[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-228239-113":53,"doc-detail-228239-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","comparison-of-magnesium-sulfate-30-mgkg-with-lidocaine-15-mgkg-on-hemodynamic-responses-and-cortisol-level-after-intubation-in-patients-undergoing-craniotomy-thesis","Perbandingan Pemberian Magnesium Sulfat 30 mg/kg dengan Lidokain 1,5 mg/kg terhadap Perubahan Respon Hemodinamik dan Kadar Kortisol Paska Intubasi pada Pasien yang Menjalani Kraniotomi - Tesis","","Penelitian ini menilai pengaruh pemberian magnesium sulfat 30 mg/kg dan lidokain 1,5 mg/kg terhadap perubahan hemodinamik serta kadar kortisol pasca intubasi pada pasien yang menjalani kraniotomi. Respon stres pada kraniotomi dapat muncul dari peningkatan hemodinamik hingga respons stres hormonal, termasuk kenaikan kortisol, sementara intubasi endotrakeal menjadi faktor penting saat induksi neuroanestesi. Sampel dibagi menjadi tiga kelompok: lidokain, MgSO4, dan kontrol (NaCl). Hasil menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok dengan kortisol lebih rendah pada kelompok lidokain.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":27,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/comparison-of-magnesium-sulfate-30-mgkg-with-lidocaine-15-mgkg-on-hemodynamic-responses-and-cortisol-level-after-intubation-in-patients-undergoing-craniotomy-thesis/228239/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/comparison-of-magnesium-sulfate-30-mgkg-with-lidocaine-15-mgkg-on-hemodynamic-responses-and-cortisol-level-after-intubation-in-patients-undergoing-craniotomy-thesis/228239.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Lute","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":77},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa tujuan penelitian ini?","Question",{"text":109,"@type":110},"Menilai perbandingan magnesium sulfat 30 mg/kg dan lidokain 1,5 mg/kg terhadap perubahan respon hemodinamik serta kadar kortisol paskaintubasi pada pasien kraniotomi.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Bagaimana rancangan kelompok perlakuan dalam penelitian?",{"text":114,"@type":110},"Subjek dibagi menjadi 3 kelompok: pemberian lidokain, MgSO4, dan kelompok kontrol yang menerima NaCl.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Apa temuan utama terkait hemodinamik dan kortisol?",{"text":118,"@type":110},"Terdapat perbedaan signifikan antar kelompok; kadar serum kortisol ditemukan lebih rendah pada kelompok lidokain dibanding kelompok lain.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},228239,1789023390,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":26,"category_name":27,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":77,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},137454149569,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","COMPARISON OF MAGNESIUM SULPHATE 30 MG/KG WITH LIDOCAINE 1,5 MG/KG IN HEMODYNAMIC CHANGES AND CORTISOL LEVEL POST INTUBATION IN PATIENT UNDERGOING  \nCRANIOTOMY  \nTHESIS  \nOleh:  \nArsil Radiansyah  \nNIM. 197114032  \nPembimbing I :  \ndr. Rr. Sinta Irina, Sp.An-TI, Subsp.NA(K)  \nPembimbing II :  \ndr. Heru Kurniawan, M.Ked(An), Sp.An-TI, Subsp.AKV(K)  \nPROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS PROGRAM STUDI ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF FAKULTAS KEDOKTERAN  \nUNIVERSITAS SUMATERA UTARA  \nMEDAN  \n2024  \nCOMPARISON OF MAGNESIUM SULPHATE 30 MG/KG WITH LIDOCAINE 1,5 MG/KG IN HEMODYNAMIC CHANGES AND CORTISOL LEVEL POST INTUBATION IN PATIENT UNDERGOING  \nCRANIOTOMY  \nTHESIS  \nDiajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Dokter Spesialis Dalam Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif Pada Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara  \nOleh:  \nArsil Radiansyah  \nNIM. 197114032  \nPembimbing I :  \ndr. Rr. Sinta Irina, Sp.An-TI, Subsp.NA(K)  \nPembimbing II :  \ndr. Heru Kurniawan, M.Ked(An), Sp.An-TI, Subsp.AKV(K)  \nPROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS