[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-228263-113":53,"doc-detail-228263-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","chapter-1-introduction-background-228263","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang","","Bab I membahas latar belakang identifikasi dalam penyidikan forensik berbasis ilmu kedokteran forensik, khususnya proses pengumpulan sampel materi biologis yang tertinggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Materi yang disebut meliputi sel epitel permukaan kulit, sel sperma, sel darah, darah dan rambut. Dokumen menyoroti penggunaan Adhesive Tape (AT) dan Conventional Tape (CT) sebagai metode pengambilan sampel, termasuk keunggulan CT yang cepat dan mudah, serta alasan pentingnya ketepatan waktu untuk menjaga kemurnian hasil pemeriksaan DNA.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":27,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-1-introduction-background-228263/228263/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-background-228263/228263.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Lucas Martin","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-29","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",5,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Apa peran ilmu kedokteran forensik dalam penyidikan berdasarkan teks?","Question",{"text":110,"@type":111},"Ilmu kedokteran forensik berperan dalam proses identifikasi melalui pengumpulan sampel materi biologis yang tertinggal di TKP sehingga dapat membantu mengungkap identitas pelaku.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Metode apa yang dibahas untuk pengambilan sampel DNA dari TKP?",{"text":115,"@type":111},"Dokumen membahas Adhesive Tape (AT) dan Conventional Tape (CT) untuk mengumpulkan sel-sel epitel permukaan kulit yang tertinggal, lalu diekstraksi di laboratorium forensik.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Mengapa CT/AT dianggap praktis dalam pengambilan sampel di TKP?",{"text":119,"@type":111},"CT disebut memiliki kelebihan cepat dan mudah karena ditempel berulang kali pada permukaan yang dicurigai mengandung materi sel epitel, kemudian sampel diekstraksi di laboratorium.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},228263,1789023988,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":26,"category_name":27,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},8796095360427,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_994ba38a5ba835b3df7d355c54d3ed8d","BAB I  \nPENDAHULUAN  \nI.I. Latar Belakang  \nSalah satu tugas dan fungsi ilmu kedokteran forensik dalam duniapenyidikan, adalah proses identifikasi. Proses identifikasi dimulai dari proses pengumpulan sampel materi biologis dari pelaku kejahatan yang tertinggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP) . Materi biologis yang tertinggal di TKPmembantu polisi untuk mengungkap identitas pelaku kejahatan. Materi biologis yang tertinggal di TKP dapat berupa sel-sel permukaan kulit, sel-sel sperma, selsel darah pelaku . Salah satu metode yang digunakan dalam proses pengumpulan sampel melalui bantuan alat yang dinamakan Adhesive Tape (AT).(Patel, N., Gautaman.V.K., .J., Shyam Sundar. 2013) .  \nMetode ekstraksi dengan Conventional Tape (CT) ini dipakai oleh Christina Forsberg [et.al. Dalam memperoleh](et.al. Dalam memperoleh) sel-sel epitel yang tertinggal pada benda-benda di TKP melalui penelitiannya yang dipublikasikan pada tahun 2016. Christina dan Forsberg pada penelitiannya tersebut menemukan bahwa ekstraksi sel-sel epitel oleh CT yang dikombinasi dengan prosedur Chelex dapat menghasilkan hasil yang dapat diperiksa, bahkan hasilnya tak jauh beda dengan metode ekstraksi menggunakan metode yang sudah terstandarisasi.