[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-232198-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-232198-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","comparison-of-solution-speed-for-linear-equation-systems-using-the-elimination-method-and-using-arithmetic-sequences","Perbandingan Kecepatan Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Menggunakan Metode Eliminasi dan Menggunakan Barisan Aritmatika","","Penelitian membandingkan kecepatan penyelesaian sistem persamaan linier melalui dua pendekatan: metode eliminasi dan pendekatan dengan barisan aritmatika. Transformasi soal dilakukan agar hubungan antar koefisien dapat dipandang sebagai urutan aritmatika, sehingga proses pencarian nilai variabel menjadi lebih cepat. Data penelitian memanfaatkan soal UNBK terkait sistem persamaan dua dan tiga variabel serta melibatkan pencatatan waktu pengerjaan. Hasil menunjukkan penggunaan barisan aritmatika lebih mudah dan efisien untuk menjawab soal dengan durasi terbatas.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/ujian/","Ujian",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/comparison-of-solution-speed-for-linear-equation-systems-using-the-elimination-method-and-using-arithmetic-sequences/232198/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/comparison-of-solution-speed-for-linear-equation-systems-using-the-elimination-method-and-using-arithmetic-sequences/232198.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Gelato","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",5,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa tujuan penelitian ini?","Question",{"text":63,"@type":64},"Penelitian bertujuan membandingkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan soal sistem persamaan linier menggunakan metode eliminasi dan menggunakan barisan aritmatika.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Bagaimana hubungan barisan aritmatika dengan penyelesaian SPL?",{"text":68,"@type":64},"Soal sistem persamaan linier ditransformasikan agar dapat dipandang sebagai urutan aritmatika, sehingga pencarian nilai variabel dapat dilakukan lebih cepat.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Mengapa metode barisan aritmatika dianggap lebih efisien?",{"text":72,"@type":64},"Karena prosesnya membantu mempersingkat langkah penyelesaian dibanding metode eliminasi, yang disebut memakan waktu lebih lama pada soal tertentu.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},232198,1789069673,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,109,113,117,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":107,"show_sort_weight":87,"slug":108},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":111,"show_sort_weight":87,"slug":112},49,"Sastra","literature",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":115,"show_sort_weight":87,"slug":116},52,"Teknologi","technology",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":118,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},19241457091524,"https://us-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c","Comparison of Speed Completion System Linear Equations Using the Elimination Method and Using Arithmetic Sequences  \nZunaida Sitorus1, Miftahul Jannah2, Nurliana3, Septi Nur Selase4  \n1,2,3,4 Universitas Asahan, Indonesia  \nCorresponding Author :  [z_sitorus@yahoo.com](z_sitorus@yahoo.com)   \n ABSTRACT   \nARTICLE INFO  \nArticle history: Received  \n05 August 2023 Revised  \n25 August 2023 Accepted  \n10 September 2023  \nKeyWord How to cite  \nDoi  \n\n| There are many ways to solve linear system equation problems, such as using Gaussian Elimination or the elimination method. To solve linear system equation problems, we can transform them into an arithmetic sequence. This method can make it easier to answer the\u003Cbr>comparison of problem-solving using the elimination method and using arithmetic sequences. The method used in this research is quantitative. Data collection involves solving linear system equation\u003Cbr>elimination method and the arithmetic sequence method. The data used consists of UNBK (National Computer-Based Exam) questions\u003Cbr>problems using the substitution method and the arithmetic sequence method. The conclusion from this research is that the use of arithmetic sequences in solving linear equations is easier and faster, making it |\n| --- |\n| SPL, Sequence, UNBK, Substitution |\n| [https://pusdikra-publishing.com/index.php/jetl](https://pusdikra-publishing.com/index.php/jetl) |\n| 10.51178/jetl.v5i3.1527 |\n| \u003Cbr>This work is licensed under a |\n\nquestions quickly. The objective of this research is to provide a  \nproblems and recording the time it takes to solve them using both the  \nand university selection questions, comparing the time it takes to solve  \napplicable when answering exams with limited time duration.  \nCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License   \nPENDAHULUAN  \nKata matematika berasal dari kata latin mathematic berasal dari kata Yunani mathematic yang berarti mempelajari. Dunia ini berasal dari kata matema yang berarti pengetahuan atau ilmu (ilmu, Sains) . Kata matematikajuga berhubungan dengan kata lain yaitu hampir hal yang sama yaitu Mathein atau Mathenein yang artinya belajar berpikir (Siagian, 2016) . Matematika adalah bahasa simbolik yang fungsi praktisnya adalah untuk mengekspresikanhubungan kuantitatif dan spasial sehingga fungsi teoretisnya adalah untukmemudahkan berpikir. Pendapat lain menegaskan bahwa matematika adalahilmu keteraturan, ilmu struktur diurutkan dari elemen tak terdefinisi ke elementerdefinisi aksioma atau postulat dan akhirnya teorema (Siagian, 2017) .  \nMatematika lebih mengedepankan kegiatan dalam dunia perbandingan (penalaran), bukan mengedepankan dari hasil percobaan atau hasil  \npengamatan matematika terbentuk karena pemikiran-pemikiran manusia, yang berhubungan dengan konsep, proses, dan penalaran (Rahmah, 2013) . Salah satu bagian dari ilmu matematika adalah Sistem Persamaan Linier. Sistem Persamaan Linier adalah sektor dari ilmu matematika yang mempelajari cara menyelesaikan permasalahan teknik dengan menggunakan aljabar linier (Noor Santi, 2012) .  \nPersamaan linear adalah suatu persamaan di mana variabel yang terlibatmemiliki derajat paling tinggi satu. Jika kita memiliki beberapa persamaanlinier maka sekumpulan persamaan linier itu disebut sistem persamaan linier. Suatu pasangan beberapa bilangan disebut solusi dari suatu SPL jika pasangantersebut memenuhi kebenaran masing-masing persamaan dari SPL (Azizah & Ariyanti, 2020) .  \nSistem persamaan linear terdiri dari variabel-variabel, biasanya terdapat 2-3 variabel yang memiliki nilai. Sistem persamaan linear ada dua macam yaitusistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) dengan bentuk umum ax+by=cdan sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) dengan bentuk umumax+by+cz=d. Contoh dari yaitu sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) adalah 2x+y=12 dan sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) adalah x+3y+z=11 .  \nDalam soal SPLDV atau SPLTV kita dituntut untuk dapat memecahkan masalah dan menca","cbCaitB20uQHVI7X","https://ap.wps.com/l/cbCaitB20uQHVI7X","pdf",228447,9,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Konsep dasar matematika dan sistem persamaan linier\n## Bentuk umum SPLDV dan SPLTV\n## Metode eliminasi, substitusi, dan penghematan waktu dengan barisan aritmatika","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan membandingkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan soal sistem persamaan linier menggunakan metode eliminasi dan menggunakan barisan aritmatika.\"},{\"question\":\"Bagaimana hubungan barisan aritmatika dengan penyelesaian SPL?\",\"answer\":\" Soal sistem persamaan linier ditransformasikan agar dapat dipandang sebagai urutan aritmatika, sehingga pencarian nilai variabel dapat dilakukan lebih cepat.\"},{\"question\":\"Mengapa metode barisan aritmatika dianggap lebih efisien?\",\"answer\":\" Karena prosesnya membantu mempersingkat langkah penyelesaian dibanding metode eliminasi, yang disebut memakan waktu lebih lama pada soal tertentu.\"}]","Perbandingan Kecepatan Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Menggunakan Metode Eliminasi dan Menggunakan Barisan Aritmatika | PDF",14]