[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-199589-113":53,"doc-detail-199589-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","chapter-ii-literature-review-theoretical-review","BAB II - TINJAUAN PUSTAKA - Kajian Teori","","Bab II berisi tinjauan pustaka yang memaparkan kajian teori tentang moral dan moralitas, termasuk asal-usul istilah serta karakteristik perilaku yang baik dan susila. Pembahasan berlanjut pada pendidikan karakter dengan menekankan tiga komponen utama: pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral. Uraian juga menjelaskan konsep pendidikan, pendidikan moral di sekolah maupun di luar sekolah, tujuan pendidikan, serta faktor kerusakan moral akibat pengaruh keluarga dan lingkungan sosial. Selanjutnya dibahas pentingnya pendidikan moral dalam pembentukan generasi muda yang berakhlak mulia dan beretika pada era globalisasi.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-ii-literature-review-theoretical-review/199589/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-ii-literature-review-theoretical-review/199589.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Quinn","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-06","2026-09-04",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",7,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Apa pengertian moral dan moralitas menurut kajian teori pada Bab II ini?","Question",{"text":110,"@type":111},"Moral dijelaskan berasal dari bahasa Latin “Mores” yang berkembang menjadi kebiasaan untuk bertingkah laku baik dan susila. Moralitas diuraikan sebagai watak yang berkaitan dengan kesusilaan, kesopanan, dan perilaku yang mencerminkan kebajikan.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Apa saja tiga komponen utama dalam pendidikan karakter menurut Lickona yang dibahas di sini?",{"text":115,"@type":111},"Tiga komponen yang ditekankan adalah pengetahuan moral, perasaan moral (moral feeling), dan tindakan moral. Ketiganya menjadi unsur karakter yang baik dan saling terhubung dalam pembentukan perilaku.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Mengapa pendidikan moral dianggap penting dalam pembentukan generasi muda?",{"text":119,"@type":111},"Pendidikan moral penting karena berperan dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berbudipekerti sesuai nilai norma, termasuk sopan santun dan tanggung jawab. Pendidikan moral juga berfungsi memagari seseorang dari perbuatan buruk yang tidak sesuai norma.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},199589,1788506423,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},962075114765,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_a8503ba1806abce46bf441b54a3ca4cd","BAB II  \nTINJAUAN PUSTAKA  \n2.1 Kajian Teori  \n2.1.1. Pengertian Moral  \nMoral dari segi etimologis perkataan moral berasal dari bahasa latin yaitu“Mores” yang berasal dari suku kata “Mos”. Mores berarti adat istiadat, kelakuan, tabiat, watak, ahlak, yang kemudian artinya berkembang menjadi sebagai kebiasaandalam bertingkah laku yang baik, susila. Moralitas berarti yang mengenai kesusilaan (kesopanan, sopan-santun, keadaban) . Orang yang susila adalah orang yang baik budi bahasanya. (Rojabiaturrohmah et al., 2019)  \nMoral berasal dari P. J. Bouman yang mengatakan bahwa ”moral adalah suatu perbuatan atau tingkah laku manusia yang timbul karena adanya interaksi antara individu-individu di dalam pergaulan”. (Syaparuddin, 2020) . Moralitas merupakanwatak atau tabiat khusus seseorang untuk berbuat sopan dan menghargai pihak lain yang tercermin dalam perilaku dan kehidupannya. Sedangkan watak itu merupakan keseluruhan dorongan, sikap, keputusan, kebiasaan, dan nilai moral seseorang yang baik, yang dicakup dalam satu istilah sebagai kebajikan.  \nPendidikan karakter dikembangkan oleh tim peneliti berdasarkan konsep dari Lickona Izzati, Umi Anugrah, dkk.