[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-202260-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-202260-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","chapter-iii-research-methodology","BAB III - METODE PENELITIAN","","Bab III membahas metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) yang digunakan untuk menghasilkan produk berupa alat tes kemampuan berbahasa Indonesia serta menguji efektivitasnya. Uraian menekankan kebutuhan alat uji bagi pekerja asing menghadapi dinamika Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan tuntutan kepatuhan terhadap Undang-Undang No. 24 Tahun 2009. Penelitian mengacu model Hannafin & Peck yang berorientasi pada produk, meliputi analisis kebutuhan, desain, serta pengembangan dan implementasi melalui pengumpulan data wawancara di berbagai lembaga BIPA.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-iii-research-methodology/202260/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-iii-research-methodology/202260.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Bintang","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-06","2026-09-04",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",8,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Mengapa penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D)?","Question",{"text":63,"@type":64},"R&D digunakan untuk menghasilkan produk alat tes berdasarkan analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifannya. Kebutuhan utama penelitian adalah penyusunan alat uji bagi pekerja asing yang bekerja di Indonesia.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Apa dasar kebutuhan pembuatan alat uji kemampuan berbahasa Indonesia bagi pekerja asing?",{"text":68,"@type":64},"Kebutuhan dikaitkan dengan tantangan MEA serta ketentuan Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 yang mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia dalam komunikasi resmi. Karena itu diperlukan alat ukur kemampuan berbahasa Indonesia bagi penutur asing (bahasa kedua).",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Model apa yang digunakan dalam pengembangan tes dan apa tahapannya?",{"text":72,"@type":64},"Penelitian menggunakan model Hannafin & Peck yang terdiri dari tiga fase: analisis kebutuhan, desain, serta pengembangan dan implementasi. Tahap analisis kebutuhan mencakup identifikasi masalah/potensi dan pengumpulan data melalui wawancara serta observasi lapangan.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},202260,1788543949,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},962085564381,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_6f874abed73319feea01a86fa6f0fab8","BAB III  \nMETODE PENELITIAN  \nA. Metode Penelitian  \nMetode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/ R&D) . Sugiyono (2014, hlm. 407) menyebutkan bahwa metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Metode penelitian dan pengembangan adalah penelitian yang menghasilkan produk berdasarkan sebuah analisis kebutuhan. Penulis berpendapat bahwa kebutuhan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang dihadapi bangsa Indonesia tahun 2016 akan berdampak besar pada pemertahanan negara. Pemertahanan negara tentu harus dipersiapkan sedini mungkin dari berbagai bidang, seperti ekonomi, pertahanan dan kemanan, termasuk bahasa.  \nDilihat dari sudut pandang bahasa diperlukan alat uji kemampuan berbahasa Indonesia untuk mendukung Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan, Pasal 33 yang berisi:  \n(1)Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam komunikasi resmi di lingkungankerja pemerintah dan swasta,(2) Pegawai di lingkungan kerja pemerintah danswasta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang belum mampu berbahasa Indonesia wajib mengikuti dan diikutsertakan dalam pembelajaran untuk meraih kemampuan berbahasa Indonesia.  \nOleh karena itu, perlu dibuat alat uji yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berbahasa Indonesia bagi para pekerja asing.  \nAtas dasar kebutuhan tersebut peneliti merasa perlu memberikan sumbangan pemikiran untuk membuat sebuah alat tes yang diperlukan khusus bagi pekerjaasing di Indonesia. Alat tes yang dibuat tidak serta merta kita tiru langsung darites semacam TOEFL atau UKBI, tetapi diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai kebutuhan uji kemampuan berbahasa yang sesuai bagi pekerja asing itu sendiri. Sehingga metode penelitian dan pengembangan (R&D) merupakan metode yang cocok dipakai untuk penelitian ini.  \nPada penelitian “Pengembangan Tes Kemampuan Berbahasa Indonesia Ragam Bisnis bagi Penutur Asing Berbasis Pendekatan Integratif”, penelitimenggunakan model Hannafin & Peck. Supriatna dan Mochammad (2009) mendefinisikan “model Hannafin and Peck adalah model desain pengajaran yang terdiri dari tiga fase yaitu fase analisis kebutuhan, fase desain, fase pengembangandan implementasi”. Model ini lebih berorientasi pada produk. Tahapan model Hannafin & Peck dapat digambarkan seperti berikut ini.  \nBagan 3.1  \nMetode Penelitan “Pengembangan Tes Kemampuan Berbahasa Indonesia Ragam Bisnis bagi Penutur Asing Berbasis Pendekatan Integratif”  \nPengembangan produk model Hannafin & Peck terdiri atas tiga tahap ataufase yaitu fase analisis kebutuhan, fase desain, fase pengembangan dan implementasi. Penjelasan prosedur atau tahapan tersebut diuraikan sebagaiberikut.  \n1. Analisis Kebutuhan (Needs Assess)  \nFase ini diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan dalam mengembangkan tes, termasuk di dalamnya masalah atau potensi yang ditemukan dan pengumpulan data yang dilakukan untuk mengembangkan tes. Potensi dan masalah yang ditemukan didasari kebutuhan kita (bangsa Indonesia) menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) . Indonesia yang memiliki lokasi strategis sangat dilirik para investor asing, baik hanya untuk  \nsekedar wisata, bekerja ataupun tinggal di Indonesia. Hal tersebut tentu akan berdampak pada pertahanan dan keamanan negara, termasuk dari segi bahasa. Pemerintah telah menetapkan peraturan pada undang-undang bahwa bahasa Indonesia wajib digunakan dalam komunikasi resmi di lingkungan kerjapemerintah dan swasta, artinya penutur bahasa asing berada di wilayah Indonesia wajib taat pada peraturan tersebut. Seseorang yang bekerja di Indonesia wajib untuk mampu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Untuk mengetahui kemampuan komunikasi para pekerja asing tersebut diperlukan alat ukur/alat uji yang menunjukkan kemampuan mereka dalamberkomunikasi. Oleh karena itu, dibutuhkan alat uji/ tes kemampuan ber","cbCaimXe0PgXmyLn","https://ap.wps.com/l/cbCaimXe0PgXmyLn","pdf",399744,15,"Indonesian","# BAB III METODE PENELITIAN\n## A. Metode Penelitian\n## 1. Analisis Kebutuhan (Needs Assess)","[{\"question\":\"Mengapa penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R\\u0026D)?\",\"answer\":\"R\\u0026D digunakan untuk menghasilkan produk alat tes berdasarkan analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifannya. Kebutuhan utama penelitian adalah penyusunan alat uji bagi pekerja asing yang bekerja di Indonesia.\"},{\"question\":\"Apa dasar kebutuhan pembuatan alat uji kemampuan berbahasa Indonesia bagi pekerja asing?\",\"answer\":\"Kebutuhan dikaitkan dengan tantangan MEA serta ketentuan Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 yang mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia dalam komunikasi resmi. Karena itu diperlukan alat ukur kemampuan berbahasa Indonesia bagi penutur asing (bahasa kedua).\"},{\"question\":\"Model apa yang digunakan dalam pengembangan tes dan apa tahapannya?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan model Hannafin \\u0026 Peck yang terdiri dari tiga fase: analisis kebutuhan, desain, serta pengembangan dan implementasi. Tahap analisis kebutuhan mencakup identifikasi masalah/potensi dan pengumpulan data melalui wawancara serta observasi lapangan.\"}]","BAB III - METODE PENELITIAN | PDF",23]