[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-231560-113":53,"doc-detail-231560-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","chapter-1-introduction-background-and-research-methodology","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang dan Metodologi Penelitian","","Bab I Pendahuluan menguraikan aktivitas di perguruan tinggi sebagai faktor yang memengaruhi perubahan penggunaan lahan, melalui peningkatan permintaan lahan dan dampak ekonomi bagi pendatang maupun penduduk lokal. Dokumen juga menjelaskan status PTN BH yang memberi otonomi lebih luas, termasuk kewenangan internal, pengelolaan keuangan dan kepegawaian, serta transparansi informasi kepada pemangku kepentingan. Bagian berikut memaparkan pembangunan UIII berdasarkan prinsip perencanaan, pembagian zona dan tahap pembangunan, serta metodologi penelitian yang menggunakan pendekatan logico hypotetico verificative-deducto hypotheticoverificative serta konsep evaluasi kualitas riset.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-1-introduction-background-and-research-methodology/231560/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-background-and-research-methodology/231560.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Oliver","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-26","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":80},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa yang menjadi latar belakang penelitian ini terkait penggunaan lahan?","Question",{"text":109,"@type":110},"Aktivitas di perguruan tinggi memengaruhi perubahan penggunaan lahan, termasuk meningkatnya permintaan lahan dan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Keberadaan perguruan tinggi juga membentuk struktur lingkungan seperti pola penggunaan lahan dan aktivitas pendukung.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Apa peran status PTN BH dalam tata kelola perguruan tinggi?",{"text":114,"@type":110},"PTN BH memiliki otonomi internal yang lebih luas, sehingga dapat mengelola urusan internal lebih mandiri. Contohnya kewenangan membuka program studi baru atau menutup program yang tidak relevan, serta pengaturan keuangan dan kepegawaian sendiri.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Bagaimana pembangunan UIII dibagi dan apa prinsip dasarnya?",{"text":118,"@type":110},"Pembangunan UIII didasarkan pada tujuh prinsip utama: menjaga keindahan abadi, membentuk komunitas epistemik, menciptakan lingkungan pejalan kaki, ramah sepeda, berorientasi masa depan, menjadi ikonik, menjadi pusat peradaban, serta harmonisasi dengan alam. Kampus dibagi menjadi tiga zona dan pembangunan berlangsung dalam tiga tahap.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},231560,1789065900,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":80,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},8796095461610,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c","BAB I  \nPENDAHULUAN  \n1.1. Latar Belakang  \nAktivitas di perguruan tinggi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan dalam penggunaan lahan. Keberadaan perguruan tinggi dapat memicu berbagai aktivitas lainnya, sepertimeningkatnya permintaan terhadap lahan, serta peningkatan perekonomianyang disebabkan oleh kebutuhan masyarakat, baik pendatang maupun  \npenduduk lokal. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk  \nmengeksplorasi pengaruh perubahan penggunaan lahan. Berdasarkan hasil  \nkajian, dapat disimpulkan bahwa aktivitas di perguruan tinggi memainkan  \nperan penting dalam perubahan penggunaan lahan. Aktivitas di perguruan  \ntinggi juga dapat membentuk struktur lingkungan, termasuk pola  \npenggunaan lahan dan berbagai aktivitas lain yang berkembang dari  \nkeberadaan perguruan tinggi, seperti ekonomi serta fasilitas dan  \ninfrastruktur.  \nPerguruan Tinggi Negeri berstatus Badan Hukum (PTN BH)  \nsebenarnya memiliki otonomi yang lebih luas. Artinya, PTN BH dapat  \nmengelola urusan internalnya dengan lebih mandiri. Sebagai contoh, PTN  \nBH memiliki kewenangan untuk membuka program studi baru atau  \nmenutup program yang sudah tidak relevan. Selain itu, urusan keuangan  \ndan kepegawaian juga diatur sendiri oleh PTN tersebut.  \nManfaat lainnya adalah adanya transparansi dan kemampuan untuk menyediakan informasi yang relevan secara tepat waktu sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta standar pelaporan yang berlakukepada pemangku kepentingan.  \nGambar 1. 1. Gedung UIII  \nPerubahan status sebuah PTN menjadi PTN BH memerlukan  \npeningkatan dalam reputasi dan kualitas perguruan tinggi tersebut. Hal ini  \nmencakup perbaikan pada tingkat institusi, sumber daya, serta lulusannya.  \nTujuan utama dari perubahan status menjadi PTN BH adalah untuk  \nmeningkatkan kualitas secara keseluruhan.  \nPembangunan UIII didasarkan pada tujuh prinsip utama: menjaga  \nkeindahan yang abadi, membentuk komunitas epistemik, menciptakan  \nlingkungan pejalan kaki, menyediakan lingkungan ramah sepeda,  \nberorientasi masa depan, menjadi ikonik, menjadi pusat peradaban, dan  \nharmonisasi dengan alam. Kampus UIII dibagi menjadi tiga zona. Zona  \npertama meliputi gedung rektorat, masjid, perpustakaan, gedung fakultas,  \ninfrastruktur kawasan, lanskap dan ruang terbuka hijau, serta Taman Suaka  \nEcho.  \nZona kedua mencakup kawasan mahasiswa, yang terdiri dari pusat kegiatan kemahasiswaan, toko buku, mal universitas, fasilitas olahraga, kampus residensial untuk guru besar dan dosen, staf, keluarga mahasiswa, dan apartemen mahasiswa, serta bangunan MEP untuk rehabilitasi bangunan lama. Zona ketiga terdiri dari kawasan fakultas dan pusat kajian (pusat kajian, pusat cendekiawan, pusat pelatihan), serta kawasan peradaban yang mencakup museum, pusat pertunjukan seni dan budaya Agama , dan gedung serba guna/konvensi.  \nPembangunan UIII dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama berlangsung dari tahun 2018 hingga 2020. Tahap kedua dilaksanakan daritahun 2020 sampai 2023. Sementara itu, tahap ketiga dilakukan pada tahun 2023 hingga 2024.  \nPembangunan Tahap I dilakukan oleh Kementerian Agama danterdiri dari tiga paket: gedung rektorat, gedung fakultas A (yang mencakup Fakultas Kajian Islam, Pendidikan, dan Ilmu Sosial Humaniora), serta Kawasan Tiga Pilar yang mencakup masjid dan perpustakaan di pusat kampus.  \nTahap II pengembangan Kampus UIII yang dilakukan oleh Kementerian PUPR mencakup beberapa proyek utama. Ini termasuk pembangunan Gedung Perpustakaan Pusat yang terdiri dari 8 lantai dengan luas 16.556 m2 dan dapat menampung hingga 1000 pengunjung, Apartemen Mahasiswi, serta Masjid Kampus yang memiliki 2 lantaidengan luas 5200 m2 dan kapasitas 1.880 jamaah. Proyek lainnya mencakup pembangunan Perpustakaan Pusat yang juga memiliki 8 lantaidengan luas 16.556 m2 dan dapat menampung 1000 pengunjung, sertapembangunan Apartemen Blok I untuk Mahasiswi dengan luas 12.615 m2 yang terdiri dari 8 lantai dan memiliki 268 unit kamar.  \nPembangunan Tahap I","cbCaipuq9s802RjY","https://ap.wps.com/l/cbCaipuq9s802RjY","pdf",641349,9,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Latar Belakang\n## Pembangunan UIII (Prinsip, Zona, Tahap)\n## Metodologi Penelitian\n## Aspek Perancangan Tapak (Keseimbangan, Ritme dan Pengulangan, Penekanan dan Aksentuasi)","[{\"question\":\"Apa yang menjadi latar belakang penelitian ini terkait penggunaan lahan?\",\"answer\":\"Aktivitas di perguruan tinggi memengaruhi perubahan penggunaan lahan, termasuk meningkatnya permintaan lahan dan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Keberadaan perguruan tinggi juga membentuk struktur lingkungan seperti pola penggunaan lahan dan aktivitas pendukung.\"},{\"question\":\"Apa peran status PTN BH dalam tata kelola perguruan tinggi?\",\"answer\":\"PTN BH memiliki otonomi internal yang lebih luas, sehingga dapat mengelola urusan internal lebih mandiri. Contohnya kewenangan membuka program studi baru atau menutup program yang tidak relevan, serta pengaturan keuangan dan kepegawaian sendiri.\"},{\"question\":\"Bagaimana pembangunan UIII dibagi dan apa prinsip dasarnya?\",\"answer\":\"Pembangunan UIII didasarkan pada tujuh prinsip utama: menjaga keindahan abadi, membentuk komunitas epistemik, menciptakan lingkungan pejalan kaki, ramah sepeda, berorientasi masa depan, menjadi ikonik, menjadi pusat peradaban, serta harmonisasi dengan alam. Kampus dibagi menjadi tiga zona dan pembangunan berlangsung dalam tiga tahap.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang dan Metodologi Penelitian | PDF",14]