[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-199570-113":53,"doc-detail-199570-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","character-education-in-school-learning-abstract-and-keywords","Kulturisasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran di Sekolah - Abstrak dan Kata Kunci","","Kulturisasi pendidikan karakter dalam pembelajaran di sekolah menekankan usia dini sebagai masa kritis pembentukan karakter. Kegagalan penanaman karakter sejak dini dapat memunculkan persoalan saat dewasa, sehingga lingkungan berkarakter menjadi kunci agar fitrah anak berkembang optimal. Pendidikan karakter dipahami sebagai pembiasaan: berbuat baik, jujur, berani/ksatria, serta menumbuhkan rasa malu terhadap kecurangan dan sikap malas, termasuk menjaga kebersihan lingkungan. Karakter perlu latihan serius dan proporsional agar mencapai bentuk ideal.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/character-education-in-school-learning-abstract-and-keywords/199570/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/character-education-in-school-learning-abstract-and-keywords/199570.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Jake","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-06","2026-09-04",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",5,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Mengapa pendidikan karakter relevan dalam konteks sekarang?","Question",{"text":110,"@type":111},"Karena krisis moral yang melanda ditandai meningkatnya pergaulan bebas, kekerasan, pencurian, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat, pornografi, dan perusakan yang belum terselesaikan tuntas.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Apa kaitan kegagalan penanaman karakter sejak dini dengan kehidupan dewasa?",{"text":115,"@type":111},"Kegagalan penanaman karakter sejak dini dapat membentuk pribadi bermasalah saat masa dewasanya kelak.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Bagaimana pendidikan karakter seharusnya dilakukan menurut naskah?",{"text":119,"@type":111},"Pendidikan karakter memerlukan pembiasaan untuk berbuat baik, jujur, ksatria, malu berbuat curang dan malas, serta membiasakan menjaga lingkungan agar tidak kotor. Karakter tidak terbentuk instan, melainkan dilatih serius dan proporsional.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},199570,1788506368,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},962084928904,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","KULTURISASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAMPEMBELAJARAN DI SEKOLAH  \nNanang Faisol Hadi, MSI  \nGuru PAI SMPN 5 Penajam Paser Utara Kalimantan Timur  \n[Email: mulkeismatondang@yahoo.co.id](Email: mulkeismatondang@yahoo.co.id)  \nAbstract  \nEarly childhood is a critical period for the establishment of a person's character.  \nMany education experts say that the failure of character planting earlier can form personal problems in next adult life. Children will grow with characters if they grow up in an environment with character, so that the nature of every child born to develop optimally sacred. As the Prophet Muhammad said, which means:  \n“Every child is born, must have been in a state of purity. Then both his parents who make it Jewish, Christian and Zoroastrian”. (H.R. Imam Muslim) . Character education requires as habit. Habituation to do good thing, to be honest, knight, to be shame cheated, lazy, and to let the environment dirty. Character is not formed instantly, but should be trained seriously and proportionate in order to achieve the ideal shape and strength.  \nKeywords: Education, Character, and Children.  \nAbstrak  \nUsia dini merupakan masa kritis bagi pembentukan karakter seseorang. Banyak pakar pendidikan mengatakan bahwa kegagalan penanaman karakter sejak dinidapat membentuk pribadi yang bermasalah di masa dewasanya kelak. Anak-anak tumbuh menjadi pribadi berkarakter jika mereka tumbuh pada lingkungan yang berkarakter, sehingga fitrah setiap anak yang dilahirkan suci dapat berkembang secara optimal. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya: \"Setiap anak yang dilahirkan, pasti dalam keadaan suci. Maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya yahudi, nasrani dan majusi\". (H.R. Imam Muslim) . Pendidikan karakter memerlukan pembiasaan. Pembiasaan untuk berbuat baik, pembiasaan untuk berlaku jujur, ksatria, malu berbuat curang, malu bersikap malas, malumembiarkan lingkungannya kotor. Karakter tidak terbentuk secara instan, tapiharus dilatih secara serius dan proporsional agar mencapai bentuk dan kekuatanyang ideal.  \nKata Kunci: Pendidikan, Karakter, and Anak-anak.  \nPENDAHULUAN  \nPenguatan pendidikan moral (moral education)1 atau pendidikan karakter (character education)2 dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang  \n1Moral, karakter dan akhlak memiliki perbedaan. Moral adalah pengetahuan seseorang terhadap hal baik dan buruk yang ada dan melekat dalam diri seseorang. Istilah moral berasal dari bahasa Latin mores dari suku kata mos, yang artinya adat istiadat, kelakuan tabiat, watak. Moral merupakan konsep yang berbeda. Moral adalah prinsip baik buruk sedangkan moralitas merupakan kualitas pertimbangan baik buruk. Moral pendidikanadalah nilai-nilai yang terkandung secara built in dalam setiap bahan ajar atau ilmu pengetahuan. Akhlak (bahasa  \nFITRAH Vol. 02 No. 1 Januari – Juni 2016  \nsedang melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan, pornografi, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapatdiatasi secara tuntas.  \nKrisis yang melanda pelajar (juga elite politik) mengindikasikan bahwa pendidikanagama dan moral yang didapat di bangku sekolah (kuliah) tidak berdampak terhadapperubahan perilaku manusia Indonesia. Bahkan yang terlihat adalah begitu banyak manusia Indonesia yang tidak koheren antara ucapan dan tindakannya. Kondisi demikian, didugaberawal dari apa yang dihasilkan oleh dunia pendidikan.3  \nDemoralisasi tejadi karena proses pembelajaran cenderung mengajarkan pendidikan moral dan budi pekerti sebatas teks dan kurang mempersiapkan siswa untuk menyikapi dan menghadapi kehidupan yang kontradiktif. Dalam konteks pendidikan formal di sekolah/madrasah, bisa jadi salah satu penyebabnya karena pendidikan di Indonesia lebihmenitik beratkan kepada pengembangan intelekt","cbCaib8YDGiDSIeI","https://ap.wps.com/l/cbCaib8YDGiDSIeI","pdf",602660,20,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Krisis moral dan demoraliasi pelajar\n## Kesenjangan fokus kognitif vs afektif","[{\"question\":\"Mengapa pendidikan karakter relevan dalam konteks sekarang?\",\"answer\":\"Karena krisis moral yang melanda ditandai meningkatnya pergaulan bebas, kekerasan, pencurian, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat, pornografi, dan perusakan yang belum terselesaikan tuntas.\"},{\"question\":\"Apa kaitan kegagalan penanaman karakter sejak dini dengan kehidupan dewasa?\",\"answer\":\"Kegagalan penanaman karakter sejak dini dapat membentuk pribadi bermasalah saat masa dewasanya kelak.\"},{\"question\":\"Bagaimana pendidikan karakter seharusnya dilakukan menurut naskah?\",\"answer\":\"Pendidikan karakter memerlukan pembiasaan untuk berbuat baik, jujur, ksatria, malu berbuat curang dan malas, serta membiasakan menjaga lingkungan agar tidak kotor. Karakter tidak terbentuk instan, melainkan dilatih serius dan proporsional.\"}]","Kulturisasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran di Sekolah - Abstrak dan Kata Kunci | PDF",31]