[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-228854-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-228854-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","capacity-building-for-village-apparatus-in-transparent-and-accountable-management-of-red-white-cooperatives-in-puro-village","Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Koperasi Merah Putih yang Transparan dan Akuntabel di Desa Puro","","Program Koperasi Desa Merah Putih menjadi instrumen strategis untuk memperkuat kedaulatan pangan dan pemerataan ekonomi desa melalui pembentukan koperasi desa berskala besar. Keberhasilannya sangat bergantung pada kapasitas aparatur desa dalam memfasilitasi tata kelola transparan dan akuntabel, sambil merespons tantangan literasi digital yang rendah, lemahnya pengawasan internal, serta potensi penyimpangan. Mekanisme digital seperti QRIS dan pembentukan PPID oleh Komisi Informasi Jawa Timur diarahkan untuk meningkatkan keterbukaan informasi publik. Penelitian mengevaluasi penguatan kapasitas manajerial, digital, dan keterbukaan informasi melalui survei kebutuhan pelatihan, modul e-learning, dan lokakarya, sehingga pengawasan partisipatif anggota dapat terbentuk dan tata kelola koperasi berkelanjutan menguat.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/capacity-building-for-village-apparatus-in-transparent-and-accountable-management-of-red-white-cooperatives-in-puro-village/228854/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/capacity-building-for-village-apparatus-in-transparent-and-accountable-management-of-red-white-cooperatives-in-puro-village/228854.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Theodora","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",6,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa tujuan utama peningkatan kapasitas aparatur desa dalam program Koperasi Merah Putih?","Question",{"text":63,"@type":64},"Penelitian bertujuan mengevaluasi dan memperkuat kapasitas aparatur desa pada aspek manajerial, digital, serta mekanisme keterbukaan informasi agar tata kelola koperasi transparan dan akuntabel.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Mengapa transparansi dan akuntabilitas menjadi fokus dalam pengelolaan koperasi desa?",{"text":68,"@type":64},"Keberhasilan program sangat bergantung pada tata kelola yang transparan dan akuntabel, karena rendahnya literasi digital, lemahnya pengawasan internal, dan potensi penyimpangan perlu ditangani sejak awal.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Bagaimana peran PPID dan QRIS dalam meningkatkan keterbukaan dan pengawasan koperasi?",{"text":72,"@type":64},"PPID dibentuk agar laporan keuangan, AD/ART, program kerja, dan prosedur pengaduan dapat diakses masyarakat dan anggota koperasi. QRIS digunakan sebagai sarana transaksi non-tunai untuk meningkatkan transparansi keuangan koperasi.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},228854,1789029517,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":55,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":141},687197207919,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/a000253d6f5f7c60be?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1779446848396160552","[Journal Homepage:](Journal Homepage: www.indojurnal.com/index.php/aksikita)[ www.indojurnal.com/index.php/aksikita](Journal Homepage: www.indojurnal.com/index.php/aksikita)  \neISSN 3090-1294 & pISSN 3089-8145  \n[doi.org/10.63822/xea7zx49](doi.org/10.63822/xea7zx49)  \nVol. 1, No. 4, Tahun 2025 Hal. 915-920  \nPeningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Koperasi Merah Putih yang Transparan dan Akuntabel di Desa Puro  \nSuyanto1, Arjuna Raenaldi2  \nHukum, Fakultas Hukum, Universitas Sragen, Sragen, Indonesia 1,2  \nEmail Korespodensi: [a](arjuna.aldi@gmail.com)[rjuna.aldi@gmail.com](arjuna.aldi@gmail.com)  \n| INFO ARTIKEL |  | ABSTRAK |\n| --- | --- | --- |\n| Histori Artikel: |  | Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memperkuat kedaulatan pangan dan pemerataanekonomi desa melalui pembentukan hingga 80.000 koperasi desa. Kesuksesaninisiatif ini sangat bergantung pada kapasitas aparatur desa dalam memfasilitasitata kelola yang transparan dan akuntabel. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi digital, kelemahan pengawasan internal, dan potensi penyimpangan mendesak untuk ditangani. Selain itu, mekanisme digital seperti implementasi QRIS sebagai sarana transaksi non-tunai juga telah diperkenalkan gunameningkatkan transparansi keuangan koperas. Komisi Informasi (KI) Jawa Timur menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik melaluipembentukan Pejabat Pengelola Informasi (PPID), agar laporan keuangan, AD/ART, program kerja, dan prosedur pengaduan koperasi dapat diakses olehmasyarakat desa dan anggota koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memperkuatkapasitas aparatur desa dalam aspek manajerial, digital, dan mekanisme keterbukaan informasi terhadap tata kelola koperasi. Metode yang digunakan mencakup survei kebutuhan pelatihan, penyusunan modul e-learning berbasis digital, serta pelaksanaan lokakarya tata kelola koperasi yang bertumpu pada prinsip transparansi dan akuntabilitas. Hasil yang diharapkan mencakup: 1) peningkatan pemahaman aparatur desa terhadapprinsip keterbukaan dan pengawasan koperasi, 2) adopsi transaksi keuangan digital seperti QRIS secara efektif, 3) peningkatan akses dan transparansi informasi melalui sistem PPID, dan 4) terbentuknya mekanisme pengawasan partisipatif anggota koperasi dalam pengelolaan koperasi. Dengan demikian, penguatan kapasitas aparatur desa diharapkan mampu memperkokoh KDMPsebagai lembaga keuangan lokal yang terpercaya, inklusif, dan berkelanjutan. |\n| Diterima 29-07-2025 |  |  |\n| Disetujui 21-08-2025 |  |  |\n| Diterbitkan 23-08-2025 |  |  |\n| Katakunci:\u003Cbr>Koperasi Merah Putih; Desa;\u003Cbr>transparan; |  |  |\n\nBagaimana Cara Sitasi Artikel ini:  \nSuyanto, & Arjuna Raenaldi. (2025) . Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Koperasi Merah Putih yang Transparan dan Akuntabel di Desa Puro. Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(4), 915-920.  \n[https://doi.org/10.63822/xea7zx49](https://doi.org/10.63822/xea7zx49)  \nCopyright © 2025 The Author(s) This article is distributed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  \nPENDAHULUAN  \nUndang-Undang 1945 Pasal 33 menegaskan bahwa perekonomian Indonesia disusun atas usahabersama yang didasarkan pada asas kekeluargaan. Presiden Republik Indonesia sangat mendukung segalaupaya untuk menggerakkan koperasi di seluruh Indonesia, mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. (Indonesia)  \nPembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui pendekatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu.  \nDalam retreat kepala daerah di Akmil Magelang pada 21-28 Februari 2025, Presiden Prabowomenekankan pentingnya pembentukan Koperasi Desa sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan.  \nPada Rapat Terbatas di Istana Negara pada 3 Maret 2025, Presiden RI mengumumkan ","cbCaigxYPOJpqmx6","https://ap.wps.com/l/cbCaigxYPOJpqmx6","pdf",765835,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Landasan kebijakan dan urgensi koperasi desa\n## Kebutuhan pengawasan dan pencegahan penyimpangan\n## Tantangan kapasitas aparatur dan digitalisasi\n## Peran transparansi dan akuntabilitas melalui PPID\n# Metode dan Rencana Pelaksanaan\n## Survei kebutuhan pelatihan\n## Penyusunan modul e-learning berbasis digital\n## Lokakarya tata kelola koperasi\n# Hasil yang Diharapkan\n## Peningkatan pemahaman prinsip keterbukaan\n## Adopsi transaksi keuangan digital (QRIS)\n## Peningkatan akses informasi melalui PPID\n## Pengawasan partisipatif anggota koperasi","[{\"question\":\"Apa tujuan utama peningkatan kapasitas aparatur desa dalam program Koperasi Merah Putih?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan mengevaluasi dan memperkuat kapasitas aparatur desa pada aspek manajerial, digital, serta mekanisme keterbukaan informasi agar tata kelola koperasi transparan dan akuntabel.\"},{\"question\":\"Mengapa transparansi dan akuntabilitas menjadi fokus dalam pengelolaan koperasi desa?\",\"answer\":\"Keberhasilan program sangat bergantung pada tata kelola yang transparan dan akuntabel, karena rendahnya literasi digital, lemahnya pengawasan internal, dan potensi penyimpangan perlu ditangani sejak awal.\"},{\"question\":\"Bagaimana peran PPID dan QRIS dalam meningkatkan keterbukaan dan pengawasan koperasi?\",\"answer\":\"PPID dibentuk agar laporan keuangan, AD/ART, program kerja, dan prosedur pengaduan dapat diakses masyarakat dan anggota koperasi. QRIS digunakan sebagai sarana transaksi non-tunai untuk meningkatkan transparansi keuangan koperasi.\"}]","Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Koperasi Merah Putih yang Transparan dan Akuntabel di Desa Puro | PDF",9]