[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-48579-id":3,"doc-seo-48579-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},48579,8796095461564,"Liam","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d",48,"Cerita & Novel","Sayang Anak Yatim","Dokumen ini menceritakan kisah Sali dan Saliha yang mengunjungi panti bayi bersama ibu mereka. Di panti, mereka belajar tentang kondisi anak-anak yang tidak memiliki orang tua atau yang orang tuanya tidak mampu merawat mereka karena keterbatasan finansial. Tergerak oleh rasa empati, Sali dan Saliha memutuskan untuk menyumbangkan pakaian bayi mereka yang masih layak pakai kepada anak-anak di panti. Ibu mereka menyatakan kebanggaannya atas sikap welas asih yang ditunjukkan oleh Sali dan Saliha terhadap anak yatim. Cerita ini menekankan pentingnya kasih sayang, kepedulian, dan kedermawanan terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim piatu. Sali dan Saliha digambarkan sebagai anak-anak yang tidak pernah mengejek atau menghina mereka yang kurang beruntung, serta merasa senang untuk berkunjung, memberi sumbangan, dan menemani serta menghibur anak-anak di panti asuhan agar tidak merasa sedih. Cerita ini juga menampilkan gambar ilustrasi anak-anak yang ceria dan berinteraksi dengan bayi serta kucing, yang menambah kesan hangat dan positif pada narasi. Fokus utama cerita adalah menanamkan nilai-nilai empati, berbagi, dan cinta kasih sejak dini melalui interaksi positif dengan anak-anak yatim piatu.","Sayang Anak Yatim Vani Diana P.  \nStudio Air  \nAhad pagi, ibu mengajak Sali dan Saliha kepanti bayi. Di sana, mereka disambut oleh Bu Mawar, pengurus panti.”Yuk, kita lihat adikadik bayi!” ajak Bu Mawar.  \nSali dan Saliha masuk ke sebuah ruanganyang besar. Di dalamnya, terdapat beberapa boks yang berisi bayi. Ada yang sedang tidur, minum susu, juga bermain dengan pengasuh.  \n”Hampir semua bayi di sini tidak punya ayah dan ibu,”jelas Bu Mawar.”Kalaupun ada, orangtua mereka tidak mampu merawat. Misalnya, karena tidak punya uang untuk membelikan susu atau makanan.”  \nSepulang dari panti, Saliha berkata kepadaibu,”Bu, Saliha ingin memberi baju-baju bayi Saliha dulu untuk adik-adik bayi di panti.” ”  \nBoleh, Ibu akan membantu Saliha,” kata ibu.”Sali juga mau memberi, Bu,” kata Sali tidak mau kalah.  \nSali dan Saliha memilih baju-baju bayi mereka yang masih bagus. Lalu, Sali dan Saliha membungkusnya dengan rapi dan memberikannya pada ibu.”Alhamdulillah ... Ibu bangga Sali dan Saliha sayang pada anakyatim,” kata ibu senang.  \nSali dan Saliha sayang pada anak-anak yatim dan piatu.  \nSali dan Saliha tidak pernah mengejek atau menghina mereka.  \nSali dan Saliha senang berkunjung ke pantiasuhan. Sali dan Saliha senang membawakan pakaian dan mainan ke panti asuhan.  \nSali dan Saliha senang menemani anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Sali dan Saliha senang menghibur mereka agar tidak sedih.","cbCairIdgZBqPpid","https://ap.wps.com/l/cbCairIdgZBqPpid","pdf",1056019,4,1,12,"Indonesian","id",113,"# Sayang Anak Yatim\n## Kunjungan ke Panti Bayi\n## Sumbangan Pakaian Bayi\n## Nilai Kasih Sayang dan Kedermawanan","[{\"question\":\"Siapa saja tokoh utama dalam cerita ini?\",\"answer\":\"Tokoh utama dalam cerita ini adalah Sali dan Saliha, beserta ibu mereka dan Bu Mawar selaku pengurus panti bayi.\"},{\"question\":\"Mengapa Sali dan Saliha memutuskan untuk menyumbangkan pakaian bayi mereka?\",\"answer\":\"Sali dan Saliha tergerak oleh rasa empati setelah mengetahui kondisi anak-anak di panti bayi yang hampir semua tidak memiliki orang tua atau orang tuanya tidak mampu merawat mereka.\"},{\"question\":\"Apa pesan moral yang dapat diambil dari cerita ini?\",\"answer\":\"Pesan moral dari cerita ini adalah pentingnya menunjukkan kasih sayang, kepedulian, berbagi, dan berbuat baik kepada sesama, terutama anak-anak yatim piatu.\"}]",1783569850,18,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"cherishing-orphans","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/cherishing-orphans/48579/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-22","2026-07-09",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Siapa saja tokoh utama dalam cerita ini?","Question",{"text":75,"@type":76},"Tokoh utama dalam cerita ini adalah Sali dan Saliha, beserta ibu mereka dan Bu Mawar selaku pengurus panti bayi.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Mengapa Sali dan Saliha memutuskan untuk menyumbangkan pakaian bayi mereka?",{"text":80,"@type":76},"Sali dan Saliha tergerak oleh rasa empati setelah mengetahui kondisi anak-anak di panti bayi yang hampir semua tidak memiliki orang tua atau orang tuanya tidak mampu merawat mereka.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa pesan moral yang dapat diambil dari cerita ini?",{"text":84,"@type":76},"Pesan moral dari cerita ini adalah pentingnya menunjukkan kasih sayang, kepedulian, berbagi, dan berbuat baik kepada sesama, terutama anak-anak yatim piatu.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]