[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-199591-113":53,"doc-detail-199591-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","chapter-2-literature-review-ethics","BAB II - TINJAUAN PUSTAKA - Etika","","Bab II memuat tinjauan pustaka tentang etika dan relasinya dengan moralitas, bisnis, serta prinsip etika dalam konteks Islam. Pembahasan dimulai dari pengertian etika secara etimologis dan terminologis, termasuk pembedaan objektivisme dan subjektivisme. Selanjutnya dijelaskan konsep etika bisnis, etika bisnis Islami, enam prinsip utama berdasarkan perspektif Al-Qur’an dan hadits, serta rujukan ayat tentang larangan memakan harta secara batil. Bagian akhir mengulas etika bisnis menurut hukum Islam.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":10,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-2-literature-review-ethics/199591/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-2-literature-review-ethics/199591.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Clementine","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-04","2026-09-04",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",6,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Apa pengertian etika menurut etimologi dan kaitannya dengan moral?","Question",{"text":110,"@type":111},"Etika berasal dari bahasa Yunani “Ethos” yang berkaitan dengan watak, kesusilaan atau adat, dan identik dengan moral yang berasal dari Latin “mos/mores”. Dalam pemakaian sehari-hari, moral sering merujuk pada perbuatan yang sedang dinilai, sedangkan etika dipakai untuk mengkaji sistem nilai yang ada.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Bagaimana perbedaan objektivisme dan subjektivisme dalam etika?",{"text":115,"@type":111},"Objektivisme memandang nilai kebaikan suatu perbuatan bersifat objektif, terletak pada subtansi perbuatannya. Subjektivisme memandang perbuatan disebut baik bila sejalan dengan kehendak atau pertimbangan subjek, seperti Tuhan, masyarakat, atau individu.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Apa saja enam prinsip etika bisnis Islami dan dasar rujukannya?",{"text":119,"@type":111},"Etika bisnis Islami bertumpu pada enam prinsip: kebenaran, kepercayaan, ketulusan, persaudaraan, pengetahuan, dan keadilan. Prinsip-prinsip ini disajikan dalam aktivitas bisnis melalui perspektif Al-Qur’an dan hadits.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},199591,1788506431,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":8,"category_name":10,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},1374391974564,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/14000253aa45c000a9e?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1779874745381141002","BAB II  \nTINJAUAN PUSTAKA  \n2.1 Etika  \n2.11. Pengertia Etika  \nEtika, secara etimologi berasal dari bahasa Yunani “Ethos”yang berarti watak kesusilaan atau adat 1. Identik dengan kata moral yang berasal dari kata Latin “mos” yang dalam bentuk jamaknya“mores” yang berarti adat atau cara hidup. Etika dan moral sama artinya, namun dalam pemakaian sehari-hari ada sedikit perbedaan. Moral atau moralitas sering dipakai untuk perbuatan yang sedangdinilai, sedangkan etika di pakai untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang ada. Sedangkan menurut kamus bahasa indonesia, etik berarti nilai mengenai benar salah yang dianut suatu masyarakat, dan etika berartiilmu yang berkenaan tentang yang baik dan yang buruk serta tentang hak dan kewajiban moral.2  \nSecara terminologi, menurut Ki Hajar Dewantara sebagaimanadikutip oleh Achmad Charis Zubair.3 Bahwa etika berarti ilmu yang mempelajari segala permasalahan kebaikan (dan keburukan) dalam kehidupan manusia semuanya, khususnya tentang pemikiran dan  \n1 A. Sonny Keraf, Etika Lingkungan, Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2002 hal. 2  \n2 Tim Penyusun Kamus pusat bahasa , h. 288-289. Lihat pula : Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indinesia, Edisi 2, Jakarta : Balai pustaka, 1996, cet. VII, hal. 13-14.  \n3 Jhon M. Echols dan M. Syaidhily, Kamus Inggris-Indonesia Cet XX: Jakarta Gramedia 1992 hal. 15  \n9  \nperasaan yang dijadikan pertimbangan untuk melakukan suatu perbuatan dalam mencapai tujuan tertentu.  \nSebagai cabang filsafat, etika dapat di bedakan menjadi dua: objektivisme dan subjektivisme. Menurut pandangan yang pertama, nilai kebaikan suatu perbuatan bersifat objektif yaitu terletak pada subtansi perbuatan itu sendiri. Paham ini melahirkan rasionalismedalam etika. Suatu perbuatan disebut baik bukan karena senang melakukannya, tetapi merupakan keputusan rasionalisme universal yang mendesak agar berbuat seperti itu. Adapun menurut aliran subjektivisme berpandangan bahwa suatu perbuatan disebut baik bilasejalan dengan kehendak atau pertimbangan subjek Tuhan, subjekkolektiv seperti masyarakat maupun subjek individu.  \n2.1.2 Pengertian bisnis secara umum dan Pengertian bisnis secara Islami.  \nDalam pengertian luas, bisnis merupakan istilah untuk menjelaskan segala aktifitas berbagai institusi dari yang menghasilkanbarang dan jasa yang perlu untuk kehidupan masyarakat sehari-hari. Secara sederhan bisnis berarti suatu sistem memproduksi barang danjasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat, karena ia merupakan suatu sistem dalam masyarakat.4 Sedangkan menurut Yusanto dan Wijayakusuma (2002) beliau mendifenisikan arti bisnis lebih khusus yaitu tentang “bisnis Islami” dengan kata lain bisnis Islami adalah  \n4 M. Manulang, Pengantar Bisnis, Jakarta: Gajah Mada University, 2002 h 8-9  \n10  \nserangkaian aktivitas bisnis dalam berbagai bentuknya yang tidak dibatasi jumlah kepemilikan hartanya (barang atau jasa) termasuk profitnya, namun dibatasi dalam cara memperolehnya dan pendayagunaan hartanya karena aturan halal dan haram.5  \n2.2 Etika bisnis dan Etika bisnis Islami  \n2.2.1 Pengertian Etika bisnis  \nEtika bisnis berarti seperangkat prinsip dan norma dimana para pelaku bisnis harus komit padanya dalam bertransaksi, berperilaku, dan berelasi guna mencapai ‘daratan’ atau tujuan-tujuan bisnisnyadengan selamat.6  \nDefinisi dari etika bisnis adalah seperangkat nilai tentang baik, buruk, benar, dan salah dalam dunia bisnis berdasarkan pada prinsipprinsip moralitas. Dalam arti lain etika bisnis juga dikatakan sebagaiseperangkat prinsip dan norma dimana para pelaku bisnis harusmempunyai komitmen dalam melakukan sebuah transaksi, berperilaku, dan juga berelasi guna mencapai tujuan bisnisnya denganselamat. Hal itu dimaksudkan agar seseorang terutama pelaku bisnis mempunyai bekal untuk berbuat the righ thing dan dilandasi dengan  \n5 Drs. Muhammad, M.Ag. dan Alimin, Lc. ,M.Ag. Etika Dan Perlindungan Konsumen Dalam Ekonomi Islam: Yogjakarta, BPFE, 2006 h. 56-67  \n6 Faisal Badroen, et al, Etika Bisnis Dalam Islam, Jakart","cbCaieeCSOSbweuU","https://ap.wps.com/l/cbCaieeCSOSbweuU","pdf",266346,22,"Indonesian","# 2.1 Etika\n## 2.1.1 Pengertian Etika\n## 2.1.2 Pengertian bisnis secara umum dan Pengertian bisnis secara Islami\n# 2.2 Etika bisnis dan Etika bisnis Islami\n## 2.2.1 Pengertian Etika bisnis\n## 2.2.2 Pengertian Etika Bisnis Islami\n## 2.2.3 Etika Bisnis Menurut Hukum Islam","[{\"question\":\"Apa pengertian etika menurut etimologi dan kaitannya dengan moral?\",\"answer\":\"Etika berasal dari bahasa Yunani “Ethos” yang berkaitan dengan watak, kesusilaan atau adat, dan identik dengan moral yang berasal dari Latin “mos/mores”. Dalam pemakaian sehari-hari, moral sering merujuk pada perbuatan yang sedang dinilai, sedangkan etika dipakai untuk mengkaji sistem nilai yang ada.\"},{\"question\":\"Bagaimana perbedaan objektivisme dan subjektivisme dalam etika?\",\"answer\":\"Objektivisme memandang nilai kebaikan suatu perbuatan bersifat objektif, terletak pada subtansi perbuatannya. Subjektivisme memandang perbuatan disebut baik bila sejalan dengan kehendak atau pertimbangan subjek, seperti Tuhan, masyarakat, atau individu.\"},{\"question\":\"Apa saja enam prinsip etika bisnis Islami dan dasar rujukannya?\",\"answer\":\"Etika bisnis Islami bertumpu pada enam prinsip: kebenaran, kepercayaan, ketulusan, persaudaraan, pengetahuan, dan keadilan. Prinsip-prinsip ini disajikan dalam aktivitas bisnis melalui perspektif Al-Qur’an dan hadits.\"}]","BAB II - TINJAUAN PUSTAKA - Etika | PDF",34]