[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-145362-113":53,"doc-detail-145362-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","chapter-1-introduction","BAB I - PENDAHULUAN","","Bab I Pendahuluan menguraikan peran budaya populer dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap politik internasional melalui berbagai media seperti film, serial televisi, anime, dan novel. Paparan menekankan bahwa pop culture tidak hanya bersifat hiburan, melainkan juga menjadi sarana edukasi dan kritik sosial yang mempengaruhi persepsi publik pada isu global. Fokus penelitian diarahkan pada anime One Piece sebagai medium kajian, terutama terkait representasi kekuasaan, korupsi, ketidakadilan, serta perlawanan terhadap otoritas represif, termasuk relevansinya bagi persepsi mahasiswa Hubungan Internasional di Malang.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-1-introduction/145362/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction/145362.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Rhys","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-08-26",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",9,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Mengapa budaya populer dianggap berperan besar dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap politik internasional?","Question",{"text":110,"@type":111},"Karena konsep politik internasional direpresentasikan lewat media yang lebih mudah dipahami audiens luas. Pop culture juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan penyampaian kritik sosial yang memengaruhi persepsi masyarakat terhadap isu global.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Mengapa anime One Piece dipilih untuk dikaji dalam penelitian ini?",{"text":115,"@type":111},"One Piece memiliki narasi kuat dan karakter ikonik, sekaligus memuat elemen politik. Ceritanya merepresentasikan isu seperti sistem pemerintahan, korupsi, ketidakadilan sosial, dan perlawanan terhadap otoritas represif.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Bagaimana konteks mahasiswa Hubungan Internasional di Malang dikaitkan dengan penelitian tentang persepsi politik?",{"text":119,"@type":111},"Malang memiliki universitas besar dengan program studi Hubungan Internasional sehingga mahasiswa cenderung lebih terpapar kajian politik internasional. Kota ini juga mendukung keterlibatan mahasiswa pada budaya populer seperti One Piece, sehingga lebih mudah menghubungkan media populer dengan isu politik internasional.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},145362,1787721495,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":38,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":141},687207024643,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_3d24733baf745e90a7e4bdd5f77d97b2","BAB I  \nPENDAHULUAN  \n1.1 Latar Belakang Masalah  \nBudaya populer memiliki peran yang sangat signifikan dalam  \nmembentuk pemahaman masyarakat terhadap politik internasional.1  \nMelalui berbagai media seperti film, serial televisi, anime, dan novel,  \nkonsep-konsep politik internasional direpresentasikan dengan cara yang  \nlebih mudah dipahami oleh audiens yang lebih luas. Pop culture tidak hanya  \nsekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan penyampaian kritik  \nsosial yang dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap isu-isu  \nglobal. 2 Dalam artian ini, anime sebagai bagian dari budaya populer  \nmenjadi salah satu medium yang menarik untuk dikaji karena memiliki  \npengaruh yang luas, terutama di kalangan mahasiswa yang memiliki akses  \ndan ketertarikan terhadap isu-isu politik internasional.3  \nPolitik internasional yang faktual sering kali terepresentasikandalam budaya populer, terutama melalui film dan anime yang menggambarkan konflik antarnegara, diplomasi, serta intervensi politik  \n1 Ani Widyani Soetjipto, et al. 2019. Transnasionalisme: peran aktor non negara dalam hubungan internasional. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.  \n2 Achmad Hidir dan Rahman Malik. 2024. Teori Sosiologi Modern. Yayasan Tri Edukasi Ilmiah.  \n3 Iskandar Hamonangan. 