(Forsberg, Jansson, Ansell, Hedman, 2016)  \nMetode pengambilan sampel DNA dengan metode Conventional Tape (AT) dalam penelitian dilakukan oleh Richard C. Li dalam penelitian tersebut DNA diperoleh dari ekstraksi sel-sel epitel dengan AT. Metode pengambilan  \n1  \nsampel DNA yang diperoleh dari sel epitel permukaan kulit yang telah dikenalsejak awal tahun 2000. Metode ini menggunakan sel-sel epitel permukaan kulit yang akan dipakai sebagai sumber pengambilan DNA. Pengumpulan sel epitel permukaan kulit tersebut dalam penelitian tersebut dilakukan dari permukaan pakaian sukarelawan, permukaan padat yang telah disentuh sebelumnya dan dari permukaan kulit. (Richard C. Li, Howard A. H. , 2003) Forsberg et. al melakukan riset dan menemukan bahwa dengan menggunakan/ menempelkan CT di permukaan kulit yang tidak berambut dapat menghasilkan sample DNA dari selsel epitel permukaan kulit yang menghasilkan jumlah sampel yang lebih tinggi dibandingkan metode swab. (Forsberg, Jansson, Ansell, Hedman, 2016)  \nTeknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode CT mempunyai kelebihan yaitu cepat dan mudah yaitu dengan cara menempelkan CT secaraberulangkali pada permukaan yang ingin diperiksa dimana dicurigai ada materi sel epitel yang tertinggal. Sel-sel yang menempel pada permukaan CT kemudian diekstraksi di dalam laboratorium dengan cairan buffer. Swedish National Forensic Centre (NFC) menggunakan CT untuk alat bantu dalam proses mengumpulkan sampel. (Forsberg, Jansson, Ansell, Hedman,2016)  \nApabila terjadi suatu kejahatan maka dibutuhkan bukti untuk membuktikan kejahatan tersebut. Bukti tersebut dapat diperoleh melalui olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) . Seiring kemajuan teknologi di bidang Forensikkhususnya di bidang DNA maka dokter forensik dapat membantu mencari materimateri DNA yang tertinggal di TKP. Selanjutnya materi DNA ini bisa membantu pihak yang berwajib, dalam hal ini polisi untuk mencari pelaku kejahatan. Bukti yang tertinggal tersebut bisa berupa darah, rambut, air mani. Materi yang  \n2  \ntertinggal di TKP tersebut bisa dianalisis di dalam laboratorium Forensik untuk mencocokkan dengan DNA pelaku kejahatan.(Romeika, Yan, 2013)  \nPara penegak hukum di Indonesia tentunya membutuhkan alat yang praktis dan simple untuk dibawa kemana-mana dan bisa dimanfaatkan untuk mengambil materi bukti yang ditemukan di TKP. Proses pengambilan sampel di TKP sangatterbantu dengan ditemukannya Conventional Tape (CT) . CT sebagai salah satu metode untuk mengamankan materi genetik yang ditemukan di TKP tentunya akan sangat membantu pihak berwajib/polisi dalam mengadakan penyidikandibantu oleh laboratorium forensik dan dokter forensik. Metode isolasi materi genetik dengan bantuan CT yang diamankan dari TKP tersebut akan diekstraksi di laboratorium foren","cbCaieUspHS2nEuh","https://ap.wps.com/l/cbCaieUspHS2nEuh","pdf",391634,6,"Indonesian","# BAB I - PENDAHULUAN\n## I.I. Latar Belakang\n## Metode pengambilan sampel DNA dengan tape\n## Kebutuhan bukti dari olah TKP\n## Regulasi permintaan pemeriksaan teknis kriminalistik\n## Permasalahan waktu pengambilan sampel","[{\"question\":\"Apa peran ilmu kedokteran forensik dalam penyidikan berdasarkan teks?\",\"answer\":\"Ilmu kedokteran forensik berperan dalam proses identifikasi melalui pengumpulan sampel materi biologis yang tertinggal di TKP sehingga dapat membantu mengungkap identitas pelaku.\"},{\"question\":\"Metode apa yang dibahas untuk pengambilan sampel DNA dari TKP?\",\"answer\":\"Dokumen membahas Adhesive Tape (AT) dan Conventional Tape (CT) untuk mengumpulkan sel-sel epitel permukaan kulit yang tertinggal, lalu diekstraksi di laboratorium forensik.\"},{\"question\":\"Mengapa CT/AT dianggap praktis dalam pengambilan sampel di TKP?\",\"answer\":\"CT disebut memiliki kelebihan cepat dan mudah karena ditempel berulang kali pada permukaan yang dicurigai mengandung materi sel epitel, kemudian sampel diekstraksi di laboratorium.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang | PDF",9]