[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-316884-113":53,"doc-detail-316884-id":121},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":114,"head_meta":116,"extra_data":118,"updated_unix":120},113,"id","chapter-1-introduction-background-and-osce-concepts-and-student-anxiety","BAB I - PENDAHULUAN - Latar belakang dan konsep OSCE serta kecemasan mahasiswa","","Bab I membahas latar belakang pendidikan keperawatan sebagai sarana pembentukan keterampilan klinik yang mandiri, disertai beragam teknik pembelajaran dan evaluasi. Penekanan diberikan pada Objective Structured Clinical Examination (OSCE) sebagai metode ujian kompetensi klinik yang objektif dan terstruktur melalui stasiun waktu singkat. Ujian OSCE dijelaskan sebagai stressor yang dapat memicu kecemasan mahasiswa, memengaruhi aspek kognitif, persepsi, serta performa. Paparan juga memuat data prevalensi kecemasan dan tinjauan studi terdahulu terkait kecemasan menghadapi ujian OSCE.",{"@graph":63,"@context":113},[64,81,96],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":27,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-1-introduction-background-and-osce-concepts-and-student-anxiety/316884/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"author":83,"headline":59,"publisher":86,"fileFormat":89,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":90,"datePublished":90,"encodingFormat":89,"isAccessibleForFree":91,"interactionStatistic":92},"DigitalDocument",{"name":84,"@type":85},"Quinn Holloway","Person",{"url":68,"name":87,"@type":88},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20",true,{"@type":93,"interactionType":94,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":95},"ViewAction",{"@type":97,"mainEntity":98},"FAQPage",[99,105,109],{"name":100,"@type":101,"acceptedAnswer":102},"Apa yang dimaksud dengan OSCE dan bagaimana bentuk pelaksanaannya?","Question",{"text":103,"@type":104},"OSCE (Objective Structured Clinical Examination) adalah metode menguji kompetensi klinik secara objektif dan terstruktur melalui putaran station dalam waktu 10–15 menit. Seluruh mahasiswa diuji dengan ujian yang sama pada setiap stase menggunakan lembar evaluasi yang sesuai.","Answer",{"name":106,"@type":101,"acceptedAnswer":107},"Mengapa ujian OSCE dapat memicu kecemasan pada mahasiswa?",{"text":108,"@type":104},"Ujian OSCE dipandang sebagai stressor yang dapat memicu kecemasan. Kecemasan dapat memengaruhi fungsi kognitif, pikiran, persepsi, serta performa saat ujian, termasuk munculnya rasa takut kegagalan dan panik.",{"name":110,"@type":101,"acceptedAnswer":111},"Faktor apa saja yang dapat memengaruhi kecemasan menghadapi ujian OSCE?",{"text":112,"@type":104},"Faktor yang disebutkan meliputi usia, pendidikan, jenis kelamin, pengalaman negatif masa lalu, dan pemikiran yang tidak rasional. Kecemasan juga dibahas sebagai respons ketegangan dari dalam maupun luar yang dikuasai sistem saraf otonom.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":115,"og:title":59,"og:site_name":87,"og:description":61},"article",{"robots":117,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":119,"site_id":56},316884,1789925873,{"code":4,"msg":5,"data":122},{"doc_id":119,"user_id":123,"nickname":84,"user_avatar":124,"doc_module":4,"category_id":26,"category_name":27,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":125,"file_id":126,"file_url":127,"file_type":128,"file_size":129,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":130,"language":131,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":132,"faqs":133,"seo_title":134,"seo_description":61,"update_tm":120,"read_time":135},2336474466712,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_a8503ba1806abce46bf441b54a3ca4cd","BAB I  \nPENDAHULUAN  \nA. Latar belakang  \nPendidikan keperawatan adalah sarana untuk mencapaiketerampilan keperawatan yang dapat dibuktikan, mahir dengan perspektif, perilaku dan kemampuan untuk melakukan praktikkeperawatan dasar secara mandiri. Dalam proses pendidikan terdapat berbagai teknik pembelajaran, diantaranya adalah berpikir kritis, pengerahan individu, metode bimbingan dan lain-lain. Evaluasi dapat diterapkan dengan empat model, yaitu obsevasi, responsi, tertulis, dan ujian praktikum. Model dengan ujian praktikum (OSCE) harus lebih diterapkan dalam mendukung pembelajaran klinis untuk mahasiswa (Nursalam., 2012) .  \nObjective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan suatu metode untuk menguji kompetensi klinik secara obyektif & terstruktur dalam bentuk putaran station dalam waktu 10-15 menit. Objektif lantaran seluruh mahasiswa diuji menggunakan ujian yang sama. Terstuktur karena menguji klinik keterampilan dengan lembar evaluasi yang sesuai (Saputra B. D., 2019) . OSCE adalah alat untuk mensurveibagian kompetensi klinis, misalnya anamnesis, asesmen aktual, prosedural klinis, kemampuan relasional, pemahaman hasil lab, pelaksana dan lainlain. OSCE atau biasa disebut tes lab kemampuan, diadakan setelah materi lab kemampuan yang dipusatkan oleh mahasiswa klinis telah selesai. di  \nsetiap stase yang mewakili suatu kopetensi keterampilan klinis yaitu suatu rangkaian persoalan, pertanyaan-pertanyaan dan praktek prosedur untukmenentukan tingkat pengetahuan, kemampuan, bakat atau kualifikasipeserta didik.  \nUjian OSCE merupakan salah satu stressor yang dapat memicu kecemasan pada mahasiswa. Kecemasan dapat mempengaruhi organ viseral dan motorik, pikiran, persepsi, dan pembelajaran. Oleh karena itu, kecemasan dapat menghambat fungsi kognitif yang berpengaruh pada performa ketika ujian OSCE (Novitasari, 2019) . Mahasiswa memilikiperasaan takut akan kegagalan atau merasa panik dalam menghadapi ujian, walaupun memiliki motivasi untuk berprestasi, tetap saja mereka akan mengalami kesulitan untuk dapat meraih prestasi yang maksimal. Kekhawatiran akan hasil atau nilai ujian memungkinkan menyebabkan mahasiswa merasa terbebani dan menunjukan bahwa mahasiswamengalami kegagalan dalam mengatur kecemasan yang dirasakannya.  \nUjian OSCE di Program Studi Sarjana Keperawatan STIKes Dharma Husada Bandung sudah digunakan sejak tahun 2016 berlangsung hingga saat ini, ujian OSCE dilaksanakan setiap akhir blok dan setiap bloknya terdiri dari beberapa klinis yang sudah ditentukan sesuai dengantujuan pembelajaran blok. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti ujian OSCE memasuki ruangan dengan beberapa klinis beserta penguji yang akanmenilai keterampilannya. Setelah mahasiswa melakukan keterampilandalam waktu 15 menit perklinisnya, penguji memberikan penilaian dan  \nevaluasi kepada mahasiswa agar mahasiswa bisa mengetahuikekurungannya. Adapun penanganan di Indonesia untuk saat ini terkaitkecemasan menjelang OSCE terjadi pada mahasiswa belum tertangani dengan baik. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa yang akan menghadapi OSCE diharapkan lebih mempersiapkan terkait materi OSCE maupun mental agar pelaksanaan OSCE dapat berjalan lancar dan mendapatkanhasil yang memuaskan (Yuhelrida, 2016) .  \nBerdasarkan data World Health Organization (WHO, 2015), individu yang mengalami kecemasan diperkirakan sebesar 3,6% . Gangguan kecemasan lebih sering terjadi pada perempuan 4,6% dibandingkan pada laki-laki 2,6% . Adapun data di Indonesia merupakan negara dimana setiap tahunnya angka kecemasan semakin meningkat, kecemasan diperkirakan 20% dari populasi dunia dan sebanyak 47,7% remaja merasa cemas (Yuhelrida, 2016) .  \nStudi terdahulu yang dilakukan oleh Tresna (2011) mendapatkanadanya fenomena cemas dalam menghadapi ujian, tentunya dapat menghambat tujuan belajar yang ingin dicapai mahasiswa. Kecemasandalam menghadapi ujian dipicu oleh kondisi pikiran, perasaan dan perilaku motorik yang dikendalikan. Manifestasi kognitif yang tidak bisadikendalikan dapat menimbulka","cbCaid5y6bjEBIKy","https://ap.wps.com/l/cbCaid5y6bjEBIKy","pdf",299551,9,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## A. Latar belakang\n## Pendidikan keperawatan dan evaluasi OSCE\n## OSCE sebagai stressor dan dampak kecemasan\n## Data prevalensi kecemasan serta studi terdahulu\n## Klasifikasi kecemasan dan faktor yang memengaruhi","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan OSCE dan bagaimana bentuk pelaksanaannya?\",\"answer\":\"OSCE (Objective Structured Clinical Examination) adalah metode menguji kompetensi klinik secara objektif dan terstruktur melalui putaran station dalam waktu 10–15 menit. Seluruh mahasiswa diuji dengan ujian yang sama pada setiap stase menggunakan lembar evaluasi yang sesuai.\"},{\"question\":\"Mengapa ujian OSCE dapat memicu kecemasan pada mahasiswa?\",\"answer\":\"Ujian OSCE dipandang sebagai stressor yang dapat memicu kecemasan. Kecemasan dapat memengaruhi fungsi kognitif, pikiran, persepsi, serta performa saat ujian, termasuk munculnya rasa takut kegagalan dan panik.\"},{\"question\":\"Faktor apa saja yang dapat memengaruhi kecemasan menghadapi ujian OSCE?\",\"answer\":\"Faktor yang disebutkan meliputi usia, pendidikan, jenis kelamin, pengalaman negatif masa lalu, dan pemikiran yang tidak rasional. Kecemasan juga dibahas sebagai respons ketegangan dari dalam maupun luar yang dikuasai sistem saraf otonom.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN - Latar belakang dan konsep OSCE serta kecemasan mahasiswa | PDF",14]