[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-229921-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":80,"doc-detail-229921-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","chapter-1-introduction-background-229921","BAB 1 - PENDAHULUAN - Latar Belakang","","Bab ini menjelaskan kebutuhan sistem transportasi yang andal untuk menjamin keselamatan penumpang dan pengangkutan barang. Kecelakaan dan kegagalan sistem dikaitkan dengan human error, termasuk definisi human error serta konsep keandalan manusia. Studi menyoroti peran PT Kereta Api Indonesia, data kepadatan penumpang dan angkutan barang, serta tingginya kejadian kecelakaan yang dipengaruhi faktor manusia, sarana prasarana, dan kondisi cuaca. Penelitian berfokus pada tingkat keandalan masinis DAOP VI Yogyakarta berdasarkan wawancara dan kebutuhan evaluasi yang belum dilakukan.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-1-introduction-background-229921/229921/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-background-229921/229921.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Đào","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-02","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":33},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa latar belakang utama penelitian ini?","Question",{"text":62,"@type":63},"Transportasi kereta api harus menjamin keselamatan, namun kecelakaan dapat terjadi akibat human error serta faktor lain. Penelitian ini muncul karena kesalahan manusia disebut sebagai penyebab penting dan keandalan masinis belum pernah diteliti pada DAOP VI Yogyakarta.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Bagaimana human error dan keandalan manusia didefinisikan dalam bab ini?",{"text":67,"@type":63},"Human error dipahami sebagai kegagalan manusia melakukan tugas sesuai batas ketepatan, rangkaian, atau waktu tertentu. Keandalan manusia didefinisikan sebagai probabilitas keberhasilan aktivitas sesuai tujuan pada batas waktu dan persyaratan yang ditentukan.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Apa tujuan penelitian yang ingin dicapai?",{"text":71,"@type":63},"Mengidentifikasi faktor yang memengaruhi kinerja masinis hingga terjadi kesalahan, mengetahui tingkat keandalan masinis saat mengemudikan kereta api, serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan keandalan masinis DAOP VI Yogyakarta.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},229921,1789045068,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,88,92,96,100,104,107,111,115,119,123],{"id":84,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":86,"slug":87},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":86,"slug":91},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":86,"slug":95},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":86,"slug":99},51,"Komik","comic",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":86,"slug":103},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":86,"slug":106},54,"research-report",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":86,"slug":110},49,"Sastra","literature",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":86,"slug":114},52,"Teknologi","technology",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":86,"slug":118},50,"Ujian","exam",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":86,"slug":122},57,"Umum","general",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":4,"slug":126},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":81,"data":128},{"doc_id":78,"user_id":129,"nickname":42,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":105,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":33,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":136,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":141},1374402968488,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","BAB 1  \nPENDAHULUAN  \n1.1. Latar Belakang  \nBerbagai macam sarana transportasi sangat  \ndibutuhkan oleh manusia baik itu transportasi darat ,laut, bahkan udara . Semua transportasi dimanfaatkanuntuk mengangkut penumpang dan barang . Sistem padabidang jasa transportasi adalah sistem yang secara umumdi pandang sebagai suatu sistem interaksi antarateknologi dengan manusia . Sistem transportasi harusmampu menjamin keselamatan para penumpang hingga dapatsampai ketempat tujuan dengan selamat .Pada sistem transportasi kemungkinan terjadinyakesalahan atau kecelakaan kerja dapat disebabkan banyakhal, salah satunya faktor manusia . Meister (1971)menyebutkan bahwa 20%-50% kegagalan yang terjadi dalamsuatu sistem disebabkan oleh human error . Hagan danMays (1981) mendefinisikan human error sebagai“kegagalan dari manusia untuk melakukan tugas yangtelah didesain dalam batas ketepatan, rangkaian, atauwaktu tertentu” . Kesalahan manusia (human error)memiliki keterkaitan dengan tujuan analisis keandalanmanusia (Human Reliabillity Analysis) . Keandalanmanusia didefinisikan sebagai probabilitas keberhasilanaktivitas yang dilakukan sesuai dengan tujuan dalamsuatu sistem operasi, pada batas waktu tertentu danpersyaratan yang ditentukan .  \nPT . Kereta Api merupakan salah satu perusahaanyang mengelola transportasi darat, yaitu Kereta Api .Perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi  \ndarat memiliki visi terwujudnya kereta api sebagaipilihan utama jasa transportasi dengan fokus pelayanan .Berdasarkan hal tersebut PT . Kereta Api Indonesiamencoba memberikan pelayanan terbaik untuk menjagakeselamatan penumpang .Di Indonesia peran kereta api masih sangatdibutuhkan . Jumlah penumpang kereta api di Indonesiatiap tahunnya mencapai jutaan orang . Berdasarkan datayang diperoleh dari Departemen Perhubungan RepublikIndonesia, jumlah penumpang kereta api terbanyak daritahun 2006-2012 di Jawa adalah tahun 2009 yaitu sebesar202.852.000 orang, sedangkan di Sumatera jumlahpenumpang terbanyak terjadi pada tahun 2010 sebesar5.249.000 orang (Lampiran 1) . Selain angkutanpenumpang, angkutan barang pun juga selalu ada .Contohnya: Angkutan minyak bumi dan batu bara, sertabarang-barang kebutuhan manusia lainnya . Angkutanbarang terbanyak di Jawa dan di Sumatera terjadi padatahun 2008 sebesar 19.444.000 ton (Lampiran 2) . Makaperkeretaapian di Indonesia masih harus dikembangkan dimasa-masa mendatang, baik untuk angkutan jarak jauhmaupun jarak dekat .Permasalahan yang cukup mengganggu perkeretaapiansaat ini adalah tingginya tingkat kecelakaan maupunperistiwa luar biasa . Peristiwa luar biasa dari tahunketahun disebabkan oleh kesalahan manusia (human error)serta dari sarana dan prasarana . Dari faktor manusiaitu sendiri penyebab terjadinya kecelakaan biasanyaakibat tidak melaksanakan standar prosedur operasi  \n(SOP) yang telah ditetapkan antara lain melanggarkecepatan, disusul pengaturan kedinasan kurang baik ,  \nsehingga menimbulkan kelelahan fisik seperti mengantuk,tertidur dan salah membaca semboyan (simbol) . Sedangkandari sarana prasarana salah satunya diakibatkan olehalat-alat dalam pendukung perjalanan kereta api yangsudah tua dan kurangnya perawatan . Penyebab kecelakaanlainnya adalah gangguan cuaca yang buruk, rel keretaamblas, dan perlintasan kereta api yang tidak dijaga .Dari data kecelakaan kereta api pada tahun 2004-2011(Lampiran 3), jumlah kecelakaan kereta api di Indonesiaterbanyak (kereta api anjlog) terjadi pada tahun 2007(Sumber: Departemen Perhubungan Republik Indonesia) .DAOP (Daerah Operasi) VI Yogyakarta merupakansalah satu bagian dari PT . KAI yang terletak di wilayahYogyakarta . Kecelakaan kereta api atau peristiwa luarbiasa wilayah DAOP VI Yogyakarta juga masih seringterjadi (Lampiran 7) . Penyebab kecelakaan tersebut bisasaja disebabkan oleh Human Error , yaitu masinis error .Tetapi semuanya itu bisa dibuktikan dengan menilaikeandalan masinis tersebut . Dari hasil wawancara,masinis DAOP VI Yogyakarta belum pernah ditelitiseberapa besar tin","cbCaipjVuYFEqL8a","https://ap.wps.com/l/cbCaipjVuYFEqL8a","pdf",249279,11,"Indonesian","# BAB 1 PENDAHULUAN\n## Latar Belakang\n## Perumusan Masalah\n## Tujuan Penelitian\n## Batasan Masalah\n## Metodologi Penelitian\n# 2. Studi Pustaka","[{\"question\":\"Apa latar belakang utama penelitian ini?\",\"answer\":\"Transportasi kereta api harus menjamin keselamatan, namun kecelakaan dapat terjadi akibat human error serta faktor lain. Penelitian ini muncul karena kesalahan manusia disebut sebagai penyebab penting dan keandalan masinis belum pernah diteliti pada DAOP VI Yogyakarta.\"},{\"question\":\"Bagaimana human error dan keandalan manusia didefinisikan dalam bab ini?\",\"answer\":\"Human error dipahami sebagai kegagalan manusia melakukan tugas sesuai batas ketepatan, rangkaian, atau waktu tertentu. Keandalan manusia didefinisikan sebagai probabilitas keberhasilan aktivitas sesuai tujuan pada batas waktu dan persyaratan yang ditentukan.\"},{\"question\":\"Apa tujuan penelitian yang ingin dicapai?\",\"answer\":\"Mengidentifikasi faktor yang memengaruhi kinerja masinis hingga terjadi kesalahan, mengetahui tingkat keandalan masinis saat mengemudikan kereta api, serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan keandalan masinis DAOP VI Yogyakarta.\"}]","BAB 1 - PENDAHULUAN - Latar Belakang | PDF",17]