[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-289188-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":80,"doc-detail-289188-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","chapter-1-introduction-289188","Bab 1 Pendahuluan","","Bab ini membahas latar belakang peningkatan minat masyarakat Indonesia terhadap Korean Wave (Hallyu), yang dipahami sebagai demam budaya Korea Selatan. Uraian menekankan dampak konsumsi drama dan budaya Korea terhadap motivasi serta minat belajar bahasa Korea, termasuk dukungan survei dan hasil penelitian yang menunjukkan hubungan positif dengan minat tersebut. Bab juga mengaitkan tingginya minat studi ke Korea serta pentingnya pengenalan Hangul sebagai huruf resmi, sekaligus kendala pembelajaran dan kebutuhan media interaktif untuk latihan menulis silabel.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/ujian/","Ujian",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-1-introduction-289188/289188/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-289188/289188.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Ben Jamin","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-06","2026-09-17",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":33},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa yang dimaksud dengan Korean Wave (Hallyu) dalam latar belakang ini?","Question",{"text":62,"@type":63},"Korean Wave (Hallyu) diartikan sebagai meningkatnya minat publik terhadap kesenian pop dan tradisional Korea Selatan di dunia, termasuk aspek seperti drama, musik, fashion, bahasa, dan sejarah.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Bagaimana pengaruh drama Korea terhadap minat belajar bahasa Korea?",{"text":67,"@type":63},"Terdapat penelitian yang menunjukkan hubungan positif kuat antara menonton drama Korea dan minat belajar bahasa Korea, dengan pengaruh sebesar 43.8% terhadap minat belajar.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Mengapa pembelajaran Hangul perlu mendapat perhatian lebih awal?",{"text":71,"@type":63},"Hangul merupakan huruf resmi bahasa Korea dan memiliki bentuk penulisan yang berbeda dari alfabet pada umumnya, sehingga pengenalan bentuk huruf serta aturan ortografi menjadi langkah awal yang penting sebelum pelajar menyusun kata.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},289188,1789958963,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,88,92,96,100,104,108,112,116,119,123],{"id":84,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":86,"slug":87},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":86,"slug":91},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":86,"slug":95},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":86,"slug":99},51,"Komik","comic",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":86,"slug":103},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":106,"show_sort_weight":86,"slug":107},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":86,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":86,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":86,"slug":118},50,"exam",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":86,"slug":122},57,"Umum","general",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":4,"slug":126},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":81,"data":128},{"doc_id":78,"user_id":129,"nickname":42,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":117,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":33,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":136,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":141,"read_time":142},2336478466772,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_3d24733baf745e90a7e4bdd5f77d97b2","BAB 1 PENDAHULUAN  \n1.1 Latar Belakang  \nKorean Wave atau Hallyu, secara bahasa memiliki arti gelombang korea, secara harfiah dapat diartikan sebagai demam budaya Korea Selatan yang telah mendunia. Hallyu (한류) merupakan bahasa Korea, Han (한) adalah “Hankuk”  \nyang berarti Korea, dan Lyu (류) yang berarti arus (Valenciana dan Pudjibudojo,  \n2022) . Dirujuk dari laman Kedutaan Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia, Hallyu mengacu pada meningkatnya minat publik pada kesenian pop dan tradisional Korea di dunia. Hallyu merujuk pada semua aspek budaya Korea, baik itu budaya pop seperti drama, musik, dan fashion, maupun budaya tradisional seperti bahasa, dan sejarah.  \nPengaruh Hallyu yang sedang populer saat ini, membuat Indonesia menjadi salah satu negara di Asia yang juga terkena arus Korean Wave. Banyak masyarakat Indonesia yang menggemari budaya-budaya Korea Selatan. Remaja Indonesia cenderung menyukai entertainment yang ditawarkan oleh Korea Selatan, mulai dari drama televisi, film, kosmetik, fashion, musik hingga group band nya.  \nSeiring dengan rutinnya konsumsi budaya-budaya Korea Selatan, secara tidaklangsung akan timbul rasa ingin lebih dekat dengan apa yang disuka, dengan cara mempelajari segala sesuatu tentang Korea Selatan. Sehingga akan timbul rasa ingin bisa berbahasa Korea, yang menumbuhkan minat untuk belajar bahasa Korea (Hasanah dan Kharismawati, 2020) .  \nTerdapat penelitian yang menunjukkan bahwa adanya hubungan positif yang kuat antara menonton drama korea terhadap minat belajar bahasa Korea. Penelitian ini dilakukan oleh Mutiara pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana. Variabel menonton drama Korea berpengaruh sebesar 43.8% terhadap minat belajar bahasa Korea (Mutiara dkk., 2023) .  \nSelain itu, berdasarkan survey yang dilakukan oleh Hasanah pada mahasiswa Program Studi D3 Bahasa Korea Sekolah Vokasi UGM, 92.6% responden menjawab bahwa mereka menyukai budaya Korea terlebih dahulu lalu termotivasi  \nuntuk belajar bahasa Korea. Sedangkan 96.3% responden menjawab “Iya” saatditanyai tentang apakah mereka menggunakan budaya Korea untuk belajar bahasa Korea. Hal tersebut membuktikan bahwa keberadaan budaya Korea menjadi salah satu faktor mahasiswa tertarik untuk mempelajari bahasa Korea (Hasanah dan Kharismawati, 2020) .  \nDisamping itu, tidak sedikit pula dari penggemar entertainment Korea Selatanyang jadi memiliki minat untuk melanjutkan studi ke Korea Selatan. Selain karenafaktor menggemari budaya Korea Selatan, sistem pendidikan di Korea Selatan termasuk ke dalam deretan negara Asia yang berhasil menembus peringkat duniadalam bidang pendidikan (Leni, 2019). Banyaknya beasiswa yang ditawarkan olehpemerintah setempat maupun program pemerintah Indonesia salah satunya yaitu KGSP (Korea Global Scholarship Program) , juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banyak siswa maupun mahasiswa ingin melanjutkan studi ke Universitas ternama yang ada di Korea Selatan. Dikutip dari laman Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul Republik Korea, data per November 2019 menunjukkan jumlah mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Republik Korea sebanyak 1.500 orang.  \nDampak dari populernya budaya Korea di Indonesia dan besarnya minatuntuk melanjutkan studi ke Korea Selatan, menyebabkan meningkatnya minat penduduk Indonesia untuk mempelajari bahasa Korea. Mulai dari penggemar yang ingin mengetahui banyak hal tentang Korea Selatan, hingga pelajar yang mungkin akan hidup berdampingan dengan masyarakat Korea. Sebelum dapat langsung mempelajari bahasa Korea, adapun yang harus dipelajari terlebih dahulu oleh pelajar adalah mengenal bentuk huruf resmi negara Korea. Huruf resmi yang digunakan oleh negara Korea yaitu Hangul.  \nHangul adalah nama resmi dari Bahasa Korea yang dipakai oleh Bangsa Korea setelah diciptakan oleh Raja Agung Sejong. Huruf hangul berjumlah 40, yang terdiri dari 21 huruf vokal dan 19 huruf konsonan (Seon Jung dkk., 2015) . Hangul memiliki penulisan yang berbeda dari h","cbCaia1YhJrAkOh8","https://ap.wps.com/l/cbCaia1YhJrAkOh8","pdf",123892,5,"Indonesian","# Bab 1 Pendahuluan\n## Latar Belakang\n## Korean Wave dan Minat Belajar\n## Peran Hangul dalam Pembelajaran\n## Kebutuhan Media Pembelajaran Interaktif\n## Rencana Pengembangan Website Learn Hangul","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan Korean Wave (Hallyu) dalam latar belakang ini?\",\"answer\":\"Korean Wave (Hallyu) diartikan sebagai meningkatnya minat publik terhadap kesenian pop dan tradisional Korea Selatan di dunia, termasuk aspek seperti drama, musik, fashion, bahasa, dan sejarah.\"},{\"question\":\"Bagaimana pengaruh drama Korea terhadap minat belajar bahasa Korea?\",\"answer\":\"Terdapat penelitian yang menunjukkan hubungan positif kuat antara menonton drama Korea dan minat belajar bahasa Korea, dengan pengaruh sebesar 43.8% terhadap minat belajar.\"},{\"question\":\"Mengapa pembelajaran Hangul perlu mendapat perhatian lebih awal?\",\"answer\":\"Hangul merupakan huruf resmi bahasa Korea dan memiliki bentuk penulisan yang berbeda dari alfabet pada umumnya, sehingga pengenalan bentuk huruf serta aturan ortografi menjadi langkah awal yang penting sebelum pelajar menyusun kata.\"}]","Bab 1 Pendahuluan | PDF",1789634708,8]