[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-329508-113":53,"doc-detail-329508-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","colonial-rule-and-resistance-against-the-dutch-in-indonesia-summary-notes","Penjajahan dan Perlawanan Melawan Belanda di Indonesia - Ringkasan Materi","","Materi merangkum penjajahan dan perlawanan di Indonesia, terutama dinamika VOC, Inggris, dan Belanda. Dibahas contoh kekuasaan seperti Deandels (1808-1811) serta kebijakan Inggris di bawah Raffles (1811-1816): sewa tanah, penghapusan pajak dan penyerahan wajib hasil bumi, tanpa kerja rodi, serta tanpa monopoli. Selanjutnya diuraikan berbagai bentuk perlawanan di Aceh, Maluku, Mataram, Banten, Gowa, Bali, Batak, Sumatera Barat, hingga Jogja dan Surakarta. Materi juga menyinggung Politik Etis (1909-1916) dan organisasi pergerakan awal seperti Boedi Utomo, SI, Indische Partij, Muhammadiyah, NU, MIAI, Perhimpunan Indonesia, Taman Siswa, dan organisasi pemuda hingga menuju Sumpah Pemuda.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":43,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/ujian/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/colonial-rule-and-resistance-against-the-dutch-in-indonesia-summary-notes/329508/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/colonial-rule-and-resistance-against-the-dutch-in-indonesia-summary-notes/329508.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Eden","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-01","2026-09-21",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":77},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa kebijakan utama Inggris di bawah Raffles (1811-1816) menurut materi?","Question",{"text":109,"@type":110},"Materi menyebut penetapan sewa tanah, penghapusan pajak dan penyerahan wajib hasil bumi, serta tidak adanya kerja rodi dan monopoli.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Wilayah mana saja yang disebut melakukan perlawanan melawan kekuasaan kolonial, dan siapa pemimpinnya?",{"text":114,"@type":110},"Materi mencantumkan Aceh (Iskandar Muda), Maluku (Sultan Khaerun/Baabullah), Mataram (Sultan Agung lalu Amangkurat), Banten (Tirtayasa), Gowa (Hasanuddin), Bali (I Gusti Ketut Jelantik), Batak (Sisingamangaraja), Sumatera Barat (Imam Bonjol), serta Jogja dan Surakarta (Pangeran Diponegoro).",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Apa yang memicu munculnya Politik Etis pada era Alexander Willem Frederik Idenburgh (1909-1916)?",{"text":118,"@type":110},"Materi menyebut kritik dari Van Deventer melalui artikel berjudul “Een Eereschuld” yang mendorong gagasan Politik Etis.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},329508,1790417241,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":42,"category_name":43,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":77,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":141,"read_time":142},1374391974468,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","PENJAJAHAN DAN PERLAWANAN MELAWAN BELANDA DI INDONESIA  \nVOC masuk ke  \nIndonesia 20/3/1602  \na.  \nb.  \nc.  \nd.  \ne.  \nf.  \nPenguasa Belandadi Indonesia  \nDeandels (1808-1811)  \nTugas:  \nMempertahankan Jawadari Inggris Meningkatkan pertahanan dan administrasi Memberantas feodalisme Tentara pribumi Membuat jalan anyerpanarukan  \nMembentuk 3 peradilan  \nJanssen (1811) Batavia Jatuh ke Inggris  \nInggris : Raffles (1811- 1816)  \na. Kurang rasa terimakasih  \nb. Konflik dengan keraton Jogja  \nc. Menetapkan sewa tanah  \nd. Menghapus pajak dan penyerahan wajib hasl bumi  \ne. Tidak ada kerja rodi  \nf. Tidak ada monopoli  \ng. Dibentuk „desa‟  \nPerlawanan  \na. Aceh : dibawah pimpinan Iskandar Muda, VOC terusir dari Aceh (1641)  \nb. Maluku : Dipimpin Sultan Khaerun, selanjutnya Sultan Baabullah  \nc. Mataram : Dipimpin Sultan Agung. Berusaha menyerang Batavia tapi gagal. Mataram kemudian dipimpin Amangkurat tapi lemah  \nd. Banten : Dipimpin Sultan Agung Tirtayasa  \ne. Maluku : Dipimpin Pattimura dan Christina Martha T.  \nf. Gowa : Dipimpin oleh Sultan Hasanuddin. Lokasi:  \nBenteng Somba Opu. Kemudian ada Pernjian Bongaya  \ng. Bali : Perang puputan dipimpin oleh I Gusti Ketut Jelantik  \nh. Batak : Dipimping Sisingamangaraja  \ni. Sumatera Barat : Perang Padri dipimpin Imam Bonjol  \nj. Jogja dan Surakarta : Dipimpin Pangeran Diponegoro  \nPolitik Etis di era Alexander WFIdenburgh  \n(1909-1916)  \nPencetus : Ratu Wilhelmina  \nTerkait:  \na. Edukasi : Bangun seklah  \nb. Irigasi : Bangun irigasi  \nc. Transmigrasi : Mengajak penduduk untuk pindah  \nPolitik etis ini terjadi karena kritik dari Van Deventer dalam artikel Een Eereschlud‟ (hutang kehormatan)  \n1816 : Jatuh ke Belanda lagi  \na. Perwakilan di Indonesia :  \nJohannes Bosch  \nb. Terkenal dengan “Tanam Paksa”  \nc. Kemudian dikomplain Max Havelar dan lahirlah UU Agraria  \n[www.iilnailuredha.blogspot.com](www.iilnailuredha.blogspot.com)  \nORGANISASI AWAL PERGERAKAN (Bag.1)  \nBoedi Utomo  \n20/5/1908 Oleh Wahidin Sudirohusodo Diperingati sbg Hari  \nPartai Komunis Indonesia  \n(PKI)  \nKebangkitan Nasional  \nSerekat Islam (SI)  \nSolo, 1908  \nAwalnya bernama Serekat Dagang Islam (SD), tahun 1913 berubah menjadi SI  \nTahun 1921, SI pecah  \nIndische Partij  \n1912 Pendiri: 3 serangkai;  \n􀁸 dr. Cipto Mangunkusumo,  \n􀁸 KH. Dewantara  \n􀁸 Douwes Dekker  \nMuhammadiyah  \n18/11/1912  \nPendiri: KH. Ahmad Dahlan  \n„Aisyiyah: Organisasi Muhammadiyah utkwanita.  \nNU  \nSurabaya, 31/1/1925  \nPendiri: KH. Hasyim Ashari  \nMajlis Islam „Ala Indonesia  \n(MIAI)  \nNB: Ketika zaman Jepang, MIAI diizinkan untuk terus melakukan kegiatannya karenadianggap tiidak mengancam  \n1943 􀃆 BUBAR Lalu diganti MASYUMSI  \nDi Belanda berdiri ISDV (Indische Sociaal Democratische Vereninging) .  \n1921 : SI pecah, SI Merah bergabung dgn ISDV 1924 : Berganti nama jadi PKI  \nTokoh : Semaun dan Darsono (dibuang ke Rusia), Tan Malaka, Abdul Muis  \nSI Putih Tokoh : Agus Salim  \nSI Merah  \nTokoh : Semaun dan Darsono  \n(kemudian bergabung dengan PKI)  \nORGANISASI AWAL PERGERAKAN (Bag.2)  \nPerhimpunan Indonesia  \nBerdiri : 1908  \nAwalnya didirikan oleh R.M Notosuroto, R. Panji Sostrokartono, R. Husein Jajadiningrat. Punya Media : Hindia Poetra  \n1924, ganti ke PI, dipimpin oleh Iwa Kusuma Sumantri, JB. Sitanala, Moh.Hatta, Sastramulyono, dan  \nD. Mangunkusumo.  \nSlogan : Self reliance, not mendiancy  \nTaman Siswa  \nTokoh : KH. Dewantara  \nSlogan: Ing Ngarsa Sung Tulada Ing Madya Mangun Karsa Tut Wuri Handayani  \nSignifikansi: Mengajukan Sistem Pendidikan Nasional  \nOrganisasi Pemuda  \nTri Koro Darmo  \n7/3/1915 Jong Minahasa,  \nAnggota: Pemuda  Jong Celebes,  \nJawa (berubah jadi Jong Ambon  \nJong Java)  \nBergabung jadi  \nJong Sumatera Bond  \nTokoh: M.Hatta dan M.Yamin Berdiri di JKT tahun 1917  \nPerhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI)  \nDidirikan oleh Mahasiswa Jakarta dan Bandung Tahun 1925  \nIndonesia Moeda  \n31/12/1930  \n[www.iilnailuredha.blogspot.com](www.iilnailuredha.blogspot.com)  \nMENUJU SUMPAH PEMUDA  \nKongres Pemuda 1  \n30/4-2/5 1926  ","cbCaik7Zq4ujUhbL","https://ap.wps.com/l/cbCaik7Zq4ujUhbL","pdf",341899,16,"Indonesian","# Penjajahan dan Perlawanan Melawan Belanda di Indonesia\n## VOC, Deandels, dan Inggris (Raffles)\n## Kebijakan Inggris dan dampaknya\n## Perlawanan di berbagai wilayah\n## Politik Etis (1909-1916) dan tokoh/pemikirannya\n## Organisasi awal pergerakan (Bagian 1)\n## Organisasi awal pergerakan (Bagian 2)","[{\"question\":\"Apa kebijakan utama Inggris di bawah Raffles (1811-1816) menurut materi?\",\"answer\":\"Materi menyebut penetapan sewa tanah, penghapusan pajak dan penyerahan wajib hasil bumi, serta tidak adanya kerja rodi dan monopoli.\"},{\"question\":\"Wilayah mana saja yang disebut melakukan perlawanan melawan kekuasaan kolonial, dan siapa pemimpinnya?\",\"answer\":\"Materi mencantumkan Aceh (Iskandar Muda), Maluku (Sultan Khaerun/Baabullah), Mataram (Sultan Agung lalu Amangkurat), Banten (Tirtayasa), Gowa (Hasanuddin), Bali (I Gusti Ketut Jelantik), Batak (Sisingamangaraja), Sumatera Barat (Imam Bonjol), serta Jogja dan Surakarta (Pangeran Diponegoro).\"},{\"question\":\"Apa yang memicu munculnya Politik Etis pada era Alexander Willem Frederik Idenburgh (1909-1916)?\",\"answer\":\"Materi menyebut kritik dari Van Deventer melalui artikel berjudul “Een Eereschuld” yang mendorong gagasan Politik Etis.\"}]","Penjajahan dan Perlawanan Melawan Belanda di Indonesia - Ringkasan Materi | PDF",1789984371,25]