[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-228483-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":80,"doc-detail-228483-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","comparative-study-of-ds-520-iaea-and-bapeten-regulation-no-6-of-2019-methodology-stages-for-human-induced-events","DS 520 IAEA dengan Perban No. 6 Tahun 2019 - Studi Perbandingan Tahapan Metodologi Analisis Ulah Manusia","","Studi perbandingan ini mengkaji metode identifikasi dan analisis aspek ulah manusia dalam DS 520 dengan Perban No. 6 Tahun 2019 mengenai evaluasi tapak instalasi nuklir untuk kejadian eksternal akibat ulah manusia. Kajian bertujuan memberi masukan bagi DS 520 IAEA sekaligus mendukung penyempurnaan Perban melalui keselarasan tahapan evaluasi. Metode yang digunakan meliputi deskriptif, analitik, dan kualitatif; hasilnya menunjukkan kesamaan tahapan secara umum dengan beberapa perbedaan pada beberapa tahap evaluasi, sehingga Perban tetap efektif digunakan.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/comparative-study-of-ds-520-iaea-and-bapeten-regulation-no-6-of-2019-methodology-stages-for-human-induced-events/228483/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/comparative-study-of-ds-520-iaea-and-bapeten-regulation-no-6-of-2019-methodology-stages-for-human-induced-events/228483.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"8796093062539","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-24","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":22},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa tujuan utama studi perbandingan antara DS 520 dan Perban No. 6 Tahun 2019?","Question",{"text":62,"@type":63},"Memberikan masukan terhadap DS 520 IAEA dan sekaligus perbaikan/penyesuaian Perban melalui kajian awal perbandingan tahapan metodologi analisis ulah manusia.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Metode penelitian apa yang digunakan dalam kajian ini?",{"text":67,"@type":63},"Kajian dilakukan dengan metode deskriptif, analitik, dan kualitatif melalui studi pustaka, analisis, diskusi, pembahasan, serta penyusunan makalah.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Apa kesimpulan umum hasil perbandingan tahapan metodologi DS 520 dan Perban?",{"text":71,"@type":63},"Tahapan analisis secara umum relatif sama, namun terdapat perbedaan pada beberapa tahap tertentu; keduanya dapat saling melengkapi dan Perban masih efektif untuk evaluasi tapak instalasi nuklir.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},228483,1790293748,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,88,92,96,100,104,107,111,115,119,123],{"id":84,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":86,"slug":87},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":86,"slug":91},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":86,"slug":95},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":86,"slug":99},51,"Komik","comic",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":86,"slug":103},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":86,"slug":106},54,"research-report",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":86,"slug":110},49,"Sastra","literature",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":86,"slug":114},52,"Teknologi","technology",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":86,"slug":118},50,"Ujian","exam",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":86,"slug":122},57,"Umum","general",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":4,"slug":126},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":81,"data":128},{"doc_id":78,"user_id":129,"nickname":42,"user_avatar":11,"doc_module":4,"category_id":105,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":130,"file_id":131,"file_url":132,"file_type":133,"file_size":134,"view_count":22,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":135,"language":136,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":137,"faqs":138,"seo_title":139,"seo_description":12,"update_tm":140,"read_time":141},8796093062539,"Annual Nuclear Safety Seminar 2021  \n(Seminar Keselamatan Nuklir 2021)  \nStudi PerbandinganDS 520 IAEA dengan Peraturan Badan No. 6 Tahun 2019  \nNur Siwhan1 dan Anri Amaldi Ridwan2  \n1Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Instalasi dan Bahan Nuklir, BAPETEN, Jakarta 2DirektoratPengaturan Pengawasan Instalasi dan Bahan Nuklir, BAPETEN, Jakarta [n.siwhan@bapeten.go.id](n.siwhan@bapeten.go.id)  \nShort Presentation  \nABSTRAK  \nSKN2021  \nTelah dilakukan suatu studi yang membandingkan antara metode dalam mengidentifikasi dan menganalisis aspek ulah manusia di DS 