[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-199414-113":53,"doc-detail-199414-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","celebrating-the-spectacle-society-in-daily-life-and-the-digital-era","Merayakan Masyarakat Tontonan - Dalam Keseharian dan Era Digital","","Tulisan ini membahas tradisi memberi hiburan gratis dan dampaknya pada terbentuknya kerumunan penonton, menggunakan contoh program televisi “Inbox” yang menghadirkan artis nasional ke alun-alun Trenggalek. Uraian mengaitkan tontonan langsung dengan gagasan “seratus tahun kesunyian”, lalu menjelaskan bagaimana budaya pop bekerja lewat daya tarik visual dan musikal. Selanjutnya dipaparkan konsep “masyarakat tontonan” yang dapat mengaburkan batas sosial, dipengaruhi media televisi dan internet, hingga logika industri yang menjadikan jumlah penonton sebagai mesin iklan.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/celebrating-the-spectacle-society-in-daily-life-and-the-digital-era/199414/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/celebrating-the-spectacle-society-in-daily-life-and-the-digital-era/199414.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"\tCallum ","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-28","2026-09-04",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",6,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Mengapa hiburan gratis dan tontonan langsung mudah menarik kerumunan penonton?","Question",{"text":110,"@type":111},"Karena penonton cenderung menerima dan antusias saat disediakan hiburan tanpa biaya. Dalam kasus “Inbox”, kehadiran artis nasional dan aksi panggung membuat masyarakat datang berbondong-bondong.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Apa yang dimaksud dengan “masyarakat tontonan” dalam tulisan ini?",{"text":115,"@type":111},"“Masyarakat tontonan” adalah kumpulan penonton yang terbentuk dari interaksi dengan media. Dalam situasi tertentu, identitas ini bisa mengaburkan batas kelas dan status sosial.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Bagaimana internet dan era digital mengubah cara audiens berkuasa?",{"text":119,"@type":111},"Di era digital, individu (netizen) memiliki kuasa lebih besar untuk menentukan apa yang ingin dilihat, dibaca, dan diproduksi. Internet juga membuka peluang kolaborasi bisnis dan pembentukan audiens yang lebih produktif dan individual.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},199414,1788505909,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":77,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":141},137451211410,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/2000bb0a9246f588df?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1786362646172706240","Merayakan MasyarakatTontonan  \nMundi Rahayu  \nDalam keseharian kita, pada umumnya tak ada yang menolak ketika disodori segalasesuatu secara gratis: hiburan gratis, tontonan gratis, pulsa gratis, beli dua gratis satu. Maka, tak heran ketika didatangkan kru program “Inbox “ dari stasiun TV swastanasional ke alun-alun Trenggalek. Orang pun datang berbondong-bondong. Apalagi dengan embel-embel hiburan “tingkat nasional”, yang dimaksud tentunya dengan artis-artis dari Jakarta, yang biasanya hanya bisa dilihat di layar kaca. Ratusan (atauribuan?) penonton pun rela datang pagi-pagi, memadati alun-alun, bahkan berapa puluh penonton harus merelakan handphone-nya diembat copet yang ikut beraksidalam kerumunan massa yang asyik menikmati tontonan live tersebut.  \nRasanya dunia tontonan langsung masih tak jauh beranjak dari gambaran Desa Mocondo yang terselip jauh di tengah hutan, tak terendus oleh dunia luar. Dunia kecil yang bisa gegap gempita dalam sekejap ketika rombongan gypsi datang memamerkan benda-benda ajaib macam balok es atau menyeret batang magnet, dalam cerita Marquez “Seratus Tahun Kesunyian”. Dalam cerita Marquez barang-barang yang dibawa rombongan Gipsy itu masih mempunyai arti penting, yakni membuka gerbang“pengetahuan” karena benda-benda tersebut memantik rasa penasaran dan keingintahuan untuk kemudian melakukan eksperimen. Interaksi melalui tontonan tersebut masih berkontribusi pada pergerakan peradaban sekecil dan selambatapapun, untuk merangkak maju meskipun denganjatuh bangun percobaan, yang kadang berakhir dengan ketololan dan nasib fatal.  \nBagaimana dengan tayangan langsung “Inbox” yang disuguhkan berbagai artis penyanyi dan grup band yang jauh-jauh datang dari ibu kota ke kota  \nTrenggalek? Tentu saja mereka menjalankan tugasnya menyuguhkan nyanyian dan hiburan kepada masyarakat. Penyanyi, grup band, pembawa acara beraksi membuat kota kecil ini mencicipi suasana hingar bingar ala tontonan kaum urban. Selayaknya karakteristik budaya pop, pentas musik dan tayangan televisi mempunyai kemampuanuntuk menghipnotis (atau melenakan) penikmatnya.  \nBudaya pop selalu mengesankan sebagai budaya yang bisa dinikmati, tidak memaksa,“easygoing, easy listening.” Budaya pop merayu konsumennya sehingga penikmatnya  \ntidak akan berpikir jeru, akan puas menikmati apa yang dilihat dan didengar. That’s it. Pengalaman dalam menikmati budaya pop akan membawa pada pemahaman bahwapraktik budaya itu merupakan hal yang lumrah, lazim, dan sebagaimana adanya. Ungkapan seperti “Ya, senanglah! Melihat artis-artisnya cantik, bohai, cakep. Membikin bersemangat!” Demikianlah. Sebagian lain penonton melihat tampilan artis-artis kotauntuk dijadikan rujukan dalam cara berpakaian, gaya panggung, cara bicara, dan lifestyle-nya.  \nBagi pemerintah Kabupaten Trenggalek, event “nasional” ini merupakan program pemerintah dalam rangka memperingati ulang tahun kabupaten. Jadi, program pemerintah kabupaten ini mempunyai arti strategis dan sekaligus politis yakni menegaskan identitas Trenggalek dan mengartikulasikannya dalam tingkat  \nnasional. Identitas semacam apa yang disuarakan? Bahwa ada “Kabupaten Trenggalek” dalam peta NKRI. Bahwa, kabupaten ini mempunyai berbagai destinasi wisata alam (pantai-pantai, gua) yang menarik dan layak didatangi. Dan satu lagi, karena Bupati dan istrinya adalah artis populer, maka kultural kapital (modal kultural) yang dimilikinya adalah dengan pendekatan budaya populer. Mungkin pertanyaannya adalah, apakah pendekatan dengan budaya populer seperti ini yang menjadi aspirasimasyarakat Trenggalek? Atau karena pendekatan ini dipilih semata karenapemimpinnya berasal dari habitus artis?  \nDalam logika industri hiburan, di antara agendanya yang paling penting adalah menciptakan dan melestarikan masyarakat tontonan (community of spectacle) . Masyarakat tontonan adalah sekumpulan penonton yang terbentuk karenainteraksinya dengan media. Masyarakat tontonan ini dalam situasi tertentu bisamengaburkan batas kelas, status dan kelompok-kelompo","cbCaihh3nOozwkuC","https://ap.wps.com/l/cbCaihh3nOozwkuC","pdf",495627,"Indonesian","# Merayakan hiburan gratis dan tontonan langsung\n## Kasus program “Inbox” di Trenggalek\n# Tontonan, budaya pop, dan cara kerja hiburan\n## Hipnotis dan kepuasan penonton\n# Masyarakat tontonan dan perubahan batas sosial\n## Peran televisi dan media baru\n# Logika industri: audiens, jumlah, dan iklan\n## Fans club sebagai pengikat loyalitas","[{\"question\":\"Mengapa hiburan gratis dan tontonan langsung mudah menarik kerumunan penonton?\",\"answer\":\"Karena penonton cenderung menerima dan antusias saat disediakan hiburan tanpa biaya. Dalam kasus “Inbox”, kehadiran artis nasional dan aksi panggung membuat masyarakat datang berbondong-bondong.\"},{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan “masyarakat tontonan” dalam tulisan ini?\",\"answer\":\"“Masyarakat tontonan” adalah kumpulan penonton yang terbentuk dari interaksi dengan media. Dalam situasi tertentu, identitas ini bisa mengaburkan batas kelas dan status sosial.\"},{\"question\":\"Bagaimana internet dan era digital mengubah cara audiens berkuasa?\",\"answer\":\"Di era digital, individu (netizen) memiliki kuasa lebih besar untuk menentukan apa yang ingin dilihat, dibaca, dan diproduksi. Internet juga membuka peluang kolaborasi bisnis dan pembentukan audiens yang lebih produktif dan individual.\"}]","Merayakan Masyarakat Tontonan - Dalam Keseharian dan Era Digital | PDF",5]