PROGRAM STUDI ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF FAKULTAS KEDOKTERAN  \nUNIVERSITAS SUMATERA UTARA  \nMEDAN  \n2024  \nLEMBAR PENGESAHAN  \nJudul Tesis :  \nPERBANDINGAN PEMBERIAN MAGNESIUM SULFAT 30 MG/KGBB DENGAN LIDOKAIN 1,5 MG/KGBB TERHADAP PERUBAHAN RESPON HEMODINAMIK DAN KADAR KORTISOL PASKAINTUBASI PADA PASIEN YANG MENJALANIKRANIOTOMI  \nNama : ARSIL RADIANSYAH  \nNIM : 197114032  \nProgram Studi : Anestesiologi dan terapi intensif  \nMenyetujui,  \nKomisi Pembimbing  \nPembimbing I Pembimbing II  \ndr. Rr. Sinta Irina, Sp.An-TI, Subsp.NA(K) dr. Heru Kurniawan, M.Ked(An), Sp.An-TI, Subsp.AKV(K)  \nDr. dr. Tasrif Hamdi, M.Ked(An), Sp.An, KM N dr. Andriamuri P Lubis, M.Ked(An),Sp.An, KIC  \nDekan Ketua TKP PPDS  \nProf. Dr. dr. Aldy Safruddin Rambe, Sp.S(K) Dr. dr. Cut Adeya Adella, Sp.O.G, Subsp.Onk  \nKetua Departemen Ketua Program Studi  \nTelah diuji pada Hari /Tanggal : 8 Januari 2024  \nPERBANDINGAN PEMBERIAN MAGNESIUM SULFAT  \n30 MG/KGBB DENGAN LIDOKAIN 1,5 MG/KGBB TERHADAPPERUBAHAN RESPON HEMODINAMIK DAN KADAR KORTISOLPASKA INTUBASI PADA PASIEN YANG MENJALANI KRANIOTOMI  \nArsil Radiansyah 1, Rr Sinta Irina 1, Heru Kurniawan 1, Juliandi Harahap2 1Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran,  \nUniversitas Sumatera Utara  \n2Program Studi/Departemen Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran,  \nUniversitas Sumatera Utara  \nAbstrak  \nPendahuluan Pada kraniotomi, respon stres dapat terjadi dari peningkatan hemodinamik hingga respon stres hormonal seperti meningkatnya kadar kortisol. Intubasi merupakan faktor utama yang harus dipertimbangkan saat induksineuroanestesi. Intubasi secara endotrakeal merupakan komponen penting darianestesi umum pada tindakan operasi kraniotomi. Magnesium sulfat memiliki keuntungan dalam hal menjaga kestabilan autoregulasi otak dan neuroprotektif. Metode Magnesium sulfat memiliki keuntungan dalam hal menjaga kestabilan autoregulasi otak dan neuroprotektif. Dengan total sampel minimal untuk seluruh kelompok sebesar 30 sampel yang dibagi menjadi 3 kelompok pasien yang mendapat lidokain, MgSO4 dan kelompok control yang mendapatkan NaCl Hasil Terdapat perbedaan yang signifikan antara ketiga kelompok dengan hemodinamik dan kadar serum kortisol ditemukan lebih rendah pada kelompok lidokain  \nKesimpulan Pemberian Lidokain 1,5 mg/kgbb secara intravena paling efektifdalam melemahkan kejadian respon stress berupa peningkatan tekanan darah, HR dan kadar serum kortisol akibat tindakan laringoskopi dan intubasi pada pasien yang menjalani kraniotomi dibandingkan pemberian MgSO4 30 mg/kgbb secara intravena  \nKata Kunci Kraniotomi, Intubasi, Lidokain, MgSO4  \nComparison of Magnesium Sulphate 30 mg/KgBW with Lidocaine 1,5 mg/KgBW in Hemodynamic Changes and Cortisol Level post Intubation in  \nPatient Undergoing Craniotomy  \nArsil Radiansyah 1, Rr Sinta Irina 1, Heru Kurniawan 1, Juliandi Harahap2  \n1 Study Program of Anesthesiology and Intensive Care, Facul","cbCaiehaXs5i0jyn","https://ap.wps.com/l/cbCaiehaXs5i0jyn","pdf",2083113,24,"Indonesian","# Pendahuluan\n# Metode\n## Kelompok perlakuan\n# Hasil\n# Kesimpulan\n# Kata Kunci","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian ini?\",\"answer\":\"Menilai perbandingan magnesium sulfat 30 mg/kg dan lidokain 1,5 mg/kg terhadap perubahan respon hemodinamik serta kadar kortisol paskaintubasi pada pasien kraniotomi.\"},{\"question\":\"Bagaimana rancangan kelompok perlakuan dalam penelitian?\",\"answer\":\"Subjek dibagi menjadi 3 kelompok: pemberian lidokain, MgSO4, dan kelompok kontrol yang menerima NaCl.\"},{\"question\":\"Apa temuan utama terkait hemodinamik dan kortisol?\",\"answer\":\"Terdapat perbedaan signifikan antar kelompok; kadar serum kortisol ditemukan lebih rendah pada kelompok lidokain dibanding kelompok lain.\"}]","Perbandingan Pemberian Magnesium Sulfat 30 mg/kg dengan Lidokain 1,5 mg/kg terhadap Perubahan Respon Hemodinamik dan Kadar Kortisol Paska Intubasi pada Pasien yang Menjalani Kraniotomi - Tesis | PDF",37]