2021. Kebijakan luar negeri Prancis dalam merespons dinamika negosiasi iklim global. UI Publishing.  \nyang terjadi di dunia nyata. 4 Beberapa film dan serial televisi seperti The Post, Syriana, dan Munich memberikan gambaran tentang bagaimana kebijakan luar negeri suatu negara dapat mempengaruhi dinamika global. Dalam banyak kasus, film dan anime tidak hanya mendramatisasi peristiwa yang terjadi, tetapi juga mengajak penonton untuk memahami latar  \nbelakang politik serta dampaknya terhadap masyarakat dunia. Hal ini  \nmenciptakan ruang bagi mahasiswa untuk menganalisis hubungan antara  \nrealitas politik dan cara budaya populer merepresentasikannya.  \nSalah satu anime yang menarik untuk dikaji dalam memahami  \npolitik internasional adalah One Piece. Anime ini, yang merupakan karya  \nEiichiro Oda, tidak hanya dikenal karena narasinya yang kuat dan karakter  \nkarakternya yang ikonik, tetapi juga karena elemen-elemen politik yang  \nmelekat dalam ceritanya. One Piece menggambarkan berbagai isu politik  \ninternasional, seperti sistem pemerintahan, korupsi, ketidakadilan sosial,  \ndan perlawanan terhadap otoritas yang represif. Melalui struktur  \npemerintahan Dunia dalam anime ini, seperti Pemerintah Dunia dan  \nAngkatan Laut, One Piece memberikan gambaran bagaimana kekuasaan  \nbekerja dan bagaimana masyarakat merespons ketidakadilan yang terjadi. Representasi semacam ini tidak hanya menarik bagi penggemar anime, tetapi juga bagi mahasiswa hubungan internasional yang ingin memahami bagaimana politik dunia disimulasikan dalam media populer.  \n4 Bob Sugeng Hadiwinata. 2017. Studi dan Teori Hubungan Internasional: Arus Utama, Alternatif, dan Reflektivis. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.  \nFilm dan karya budaya populer memiliki implikasi politik yang kuat dan dapat memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap suatu isu. Representasi isu politik dalam anime dan film dapat membentuk opini publik, memunculkan diskusi, dan bahkan mempengaruhi kebijakan dalamskala tertentu. Misalnya, film V for Vendetta telah menjadi simbol  \nperlawanan terhadap otoritarianisme, sementara serial The Handmaid’s Tale  \nmembangun kesadaran akan bahaya ekstremisme dalam politik gender.  \nDalam konteks anime, One Piece telah menjadi simbol perlawanan terhadap  \nketidakadilan dan penindasan, di mana karakter-karakternya sering kali  \nberjuang melawan rezim yang korup dan opresif. Representasi ini  \nmemungkinkan audiens untuk memahami isu-isu yang ada di dunia nyata  \nmelalui lensa yang lebih kreatif dan mudah diakses.5  \nBagaimana budaya populer membentuk cara pandang masyarakat  \nterhadap realitas faktual menjadi pertanyaan yang semakin relevan dalam  \nkajian politik internasional. Melalui narasi dan visual yang","cbCaisP515CSnBAN","https://ap.wps.com/l/cbCaisP515CSnBAN","pdf",623990,"Indonesian","# BAB I PENDAHULUAN\n## Latar Belakang Masalah","[{\"question\":\"Mengapa budaya populer dianggap berperan besar dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap politik internasional?\",\"answer\":\"Karena konsep politik internasional direpresentasikan lewat media yang lebih mudah dipahami audiens luas. Pop culture juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan penyampaian kritik sosial yang memengaruhi persepsi masyarakat terhadap isu global.\"},{\"question\":\"Mengapa anime One Piece dipilih untuk dikaji dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"One Piece memiliki narasi kuat dan karakter ikonik, sekaligus memuat elemen politik. Ceritanya merepresentasikan isu seperti sistem pemerintahan, korupsi, ketidakadilan sosial, dan perlawanan terhadap otoritas represif.\"},{\"question\":\"Bagaimana konteks mahasiswa Hubungan Internasional di Malang dikaitkan dengan penelitian tentang persepsi politik?\",\"answer\":\"Malang memiliki universitas besar dengan program studi Hubungan Internasional sehingga mahasiswa cenderung lebih terpapar kajian politik internasional. Kota ini juga mendukung keterlibatan mahasiswa pada budaya populer seperti One Piece, sehingga lebih mudah menghubungkan media populer dengan isu politik internasional.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN | PDF",80]