“Pendidikan Karakter : Perbedaan Gender dalam Pengetahuan Moral, Perasaan Moral, Tindakan Moral di Sekolah Dasar di Indonesia (Izzati et al., 2019) . Yang menekankan pada tiga komponen dalam pendidikan karakter yaitu pengetahuan moral, perasaan moral dan tindakan moral yang termasuk dalam unsur-unsur karakter yang baik sebagai berikut:  \n1. Pengetahuan Moral  \nPengetahuan moral merupakan hal yang penting untuk diajarkan, pengetahuan moral terdiri dari enam elemen.yaitu (1) kesadaran moral. (2) mengetahui nilai-nilai moral (3) pengambilan perspektif (4)penalaran moral (5) pengambilan keputusan (6) pengetahuan diri.  \n2. Sikap/Perasaan moral  \nMoral feeling merupakan aspek lain yang harus ditanamkan pada anak yang merupakan sumber energi manusia untuk bertindak berdasarkanprinsip-prinsip etika.ada enam hal yang merupakan aspek emosional yang harus dapat dirasakan seseorang untuk menjadi manusia yang berkarakter, yaitu (1) hati nurani (2) harga diri (percaya diri) (3) empati (merasakanpenderitaan orang lain) (4) mencintai yang baik (5) pengendalian diri (mampu mengendalikan diri) (6) kerendahan hati.  \n3. Tindakan moral  \nTindakan moral adalah bagaimana membuat pengetahuan moral dapat diwujudkan dalam pertempuran nyata. Karya tulis ini merupakan hasil dari dua komponen karakter lainnya. Untuk memahami apa yang mendorong seseorang berbuat baik (act morally) maka harus dilihat tiga aspek karakter yang berbeda, yaitu kompetensi (competence), keinginan (will), dan kebiasaan (habit).  \nPendidikan yaitu tuntutan didalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anakanak itu agar mereka sebagai manusia dan sebagaianggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi – tingginya. (Rubini, 2019) .  \nPendidikan moral merupakan bagian lingkungan yang berpengaruh, dirancang secara sengaja untuk mengembangkan dan mengubah cara-cara orang berpikir dan bertindak dalam situasi moral. Sebagaimana pendidikan pada umumnya, pendidikan moral dilakukan di sekolah dan di luar sekolah untuk kelompok laki-laki dan perempuan. Menurut Thomas berpendapat bahwa segala yang diprogramkan sekolah bertujuan untuk membantu anak berpikir tentang isu-isu yang benar dan salah, baik dan buruk, mengharapkan perbaikan sosial, serta membantu siswa agar mampuberperilaku berdasarkan nilai-nilai moral. Tujuan pendidikan adalah menjadikan manusia cerdas dan baik. Karena itu, adanya pendidikan moral di sekolah merupakan  \nsuatu hal yang tak dapat dielakkan. Artinya, tugas lembaga pendidikan bukan hanyamembantu siswa untuk meningkatkan kemampuan intelektual, tetapi sekaligus jugakemampuan mengembangkan moral. (Susilawati & Pd, n.d.) .  \nRusaknya moral seseorang anak terjadi karena dua faktor utama. Yang pertama adalah faktor keluarga dan yang kedu","cbCaifkxpxQxn5Bv","https://ap.wps.com/l/cbCaifkxpxQxn5Bv","pdf",2457421,10,"Indonesian","# BAB II TINJAUAN PUSTAKA\n## 2.1 Kajian Teori\n### 2.1.1 Pengertian Moral\n## Pendidikan Karakter: Tiga Komponen Moral\n## Pendidikan dan Pendidikan Moral\n## Faktor Kerusakan Moral dan Fungsi Pendidikan Moral","[{\"question\":\"Apa pengertian moral dan moralitas menurut kajian teori pada Bab II ini?\",\"answer\":\"Moral dijelaskan berasal dari bahasa Latin “Mores” yang berkembang menjadi kebiasaan untuk bertingkah laku baik dan susila. Moralitas diuraikan sebagai watak yang berkaitan dengan kesusilaan, kesopanan, dan perilaku yang mencerminkan kebajikan.\"},{\"question\":\"Apa saja tiga komponen utama dalam pendidikan karakter menurut Lickona yang dibahas di sini?\",\"answer\":\"Tiga komponen yang ditekankan adalah pengetahuan moral, perasaan moral (moral feeling), dan tindakan moral. Ketiganya menjadi unsur karakter yang baik dan saling terhubung dalam pembentukan perilaku.\"},{\"question\":\"Mengapa pendidikan moral dianggap penting dalam pembentukan generasi muda?\",\"answer\":\"Pendidikan moral penting karena berperan dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berbudipekerti sesuai nilai norma, termasuk sopan santun dan tanggung jawab. Pendidikan moral juga berfungsi memagari seseorang dari perbuatan buruk yang tidak sesuai norma.\"}]","BAB II - TINJAUAN PUSTAKA - Kajian Teori | PDF",15]