[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-228891-113":53,"doc-detail-228891-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","chapter-7-inclusive-economics-for-sustainable-economic-growth","BAB 7 - Ekonomi Inklusif untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan","","Bab ini membahas bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan mensyaratkan capaian yang tidak hanya tinggi, tetapi juga inklusif dan berkeadilan. Kebijakan ekonomi inklusif diarahkan agar manfaat pertumbuhan dirasakan seluruh lapisan masyarakat melalui pemerataan akses pendidikan, layanan kesehatan, kesempatan kerja, serta peluang berusaha, guna memperkuat kapasitas SDM dan produktivitas. Ekonomi inklusif juga berperan menurunkan kerentanan sosial-ekonomi, memperkuat konsumsi domestik, dan menjaga stabilitas pertumbuhan jangka panjang.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-7-inclusive-economics-for-sustainable-economic-growth/228891/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-7-inclusive-economics-for-sustainable-economic-growth/228891.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Tawan","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-03","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",6,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Mengapa ekonomi inklusif penting untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan?","Question",{"text":110,"@type":111},"Ekonomi inklusif memastikan manfaat pertumbuhan dirasakan seluruh lapisan masyarakat melalui pemerataan akses pendidikan, layanan kesehatan, kesempatan kerja, dan peluang berusaha. Pemerataan ini memperkuat kapasitas SDM dan produktivitas sekaligus menurunkan kerentanan sosial-ekonomi.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Program prioritas apa yang disebut untuk mendorong pemerataan dan akselerasi pertumbuhan?",{"text":115,"@type":111},"Program diarahkan melalui percepatan hilirisasi sumber daya alam serta penguatan program ekonomi kerakyatan dan sosial produktif. Contohnya termasuk Program Makan Bergizi Gratis, pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, dan pembangunan tiga juta rumah.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Bagaimana Bank Indonesia mendukung pertumbuhan yang berkeadilan dan inklusif?",{"text":119,"@type":111},"Bank Indonesia mendukung melalui bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, termasuk kebijakan untuk pemberdayaan UMKM. Fokusnya menjaga stabilitas makroekonomi dan memperkuat transmisi kebijakan.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},228891,1789029853,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},2336475104042,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/22000c4c32af1715be0?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1786537525561427321","BAB 7  \nEKONOMI INKLUSIF UNTUK PERTUMBUHAN EKONOMIYANG BERKELANJUTAN  \nPertumbuhan ekonomiyang berkelanjutan mensyaratkan capaian yang tidak hanya tinggi, tetapi juga inklusif dan berkeadilan. Sejalan dengan Asta Cita, Pemerintah merumuskan program prioritas yang diarahkan untuk mendorong akselerasi ekonomi sekaligus memperkuatpemerataan pendapatan. Akselerasi pertumbuhan didorong antara lain melalui hilirisasisumber daya alam, baik mineral maupun nonmineral, sementara pemerataan pendapatan didorong melalui berbagai program kerakyatan. Implementasi program-program ini didukung oleh pembiayaan fiskal dan partisipasi sektor swasta guna memastikan daya dorong terhadappertumbuhanyang merata. Bank Indonesia mendukung pertumbuhan berkelanjutan melalui bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, yang didukung dengankebijakan untukpemberdayaan UMKM.  \nLAPORAN PEREKONOMIAN INDONESIA 2025  \nKebijakan ekonomi inklusif menjadi elemen  \npenting dalam mendukung pertumbuhan  \nekonomi yang berkelanjutan. Dalam kaitan ini, ekonomi inklusif diarahkan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakanoleh seluruh lapisan masyarakat. Kebijakanekonomi inklusif mendorong pemerataanakses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, kesempatan kerja, dan peluang berusaha, sehingga memperkuat kapasitas sumber dayamanusia (SDM) dan produktivitas ekonomi secara  \nkeseluruhan. Inklusivitas juga berperan penting dalam mengurangi kerentanan sosial danekonomi, memperkuat basis konsumsi domestik, serta menciptakan fondasi pertumbuhan yanglebih stabil dan berkelanjutan.  \nUrgensi penguatan ekonomi inklusif semakinmeningkat bagi Indonesia seiring tantanganstruktural yang dihadapi. Di tengah dinamika global yang masih diliputi ketidakpastian, strategi pertumbuhan yang mengedepankan inklusivitas menjadi krusial untuk menjagaketahanan ekonomi nasional. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah menetapkan berbagai program prioritas sebagai implementasi dari Visi Misi Presiden yang tertuang dalam Asta Cita yang bertumpu pada ekonomi kerakyatandan inklusivitas guna mendorong pemerataankesejahteraan sekaligus memperluas penciptaan lapangan kerja. Selaras dengan upaya tersebut, Bank Indonesia turut mendukung pencapaian pertumbuhan yang berkeadilan melalui baurankebijakan utama dan kebijakan pendukung untuk menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat transmisi kebijakan, sertamendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.  \n7.1.  \nKebijakan Umum dalam Mendukung Ekonomi Inklusif  \nPertumbuhan ekonomi yang berkelanjutantidak hanya mensyaratkan laju pertumbuhanyang tinggi, tetapi juga struktur ekonomi yang inklusif untuk menjaga stabilitas makroekonomi jangka panjang. Ekonomi yang inklusif ditandaidengan pemerataan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, kesempatan kerja,  \nPertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya mensyaratkan laju pertumbuhanyang tinggi, tetapi juga strukturekonomi yang inklusif dan berkeadilan  \nserta peluang ekonomi bagi seluruh kelompok masyarakat. Akses yang merata terhadappendidikan dan kesehatan akan menciptakan SDM yang terampil dan produktif untuk mengisikebutuhan tenaga kerja dan menciptakan peluang usaha. Peningkatan kesempatan kerja dan peluang berusaha mendorong masyarakatmemperoleh pendapatan yang lebih tinggi dan merata, yang selanjutnya menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baik dalam jangka pendek maupun panjang. Dalam jangka pendek, pendapatan yang memadai akan memperkuat konsumsi rumah tangga dan mendorong optimalisasi kapasitas produksi. Dalam jangka panjang, pendapatan yang layakakan memberikan kesempatan berinvestasipada pendidikan yang lebih baik, sehingga SDM akan menjadi lebih berkualitas, produktif, dan inovatif. Peningkatan produktivitas daninovasi SDM ini akan memperkuat pertumbuhanekonomi yang berkelanjutan, sehinggamenciptakan siklus positif (virtuous cycle) dalamperekonomian nasional.  \nPemerintah menempuh berbagai kebijakan dan program prioritas nasional yang didukung oleh ","cbCaikBwKYS9ORbu","https://ap.wps.com/l/cbCaikBwKYS9ORbu","pdf",9690989,28,"Indonesian","# BAB 7\n## Ekonomi Inklusif untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan\n## Kebijakan Umum dalam Mendukung Ekonomi Inklusif","[{\"question\":\"Mengapa ekonomi inklusif penting untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan?\",\"answer\":\"Ekonomi inklusif memastikan manfaat pertumbuhan dirasakan seluruh lapisan masyarakat melalui pemerataan akses pendidikan, layanan kesehatan, kesempatan kerja, dan peluang berusaha. Pemerataan ini memperkuat kapasitas SDM dan produktivitas sekaligus menurunkan kerentanan sosial-ekonomi.\"},{\"question\":\"Program prioritas apa yang disebut untuk mendorong pemerataan dan akselerasi pertumbuhan?\",\"answer\":\"Program diarahkan melalui percepatan hilirisasi sumber daya alam serta penguatan program ekonomi kerakyatan dan sosial produktif. Contohnya termasuk Program Makan Bergizi Gratis, pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, dan pembangunan tiga juta rumah.\"},{\"question\":\"Bagaimana Bank Indonesia mendukung pertumbuhan yang berkeadilan dan inklusif?\",\"answer\":\"Bank Indonesia mendukung melalui bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, termasuk kebijakan untuk pemberdayaan UMKM. Fokusnya menjaga stabilitas makroekonomi dan memperkuat transmisi kebijakan.\"}]","BAB 7 - Ekonomi Inklusif untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan | PDF",43]