkan rasa sakitnya yang dibuat-buat. Cerita ini secara ringan menggambarkan keingintahuan anak-anak dan cara mereka meniru atau bereaksi terhadap orang di sekitar mereka, bahkan dalam konteks ketidaknyamanan fisik.","Ibu, Aku Sakit! Thanh Tâm  \nIbu sedang berusaha membujuk Nana yang sakit:  \n-Minumlah susu ini, Sayang!  \n-Rasanya tidak enak! Aku tidak mau .  \n\u003Cul>  \n\u003Cli>Bagaimana kalau jeruk?  \n-Huhu…Aku tidak mau .\u003C/li>  \n\u003C/ul>  \n\u003Cul>  \n\u003Cli>Kenapa Kakak punya begitu banyak bintikbintik merah?– Nini timbul rasa ingin tahu.  \n-Bintik-bintik merah menyebalkan ini selalumuncul sendiri di sekujur tubuhku.  \n\u003C/li>  \n\u003C/ul>  \nIbu memberi Nana begitu banyak hal hanyakarena beberapa bintik merah…  \nAh!  \nNini pergi mencari pena warnanya.  \n-Ini dia pena merahku!  \nNini menggambar totol…totol…totol…di seluruh wajahnya...  \n…bahkan di tangan dan kaki.  \n-Hihi aku punya lebih banyak bintik dibandingkan dengan Nana.  \nNini berlari ke dapur dan berkata dengan penuh semangat,  \n-Ibu, lihat…sekarang aku juga sakit seperti Nana.  \n-Oh, Nak…","cbCailvsCPHOBCF6","https://ap.wps.com/l/cbCailvsCPHOBCF6","pdf",1832411,12,1,16,"Indonesian","id",113,"# Ibu, Aku Sakit!\n## Deskripsi Karakter\n## Interaksi Ibu dan Anak","[{\"question\":\"Siapa saja tokoh dalam cerita ini?\",\"answer\":\"Tokoh dalam cerita ini adalah Nana yang sedang sakit, adiknya Nini, dan ibu mereka.\"},{\"question\":\"Mengapa Nini menggambar bintik-bintik merah di tubuhnya?\",\"answer\":\"Nini terpengaruh oleh kondisi Nana yang memiliki bintik-bintik merah dan ingin meniru kakaknya dengan menggambar bintik-bintik merah di tubuhnya sendiri.\"},{\"question\":\"Bagaimana reaksi ibu ketika Nini mengatakan ia sakit?\",\"answer\":\"Ketika Nini berlari ke dapur dan berkata bahwa ia sakit seperti Nana, ibunya merespons dengan ekspresi terkejut atau heran, seperti yang terlihat pada gambar.\"}]","Con Bị Ốm | PDF",1783679791,25,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":88,"head_meta":90,"extra_data":92,"updated_unix":29},"con-bi-om","",{"@graph":37,"@context":87},[38,55,70],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/komik/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/con-bi-om/54838/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"author":57,"headline":13,"publisher":59,"fileFormat":62,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":63,"datePublished":64,"encodingFormat":62,"isAccessibleForFree":65,"interactionStatistic":66},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":58},"Person",{"url":42,"name":60,"@type":61},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-15","2026-07-10",true,{"@type":67,"interactionType":68,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":69},"ViewAction",{"@type":71,"mainEntity":72},"FAQPage",[73,79,83],{"name":74,"@type":75,"acceptedAnswer":76},"Siapa saja tokoh dalam cerita ini?","Question",{"text":77,"@type":78},"Tokoh dalam cerita ini adalah Nana yang sedang sakit, adiknya Nini, dan ibu mereka.","Answer",{"name":80,"@type":75,"acceptedAnswer":81},"Mengapa Nini menggambar bintik-bintik merah di tubuhnya?",{"text":82,"@type":78},"Nini terpengaruh oleh kondisi Nana yang memiliki bintik-bintik merah dan ingin meniru kakaknya dengan menggambar bintik-bintik merah di tubuhnya sendiri.",{"name":84,"@type":75,"acceptedAnswer":85},"Bagaimana reaksi ibu ketika Nini mengatakan ia sakit?",{"text":86,"@type":78},"Ketika Nini berlari ke dapur dan berkata bahwa ia sakit seperti Nana, ibunya merespons dengan ekspresi terkejut atau heran, seperti yang terlihat pada gambar.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":89,"og:title":13,"og:site_name":60,"og:description":14},"article",{"robots":91,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":94},[95,100,104,108,110,114,118,122,126,130,134],{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":97,"show_sort_weight":98,"slug":99},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":102,"show_sort_weight":98,"slug":103},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":106,"show_sort_weight":98,"slug":107},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":98,"slug":109},"comic",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":112,"show_sort_weight":98,"slug":113},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":116,"show_sort_weight":98,"slug":117},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":120,"show_sort_weight":98,"slug":121},49,"Sastra","literature",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":124,"show_sort_weight":98,"slug":125},52,"Teknologi","technology",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":128,"show_sort_weight":98,"slug":129},50,"Ujian","exam",{"id":131,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":132,"show_sort_weight":98,"slug":133},57,"Umum","general",{"id":135,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":136,"show_sort_weight":4,"slug":137},181,"Formulir","formulir"]