[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-202409-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-202409-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","chapter-1-introduction-background-of-the-problem","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang Masalah","","Bab I membahas keterampilan berbicara dalam pembelajaran Bahasa yang masih rendah secara nasional. Data UKBI 2020 menunjukkan rata-rata skor peserta didik belum memadai, terutama untuk komunikasi lisan. Rendahnya kemampuan dikaitkan dengan public speaking anxiety, rendahnya penguasaan mengembangkan argumen dengan gaya bahasa yang tepat, serta faktor nonkebahasaan berupa rasa percaya diri yang lemah. Materi pidato persuasif dipilih sebagai upaya peningkatan, namun capaian peserta didik kelas VIII masih bernilai 60–70.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-1-introduction-background-of-the-problem/202409/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-background-of-the-problem/202409.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Liam","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-09-04",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",5,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa masalah utama yang dibahas pada BAB I?","Question",{"text":63,"@type":64},"Keterampilan berbicara peserta didik masih rendah, terutama dalam komunikasi lisan dan kemampuan mengembangkan argumen saat berbicara.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya keterampilan berbicara?",{"text":68,"@type":64},"Faktor kebahasaan mencakup kesulitan mengembangkan argumen dengan gaya bahasa yang benar dan mudah dipahami, sedangkan faktor nonkebahasaan mencakup rendahnya rasa percaya diri serta kecemasan berbicara di depan umum.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Mengapa materi pidato persuasif dipilih dalam pembelajaran?",{"text":72,"@type":64},"Pidato persuasif dapat melatih peserta didik berbicara di depan umum, menarik perhatian pendengar, menyampaikan ide, dan memengaruhi pendengar sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},202409,1788546556,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},8796095461564,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","BAB I  \nPENDAHULUAN  \nA. Latar Belakang Masalah  \nSalah satu aspek krusial dalam pembelajaran Bahasa adalah keterampilan berbicara. Secara nasional, kemahiran berbicara peserta didik masih rendah. Kemendikdasmen (BPPB, 2025) menyatakan bahwa berdasarkan data Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) tahun 2020, menunjukan rata-rataperolehan skor peserta didik yaitu 363 berdasarkan tingkat rata-rata 577. Skor tersebut menunjukan bahwa peserta didik belum memiliki kemahiran yang memadai terutama dalam berkomunikasi secara lisan. Artinya, peserta didik mengalami kendala dalam berkomunikasi baik untuk keperluan kemasyarakatan yang kompleks dan keilmiahan. Hingga tahun 2023, Badan pengembangan dan Pembinaan Bahasa melaporkan bahwa peserta UKBI mayoritas berada pada taraf kategori menengah. Hal ini menunjukan bahwa perlu adanya upaya peningkatanpada keterampilan berbicara yang dimulai dari ranah pendidikan.  \nPeserta didik dengan keterampilan berbicara rendah cenderung memilikikecemasan saat berbicara di depan umum (public speaking anxiety) . Mahyudin (2025, hlm. 45) menyatakan bahwa public speaking anxiety pada peserta didik menengah bersifat merugikan dan serius. Peserta didik yang mengalami kecemasan berbicara memiliki kecenderungan menghindari tugas lisan yang akan menghambat capaian akademik dan kemampuannya dalam berkomunikasi.  \nBerdasarkan wawancara kepada pendidik Bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Sindangkerta Sri Yusrin, S.Pd, menyatakan bahwa peserta didik belum memilikiketerampilan berbicara yang baik. Musdolifah, dkk. (2024, hlm. 1248) mengatakan, bahwa kemampuan mengembangkan argumen menggunakan gaya bahasa yang benar dan mudah dipahami pendengar merupakan aspek penting dalam keterampilan berbicara yang baik. Gaya bahasa yang benar meliputi aspek kebahasaanyaitu kemampuan mengembangkan argumen dengantepat, namun padakenyataannya, peserta didik masih terhambat dalam hal tersebut.  \nFaktor lainnya yang menyebabkan rendahnya keterampilan berbicarapeserta didik terletak pada aspek nonkebahasaan yaitu rasa percaya diri. Hayati, dkk. (2024, hlm. 62) Kurangnya kepercayaan diri disebabkan karena adanya rasa takut, khawatir, resah dan keraguan yang tandai dengan reaksi debaran dada dan getaran tubuh. Peserta didik cenderung mengalami hal-hal tersebut ketikadiharuskan berbicara di depan kelas. Hal tersebut berpengaruh terhadap nilai hasil belajar dan rendahnya kemampuan komunikasi peserta didik.  \nSeiring dengan perkembangan abad 21, manusia dituntut untuk menguasaikemampuan komunikasi untuk menghadapi persaingan global dalam perkembangan revolusi industri 5.0. Puryanto & Ngurah (Lubis, 2024, hlm. 19) Menyatakan bahwa, keterampilan berbicara sebagai keterampilan yang mendasari kemampuan peserta didik untuk mahir dalam berkomunikasi, sehingga dapatterhindar dari kesulitan untuk bertanya, menjawab, menjelaskan dan menafsirkan makna pembicaraan sebagai bekal untuk menghadapi tuntutan dan persaingan global pada masa yang akan datang.  \nMateri pidato persuasif menjadi salah satu materi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang dapat meningkatkan keterampilan berbicara. Pidatopersuasif dapat melatih kemahiran peserta didik dalam berbicara di depan umum. Mendrofa, dkk. (2025, hlm. 135) menyatakan bahwa dengan melakukan pidatopersuasif, peserta didik dapat berlatih menarik perhatian pendengar, menyampaikanide, dan memengaruhi pendengar yang bertujuan untuk membujuk dan memotivasi pendengar agar bertindak sesuai dengan tujuan pidato. Secara tidak langsung, peserta didik dilatih untuk mampu menyampaikan argumen yang dapat memengaruhi pendengar dan percaya diri untuk meyakinkan pendengar.  \nData dan informasi yang diperoleh dari hasil mewawancarai pendidik Bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Sindangkerta Sri Yusrin, S.Pd, tingkat ketercapaian peserta didik kelas VIII pada kemampuan pidato persuasif masih berada pada taraf nilai 60-70. Peserta didik belum memiliki kemampuan mengembangkan argumen dan kepercayaan diri yang memadai. Hartini & Chumae","cbCaii1hdQ391B5z","https://ap.wps.com/l/cbCaii1hdQ391B5z","pdf",237320,11,"Indonesian","# BAB I\n## PENDAHULUAN\n### A. Latar Belakang Masalah","[{\"question\":\"Apa masalah utama yang dibahas pada BAB I?\",\"answer\":\"Keterampilan berbicara peserta didik masih rendah, terutama dalam komunikasi lisan dan kemampuan mengembangkan argumen saat berbicara.\"},{\"question\":\"Faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya keterampilan berbicara?\",\"answer\":\"Faktor kebahasaan mencakup kesulitan mengembangkan argumen dengan gaya bahasa yang benar dan mudah dipahami, sedangkan faktor nonkebahasaan mencakup rendahnya rasa percaya diri serta kecemasan berbicara di depan umum.\"},{\"question\":\"Mengapa materi pidato persuasif dipilih dalam pembelajaran?\",\"answer\":\"Pidato persuasif dapat melatih peserta didik berbicara di depan umum, menarik perhatian pendengar, menyampaikan ide, dan memengaruhi pendengar sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang Masalah | PDF",17]