[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-157738-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":80,"doc-detail-157738-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","chapter-1-introduction-157738","BAB I - PENDAHULUAN","","Latar belakang membahas fenomena drama Korea (K-drama) sebagai tayangan televisi bergenre miniseri berbahasa Korea yang memicu gelombang Hallyu serta demam drama di berbagai wilayah, termasuk Amerika Latin, Timur Tengah, dan Asia. Uraian menekankan bahwa realitas dalam K-drama dapat bersifat nyata maupun imajinatif. Data survei Hallyu Luar Negeri 2024 menunjukkan minat tinggi negara asing terhadap konten Korea, dengan Indonesia menempati posisi teratas, serta dipaparkan kolaborasi budaya Indonesia-Korea dan karakteristik perilaku penonton drakor di Indonesia.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/chapter-1-introduction-157738/157738/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-157738/157738.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Theodore","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-08-29",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":33},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa yang dimaksud dengan drama Korea (K-drama) dalam teks ini?","Question",{"text":62,"@type":63},"K-drama mengacu pada drama televisi di Korea yang umumnya berbentuk format miniseri dan diproduksi dalam bahasa Korea. Teks juga menjelaskan bahwa realitas yang disajikan dapat berupa realitas nyata maupun fiksi/imajinasi.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Bagaimana hasil Survei Hallyu Luar Negeri 2024 terkait minat terhadap konten Korea?",{"text":67,"@type":63},"Survei menganalisis penggunaan dan persepsi terhadap Korean wave di negara-negara asing utama, termasuk Indonesia. Indonesia disebut menempati posisi pertama dengan tingkat ketertarikan tertinggi terhadap Korea sebesar 86,3%, dan mayoritas responden menyatakan menyukai konten budaya Korea.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Apa yang dikatakan teks tentang perilaku menonton drakor di Indonesia dan siapa yang mendominasi?",{"text":71,"@type":63},"Teks menyebut rata-rata penggemar drakor menonton sekitar 4 kali seminggu dengan durasi rata-rata 2 jam 45 menit per sekali duduk. Penonton didominasi perempuan (68%), dan kelompok usia 20–24 tahun serta 25–29 tahun menjadi bagian terbesar, sehingga K-drama lebih digandrungi generasi Z dan milenial di Indonesia.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},157738,1787988253,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,88,92,96,100,104,107,111,115,119,123],{"id":84,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":86,"slug":87},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":86,"slug":91},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":86,"slug":95},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":86,"slug":99},51,"Komik","comic",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":86,"slug":103},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":86,"slug":106},54,"research-report",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":86,"slug":110},49,"Sastra","literature",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":86,"slug":114},52,"Teknologi","technology",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":86,"slug":118},50,"Ujian","exam",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":86,"slug":122},57,"Umum","general",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":4,"slug":126},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":81,"data":128},{"doc_id":78,"user_id":129,"nickname":42,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":105,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":33,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":136,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":141},7971461740886,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_3d24733baf745e90a7e4bdd5f77d97b2","BAB I  \nPENDAHULUAN  \n1.1 Latar Belakang  \nDrama Korea atau K-drama mengacu pada drama televisi di Korea dalam sebuah format miniseri, yang diproduksi dalam bahasa Korea. Banyak dari drama ini telah menjadi populer di seluruh Asia dan telah memberikontribusi pada fenomena umum dari gelombang Korea, dikenal sebagai“Hallyu”, dan juga “Demam Drama” di beberapa negara seperti di negaranegara Amerika Latin, Timur Tengah, dan Asia termasuk Indonesia. Realitas yang disajikan dalam drama Korea merupakan realitas sebenarnya, atau dapat juga berupa realitas imajinasi atau fiksi.  \nDilansir dari [Detik.com](Detik.com), Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan (MCST) dipimpin oleh Menteri Yu In Chon, bekerja sama dengan Ketua Yayasan Pertukaran Budaya Internasional Korea (KOFICE), Jung Kil Hwa, mengumumkan hasil dari Survei Hallyu Luar Negeri 2024 (Data Tahun 2023). Survei ini menganalisis penggunaan dan persepsiterhadap konten Korean wave di negara-negara asing utama. Jumlah sampel survei diperluas menjadi 700–1.600 peserta untuk memungkinkan analisis yanglebih mendalam. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh MCST melalui siaran pers, Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara dengan tingkat ketertarikan tertinggi terhadap Korea, mencapai 86,3% .  \nDari seluruh responden survei, 68,8% menyatakan bahwa merekamenyukai konten budaya Korea yang telah mereka nikmati. Negara-negara  \n2  \ndengan tingkat kesukaan tertinggi terhadap konten Korea adalah Indonesia (86,3%), diikuti oleh India (84,5%), Thailand dan Uni Emirat Arab (83,0%), serta Vietnam (82,9%) .  \nSeiring meningkatnya minat konten Korea ini di wilayah Asia Tenggara, Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Indonesia Park Soo Deok, bekerja samadengan pemerintah Indonesia untuk terus berkolaborasi dalam memperkuat pertukaran budaya antara Korea dan Indonesia.  \nIndonesia telah menjadi hubungan diplomatik dengan Korea Selatansecara resmi sejak 18 September 1973. Setelah membuka hubungan diplomatik, kedua negara berusaha untuk terus meningkatkan hubungan persahabatanmelalui kunjungan pejabat tinggi dari masing masing negara. Hal ini semakin mempermudah Korea Selatan untuk menyebarkan budaya Korea di Indonesia. Kebudayaan merupakan salah satu bidang utama yang menjadi titik fokusdalam kerjasama Korea Selatan – Indonesia karena dapat memperkuathubungan baik kedua negara melalui konsep people to people (Putri et al., 2019) .  \nKomitmen kerjasama ini kemudian dibuktikan dengan Pemerintah Republik Indonesia menandatangani Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Korea mengenai Kerja Sama di Bidang Kebudayaan (Agreement Between The Goverment of the Republic of Indonesia and The Goverment of the Republic of Korea on Culture Cooperation) yang ditanda tangani pada 28 November 2000. Sebagai tindak lanjut kerjasamakebudayaan ini, tanggal 14 -15 Mei 2008 di Jogjakarta diadakan The First  \n3  \nCultural Commite meeting Indonesia – Korea yang menyepakati film sebagaibagian dari bentuk pertukaran kebudayaan antar kedua negara disamping senitradisional, kerajinan, musik dan pariwisata.  \nSurvei JakPat menunjukkan rata-rata penggemar drakor Indonesia menonton sebanyak 4 kali dalam seminggu. Sementara, rata-rata durasimenonton per sekali duduk tercatat selama 2 jam 45 menit. Sebagian besar penggemar atau 46% penggemar drakor menonton selama 1,5-3 jam per sekali duduk (tontonan) . Lalu, 22% menonton drakor di bawah 1,5 jam. Kemudian, 21% responden yang menonton drakor 3-5 jam dalam sekali duduk. Terakhir, ada 11% responden yang kuat menonton drakor hingga lebih dari 5 jam. Survei JakPat melibatkan 2.474 responden dari seluruh Indonesia yang disaring menjadi 1.025 responden yang menonton drama Korea dalam 6 bulan terakhir. Pengumpulan data dilakukan pada 24 Juni-4 Juli 2022 (Pahlevi 2022) .  \nJakpat juga melakukan survey pada 24 Juni hingga 4 Juli 2022 untuk memotret perilaku serta perspektif masyarakat dalam menonton serial KDrama. Adapun survei ini did","cbCaiiRl2WQKwS8E","https://ap.wps.com/l/cbCaiiRl2WQKwS8E","pdf",4096471,16,"Indonesian","# BAB I PENDAHULUAN\n## Latar Belakang\n## Survei Hallyu Luar Negeri 2024 dan Minat Terhadap Konten Korea\n## Kerja Sama Budaya Indonesia–Korea Selatan\n## Perilaku Menonton Drakor di Indonesia\n## Contoh Objek Penelitian: Drama Korea Taxi Driver 2","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan drama Korea (K-drama) dalam teks ini?\",\"answer\":\"K-drama mengacu pada drama televisi di Korea yang umumnya berbentuk format miniseri dan diproduksi dalam bahasa Korea. Teks juga menjelaskan bahwa realitas yang disajikan dapat berupa realitas nyata maupun fiksi/imajinasi.\"},{\"question\":\"Bagaimana hasil Survei Hallyu Luar Negeri 2024 terkait minat terhadap konten Korea?\",\"answer\":\"Survei menganalisis penggunaan dan persepsi terhadap Korean wave di negara-negara asing utama, termasuk Indonesia. Indonesia disebut menempati posisi pertama dengan tingkat ketertarikan tertinggi terhadap Korea sebesar 86,3%, dan mayoritas responden menyatakan menyukai konten budaya Korea.\"},{\"question\":\"Apa yang dikatakan teks tentang perilaku menonton drakor di Indonesia dan siapa yang mendominasi?\",\"answer\":\"Teks menyebut rata-rata penggemar drakor menonton sekitar 4 kali seminggu dengan durasi rata-rata 2 jam 45 menit per sekali duduk. Penonton didominasi perempuan (68%), dan kelompok usia 20–24 tahun serta 25–29 tahun menjadi bagian terbesar, sehingga K-drama lebih digandrungi generasi Z dan milenial di Indonesia.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN | PDF",25]