[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-293858-113":53,"doc-detail-293858-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","chapter-2-literature-review-theoretical-basis-students-mental-health-psychosomatics","BAB II - TINJAUAN PUSTAKA - Landasan Teori: Mahasiswa, Kesehatan Mental, Psikosomatik","","BAB II Tinjauan Pustaka menyusun landasan teori mengenai mahasiswa sebagai fase menuju kedewasaan, lengkap dengan peran dan tridharma perguruan tinggi. Bagian berikut membahas kesehatan mental menurut WHO, mencakup pemicu pada usia 18–25 tahun selama masa perkuliahan serta dampaknya terhadap fungsi, kecacatan, prestasi akademik, dan tujuan penanganan gangguan mental. Uraian berlanjut pada psikosomatik: definisi, etiologi yang dipengaruhi faktor biologis-psikologis-sosial, serta gejala klinis fisik yang berkaitan dengan stres dan perubahan otak.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":27,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-2-literature-review-theoretical-basis-students-mental-health-psychosomatics/293858/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-2-literature-review-theoretical-basis-students-mental-health-psychosomatics/293858.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"\tJames","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-17",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":77},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa yang dimaksud dengan mahasiswa dalam landasan teori ini?","Question",{"text":109,"@type":110},"Mahasiswa dipandang sebagai masa menuju kedewasaan yang memiliki tanggung jawab, serta merupakan makhluk sosial dan individu dengan kebutuhan yang berbeda. Mahasiswa juga didefinisikan sebagai pelajar yang belajar di perguruan tinggi.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Mengapa kesehatan mental menjadi perhatian pada usia 18–25 tahun selama perkuliahan?",{"text":114,"@type":110},"Kesehatan mental sering terjadi pada usia 18–25 tahun dan perkuliahan dapat menjadi stressor yang memperparah kondisi bila sebelumnya ada masalah. Usia tersebut juga merupakan masa transisi menuju kedewasaan, sehingga awal perkuliahan menuntut adaptasi pada lingkungan baru.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Bagaimana psikosomatik didefinisikan dan apa penyebab umumnya menurut bagian ini?",{"text":118,"@type":110},"Psikosomatik adalah gangguan kesehatan pada tubuh yang dipengaruhi faktor psikis seperti stres atau tekanan. Etiologinya melibatkan interaksi faktor biologis, lingkungan, psikologis, dan sosial, termasuk trauma psikologis, gaya hidup, dan riwayat konsumsi zat tertentu.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},293858,1789669552,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":26,"category_name":27,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":77,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},2336474466412,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","6  \nBAB II  \nTINJAUAN PUSTAKA  \nII.1 Landasan Teori  \nII.1.1 Mahasiswa  \nMahasiswa merupakan masa menuju kedewasaan dan sudah memiliki tanggung jawab terhadap masa kedewasaan tersebut. Biasanya berusia 18 – 25 tahun. Mahasiswa juga termasuk masuk sosial dan juga merupakan makhluk individu. makhluk sosial karena mahasiswa membutuhkan teman dalam menjalankan kehidupannya. Lalu makhluk individu karena setiap mahasiswa mempunyaikebutuhan yang berbeda pada satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya. Dalamtahapannya mahasiswa mengalami perkembangan yaitu pada masa remaja akhirdan pada tahap itu juga tanggung jawab akan semakin tinggi karena pendidikanyang semakin tinggi pula. (Hulukati and Djibran, 2018)  \nPengertian mahasiswa menurut KBBI adalah seorang pelajar yang belajar pada perguruan tinggi. Mahasiswa memiliki tugas untuk negeri dalam hal pembangunan nasional dan perguruan tinggi merupakan tempat pendidikan yang sudah ditugaskan serta ditanggung jawabkan untuk mempersiapkan mahasiswa agar berguna bagi pembangunan nasional (Wulan and Abdullah, 2014)  \nMahasiswa merupakan seseorang yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi termasuk dari akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut maupun universitas. (Hulukati and Djibran, 2018)  \n6  \nMahasiswa akan mengenyam pendidikan pada universitas dengan tujuan untuk mencapai pendidikan tinggi. Syarat pendidikan tinggi dapat tercapai yaitu terlaksananya tridharma perguruan tinggi yaitu mampu menyelenggarakan pendidikan, melakukan penelitian, melakukan pengabdian pada masyarakat (UURI No 12 tahun 2012) (Wulan and Abdullah, 2014)  \nII.1.1.1. Mahasiswa Kedokteran  \nMahasiswa kedokteran merupakan mahasiswa yang mengambil jurusankedokteran dengan menempuh waktu 3,5 tahun untuk masa preklinik dan 2 tahununtuk masa koas.  \nMahasiswa kedokteran paling rentan menderita gangguan kesehatan mental dibanding jurusan yang lain karena adanya tekanan psikologis, depresi danansietas. Tekanan tersebut dapat disebabkan karena beban akademik yang lama serta resiko penyakit yang lebih tinggi karena tertular pasien lainnya. (Rahmayani, Liza and Syah, 2019) .  \nPada penelitian yang dilakukan disalah satu universitas negeri di Indonesia yaitu fakultas kedokteran universitas Lampung prevalesi stres lebih dari 50% yaitu sebesar 71% yang didominasi oleh laki laki. Di beberapa universitas lainnya juga didominasi oleh prevalesi stres > 50% . (Rahmayani, Liza and Syah, 2019) .  \nII.I.2 Kesehatan mental  \nMenurut WHO sehat bukan hanya dilihat dari fisik atau penyakit yang menyertai melainkan juga secara mental maupun sosial. Kesehatan mental sering terjadi pada usia 18 – 25 tahun dimana termasuk kedalam masa perkuliahan. Masa  \nperkuliahan dapat menjadi stressor bagi sebagian orang sehingga dapat memperparah kesehatan mental apabila sebelumnya sudah mengalami masalah terkait kesehatan mental. Selain itu usia tersebut juga merupakan masa transisi manusia menuju kedewasaan. Kebanyakan kesehatan mental terjadi pada masa awal perkuliahan dimana mahasiswa harus beradaptasi dengan keadaan dan lingkungan yang baru. (McLafferty et al., 2017)  \nKesehatan mental merupakan ujian tersendiri karena dapat menimbulkankecacatan nantinya. Jika kesehatan mental tidak ditangani maka dapat menyebabkan hambatan karena manusia tidak dapat melakukan kegiatannyadengan baik. Kesehatan mental juga merupakan penyebab kecacatan nomor 3 setelah penyakit jantung dan kanker. Kesehatan mental yang baik akan berdampak pada proses pembagunan negara maupun dibidang ekonomi. (World Health Organization, 2017)  \nKesehatan mental pada saat masa sekolah sampai perkuliahan juga menjadi perhatian yang besar karena mempengaruhi masa depan anak. Jika seseorang yang masih belajar namun memiliki gangguan mental pasti akan berdampak pada prestasi akademiknya (Fakhriyani, 2019) . Kesehatan mental masing masingindividu tidaklah sama sehingga respon terhadap tekanan pada individu juga pastiberbeda beda.  \nTujuan dan fungsi dari kesehatan mental yaitu agar manusia se","cbCais7gFmHI9ZhT","https://ap.wps.com/l/cbCais7gFmHI9ZhT","pdf",272964,16,"Indonesian","# BAB II TINJAUAN PUSTAKA\n## II.1 Landasan Teori\n## II.1.1 Mahasiswa\n## II.1.1.1 Mahasiswa Kedokteran\n## II.I.2 Kesehatan mental\n## II.1.3 Psikosomatik\n## II.1.3.1 Definisi psikosomatik\n## II.1.3.2 Etiologi psikosomatik\n## II.1.3.3 Gejala klinis psikosomatik","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan mahasiswa dalam landasan teori ini?\",\"answer\":\"Mahasiswa dipandang sebagai masa menuju kedewasaan yang memiliki tanggung jawab, serta merupakan makhluk sosial dan individu dengan kebutuhan yang berbeda. Mahasiswa juga didefinisikan sebagai pelajar yang belajar di perguruan tinggi.\"},{\"question\":\"Mengapa kesehatan mental menjadi perhatian pada usia 18–25 tahun selama perkuliahan?\",\"answer\":\"Kesehatan mental sering terjadi pada usia 18–25 tahun dan perkuliahan dapat menjadi stressor yang memperparah kondisi bila sebelumnya ada masalah. Usia tersebut juga merupakan masa transisi menuju kedewasaan, sehingga awal perkuliahan menuntut adaptasi pada lingkungan baru.\"},{\"question\":\"Bagaimana psikosomatik didefinisikan dan apa penyebab umumnya menurut bagian ini?\",\"answer\":\"Psikosomatik adalah gangguan kesehatan pada tubuh yang dipengaruhi faktor psikis seperti stres atau tekanan. Etiologinya melibatkan interaksi faktor biologis, lingkungan, psikologis, dan sosial, termasuk trauma psikologis, gaya hidup, dan riwayat konsumsi zat tertentu.\"}]","BAB II - TINJAUAN PUSTAKA - Landasan Teori: Mahasiswa, Kesehatan Mental, Psikosomatik | PDF",25]