[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-232529-113":53,"doc-detail-232529-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","chapter-1-introduction-background-232529","BAB 1 - PENDAHULUAN - Latar Belakang","","BAB 1 membahas latar belakang yang menekankan kerentanan siswa sekolah menengah terhadap tekanan psikologis akibat perubahan perkembangan yang cepat dan tuntutan akademik yang meningkat, sehingga berdampak pada kesejahteraan psikososial. Uraian mencakup dampak pandemi COVID-19, penerapan PPKM yang mengubah pembelajaran menjadi daring serta memicu konflik keluarga, kesulitan belajar online, kecemasan, gejala depresi, dan penurunan kepuasan hidup pada remaja serta dewasa muda. Dokumen juga menyoroti stres belajar sebelum ujian, termasuk faktor pengaturan waktu dan tekanan lingkungan, serta hubungan antara efikasi diri dan dukungan lingkungan dalam menurunkan kecemasan dan meningkatkan pencapaian hasil ujian.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":27,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-1-introduction-background-232529/232529/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-background-232529/232529.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Aditya","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-02","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",6,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Apa penyebab utama peningkatan tekanan psikologis pada siswa sekolah menengah menurut BAB 1?","Question",{"text":110,"@type":111},"Perubahan perkembangan yang cepat dan tuntutan akademik yang meningkat memicu tekanan psikologis sehingga memengaruhi kesejahteraan psikososial.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Bagaimana pandemi COVID-19 dan PPKM memengaruhi kecemasan remaja dan dewasa muda?",{"text":115,"@type":111},"Pembatasan membuat pembelajaran berlangsung daring dan menimbulkan peningkatan konflik keluarga serta kesulitan belajar online, yang kemudian berkontribusi pada kecemasan, gejala depresi, dan penurunan kepuasan hidup.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Mengapa stres belajar menjadi faktor yang memengaruhi kecemasan sebelum ujian?",{"text":119,"@type":111},"Stres belajar dipengaruhi ketidakmampuan mengatur waktu belajar dan tekanan dari lingkungan untuk memperoleh nilai memuaskan, yang meningkatkan kecemasan sebelum ujian.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},232529,1789072263,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":26,"category_name":27,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},962085564549,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_085a072bc5b1113ac321206ff7593b45","IR-PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  \nBAB 1  \nPENDAHULUAN  \n1. 1 Latar Belakang  \nSiswa sekolah menengah sangat rentan terhadap tekanan psikologissebagai akibat dari perubahan perkembangan yang cepat dan tuntutan akademik yang meningkat sehingga memengaruhi kesejahteraan psikososial (Pascoe, Hetrick and Parker, 2019) . Pandemi COVID-19 mengakibatkan adanya pembatasan yang dirancang untuk menahan penyebaran virus sehingga remaja pada tahap perkembangan ini sangat bergantung pada lingkungannya yang berhubungan dengan dukungan emosional dan perkembangan sosial (Magson et al., 2020) . Indonesia melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga pembelajaran dilakukan melalui daring dan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas yang dimulai pada September 2021 (Asmara, 2021) . Pembatasan pembelajaran dan adanya jarak sosial mengakibatkan peningkatan konflik keluarga, kesulitan dengan belajar online, kurangnya persiapan dalam ujian masuk perguruan tinggi sehingga hal ini dapat meningkatkan kecemasan, gejala depresi, dan penurunan kepuasan hidup dalam remaja dan dewasa muda (Magson et al., 2020; Giannopoulou et al., 2022) .  \nStres belajar menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kecemasanpeserta sebelum melakukan ujian yang disebabkan oleh tidak bisa mengatur waktubelajarnya dengan baik serta tekanan dari lingkungan sekitar untuk mendapatkan nilai yang memuaskan (Hidayah and Hormansyah, 2019) . Keyakinan diri sendiri untuk mencapai sebuah tujuan dan dukungan dari lingkungan akan mempengaruhistres belajar yang dialami siswa sehingga kecemasan yang dialaminya akan  \n1  \nSKRIPSI HUBUNGAN EFIKASI DIRI   ERLINA NURHAYATI  \nIR-PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  \n2  \nmenurun dan mendapatkan nilai yang maksimal (Zulfia, 2018; Nurmala and Fitriani, 2021)  \nSeleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) menjadi salah satu ujian masuk yang paling dinanti (Nurmala and Fitriani, 2021) . Prosentasepeluang diterima masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SBMPTN masih kecil dan sangat ketat, sejak 3 tahun terakhir, peluang diterima melalui jalur SBMPTN menyentuh angka \u003C 24% . Angka ini menimbulkan kecemasan padasiswa yang akan melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi Negeri. Kecemasanpada saat SBMPTN diperkirakan dapat mengganggu konsentrasi dan kemampuandalam berpikir serta bertindak saat ujian, yang akan berpengaruh terhadap hasil yang dicapai pada saat ujian tersebut (Prawitasari, 2012) .  \nPeminat untuk masuk perguruan tinggi masih banyak, hal ini disebabkankarena terjaminnya karir dimasa depan, besarnya peluang diterima pekerjaan, biaya masuk yang tidak tergolong tinggi dan rasa bangga yang berbeda (Sudaryat, Nuripah and Alie, 2019) . Peluang masuk yang ditawarkan oleh PTN dan banyaknya ujian yang harus dilewati menyebabkan timbulnya tekanan berupakekhawatiran untuk tidak mampu diterima di PTN yang diinginkan, kekhawatiranakan mengecewakan orang tua atau orang terdekat, ketidakmampuan menguasaimateri yang akan diujikan, banyaknya persaingan untuk mendapatkan kursi di salah satu PTN, dan yang menjadi masalah utama adalah kebingungan untukmenentukan masa depan yang diimpikan (Sudaryat, Nuripah and Alie, 2019) .  \nPola seleksi masuk PTN tetap sama, yakni akan dilaksanakan melalui 3 jalur SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri. Daya tampung SNMPTN minimal 20%, SBMPTN minimal 40% dan Seleksi Mandiri maksimal 30% dari kuota daya  \nSKRIPSI HUBUNGAN EFIKASI DIRI   ERLINA NURHAYATI  \nIR-PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA  \n3  \ntampung tiap prodi di PTN. Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) daya tampung pada SBMPTN minimal 30% dan Seleksi Mandiri Maksimal 50%(Kemendikbudristek, 2022) . Peminat SBMPTN dari tahun ke tahun masih tinggi, tetapi setiap PTN hanya dapat menerima jumlah yang terbatas, sehinggamenyebabkan setiap tahun terdapat perbedaan persentase yang besar terkaitpeserta yang diterima di PTN dengan peserta yang gagal. Persentase peserta yang gagal dalam mengikuti SBMPTN sebanyak 76,4% pese","cbCaipkuv8BPeINo","https://ap.wps.com/l/cbCaipkuv8BPeINo","pdf",48042,8,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Latar Belakang","[{\"question\":\"Apa penyebab utama peningkatan tekanan psikologis pada siswa sekolah menengah menurut BAB 1?\",\"answer\":\"Perubahan perkembangan yang cepat dan tuntutan akademik yang meningkat memicu tekanan psikologis sehingga memengaruhi kesejahteraan psikososial.\"},{\"question\":\"Bagaimana pandemi COVID-19 dan PPKM memengaruhi kecemasan remaja dan dewasa muda?\",\"answer\":\"Pembatasan membuat pembelajaran berlangsung daring dan menimbulkan peningkatan konflik keluarga serta kesulitan belajar online, yang kemudian berkontribusi pada kecemasan, gejala depresi, dan penurunan kepuasan hidup.\"},{\"question\":\"Mengapa stres belajar menjadi faktor yang memengaruhi kecemasan sebelum ujian?\",\"answer\":\"Stres belajar dipengaruhi ketidakmampuan mengatur waktu belajar dan tekanan dari lingkungan untuk memperoleh nilai memuaskan, yang meningkatkan kecemasan sebelum ujian.\"}]","BAB 1 - PENDAHULUAN - Latar Belakang | PDF",12]