[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-39571-id":3,"doc-seo-39571-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},39571,8796095360427,"Lucas Martin","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_994ba38a5ba835b3df7d355c54d3ed8d",54,"Penelitian & Laporan","Bab 5 Filsafat Barat Abad Pertengahan: Masa Patristik dan Masa Skolastik","Abad pertengahan dipahami sebagai masa dominasi agama Kristen yang membuat perkembangan pemikiran, termasuk filsafat, harus diuji kesesuaiannya dengan ajaran agama. Teologi dipandang lebih tinggi daripada filsafat, sementara filsafat berfungsi melayani teologi namun tetap mendorong penalaran yang lebih maju selama diabdikan pada keyakinan. Abad pertengahan dibagi menjadi masa patristik dan masa skolastik: patristik menekankan peran bapak-bapak gereja dan pembentukan tradisi filsafat Kristen; skolastik berkembang lewat universitas, ordo biara, serta masuknya karya filsafat Yunani.","FILSAFAT BARAT:  \nABAD PERTENGAHAN  \n# A.MASA PATRISTIK\n\n1.Gambaran Umum  \n2.Tokoh-tokoh Terpenting  \n# B.MASA SKOLASTIK\n\n1.Gambaran Umum  \n2.Tokoh-tokoh Terpenting  \nAbad pertengahan merupakan kurun waktu yang khas.Secara singkat dapatdikatakan bahwa dominasi agama kristen sangat menonjol.Perkembangan alampikiran harus disesuaikan dengan ajaran agama.Demikian pula filsafat,harusdiuji apakah tidak bertentangan dengan ajaran agama.Jelas,teologi dipandanglebih tinggi dari filsafat.Filsafat berfungsi melayani teologi.Tapi bukan berartibahwa pengembangan penalaran dilarang.Itu masih tetap dilakukan,malahanmencapai perkembangan yang lebih maju,asal harus diabdikan kepada keyakinanagama.  \nDalam sejarah filsafat Barat,abad pertengahan dibagi menjadi dua periode,yakni masa patristik dan masa skolastik.Baik di Yunani maupun Latin,masapatristik mencatat masa keemasan dengan tokoh dan karya-karya penting.Dibawah ini diuraikan masing-masing tentang Zaman Patristik dan ZamanSkolastik,serta tokoh-tokohnya yang terpenting.Di sini semua filsuf tidakmendapat porsi uraian yang sama.Hanya pemikiran filsuf terpenting yang akandibahas,itupun terbatas pada inti-inti ajarannya saja.  \n# A.MASA PATRISTIK\n\n## 1.Gambaran Umum\n\nPatristik berasal dari kata patres(bentuk jamak dari pater)yang berartibapak-bapak.Yang dimaksudkan adalah para pujangga Gereja dan tokoh-tokohGereja yang sangat berperan sebagai peletak dasar intelektual kekristenan.Mereka khususnya mencurahkan perhatian pada pengembangan teologi,tetapidalam kegiatan tersebut mereka tak dapat menghindarkan diri dari wilayahkefilsafatan.  \n## 2.Tokoh-tokoh Terpenting\n\nBapak Gereja terpenting masa itu antara lain Tertullianus(160-222),Justinus,Clemens dari Alexandria(150-251),Origenes(185-254),Gregorius dari Nazianza(330-390),Basilius Agung(330-379),Gregorius dari Nyssa(335-394),DionysiusAreopagita,Johanes Damascenus,Ambrosius,Hyeronimus,dan Agustinus(354-430).  \nTertullianus,Justinus,Clemens dari Alexandria,dan Origenes adalahpemikir-pemikir pada masa awal patristik.Gregorius dari Nazianza,Basilius,Gregorius dari Nyssa,Dyonisius Areopagita,dan Johanes Damascenus adalahtokoh-tokoh masa patristik Yunani.Sedangkan Ambrosius,Hyeronimus,danAgustinus adalah pemikir-pemikir yang menandai masa keemasan patristik Latin.  \nMasa keemasan patristik Yunani didorong,antara lain,oleh Edik Milanyang dikeluarkan Kaisar Constantinus Agung tahun 313 yang menjaminkebebasan beragama bagi semua penganut kristen.Pada abad-abad pertamagereja mengalami hambatan dan penganiayaan berkepanjangan oleh parapenguasa Romawi.  \nAgustinus adalah seorang pujangga Gereja dan filsuf besar.Setelah melewatikehidupan masa muda yang hedonistis (ia mula-mula menganut aliranManichaeisme),Agustinus kemudian memeluk agama kristen dan mendirikansebuah tradisi filsafat kristen yang berpengaruh besar pada abad pertengahanDia seorang teolog sekaligus filsuf,meskipun lebih menonjol posisinya sebagaiteolog.Bagi dia,filsafat tak dapat dipisahkan dari teologi.Karyanya terpentingadalah Confessiones (Pengakuan-pengakuan)dan De Civitate Dei (Tentang KotaAllah)  \nAgustinus menentang aliran skeptisisme (aliran yang meragukan kebenaran).Menurut Agustinus skeptisisme itu sebetulnya merupakan bukti bahwa adakebenaran.Orang yang ragu-ratu,merupakan bukti bahwa dia tidak ragu-raguterhadap satu hal,yakni bahwa ia ragu-ragu.Orang yang ragu-ragu sebetulnyaberpikir,dan siapa yang berpikir harus ada.Aku ragu-ragu maka aku berpikir,dan aku berpikir maka aku berada.  \nMenurut Agustinus,Allah menciptakan dunia ex nihilo(konsep yangkemudian juga diikuti oleh Thomas Aquinas).Artinya,dalam menciptakan duniadan isinya,Allah tidak menggunakan bahan.Jadi,berbeda dengan konseppenciptaan yang diajarkan Plato bahwa me on merupakan dasar atau materisegala sesuatu.Dunia diciptakan sesuai dengan ide-ide Allah.Manusia dandunia berpartisipasi dengan ide-ide ilahi.Pada manusia partisipasi itu lebih aktifdibanding dunia materi.  \nFilsafat patrisik mengalami kemunduran sejak abad V","cbCaiqRBuaAWlENG","https://ap.wps.com/l/cbCaiqRBuaAWlENG","pdf",1968583,4,1,8,"Indonesian","id",113,"# A. Masa Patristik\n## Gambaran Umum\n## Tokoh-tokoh Terpenting\n# B. Masa Skolastik\n## Gambaran Umum\n## Tokoh-tokoh Terpenting","[{\"question\":\"Mengapa filsafat pada abad pertengahan harus disesuaikan dengan ajaran agama Kristen?\",\"answer\":\"Karena dominasi agama Kristen sangat menonjol sehingga perkembangan pemikiran termasuk filsafat harus diuji apakah tidak bertentangan dengan ajaran agama. Teologi dipandang lebih tinggi dan filsafat diarahkan untuk melayani teologi.\"},{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan masa patristik dan siapa yang termasuk tokoh utamanya?\",\"answer\":\"Patristik merujuk pada para pujangga dan tokoh gereja yang berperan sebagai peletak dasar intelektual kekristenan. Tokoh penting yang disebut antara lain Tertullianus, Justinus, Clemens dari Alexandria, Origenes, serta Gregorius dari Nazianza, Basilius Agung, Gregorius dari Nyssa, Dionysius Areopagita, dan Johanes Damascenus, termasuk tokoh Latin seperti Ambrosius, Hieronymus, dan Agustinus.\"},{\"question\":\"Bagaimana masa skolastik berkembang dan apa faktor penting bagi puncak kejayaannya?\",\"answer\":\"Skolastik berkembang setelah masa kemandegan karena situasi politik yang tidak stabil. Pemulihan terjadi sejak pemerintahan Karel Agung, lalu mencapai puncak pada abad XIII melalui pembukaan universitas, berkembangnya ordo biara, serta tersebarnya karya filsafat Yunani—terutama Aristoteles—yang masuk ke Barat melalui filsuf-filsuf Arab seperti Ibn Sina dan Ibn Rushd.\"}]",1783084513,12,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"chapter-5-western-philosophy-in-the-middle-ages-patristic-and-scholastic-periods","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-5-western-philosophy-in-the-middle-ages-patristic-and-scholastic-periods/39571/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-24","2026-07-03",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa filsafat pada abad pertengahan harus disesuaikan dengan ajaran agama Kristen?","Question",{"text":75,"@type":76},"Karena dominasi agama Kristen sangat menonjol sehingga perkembangan pemikiran termasuk filsafat harus diuji apakah tidak bertentangan dengan ajaran agama. Teologi dipandang lebih tinggi dan filsafat diarahkan untuk melayani teologi.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Apa yang dimaksud dengan masa patristik dan siapa yang termasuk tokoh utamanya?",{"text":80,"@type":76},"Patristik merujuk pada para pujangga dan tokoh gereja yang berperan sebagai peletak dasar intelektual kekristenan. Tokoh penting yang disebut antara lain Tertullianus, Justinus, Clemens dari Alexandria, Origenes, serta Gregorius dari Nazianza, Basilius Agung, Gregorius dari Nyssa, Dionysius Areopagita, dan Johanes Damascenus, termasuk tokoh Latin seperti Ambrosius, Hieronymus, dan Agustinus.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Bagaimana masa skolastik berkembang dan apa faktor penting bagi puncak kejayaannya?",{"text":84,"@type":76},"Skolastik berkembang setelah masa kemandegan karena situasi politik yang tidak stabil. Pemulihan terjadi sejak pemerintahan Karel Agung, lalu mencapai puncak pada abad XIII melalui pembukaan universitas, berkembangnya ordo biara, serta tersebarnya karya filsafat Yunani—terutama Aristoteles—yang masuk ke Barat melalui filsuf-filsuf Arab seperti Ibn Sina dan Ibn Rushd.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,102,106,110,114,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":99,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":100,"show_sort_weight":96,"slug":101},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":104,"show_sort_weight":96,"slug":105},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":108,"show_sort_weight":96,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":112,"show_sort_weight":96,"slug":113},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":115},"research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]