[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-58154-id":3,"doc-seo-58154-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},58154,34359740700684,"Finn","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/1f400023980c374ae676?_k=1777273430885731487",48,"Cerita & Novel","City of Stories","Buku ini bercerita tentang seorang anak perempuan yang tinggal di kota yang sangat sibuk dan ramai. Dia sangat suka mendengarkan cerita, namun semua orang di sekitarnya terlalu sibuk untuk bercerita. Ibunya sibuk bekerja, ayahnya membaca koran, kakaknya bermain kriket, tetangganya terburu-buru ke pasar, dan gurunya harus menyelesaikan soal-soal. Semua orang tampak lelah dan mudah marah karena dikejar waktu. Suatu hari, seorang wanita dewasa datang ke sekolah. Dia bukan guru, bukan pula murid. Dia lebih muda dari para guru tetapi lebih tua dari anak-anak. Tatapan matanya hangat dan senyumnya lembut. Anak perempuan itu penasaran apakah wanita itu punya waktu untuk bercerita. Dengan ragu, dia bertanya apakah wanita itu bisa bercerita untuknya. Wanita itu memandang anak tersebut dengan sungguh-sungguh dan menjawab bahwa dia tentu saja bisa dan bertanya cerita seperti apa yang diinginkan anak itu. Mata anak itu berbinar senang dan dia meminta cerita tentang singa. Wanita itu duduk di halaman sekolah dan mulai bercerita tentang singa yang tersesat di hutan. Anak perempuan itu duduk dengan tenang dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Cerita wanita itu begitu hidup, seolah-olah pendengar bisa merasakan angin berdesir di antara pepohonan tinggi di hutan, mendengar suara rerumputan yang bergoyang, dan merasakan bulu lembut singa kecil yang diceritakan. Teman-teman anak perempuan itu datang karena penasaran dengan cerita wanita itu, dan semuanya ikut mendengarkan cerita tersebut, terhanyut dalam imajinasi yang diciptakan oleh sang pencerita. Ilustrasi dalam buku ini menggambarkan suasana kehidupan sehari-hari yang sibuk di sebuah kota, kontras dengan momen penuh keajaiban saat bercerita berlangsung. Buku ini menyoroti pentingnya cerita dan waktu yang dihabiskan bersama orang terkasih di tengah kesibukan hidup modern.","Kutha Maneka Crita Rukmini Banerji  \nBindia Thapar  \nAna bocah wedok urip ing kutha sing paling GEDHE lan paling REPOT sadonya.  \nDheweke seneng banget dicritani.  \nNanging kabeh padha repot.  \nIbune ngendika,”Aku kudu ngrampungakegaweyanku.”  \nBapakke ngendika,”Aku lagi maca koran .”  \nKangmase kandha,”Kowe ora weruh yen aku lagi dolanan Kriket*?”  \nTanggane ngendika,”Aku kesusu menyang pasar.”  \n*Kriket = dolanan kanthi bebarengan sing nggunakake tongkat kanggo nuthuk lan bal  \nGurune ngendika,”Soal-soal iki kudu digarapdhisik.”  \nSaben wong padha repot lan dioyak wektu. Kabeh wong padha kesel lan gampang nesu . Ora ana sing duwe wektu kanggo crita.  \nSawijining dina ana mbakyu sing teka ing sekolahan.  \nDheweke dudu guru, uga dudu murit. Dheweke luwih tuwa ketimbang bocah-bocah, ning luwih enom ketimbang guru-guru.  \nSorot mripate anget lan eseme lembut.  \nBocah iku penasaran, apa Mbakyu duwe crita. Karo isin-isin, dheweke marani Mbakyu lantakon,”Menapa Mbakyu gadhah wektu? Menapa mbakyu saged crita kanggo aku?”Mbakyu ndeleng bocah iku kanthi tenanan. Banjur dheweke kandha,”O, ya, mesthi bisa. Aku bisa crita. Crita kaya apa sing pengin korungokake?”  \nMripate bocah cilik iku cemlorot seneng. ”Saged crita ngenani singa?”  \nMbakyu lenggah ing plataran sekolahan, banjur crita bab singa sing ilang ing alas. Bocah cilik lungguh anteng lan nggatekake crita iku.  \nCritane Mbakyu cetha banget.  \nNganti kaya bisa ngrasakake sumilire angin ing antarane wit-witan dhuwur ing alas.  \nKaya bisa ngrungokake swarane suket-suketsing megal-megol.  \nKaya bisa ngrasakake wulu aluse anak singa sing dicritakake .  \nKanca-kancane bocah iku padha mara, penasaran karo critane Mbakyu.  \nKabeh katut melu ngrungokake crita.","cbCaiaqeIgiK9Eqk","https://ap.wps.com/l/cbCaiaqeIgiK9Eqk","pdf",2564804,2,1,36,"Indonesian","id",113,"# Kutha Maneka Crita\n## Rukmini Banerji\n## Bindia Thapar","[{\"question\":\"Mengapa anak perempuan itu merasa kesepian di tengah keramaian kota?\",\"answer\":\"Anak perempuan itu merasa kesepian karena semua orang di sekitarnya terlalu sibuk dengan pekerjaan, membaca koran, bermain, atau bergegas ke pasar, sehingga tidak ada yang punya waktu untuk bercerita padanya.\"},{\"question\":\"Siapa yang akhirnya bercerita kepada anak perempuan itu dan apa ceritanya?\",\"answer\":\"Seorang wanita dewasa yang datang ke sekolah akhirnya bercerita kepada anak perempuan itu. Ceritanya adalah tentang seekor singa yang tersesat di hutan.\"},{\"question\":\"Bagaimana gaya bercerita wanita itu digambarkan dalam teks?\",\"answer\":\"Gaya bercerita wanita itu digambarkan sangat hidup dan jelas, sehingga pendengar seolah-olah bisa merasakan suasana hutan, suara alam, dan merasakan tekstur bulu singa yang diceritakan.\"}]",1783923538,55,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"city-of-stories","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,47,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",{"item":48,"name":12,"@type":43,"position":49},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/city-of-stories/58154/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-21","2026-07-13",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa anak perempuan itu merasa kesepian di tengah keramaian kota?","Question",{"text":75,"@type":76},"Anak perempuan itu merasa kesepian karena semua orang di sekitarnya terlalu sibuk dengan pekerjaan, membaca koran, bermain, atau bergegas ke pasar, sehingga tidak ada yang punya waktu untuk bercerita padanya.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Siapa yang akhirnya bercerita kepada anak perempuan itu dan apa ceritanya?",{"text":80,"@type":76},"Seorang wanita dewasa yang datang ke sekolah akhirnya bercerita kepada anak perempuan itu. Ceritanya adalah tentang seekor singa yang tersesat di hutan.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Bagaimana gaya bercerita wanita itu digambarkan dalam teks?",{"text":84,"@type":76},"Gaya bercerita wanita itu digambarkan sangat hidup dan jelas, sehingga pendengar seolah-olah bisa merasakan suasana hutan, suara alam, dan merasakan tekstur bulu singa yang diceritakan.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,97,99,103,107,111,115,119,123,127],{"id":29,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":94,"show_sort_weight":95,"slug":96},"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":95,"slug":98},"story-novel",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":101,"show_sort_weight":95,"slug":102},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":105,"show_sort_weight":95,"slug":106},51,"Komik","comic",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":109,"show_sort_weight":95,"slug":110},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":113,"show_sort_weight":95,"slug":114},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":117,"show_sort_weight":95,"slug":118},49,"Sastra","literature",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":121,"show_sort_weight":95,"slug":122},52,"Teknologi","technology",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":125,"show_sort_weight":95,"slug":126},50,"Ujian","exam",{"id":128,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":129,"show_sort_weight":95,"slug":130},57,"Umum","general"]