[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-154681-113":53,"doc-detail-154681-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","chapter-ii-literature-review-section-21-theoretical-basis-for-an-android-mobile-app-to-monitor-blood-oxygen-levels","BAB II TINJAUAN PUSTAKA - 2.1 Landasan Teori tentang Aplikasi Mobile Android untuk Monitoring Kadar Oksigen dalam Darah","","Bagian tinjauan pustaka membahas landasan teori untuk pengembangan aplikasi mobile Android yang memonitor kadar oksigen dalam darah. Uraian mencakup konsep darah sebagai jaringan pada sistem pembuluh darah, fungsi respirasi dan gizi, komposisi darah (korpuskula dan plasma), serta peran eritrosit, trombosit, dan leukosit. Penjelasan berlanjut pada hubungan hemoglobin dengan pengikatan oksigen, konsep denyut nadi dalam BPM, prinsip kerja oximeter berbasis transport oksigen, hingga kisaran SpO2 normal serta keterkaitan PO2 dengan saturasi oksigen.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-ii-literature-review-section-21-theoretical-basis-for-an-android-mobile-app-to-monitor-blood-oxygen-levels/154681/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-ii-literature-review-section-21-theoretical-basis-for-an-android-mobile-app-to-monitor-blood-oxygen-levels/154681.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Sophia Brooks","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-08-28",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":74},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa fungsi respirasi dan fungsi gizi pada darah?","Question",{"text":109,"@type":110},"Fungsi respirasi mengangkut oksigen dari udara ke sel serta karbondioksida dari dalam sel keluar. Fungsi gizi mengangkut zat makanan hasil penyerapan dan membawa hasil metabolisme ke organ seperti ginjal, paru-paru, kulit, dan usus sambil mempertahankan keseimbangan asam-basa serta air.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Bagaimana hemoglobin berperan dalam pengikatan oksigen dan pembentukan saturasi?",{"text":114,"@type":110},"Hemoglobin adalah metaloprotein di dalam sel darah merah yang mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Molekul heme dalam hemoglobin dapat mengikat oksigen, dan kurva saturasi oksigen terbentuk menjadi sigmoid sebagai akibat proses pengikatan tersebut.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Apa prinsip kerja oximeter dalam mengukur kadar oksigen darah?",{"text":118,"@type":110},"Oximeter bekerja berdasarkan transport oksigen dalam darah yang terlarut dalam plasma dan yang terikat pada hemoglobin. Dengan sumber cahaya yang menembus kulit, sistem memanfaatkan spektrum warna darah untuk memperkirakan kadar oksigen (SpO2).","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},154681,1787896941,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":74,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},962084925636,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_994ba38a5ba835b3df7d355c54d3ed8d","BAB II  \nTINJAUAN PUSTAKA  \n2.1. Landasan Teori  \nLandasan teori merupakan penjelasan berbagai konsep dasar dan teori-teori yang berkaitan dalam pembangunan aplikasi mobile android untuk menotoring kadar oksigen dalam darah. Teori-teori yang terkait serta mendukung dalampenelitian ini akan dijelaskan pada bab ini.  \n2.2. Darah  \nDarah merupakan salah satu jaringan tubuh yang berada pada sistempembuluh darah yang tertutup pada tubuh manusia. Dalam bagian darah memiliku dua fungsi yaitu fungsi respirasi dan fungsi gizi. Fungsi respirasi sebagai pengangkut oksigendari udara luar ke dalam sel dalam jaringan darah dan karbon dioksida dari dalam keluar. Fungsi gizi yaitu mengangkut zat makanan yang telah diserap pada sistem pencernaan dan membawa hasil metabolisme ke ginjal, paru-paru, kulit dan usus dengan mempertahankan kesimbangan asam-basa, mengaturkesimbangan air, suhubadan, dan transporsi hasil metabolisme tersebut.  \nDarah juga menyuplai tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat – zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Komposisi darah dibagimenjadi dua bagian besar, yaitu:  \na. Korpuskula : 45%  \nb. Plasma darah : 55%  \na. Korpuskula  \nDi dalam korpuskula terdapat :  \n- Eritrosit (Sel darah merah) . Memiliki kandungan sebesar 90% dan mempunyai fungsi sebagai mengededar oksigen yang memilikihemogoblin.  \n-Trombosit (Keping – keping darah) . Memiliki kandungan : 0,6% -1,0% dan mempunyai fungsi untuk membantu proses pembekuan darah.  \n-Leukosit (Sel darah putih) . Memiliki andungannya kira – kira 0,25% dan mempunyai fungsi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, membunuh bakteri atau virus yang mencoba masuk ke dalam tubuh.  \nb. Plasma darah  \nPada dasarnya plasma darah adalah larutan air yang mengandung:  \n-Albumin  \n-Bahan pembeku darah  \n-Hormon  \n-Berbagai jenis protein  \n-Berbagai jenis garam  \nDarah manusia berwarna merah terang ketika terikat pada oksigen. Warnamerah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul – molekul oksigen. Dan ketika oksigen dilepas maka warnaeritrosit akan berwarna lebih gelap, dan akan menimbulkan warna kebiru – biruanpada pembuluh darah dan kulit. Dengan adanya perubahan warna darah ini bisadimanfaatkan untuk mengukur kejenuhan oksigen pada darah arterial.  \nHemogoblin merupakan metaloprotein yang berada di dalam sel darah merah yang bertugas untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh manusia. Hemogoblin terbentuk dari 4 rantai polipeptida (rantai asam amino), yaitudua rantai alfa dan dua rantai beta. Pada setiap rantai polipeptida tersebut mengandung prostetik atau biasa dikenal sebagai molekul heme yang menyebabkanwarna dalam tubuh menjadi merah. Dalam reaksi kimia, molekul heme dapat dikombinasikan dengan satu molekul oksgen dan karbon dioksida. Dalam satu selhemogoblin mengikat 4 molekul oksigen per satu unit heme dan kurva saturasioksigen terbentuk menjadi sigmoid.  \nHemogoblin yang dipompola oleh jantung dan alirkan kesuluruh tubuh melaluiarteri. Setiap kali jantung memompa akan membuat suatu gelombang pada bagian  \narteri yang biasa disebut dengan denyut nadi. Denyut nadi dapat dirasakan padabagian-bagian tubuh tertentu manusia. Arteri biasanya melintasi bagian tubuh dekat dengan tulang pada bagian kulit. Denyut nadi biasanya dipresentasikeun dengansuatu waktu yaitu beats per minute (BPM) . BPM merupakan satuan waktu yang digunakan dalam mengukur jumlah denyut nadi atau detak jantung dalam jangkawaktu per menit[8] .  \n2.3. Oksigen Dalam Darah  \nOksigen dalam darah merupakan yang sangat penting dalam tubuh manusiauntuk mengetahaui kondisi kesehatan. Salah satu instrument yang digunakan untuk mengatahaui kadar kejenuhan oksigen dalam darah yaitu oximeter. Pada prinsipoximeter bekerja berdasarkan transport oksigen dalam darah[9] . Transport oksigendalam darah tersebut mem","cbCaihIN3BER722h","https://ap.wps.com/l/cbCaihIN3BER722h","pdf",348905,17,"Indonesian","# BAB II TINJAUAN PUSTAKA\n## 2.1 Landasan Teori\n## 2.2 Darah\n## 2.3 Oksigen Dalam Darah","[{\"question\":\"Apa fungsi respirasi dan fungsi gizi pada darah?\",\"answer\":\"Fungsi respirasi mengangkut oksigen dari udara ke sel serta karbondioksida dari dalam sel keluar. Fungsi gizi mengangkut zat makanan hasil penyerapan dan membawa hasil metabolisme ke organ seperti ginjal, paru-paru, kulit, dan usus sambil mempertahankan keseimbangan asam-basa serta air.\"},{\"question\":\"Bagaimana hemoglobin berperan dalam pengikatan oksigen dan pembentukan saturasi?\",\"answer\":\"Hemoglobin adalah metaloprotein di dalam sel darah merah yang mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Molekul heme dalam hemoglobin dapat mengikat oksigen, dan kurva saturasi oksigen terbentuk menjadi sigmoid sebagai akibat proses pengikatan tersebut.\"},{\"question\":\"Apa prinsip kerja oximeter dalam mengukur kadar oksigen darah?\",\"answer\":\"Oximeter bekerja berdasarkan transport oksigen dalam darah yang terlarut dalam plasma dan yang terikat pada hemoglobin. Dengan sumber cahaya yang menembus kulit, sistem memanfaatkan spektrum warna darah untuk memperkirakan kadar oksigen (SpO2).\"}]","BAB II TINJAUAN PUSTAKA - 2.1 Landasan Teori tentang Aplikasi Mobile Android untuk Monitoring Kadar Oksigen dalam Darah | PDF",26]