[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-199643-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-199643-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","chapter-vi-closing-remarks","BAB VI - PENUTUP","","Bab VI Penutup merangkum temuan penelitian tentang manajemen peserta didik dalam implementasi kebijakan sistem zonasi di SMAN 1 Srengat. Kesimpulan menjelaskan pelaksanaan PPDB yang sistemik dan informatif, pengelolaan berbasis Equality serta Interest-Talent, pembinaan komprehensif dan transformatif, serta evaluasi dari aspek input, proses, dan respons masyarakat. Bagian saran menekankan analisis input, pembinaan menyeluruh, kolaborasi stakeholder, serta pemantauan jangka pendek dan panjang agar kualitas pendidikan berkembang optimal.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-vi-closing-remarks/199643/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-vi-closing-remarks/199643.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Levi","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-01","2026-09-04",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",7,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Bagaimana pelaksanaan PPDB dalam kebijakan sistem zonasi di SMAN 1 Srengat?","Question",{"text":63,"@type":64},"PPDB dilaksanakan secara sistemik dan informatif. Secara sistemik dilakukan melalui prosedur terstruktur, analisis kebutuhan, pembentukan panitia, sosialisasi, lalu pelaksanaan dengan rujukan petunjuk teknis serta koordinasi pengawasan. Secara informatif disediakan layanan offline di pusat pendaftaran dan online melalui website resmi sekolah.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Apa dasar pengelolaan peserta didik baru setelah PPDB sistem zonasi?",{"text":68,"@type":64},"Pengelolaan berbasis Equality melalui grouping kelas heterogen agar ekosistem kelas menonjolkan persamaan derajat dan melatih sosialisasi. Selain itu berbasis Interest-Talent melalui penjaringan minat dengan angket serta tes IQ dan tes kemampuan penjurusan MIPA. Di lapangan ditemukan masalah tidak terpenuhinya kuota kelas MIPA karena hasil tes tidak memenuhi syarat minimal.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Bagaimana evaluasi manajemen peserta didik dilakukan dalam implementasi sistem zonasi?",{"text":72,"@type":64},"Evaluasi menggunakan tiga aspek: input, proses, dan respon masyarakat. Evaluasi input dinilai acak dan tidak terprediksi, disertai kasus masalah belajar dan kedisiplinan. Evaluasi proses menuntut penguatan pembinaan yang lebih komprehensif. Respons masyarakat beragam: dinilai positif karena memudahkan akses di dalam zona, namun membatasi bagi masyarakat di luar zona sekolah yang diminati.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},199643,1788506598,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},7971461740909,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","BAB VI  \nPENUTUP  \nA. Kesimpulan  \nBerdasarkan temuan data penelitian dan pembahasan hasil penelitian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen peserta didik dalam implementasi kebijakan sistem zonasi di SMAN 1 Srengat adalah sebagaiberikut:  \n1. Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dalam implementasi kebijakan sistem zonasi di SMAN 1 Srengat dilaksanakan secara Sistemik dan Informatif.  \nProses pelaksanaan PPDB yang sistemik adalah proses pelaksanaanyang dilakukan secara prosedural dan terstruktur berdasarkan sistem yang ada. Diantaranya dengan melakukan analisis kebutuhan sekolah terhadappeserta didik; membentuk kepanitiaan dan sosialisasi PPDB; melaksanakan proses PPDB sistem zonasi dengan merujuk pada petunjuk teknis PPDB jatim serta berkoordinasi secara aktif dengan Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Blitar selaku pengawas.  \nSedangkan proses PPDB yang informatif adalah menyelenggarakan layanan informasi yang prima oleh jajaran panitia PPDB SMAN 1 Srengat kepada masyarakat secara offline melalui pusat  \npendaftaran di sekolah, maupun secara online melalui website resmi SMAN 1 Srengat.  \n2. Pengelolaan peserta didik baru dalam implementasi kebijakan sistem zonasi di SMAN 1 Srengat dilaksanakan dengan pengelolaan yang berbasis pada Equality and Interest-Talent-based Student Management.  \nPengelolaan peserta didik baru berbasis Equality adalah sistempengelompokan atau grouping kelas secara heterogen, dimanapengelompokan ini menciptakan ekosistem kelas yang menonjolkan persamaan derajat, serta melatih sosialisasi antar peserta didik.  \nSedangkan pengelolaan peserta didik berbasis Interest-Talent adalahpengelolaan yang berorientasi padabakat-minat peserta didik. Diantaranyadengan melaksanakan penjaringan minat melalui angket dan melaksanakan tes IQ serta tes kemampuan penjurusan MIPA. Pengelolaanpeserta didik baru pasca implementasi PPDB sistem zonasi menemui masalah berupa tidak terpenuhinya kuota kelas MIPA, sehubungan dengan hasil tes yang tidak memenuhi syarat minimal.  \n3. Pembinaan peserta didik dalam implementasi kebijakan sistem zonasi di SMAN 1 Srengat dilaksanakan secara Komprehensif dan Transformatif.  \nPembinaan yang komprehensif adalah pembinaan yang mencakupkeseluruhan aspek pembinaan peserta didik. Meliputi pembinaan bidang akademik, non akademik, kedisiplinan dan spiritual yang memperhatikan berbagai macam kecenderungan kecerdasan serta bakat minat peserta  \ndidik. Diantaranya dengan melaksanakan analisis input; meningkatkan kompetensi guru melalui program workshop; melaksanakan program literasi One Month One Book dan pembelajaran berbasis Super Leader; menyelenggarakan pembinaan ekstrakurikuler dengan pembina berkompeten; serta bimbingan kedisiplinan dan kepribadian melalui guru Bimbingan Konseling, Tim Ketertiban, dilengkapi dengan monitoring bersama orang tua peserta didik melalui program paguyuban orang tua.  \nSedangkan pembinaan yang transformatif adalah pembinaan yang mendorong pada perubahan proses budaya belajar dan budaya sekolah peserta didik. Melalui program literasi One Month One Book, pembelajaran berbasis Super Leader dan budaya religius di sekolah.  \n4. Evaluasi manajemen peserta didik dalam implementasi kebijakan sistem zonasi di SMAN 1 Srengat berbasis pada Input, Proses dan Respon Masyarakat.  \nEvaluasi manajemen peserta didik pada input PPDB sistem zonasidinilai acak dan tidak terprediksi. Diikuti sejumlah kasus masalah belajar dan kedisiplinan peserta didik. Sedangkan evaluasi proses pembinaan peserta didik, SMAN 1 Srengat harus berupaya lebih keras dalam melaksanakan pembinaan peserta didik melalui program pembinaan yang komprehensif.  \nSedangkan evaluasi respon masyarakat terhadap implementasi PPDB sistem zonasiberagam. PPDB sistem zonasi dinilai sebagai hal yang positif dan memudahkan masyarakat yang berada di dalam zona untuk  \nmendapatkan fasilitas pendidikan yang terjangkau dan berkualitas tanpaterlalu khawatir dengan persaingan seleksi. Namun sebaliknya, PPDBsistem zon","cbCaiaT1rzLoMJzP","https://ap.wps.com/l/cbCaiaT1rzLoMJzP","pdf",26719,6,"Indonesian","# Kesimpulan\n## Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)\n## Pengelolaan Peserta Didik Baru\n## Pembinaan Peserta Didik\n## Evaluasi Manajemen Peserta Didik\n# Saran\n## Bagi Lembaga Pendidikan","[{\"question\":\"Bagaimana pelaksanaan PPDB dalam kebijakan sistem zonasi di SMAN 1 Srengat?\",\"answer\":\"PPDB dilaksanakan secara sistemik dan informatif. Secara sistemik dilakukan melalui prosedur terstruktur, analisis kebutuhan, pembentukan panitia, sosialisasi, lalu pelaksanaan dengan rujukan petunjuk teknis serta koordinasi pengawasan. Secara informatif disediakan layanan offline di pusat pendaftaran dan online melalui website resmi sekolah.\"},{\"question\":\"Apa dasar pengelolaan peserta didik baru setelah PPDB sistem zonasi?\",\"answer\":\"Pengelolaan berbasis Equality melalui grouping kelas heterogen agar ekosistem kelas menonjolkan persamaan derajat dan melatih sosialisasi. Selain itu berbasis Interest-Talent melalui penjaringan minat dengan angket serta tes IQ dan tes kemampuan penjurusan MIPA. Di lapangan ditemukan masalah tidak terpenuhinya kuota kelas MIPA karena hasil tes tidak memenuhi syarat minimal.\"},{\"question\":\"Bagaimana evaluasi manajemen peserta didik dilakukan dalam implementasi sistem zonasi?\",\"answer\":\"Evaluasi menggunakan tiga aspek: input, proses, dan respon masyarakat. Evaluasi input dinilai acak dan tidak terprediksi, disertai kasus masalah belajar dan kedisiplinan. Evaluasi proses menuntut penguatan pembinaan yang lebih komprehensif. Respons masyarakat beragam: dinilai positif karena memudahkan akses di dalam zona, namun membatasi bagi masyarakat di luar zona sekolah yang diminati.\"}]","BAB VI - PENUTUP | PDF",9]