[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-228769-id":3,"doc-seo-228769-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":98},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},228769,5909887254083,"\tWilliam","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c",54,"Penelitian & Laporan","Tantangan dan Peluang Kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih - Vol. 6 No. 2 Tahun 2025","Program Koperasi Desa “Merah Putih” (KDMP) merupakan inisiatif pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan koperasi lintas wilayah di Indonesia. Meskipun berpotensi menjadi pusat produksi dan distribusi hasil desa, pelaksanaannya menghadapi hambatan seperti rendahnya kapasitas manajerial, literasi keuangan, serta tumpang tindih kelembagaan dengan BUMDes. Penelitian kualitatif berbasis studi literatur mengkaji dinamika kelembagaan dan faktor penentu keberhasilan. Kajian menekankan perlunya penguatan kapasitas, adaptasi teknologi, serta perumusan kebijakan yang berakar pada kebutuhan lokal agar koperasi desa berkelanjutan.","Jurnal Manajemen dan Inovasi  \n[https://ejurnals.com/ojs/index.php/jmi](https://ejurnals.com/ojs/index.php/jmi)  \nVol. 6, No. 2 Tahun 2025  \nTANTANGAN DAN PELUANG KELEMBAGAAN KOPERASI DESA MERAH  \nPUTIH  \nFebianriza Arzewiniga1  \n[febianrizaarzewiniga@gmail.com](febianrizaarzewiniga@gmail.com)  \nZulkarnain2  \n1,2Universitas Riau  \nABSTRACT  \nThe Village/Sub-district Cooperative Program “Merah Putih” (KDMP) is a government initiative aimed at strengthening rural economies through cooperative development across Indonesia. Despite its strategic potential as a center of rural production and distribution, implementation faces several challenges, including low managerial capacity, financial literacy, and institutional overlap with existing village enterprises (BUMDes) . Using a qualitative, literature-based approach, this study explores institutional dynamics and the key factors affecting cooperative success. The findings highlight the need for capacity building, technological adaptation, and locally grounded policy formulation to ensure the sustainability of village cooperatives.  \nKeywords: Village Cooperative, Institutional Development, Financial Literacy, Local Economy, Community Empowerment.  \nABSTRAK  \nProgram Koperasi Desa Merah Putih merupakan inisiatif pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan koperasi di seluruh Indonesia. Meskipun memiliki potensi strategis sebagai pusat produksi dan distribusi desa, implementasinya menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya kapasitasmanajerial, literasi keuangan, serta tumpang tindih kelembagaan dengan BUMDes. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini mengkajidinamika kelembagaan koperasi serta faktor-faktor penghambat dan pendukung keberhasilannya. Hasil kajian menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitassumber daya manusia, penggunaan teknologi, serta perumusan kebijakan berbasis kebutuhan lokal guna menjamin keberlanjutan koperasi desa.  \nKata Kunci: Koperasi Desa, Kelembagaan, Literasi Keuangan, Ekonomi Lokal, Pemberdayaan Masyarakat.  \nJurnal Manajemen dan Inovasi  \n[https://ejurnals.com/ojs/index.php/jmi](https://ejurnals.com/ojs/index.php/jmi)  \nVol. 6, No. 2 Tahun 2025  \nPENDAHULUAN  \nKoperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi denganmelandaskan kegiatanya berdasarkanprinsip koperasi sekaligus sebagaigerakan ekonomi rakyat yang berdasaratas asas kekeluargaan. Koperasi Indonesia yang diluncurkan pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional. Program ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa melaluipembentukan koperasi di 70.000 hingga 80.000 desa di seluruh Indonesia. Koperasi ini diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi desa, termasuk sebagai tempat penyimpanan dan penyaluran hasil pertanian masyarakat. Dengan pendekatan yang mencakuppembangunan koperasi baru, revitalisasikoperasi yang sudah ada, sertapengembangan koperasi, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi.  \nMeskipun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) diinisiasi untuk memperkuat ekonomi desa, berbagai tantangan struktural dan historis mengancam keberhasilannya.  \nPengalaman masa lalu menunjukkan bahwa banyak koperasi desa gagalkarena politisasi, ketergantungan padadana pemerintah, dan rendahnya partisipasi anggota . Program KDMP berisiko mengulangi kesalahan serupa jika tidak memperhatikan kapasitassumber daya manusia desa, yang sering  \nkali terbatas dalam manajemen koperasi dan literasi keuangan . Selain itu, pendekatan top-down tanpamusyawarah desa dapat mengabaikankebutuhan lokal dan menimbulkantumpang tindih dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang sudah ada sebelumnya . Ketergantungan pada dana desa dan potensi penyalahgunaan anggaran juga menjadi kekhawatiran utama dalam implementasi program ini . Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian mengenai koperasi di Indonesia telah menyoroti berbagaifaktor yang memengaruh","cbCaimXwoF2C4qPu","https://ap.wps.com/l/cbCaimXwoF2C4qPu","pdf",206088,7,1,11,"Indonesian","id",113,"# Pendahuluan\n## Konsep koperasi dan tujuan KDMP\n## Tantangan struktural dan historis\n## Temuan penelitian terkait keberhasilan koperasi\n## Kesenjangan pengetahuan dan harapan anggota","[{\"question\":\"Apa tujuan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)?\",\"answer\":\"KDMP bertujuan memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi desa, termasuk penyimpanan dan penyaluran hasil pertanian masyarakat.\"},{\"question\":\"Tantangan apa yang mengancam keberhasilan KDMP?\",\"answer\":\"KDMP menghadapi tantangan seperti rendahnya kapasitas SDM untuk manajemen dan literasi keuangan, politisasi, ketergantungan dana pemerintah, serta tumpang tindih kelembagaan dengan BUMDes.\"},{\"question\":\"Faktor apa yang disarankan untuk menjamin keberlanjutan koperasi desa?\",\"answer\":\"Peningkatan kapasitas SDM, adaptasi teknologi, dan perumusan kebijakan berbasis kebutuhan lokal dinilai penting untuk memastikan koperasi desa berkelanjutan.\"}]","Tantangan dan Peluang Kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih - Vol. 6 No. 2 Tahun 2025 | PDF",1789029087,17,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":93,"head_meta":95,"extra_data":97,"updated_unix":29},"challenges-and-opportunities-for-institutional-development-of-the-red-white-village-cooperative-vol-6-no-2-year-2025","",{"@graph":37,"@context":92},[38,55,75],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/challenges-and-opportunities-for-institutional-development-of-the-red-white-village-cooperative-vol-6-no-2-year-2025/228769/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"image":57,"author":62,"headline":13,"publisher":64,"fileFormat":67,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":68,"datePublished":69,"encodingFormat":67,"isAccessibleForFree":70,"interactionStatistic":71},"DigitalDocument",{"url":58,"@type":59,"width":60,"height":61},"https://docshare.wps.com/thumbnails/challenges-and-opportunities-for-institutional-development-of-the-red-white-village-cooperative-vol-6-no-2-year-2025/228769.png","ImageObject",300,407,{"name":9,"@type":63},"Person",{"url":42,"name":65,"@type":66},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-10",true,{"@type":72,"interactionType":73,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":74},"ViewAction",{"@type":76,"mainEntity":77},"FAQPage",[78,84,88],{"name":79,"@type":80,"acceptedAnswer":81},"Apa tujuan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)?","Question",{"text":82,"@type":83},"KDMP bertujuan memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi desa, termasuk penyimpanan dan penyaluran hasil pertanian masyarakat.","Answer",{"name":85,"@type":80,"acceptedAnswer":86},"Tantangan apa yang mengancam keberhasilan KDMP?",{"text":87,"@type":83},"KDMP menghadapi tantangan seperti rendahnya kapasitas SDM untuk manajemen dan literasi keuangan, politisasi, ketergantungan dana pemerintah, serta tumpang tindih kelembagaan dengan BUMDes.",{"name":89,"@type":80,"acceptedAnswer":90},"Faktor apa yang disarankan untuk menjamin keberlanjutan koperasi desa?",{"text":91,"@type":83},"Peningkatan kapasitas SDM, adaptasi teknologi, dan perumusan kebijakan berbasis kebutuhan lokal dinilai penting untuk memastikan koperasi desa berkelanjutan.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":94,"og:title":13,"og:site_name":65,"og:description":14},"article",{"robots":96,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":99},[100,105,109,113,117,121,123,127,131,135,139],{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":102,"show_sort_weight":103,"slug":104},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":107,"show_sort_weight":103,"slug":108},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":111,"show_sort_weight":103,"slug":112},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":115,"show_sort_weight":103,"slug":116},51,"Komik","comic",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":119,"show_sort_weight":103,"slug":120},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":103,"slug":122},"research-report",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":125,"show_sort_weight":103,"slug":126},49,"Sastra","literature",{"id":128,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":129,"show_sort_weight":103,"slug":130},52,"Teknologi","technology",{"id":132,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":133,"show_sort_weight":103,"slug":134},50,"Ujian","exam",{"id":136,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":137,"show_sort_weight":103,"slug":138},57,"Umum","general",{"id":140,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":141,"show_sort_weight":4,"slug":142},181,"Formulir","formulir"]