[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-230545-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":80,"doc-detail-230545-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","competitive-scheme-as-a-salary-standardization-system-for-asn","Skema Kompetitif sebagai Sistem Standarisasi Gaji ASN","","Isu gaji ASN yang menjadi pembahasan tahunan kembali menjadi sorotan karena kenaikan gaji yang tidak lebih dari 10% dinilai belum sepadan dengan tanggung jawab kerja pegawai. Ketidaksesuaian juga muncul ketika kinerja yang diberikan tidak selaras dengan dasar gaji yang relatif sama untuk semua karyawan. Banyak gaji ASN masih berada di bawah rata-rata UMR, memicu beragam keluhan. Penelitian ini menganalisis implementasi sistem gaji pokok ASN dan respons upaya penyetaraan serta daya saing ASN dibandingkan pekerja BUMN melalui pendekatan kualitatif dan studi literatur sistematis.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/competitive-scheme-as-a-salary-standardization-system-for-asn/230545/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/competitive-scheme-as-a-salary-standardization-system-for-asn/230545.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Sage","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-24","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":30},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Mengapa isu gaji ASN menjadi sorotan tahunan?","Question",{"text":62,"@type":63},"Kenaikan gaji yang dibatasi tidak dianggap sepadan dengan tanggung jawab kerja, sementara aspek kinerja masih belum selaras dengan dasar gaji yang relatif sama.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Bagaimana penelitian ini menganalisis sistem gaji pokok ASN?",{"text":67,"@type":63},"Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tambahan sumber diskusi melalui konsep systematic literature review untuk menganalisis implementasi dan merespons isu penyetaraan gaji ASN dengan BUMN.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Apa masalah utama terkait skema penggajian ASN yang memengaruhi keadilan dan daya saing?",{"text":71,"@type":63},"Skema penggajian terbagi menjadi gaji pokok, komponen tunjangan, dan tunjangan kinerja yang berbeda antar instansi/daerah karena indeks kemahalan serta perbedaan PAD, sehingga menimbulkan ketidakadilan dan mengurangi competitiveness.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},230545,1789051579,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,88,92,96,100,104,107,111,115,119,123],{"id":84,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":86,"slug":87},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":86,"slug":91},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":86,"slug":95},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":86,"slug":99},51,"Komik","comic",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":86,"slug":103},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":86,"slug":106},54,"research-report",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":86,"slug":110},49,"Sastra","literature",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":86,"slug":114},52,"Teknologi","technology",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":86,"slug":118},50,"Ujian","exam",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":86,"slug":122},57,"Umum","general",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":4,"slug":126},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":81,"data":128},{"doc_id":78,"user_id":129,"nickname":42,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":105,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":30,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":136,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":141},687197207057,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","Skema Kompetitif sebagai Sistem Standarisasi Gaji ASNFachreza Nur Masrik Akbar 1, Maulita Azizah Ismatiah 2  \nUniversitas Indonesia  \nReceived: 07 Juli 2024  \nRevised: 12 Juli 2024  \nAccepted: 28 Juli 2024  \nKeywords:  \nAbstract  \nTheASN salary issue, which has become a routine discussion every year, is again a hot topic. Workers feel that the salary increase of no more than 10% is not equivalent to the work responsibilities of employees. In addition, the performance that has been given is also still contrary to the basic salary received equally for all employees. ASN salaries, the majority of which are still below the average UMR, are certainly an important issue that has received many complaints from government employees. In connection with this issue, the PANRB Ministry is trying to find a solution by starting to carry out a new system related to ASN salaries so that they can be competitive when compared to BUMN salaries. This study was conducted to analyze the implementation of the ASN basic salary system and respond to the issue of equalizing ASN salaries with BUMN workers. By taking a qualitative approach, the analysis was carried out with additional sources of discussion using the concept of systematic literature review.  \nCivil Servant Salary, BUMN, Salary System  \n(*) Corresponding Author:  [fachreza.nur@ui.ac.id](fachreza.nur@ui.ac.id) , [maulita.azizah@ui.ac.id](maulita.azizah@ui.ac.id)  \n[How to Cite:](How to Cite: Akbar)[ Akbar](How to Cite: Akbar), F., & Ismatiah, M. (2024) . Skema Kompetitif sebagai Sistem Standarisasi Gaji  \nASN. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(14), 489-499. [https://doi.org/10.5281/zenodo.13691454](https://doi.org/10.5281/zenodo.13691454)   \nPENDAHULUAN  \nASN sebagai pegawai pemerintah tentu memiliki tugas utama untukmengatur segala urusan pemerintahan. Dengan besarnya beban kerja tersebut, diketahui ASN hanya mendapatkan gaji sebatas UMR daerah setempat. Gaji pegawai pemerintah ditentukan oleh beberapa faktor pendukung. Dimulai darifaktor pangkat atau kedudukan individupada tempat kerja yang dapat menjadi salah satu faktor berpengaruh bagi gaji pegawai. Selain itu, lama masa kerja juga menjadifaktor penentu besaran gaji yang akan diterima para ASN. Aturan tersebut sesuaidengan apa yang dijelaskan dalam dasar hukum berupa Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977.  \nPenentuan standar pemberian gaji ASN yang ditentukan oleh masa kerja dijelaskan dalam aturan terbaru berupa Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2019. Penggolongan gaji berdasarkan masa kerja dikategorikan secara variatif mulai dari 0 tahun kerja hingga kategori tertinggi sebanyak 33 tahun kerja. Tabel.1 menjelaskan perbedaan gaji yang diterima ASN berdasarkan masa kerja yang telahditempuh.  \nTabel.1 Perbandingan Gaji Pegawai Sesuai Lama Masa Kerja  \n\n| Jenis Golongan | Lama Masa Kerja | Besaran Gaji Pokok |\n| --- | --- | --- |\n| Golongan I | 0 Tahun | Rp1.560.800,00 |\n\n\n|  | 27 Tahun | Rp2.686.500,00 |\n| --- | --- | --- |\n| Golongan II | 0 Tahun | Rp2.022.200,00 |\n|  | 33 Tahun | Rp3.820.000,00 |\n| Golongan III | 0 Tahun | Rp2.579.400,00 |\n|  | 32 Tahun | Rp4.797.000,00 |\n| Golongan IV | 0 Tahun | Rp3.044.300,00 |\n|  | 32 Tahun | Rp5.901.200,00 |\n\nOlahan Penulis (2023)  \nSumber : Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2019  \nBerdasarkan data gaji tersebut, terlihat jelas bahwa gaji pokok yang diterima para ASN masih jauh dari UMR. Rata-rata UMR di seluruh Indonesia pada tahun 2023 berada pada besaran Rp4.901.789,00 . Sesuai data tersebut, ASN baru dapat memperoleh gaji standar UMR jika berada lebih dari Golongan III. Tentu jumlah tersebut menunjukkan bahwa gaji ASN berada pada kondisi yang tidak sesuai dan berkemungkinan tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup pegawai. Standarisasigaji tersebut tentu sangat berbanding terbalik dengan tanggung jawab kerja dari instansi pemerintahan. Terlebih ASN bekerja dengan tujuan berupamempertahankan sistem pemerintahan negara secara menyeluruh dan dilakukantidak dalam jangka waktu singkat.  \nTidak ada","cbCaidYXLxh1AJCW","https://ap.wps.com/l/cbCaidYXLxh1AJCW","pdf",280408,11,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Latar belakang isu gaji ASN\n## Dasar hukum dan perbandingan gaji berdasarkan masa kerja\n## Ketimpangan skema penggajian dan aspek keadilan\n## Permasalahan kedisiplinan dan dampak penerimaan gaji\n# TINJAUAN TEORI\n## Pay Determination","[{\"question\":\"Mengapa isu gaji ASN menjadi sorotan tahunan?\",\"answer\":\"Kenaikan gaji yang dibatasi tidak dianggap sepadan dengan tanggung jawab kerja, sementara aspek kinerja masih belum selaras dengan dasar gaji yang relatif sama.\"},{\"question\":\"Bagaimana penelitian ini menganalisis sistem gaji pokok ASN?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tambahan sumber diskusi melalui konsep systematic literature review untuk menganalisis implementasi dan merespons isu penyetaraan gaji ASN dengan BUMN.\"},{\"question\":\"Apa masalah utama terkait skema penggajian ASN yang memengaruhi keadilan dan daya saing?\",\"answer\":\"Skema penggajian terbagi menjadi gaji pokok, komponen tunjangan, dan tunjangan kinerja yang berbeda antar instansi/daerah karena indeks kemahalan serta perbedaan PAD, sehingga menimbulkan ketidakadilan dan mengurangi competitiveness.\"}]","Skema Kompetitif sebagai Sistem Standarisasi Gaji ASN | PDF",17]