520 dengan Perban No. 6 Tahun 2019 tentang Evaluasi Tapak Instalasi Nuklir untuk Aspek Kejadian Eksternal Akibat Ulah Manusia, selanjutnya akan disebut Perban) . Studi ini perlu dilakukan terutama untuk memberikan masukan terhadap dokumen DS 520 IAEA berdasarkan tahapan yang dilakukan dalam Perban. Studi ini diharapkan dapat menjadi masukan utamanya terhadap DS 520 IAEA, dan juga masukan terhadap Perban, sehingga jika dirasa diperlukan maka Perban dapat dilakukan revisi ataupun penyesuaian. Kajian ini dilakukan dengan metode deskriptif, analitik dan kualitatif. Hasil studi menunjukkan bahwa tahapan analisis antara Perbandengan DS 520 secara umum relatif sama tetapi terdapat beberapa perbedaan, terutamadalam tahap 2 di Perban dan DS 520, tahap tahap 4 di Perban dan tahap 4 dan tahap 5 di DS 520, tahap 8 di Perban dan DS 520. Dapat disimpulkan bahwa untuk tahapan metodologi yang digunakan, maka antara DS 520 dan Perban dapat saling melengkapi, dan secara garis besar dapat dikatakan bahwa Perban masih dapat digunakan secara efektif dalam evaluasitapak instalasi nuklir.  \nKata Kunci: Tahapan, Metodologi, DS 520, Perban No. 6 Tahun 2019.  \n1 Pendahuluan  \nIAEA telah menerbitkan dokumen NS-G-3 .1 “External Human Induced Events in Site Evaluation for Nuclear Power Plants” pada tahun 2002. Dokumen ini berlaku untuk analisis bahaya eksternal akibat ulah manusia yang dikhususkan untuk PLTN [1] . Dokumen iniditerbitkanuntuk memberikanrekomendasidanpedomandalammemenuhipersyaratan publikasi persyaratan keselamatan 50-C-S,“Code on the Safety of Nuclear Power Plants Siting” pada tahun 1988. Dokumen ini fokus pada semua aspek keselamatan tapak secara umum untuk PLTN [2] . Pada tahun 2003, dokumen 50-C-S telah diganti dengandokumen NS-R-3, “Site Evaluation for Nuclear Installations”. Sesuai dengan Judulnya, dokumen ini berlaku umum untuk semua instalasi nuklir [3] . Selanjutnya dokumen ini direvisi dengan amandemen dan diterbitkan pada 2016 sebagai NS-R-3 (Rev.1) . dokumenini diterbitkan salah satunya berdasarkan kejadian kecelakaan Reaktor Nuklir Fukushima Daichi [4]. Kemudian dokumen yang terakhir ini diganti pada tahun 2019 dengan SSR-1,“Site Evaluation for Nuclear Installations”. Dokumen ini diberlakukan untuk semua instalasinuklir baik yang instalasi baru maupun instalasi yang sudah ada [5] . Dalam rangka untuk memenuhi persyaratan dalam SSR-1 maka IAEA pada akhir tahun 2019 menyiapkan Document Preparation Profile (DPP) untuk merevisi NS-G-3.1 dengan kode DS 520 “Human Induced External Hazards in Site Evaluation for Nuclear Installations”. Di satu sisi, BAPETEN sudah menerbitkan Perka BAPETEN No. 6 Tahun 2008 tentang Evaluasi Tapak Reaktor Daya untuk Aspek Kejadian Eksternal Akibat UlahManusia. Perka ini disusun berdasarkan referensi utama NS-G-3.1 tahun 2002. Perkembangan selanjutnya pada tahun 2019 BAPETEN menerbitkan Perban BAPETEN No. 6 Tahun 2019 (selanjutnya akan disebut Perban) tentang Evaluasi Tapak Instalasi Nuklir untuk Aspek Kejadian Eksternal Akibat Ulah Manusia. Perban ini disusun berdasarkan pengalaman BAPETEN dalam Melakukanevaluasi tapak aspek ulah manusia untuk tapak Reaktor Daya Non Komersial (RDNK)  \n178-SKN 2021 ISSN: 1412-3258  \nSerpong yang diajukan oleh BATAN. Sehubungan dengan beberapa hal diatas, maka tujuan dari penulisan paper ini adalah untuk melakukan kajian awal dengan membandingkantahapan metodologi analisis aspek ulah manusia yang digunakan dal","cbCaionVR7aU5d8o","https://ap.wps.com/l/cbCaionVR7aU5d8o","pdf",924962,5,"Indonesian","# Pendahuluan\n# Metode Penelitian\n# Pembahasan\n## Rangkaian dokumen IAEA dan peraturan BAPETEN\n## Tujuan kajian dan kebutuhan revisi\n## Tahapan evaluasi pada Perban No. 6 Tahun 2019","[{\"question\":\"Apa tujuan utama studi perbandingan antara DS 520 dan Perban No. 6 Tahun 2019?\",\"answer\":\"Memberikan masukan terhadap DS 520 IAEA dan sekaligus perbaikan/penyesuaian Perban melalui kajian awal perbandingan tahapan metodologi analisis ulah manusia.\"},{\"question\":\"Metode penelitian apa yang digunakan dalam kajian ini?\",\"answer\":\"Kajian dilakukan dengan metode deskriptif, analitik, dan kualitatif melalui studi pustaka, analisis, diskusi, pembahasan, serta penyusunan makalah.\"},{\"question\":\"Apa kesimpulan umum hasil perbandingan tahapan metodologi DS 520 dan Perban?\",\"answer\":\"Tahapan analisis secara umum relatif sama, namun terdapat perbedaan pada beberapa tahap tertentu; keduanya dapat saling melengkapi dan Perban masih efektif untuk evaluasi tapak instalasi nuklir.\"}]","DS 520 IAEA dengan Perban No. 6 Tahun 2019 - Studi Perbandingan Tahapan Metodologi Analisis Ulah Manusia | PDF",1789026190,8]