[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-228689-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":84,"doc-detail-228689-id":131},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":77,"head_meta":79,"extra_data":81,"updated_unix":83},113,"id","chapter-1-introduction-228689","BAB I - PENDAHULUAN","","Tahap pertumbuhan manusia mencakup masa bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia, dan pada fase remaja terjadi perkembangan pesat dalam pencarian jati diri, pembentukan karakter, kemampuan bernalar, serta kemandirian sosial dan finansial. Fase transisi ini juga ditandai pubertas yang memengaruhi gejolak emosi, kecenderungan menarik diri, dan timbulnya persoalan yang dapat mengarah pada perilaku menyimpang atau juvenile delinquency. Kenakalan remaja meliputi pelanggaran indeks dan status, dengan perhatian khusus pada penyalahgunaan narkoba yang meningkat di kalangan pelajar dan mahasiswa.",{"@graph":14,"@context":76},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/","Layanan Kesehatan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-1-introduction-228689/228689/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-228689/228689.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"eBook King","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":33},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68,72],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa latar belakang yang menjelaskan pentingnya fase remaja?","Question",{"text":62,"@type":63},"Fase remaja dipandang sebagai masa transisi dari anak-anak menuju dewasa dengan perkembangan berkelanjutan yang memengaruhi tahapan berikutnya, termasuk pembentukan jati diri, karakter, bernalar, serta kemandirian sosial dan finansial.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Apa yang dimaksud dengan juvenile delinquency pada remaja?",{"text":67,"@type":63},"Juvenile delinquency diartikan sebagai kejahatan/kenakalan remaja yang merusak diri dan orang lain, mencakup tindakan yang mengabaikan norma dan hukum yang berlaku di masyarakat.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Bagaimana kenakalan remaja dapat dibagi berdasarkan jenis pelanggaran?",{"text":71,"@type":63},"Kenakalan remaja dapat dibagi menjadi pelanggaran indeks (tindakan kriminal berat seperti perampokan, pembunuhan, penyerangan, pemerkosaan) dan pelanggaran status (pelanggaran yang lebih ringan/menyimpang seperti bolos sekolah, minum minuman keras, merokok, membuat keributan).",{"name":73,"@type":60,"acceptedAnswer":74},"Mengapa penyalahgunaan narkoba menjadi perhatian khusus pada remaja?",{"text":75,"@type":63},"Penyalahgunaan narkoba kronis melanda banyak negara dan ditunjukkan meningkatnya penggunaan di kalangan anak muda, termasuk pelajar dan mahasiswa, sehingga menjadi ancaman terhadap kesehatan dan keamanan.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":78,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":80,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":82,"site_id":7},228689,1789028272,{"code":4,"msg":85,"data":86},"success",[87,92,96,100,104,107,111,115,119,123,127],{"id":88,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":90,"slug":91},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":90,"slug":95},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":90,"slug":99},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":90,"slug":103},51,"Komik","comic",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":90,"slug":106},53,"healthcare",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":90,"slug":110},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":90,"slug":114},49,"Sastra","literature",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":90,"slug":118},52,"Teknologi","technology",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":90,"slug":122},50,"Ujian","exam",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":90,"slug":126},57,"Umum","general",{"id":128,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":129,"show_sort_weight":4,"slug":130},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":85,"data":132},{"doc_id":82,"user_id":133,"nickname":42,"user_avatar":134,"doc_module":4,"category_id":105,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":135,"file_id":136,"file_url":137,"file_type":138,"file_size":139,"view_count":33,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":140,"language":141,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":142,"faqs":143,"seo_title":144,"seo_description":12,"update_tm":83,"read_time":145},962088006270,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_085a072bc5b1113ac321206ff7593b45","BAB I  \nPENDAHULUAN  \n1.1. Latar Belakang  \nDalam tahappertumbuhan, manusia akan melewati beberapa masa pertumbuhandari bayi, anak anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia (lansia). Pada pertumbuhantahap remaja seseorang akan banyak mengalami perkembangan diri dalam usahapencarian dan pembentukan jati diri serta bentuk fisik. Di samping perkembangan fisik, remaja juga mengalami fase kemandirian sosial dan finansial, membangun karakter, memperoleh kemampuan untuk hidup dewasa dan kemampuan bernalar (abstract reasoning) (WHO, 2015) . Fase ini adalah masa dasar untuk kedewasaanyang akan melalui beberapa fase kemajuan yang signifikan sepanjang kehidupansehari-hari. Fase remaja diasosiasikan dengan masa transisi usia dari anak-anak menuju dewasa dengan rentang usia untuk kaum muda adalah 10-24 tahun dan belum menikah menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ([pusdatin.kemkes.go.id](pusdatin.kemkes.go.id)).  \nKemajuan di fase remaja ini bersifat kontinu yang bermakna antar fase saling terikat, fase perkembangan awal akan memengaruhi ukuran kemajuan faseselanjutnya, sehingga apabila terjadi gangguan pada saat dimulainya perkembangan, akan memengaruhi ukuran kemajuan yang dihasilkan. Kondisi yang harusdiperhatikan di fase ini adalah munculnya gangguan perkembangan. Gangguan pada tahap remaja tersebut sering dikenal dengan istilah masapemberontakan, yaitu seseorang akan mengalami pubertas yang berpengaruh terhadap gejolak emosi, menarik diri dari keluarga, serta mengalami banyak persoalan, baik di rumah,  \npertemanan, maupun lingkungan, sehingga akan menimbulkan tendensi untuk berperilaku menyimpang.  \nPersoalan remaja sering disebut sebagai kenakalan remaja yang secara sederhana adalah segalatindakanyang dilakukan remaja berupapelanggaran norma dan hukum yang berlaku di lingkungan masyarakat. Kenakalan remaja disebutjugadengan istilah juvenile delinquency. Juvenile delinquency diartikan sebagaikebadungan remaja yang merusak diri dan orang lain. Juvenile berasal dari bahasa latin “juvenilis” yang mengandung arti anak-anak, anak muda, dan sifat-sifat remaja, sedangkan delinquency berasal dari bahasa latin “delinquere” artinyaterabaikan, mengabaikan, yang kemudian diperluas artinya menjadi licik, kriminal, pelanggar ketentuan, pembuat ribut, bajingan, dan lain-lain (Laning, 2008: 42) .  \nMenurut Alit dalam Unayah (2015: 127) juvenile delinquency menyinggung jangkauan luas, dari perilaku yang tidak dapat diterima secara sosial, sepertiberlebihan di sekolah hingga pelanggaran status, misalnya, melarikan diri hingga tindak kejahatan, seperti pencurian. Kenakalan remaja dari definisi tersebut dapatdibagi pada dua jenis pelanggaran, yaitu pertama pelanggaran indeks (index offenses) adalah tindakan kriminal yang dilakukan remaja, seperti perampokan, pembunuhan, penyerangan, pemerkosaan (tindak pidana) . Kedua adalah pelanggaran status (status offenses) adalah tindakan yang tidak seberat pelanggaran indeks atau masih disebut sebagai perilaku menyimpang seperti bolos sekolah, minum minuman keras, merokok, membuat keributan.  \nKenakalan remaja tidak terlepas dari pengaruh interaksi remaja tersebut di dalam lingkungannya yang memungkinkan bagaimana remaja bisa berbuat sesuatu di luar norma atau hukum yang berlaku di masyarakat. Pengaruh sosial dan kultural memainkan peran yang besar dalam pembentukan perilaku jahat atau kriminalanak-anak remaja. Kenakalan atau perilaku kriminal anak-anak remaja menunjukkan bahwa terdapat tanda-tanda kurangnya konformitas terhadap normanorma sosial. Menurut Sunarwiyati dalam Unayah (2015: 128) bentuk kenakalan remaja ada tiga, yaitu:  \n1. Kenakalan biasa, seperti berkelahi dan keluyuran  \n2. Kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan, sepertimengendarai mobil tanpa memiliki SIM dan mengambil barang tanpa izin  \n3. Kenakalan khusus, seperti penyalahgunaan narkoba dan seks bebas  \nPenggunaan narkoba kronis telah melanda hampir semua negara dunia, karenaitu sejumlah besar orang me","cbCaiqZTjnxHxgI5","https://ap.wps.com/l/cbCaiqZTjnxHxgI5","pdf",358584,44,"Indonesian","# BAB I - PENDAHULUAN\n## Latar Belakang\n## Kenakalan Remaja dan Juvenile Delinquency\n## Jenis Kenakalan Remaja\n## Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja","[{\"question\":\"Apa latar belakang yang menjelaskan pentingnya fase remaja?\",\"answer\":\"Fase remaja dipandang sebagai masa transisi dari anak-anak menuju dewasa dengan perkembangan berkelanjutan yang memengaruhi tahapan berikutnya, termasuk pembentukan jati diri, karakter, bernalar, serta kemandirian sosial dan finansial.\"},{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan juvenile delinquency pada remaja?\",\"answer\":\"Juvenile delinquency diartikan sebagai kejahatan/kenakalan remaja yang merusak diri dan orang lain, mencakup tindakan yang mengabaikan norma dan hukum yang berlaku di masyarakat.\"},{\"question\":\"Bagaimana kenakalan remaja dapat dibagi berdasarkan jenis pelanggaran?\",\"answer\":\"Kenakalan remaja dapat dibagi menjadi pelanggaran indeks (tindakan kriminal berat seperti perampokan, pembunuhan, penyerangan, pemerkosaan) dan pelanggaran status (pelanggaran yang lebih ringan/menyimpang seperti bolos sekolah, minum minuman keras, merokok, membuat keributan).\"},{\"question\":\"Mengapa penyalahgunaan narkoba menjadi perhatian khusus pada remaja?\",\"answer\":\"Penyalahgunaan narkoba kronis melanda banyak negara dan ditunjukkan meningkatnya penggunaan di kalangan anak muda, termasuk pelajar dan mahasiswa, sehingga menjadi ancaman terhadap kesehatan dan keamanan.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN | PDF",68]