[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-199575-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-199575-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","chapter-2-the-effect-of-tv-soap-operas-on-childrens-morals","BAB II - PENGARUH SINETRON TERHADAP MORAL ANAK","","Pembahasan Bab II berfokus pada pengaruh sinetron terhadap moral anak melalui dua bagian utama: definisi konsep dan landasan teologis pendidikan. Pada bagian definisi dijelaskan pengertian televisi, sinetron sebagai serial drama sandiwara bersambung, serta makna moral dari akar bahasa Latin yang terkait adat dan tata nilai. Landasan teologis menekankan peran orang tua dalam pembinaan iman melalui pendidikan dan keteladanan, termasuk rujukan Alkitab seperti Ulangan 6:6-9 serta prinsip ajaran yang dilakukan tanpa terikat ruang dan waktu.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/","Sastra",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-2-the-effect-of-tv-soap-operas-on-childrens-morals/199575/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-2-the-effect-of-tv-soap-operas-on-childrens-morals/199575.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Seraphina","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-01","2026-09-04",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",6,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa yang dimaksud dengan televisi dalam bab ini?","Question",{"text":63,"@type":64},"Televisi dijelaskan sebagai media telekomunikasi penerima siaran gambar bergerak beserta suara, monokrom maupun berwarna, yang bekerja melalui proses pengubahan cahaya dan suara menjadi gelombang listrik lalu kembali menjadi berkas cahaya serta bunyi.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Bagaimana pengertian sinetron menurut teks?",{"text":68,"@type":64},"Sinetron merupakan sinema elektronik, yaitu karya seni dan media komunikasi pandang-dengar berupa serial drama bersambung yang disiarkan stasiun televisi. Jalan ceritanya menampilkan konflik yang berkembang hingga klimaks.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Mengapa pendidikan agama dipandang penting untuk pembinaan iman anak?",{"text":72,"@type":64},"Teks menekankan bahwa orang tua bertanggung jawab membina dan mendisiplinkan anak agar mengenal Allah serta menghormati Tuhan. Pendidikan iman dilakukan melalui pengajaran dan keteladanan secara berulang-ulang, tidak terikat ruang dan waktu, sebagaimana ditekankan dalam rujukan nas Alkitab.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},199575,1788506381,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,109,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":107,"show_sort_weight":87,"slug":108},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":110,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},962075114101,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/e000253a75eb197efd?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1780044092746381165","BAB II  \nPENGARUH SINETRON TERHADAP MORAL ANAK  \nA. Defenisi  \n1. Televisi  \nTelevisi adalah sebuah media telekomunikasi yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitamputih) maupun berwarna. Kata \"televisi” merppakan gabungan dari kata tele (jauh) dari bahasa Yunani dan visio (penglihatan) dari bahasa Latin, sehingga televisidapat diartikan sebagai alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/ penglihatan.2 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,“televisi adalah sistem penyiaran gambar yang disertai dengan bunyi (suara) melalui kabel ataumelalui angkasa dengan mengunakan alat yang dapat mengubah cahaya (gambar) dan bunyi (suara) menjadi gelombang listrik dan mengubahnya kembali menjadi berkas cahaya yang dapat di lihat dan bunyi yang dapat di dengar”.3  \nDengan demikian televisi merupakan alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media audio visual yang dapat di lihat dan di dengar.  \n2. Sinetron  \nSinetron merupakan kepanjangan dari sinema elektronik yang berartisebuah karya cipta seni budaya, dan media komunikasi pandang dengar yang dibuat berdasarkan sinematografi dengan di rekam pada pita video melalui proses  \n2 [http:///D:/Documents/Televisi.htm](http:///D:/Documents/Televisi.htm) (25/01/2012/9:57)  \n3 Depertemen Pendidikan Nasional, KBBIEdisi ketiga (Jakarta: Balai Pustaka, 2007), 1162  \n7  \nelektronik lalu ditayangkan melalui stasiun televisi. Sinema elektronik atau lebih populer disebut sinetron adalah istilah untuk serial drama sandiwara bersambung yang disiarkan oleh stasiun televisi.  \nSinetron pada umumnya bercerita tentang kehidupan manusia sehari-hari yang diwarnai konflik berkepanjangan. Seperti layaknya drama atau sandiwara, sinetron diawali dengan perkenalan tokoh-tokoh yang memiliki karakter masingmasing. Berbagai karakter yang berbeda menimbulkan konflik yang makin lama makin besar sehingga sampai pada titik klimaksnya. Akhir dari suatu sinetron dapat bahagia maupun sedih, tergantung dari jalan cerita yang ditentukan oleh penulis skenario.4 Jadi dapat dikatakan bahwa sinetron merupakan cerita bersambung yang diperankan oleh tokoh sesuai dengan karakter dari jalan cerita itu sendiri yang kemudian ditayangkan di televisi.  \n3. Moral  \nMoral berasal dari bahasa Latin mores yang artinya adat istiadat, kebiasaanatau cara hidup.5 Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia kata moral berarti ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, akhlak ataukesusilaan.6 7 Istilah moral berasal dari bahasa Latin: Mos (jamak: Mores) yang berarti adat istiadat, kebiasaan, tata cara kehidupan. Moralitas berarti keadaan, nilai-nilai moral yang berlaku dalam suatu kelompok sosial masyarakat.  \n4 [http:///D:/Documents/pengertian-sinetron.htm](http:///D:/Documents/pengertian-sinetron.htm) (15/02/2012/18:11)  \n5 Andar Ismail, Ajarlah Mereka Melakukan (Jakarta: BPK-GM, 2006), 69  \n6 Depertemen Pendidikan Nasional, KBBI Edisi ketiga (Jakarta: Balai Pustaka, 2007), 7 Singgi D Gunarsa, Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja (Jakarta: BPK-GM,  \n8  \nBerdasarkan uraian diatas moral dapat diartikan sebagai tata carakehidupan, adat istiadat, kebiasaan atau gagasan (ide) yang umum tentang tingkahlaku manusia, mana yang baik dan wajar, sesuai dengan aturan-aturanyang diterima oleh umum dan meliputi kesatuan sosial dalam lingkungan tertentu. Moral juga diartikan sebagai istilah yang menentukan bats-batas dari sifat, corak, maksud, perbuatan yang secara layak dapat dinyatakan baik atau buruk, benar atau salah.  \nB. Landasan Teologis Tentang Pendidikan Apak  \na. Pendidikan adalah Sarana Pembinaan Iman  \nDalam kehidupan sehari-hari, mendidik anak merupakan hal yang terpenting untuk dilakukan orang tua. Alkitab mengajarkan bahwa orang tuabertanggungjawab untuk membina dan mendisiplinkan anak-anak supaya mengenal Allah dan menghormati Tuhan. Dalam Perjanjian Lama pengajaran ataupendidikan yang ideal tidak pernah terlepas dari pengalaman hidup setiap manusiabaik oleh w","cbCaifZ6LDLQV960","https://ap.wps.com/l/cbCaifZ6LDLQV960","pdf",578901,21,"Indonesian","# BAB II PENGARUH SINETRON TERHADAP MORAL ANAK\n## A. Defenisi\n### 1. Televisi\n### 2. Sinetron\n### 3. Moral\n## B. Landasan Teologis Tentang Pendidikan Apak\n### a. Pendidikan adalah Sarana Pembinaan Iman","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan televisi dalam bab ini?\",\"answer\":\"Televisi dijelaskan sebagai media telekomunikasi penerima siaran gambar bergerak beserta suara, monokrom maupun berwarna, yang bekerja melalui proses pengubahan cahaya dan suara menjadi gelombang listrik lalu kembali menjadi berkas cahaya serta bunyi.\"},{\"question\":\"Bagaimana pengertian sinetron menurut teks?\",\"answer\":\"Sinetron merupakan sinema elektronik, yaitu karya seni dan media komunikasi pandang-dengar berupa serial drama bersambung yang disiarkan stasiun televisi. Jalan ceritanya menampilkan konflik yang berkembang hingga klimaks.\"},{\"question\":\"Mengapa pendidikan agama dipandang penting untuk pembinaan iman anak?\",\"answer\":\"Teks menekankan bahwa orang tua bertanggung jawab membina dan mendisiplinkan anak agar mengenal Allah serta menghormati Tuhan. Pendidikan iman dilakukan melalui pengajaran dan keteladanan secara berulang-ulang, tidak terikat ruang dan waktu, sebagaimana ditekankan dalam rujukan nas Alkitab.\"}]","BAB II - PENGARUH SINETRON TERHADAP MORAL ANAK | PDF",32]