[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-199720-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":73,"doc-detail-199720-id":120},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":66,"head_meta":68,"extra_data":70,"updated_unix":72},113,"id","chapter-1-introduction-research-context-199720","BAB I - PENDAHULUAN - Konteks Penelitian","","Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi mendorong transformasi media pembelajaran di Indonesia, terutama melalui pemanfaatan ICT dan internet dalam proses pendidikan. Pemerintah menetapkan landasan kebijakan terkait penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, serta sistem pendidikan nasional, termasuk aturan evaluasi proses pembelajaran. Penyelenggaraan ujian nasional berkembang dari PBT menjadi CBT/UNBK berbasis komputer dan jaringan internet. Penerapannya menjadi kemajuan sekaligus tantangan akibat ketidakmerataan infrastruktur dan kesiapan sumber daya di berbagai wilayah, termasuk Enrekang.",{"@graph":14,"@context":65},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/ujian/","Ujian",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-1-introduction-research-context-199720/199720/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-research-context-199720/199720.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Theodora","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-27","2026-09-04",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",5,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Mengapa ujian nasional berbasis komputer menimbulkan tantangan di Indonesia?","Question",{"text":63,"@type":64},"Penerapannya terhambat oleh keterbatasan infrastruktur serta akses informasi dan komunikasi di tiap daerah. Kondisi geografis yang beragam dan pembangunan pendidikan yang tidak merata juga turut memengaruhi pelaksanaan di semua sekolah.","Answer","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":67,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":69,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":71,"site_id":7},199720,1788506828,{"code":4,"msg":74,"data":75},"success",[76,81,85,89,93,97,101,105,109,112,116],{"id":77,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":78,"show_sort_weight":79,"slug":80},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":82,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":83,"show_sort_weight":79,"slug":84},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":86,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":87,"show_sort_weight":79,"slug":88},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":79,"slug":92},51,"Komik","comic",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":79,"slug":96},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":79,"slug":100},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":79,"slug":104},49,"Sastra","literature",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":107,"show_sort_weight":79,"slug":108},52,"Teknologi","technology",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":79,"slug":111},50,"exam",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":79,"slug":115},57,"Umum","general",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":4,"slug":119},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":74,"data":121},{"doc_id":71,"user_id":122,"nickname":42,"user_avatar":123,"doc_module":4,"category_id":110,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":124,"file_id":125,"file_url":126,"file_type":127,"file_size":128,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":129,"language":130,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":131,"faqs":132,"seo_title":133,"seo_description":12,"update_tm":72,"read_time":134},687197207919,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/a000253d6f5f7c60be?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1779446848396160552","BAB I  \nPENDAHULUAN  \nA. Konteks Penelitian  \nKemajuan teknologi informasi dan komunikasi di era masyarakat global memberikan dampak kuat terhadap perkembangan disegala lini aktifitas kehidupan masyarakat, termasuk bidang pendidikan di Indonesia. Maka peningkatan media pembelajaran pendidikan mesti memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) . Seiring perkembangan TIK, saat ini sekolah dituntut untuk mengembangkan sarana pembelajaran dengan memanfaatkan fungsi Information kominikation and technology (ICT) khususnyajaringan internet.  \nDi Indonesia, pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemerintah telah metetapkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian Pengembangan dan Penerapan Ilmu pengetahuan dan Teknologi. Selanjutnya Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional terkait menyatukan seluruh komponen-komponen pendidikansecara terpadu.  \nSelain itu, dalam pelaksanaan evaluasi proses pembelajaran peserta didik padasuatu jenjang pendidikan tertentu ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2015 tentang kriteria kelulusan peserta didik serta menyusun Prosedur Operasional Standar pelaksanaan ujian nasional tahun ajaran 2016-2017 sebagai dasar pelaksanaan evaluasi proses pembelajaran secara nasional. Kebijakan tersebut menuntut perubahan sistem evaluasi ujian akhir peserta didik pada jenjang pendidikan menengah pertama dan atas (SMP/MTs, SMA, dan sederajat) dengan  \nmenggunakan dua model yaitu Paper and pencil tast (PBT) dan Computer-based tast (CBT) . Ujian nasional dengan model PBT merupakan pelaksanaan ujiannasional secara tertulis, sedangkan model CBT/UNBK merupakan pelaksanaanujian dengan menggunakan komputer danjaringan internet.  \nMenurut Abdullah dalam Pakpahan (2016:20)“Penggunaan komputer dalamujian nasional memudahkan pelaksanaan untuk membuat soal dengan mengombinasikan beberapa paket soal”. Sementara Anies R Baswedan (2015),“perubahan ini diambil agar ujian nasional dapat digunakan sebagai salah satu tolakukur peningkatan mutu pendidikan sekaligus perwujudan dari semangat Undangundang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional”.  \nBagus dalam Pakpahan (2016:25) mengemukakan keberhasilan sistem ujiannasional berbasis komputer sangat ditentukan oleh ketersediaan program aplikasi dan jaringan internet. Dalam kodisi keterbatasan infrastruktur pendidikan sertaakses informasi dan komunikasi di setiap daerah tentunya sangat menghambatterlaksananya ujian nasional berbasis komputer ke semua sekolah yang notabenenya sistem online.  \nPenerapan ujian nasional berbasis komputer tiga tahun terakhir merupakan sebuah kemajuan sekaligus tantangan bagi sistem pendidikan di Indonesia melihat persoalan pembangunan pendidikan yang tidak merata, utamanya pada wilayahwilayah pelosok serta pulau-pulah terpecil. Belum lagi kondisi geografis Indonesia yang berkepulauan serta tipografi daratan di masing-masing wilayah yang beranekaragam. Hal tersebut menjadi salah satu yang melatarbelakangi sistem ujian nasional  \nberbasis komputer pada awal penerapannya menuai kontroversi dikalangan masyarakat.  \nOleh karena itu, untuk membenahi masalah tersebut, peran negara dalam hal inipemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terampil, baik tenaga pendidikmaupun kependidikan, peserta didik (siswa) serta kesiapan sarana dan prasarana yang memadai. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan sekaligus pelaksana ujiannasional berbasis komputer ternyata telah mendapat respon yang baik dari beberapa daerah, hal tersebut dapat dilihat dari angka pertisipasi sekolah dan peserta ujiannasional telah mengalami peningkatan yang cukup sigifikan beberapa tahunterakhir.  \nBerdasarkan data infografis kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, tahun 2015 jumlah sekolah pelaksana ujian nasional berbasis komputersebanyak 556 sekolah dengan total peserta 170.578 orang. Di tahun ","cbCaifugZ8pgUbP8","https://ap.wps.com/l/cbCaifugZ8pgUbP8","pdf",1019441,104,"Indonesian","# BAB I - PENDAHULUAN\n## A. Konteks Penelitian","[{\"question\":\"Mengapa ujian nasional berbasis komputer menimbulkan tantangan di Indonesia?\",\"answer\":\"Penerapannya terhambat oleh keterbatasan infrastruktur serta akses informasi dan komunikasi di tiap daerah. Kondisi geografis yang beragam dan pembangunan pendidikan yang tidak merata juga turut memengaruhi pelaksanaan di semua sekolah.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN - Konteks Penelitian | PDF",160]