[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40203-id":3,"doc-seo-40203-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40203,8796095360427,"Lucas Martin","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_994ba38a5ba835b3df7d355c54d3ed8d",48,"Cerita & Novel","Canda Ala Sufi","Canda ala sufi menyajikan gagasan bahwa humor dan hikmah dapat dipertemukan, meski kerap dianggap bertentangan. Dunia lawak sering dipahami sebagai sesuatu yang naif, dangkal, profan, dan melalaikan, sedangkan dunia filsafat/irfan cenderung serius, mendalam, sakral, dan mengingatkan pada kematian. Tokoh Nashruddin berperan sebagai penengah yang memadukan “dua alam” layaknya air dan minyak, sehingga humor tetap menghadirkan makna dan pelajaran.","Antara dunia lelucon dengan dunia filsafat,misalnya,terdapatjurang dalam yang tak mungkin dijembatani.Yang pertama terlalunaif,dangkal,sepele,dan tuna makna,sementara yang keduacenderung serius,mendalam,universal,dan penuh makna.Demikianpula,antara dunia lawak dengan dunia irfan(baca:sufi).Yangpertama bersifat duniawi,profan,dan melalaikan,sementara yangkedua bersifat ilahiah,sakral,dan memberi ingat akan mati.Ya,antara dunia tawa dan dunia serius seolah terdapat pertentangantajam yang tak mungkin dirujukkan.  \nNamun,Nashruddin(tokoh kita dalam buku ini)mampumendamaikan keduanya.Dengan segala tingkahnya,dia berhasilmemadukan “dua alam”yang mirip air dengan minyak itu.Dialahfilosof besar di masanya,juga seorang ulama dan ahli ‘irfan(baca:sufi).Meski dituduh gila,dia mampu menjadi orang terdekat,penasihat,dan “penghibur”sang penakluk dari Mongol,Taimurlank.Berkat jasanya,beberapa perpustakaan dan ulama besar masa ituberhasil di          1  …    _     L-…-n masit yang  \ndilakukan  \nIslamic College'Library  \nAkhir  \nmenikmat  \nCanda ala suf.…  \nini..  \nISBN 9  \n9789793259413>  \nica budiman  \ni orang bijak  \nJERBIT CAHAYA  \nCAHAYA  \nC…>。rS  \nNASHRUDDIN  \nBismillahirrahmanirrahim  \n# CANDA ALA SUFI\n\n■  \n# N A S H RU D D IN\n\nPenerbit Cahaya  \nJL.Siaga Darma VIII no.32E Pejaten TimurPasar Minggu-Jakarta Selatan 12510Telp:(021)7987771/08121068423Fax:(021)7987633E-mail:pentcahaya@centrin.net.id  \nJudulasli:Nawadhir Juha al-KubraKarya Nashirudin  \nPenerjemah:Muhdor Assegaf  \nPenyunting:Ali Asghar Ard.  \nDesain Cover:Eja Ass  \nCetakan Keempat:Shafar 1426H/April 2005 MCetakan Kelima:Rajab 1426H/Agustus 2005 M◎Hak cipta dilindungi undang-undang(all rights reserved)  \nNashruddin  \nxxviii+452 hln;17,5 cm  \n1.TasawufII.Assegaf,Muhdor  \nISBN979-3259-41-8  \nPerpustakaan Nasional RI:Data Katalog Dalam Terbitan(KDT)  \nCanda ala sufi/Nashruddin;penerjemah,Muhdor Assegaf;penyunting,Ali Asghar Ard.—Cet.5.—Jakarta:Cahaya,2005.  \nI.Judul  \nI.Ard.,Ali Asghar  \n# Pengantar Penerbit\n\nDalam dunia lawak,kelucuan seringdiidentikkan dengan kepandiran.Pabilaseseorang bertindak bodoh,konyol,dan beranimelakukan hal-hal yang dianggap tabu,makaorang-orang akan mencapnya sebagai pelawakyang sesungguhnya.Apalagi,kalau dia juga maumengenakan pakaian yang aneh,kedodoran,penuh warna,nyentrik,dan lain-lain.Pendeknya,mengumpulkan segala sesuatu yang cenderungdibuat-buat…  \nBenar,antara dunia lelucon dengan duniafilsafat,misalnya,terdapat jurang dalam dan terjalyang tak mungkin dijembatani.Yang pertama  \n# CANDA ALA SUFI\n\nterlalu naif,dangkal,sepele,dan tak bermakna,sementara yang kedua cenderung serius,mendalam,universal,dan penuh makna.Demikian pula antara dunia lawak dengan duniahikmah(kebijaksanaan para arif),misalnya.Yangpertama bersifat duniawi,profan,melalaikan,dan lain-lain,sementara yang kedua bersifatilahiah,sakral,mengingatkan pada kematian danlain-lain.Ya,antara dunia“tertawa”dengan dunia\"serius\"terdapat pertentangan tajam yang takmungkin dirujukkan.  \nAkan tetapi,Nashruddin(tokoh kita dalambukulucu ini)mampu merujukkan dua hal yangtampak bertentangan tersebut.Dengan segalatingkah-polahnya,dia berhasil memadukan\"duadunia\"yang mirip air dengan minyak itu.Diaadalah seorang filosof besar di masanya,jugaseorang ulama dan ahli irfan(baca:sufi).Meskidituduh gila,dia mampu menjadi orang terdekat,penasihat,dan \"penghibur\"sang penakluk dariMongol,Taimurlank.Berkat jasanya,beberapaperpustakaan dan ulama besar di masa ituberhasil diselamatkan dari amukan aarah danpenghancuran besar-besaran yang dilakukan  \nCiiuni  ut  LL  .  \noleh kaisar Mongol itu.Akhirnya,agar tidakmendahului,silakan pembaca budiman me-nikmatisendirihumor segar tapipenuh hikmahdari orang bijak ini..  \nBogor,April 2004  \nPenerbit Cahaya","cbCaiibFfh0IOAUf","https://ap.wps.com/l/cbCaiibFfh0IOAUf","pdf",12084570,3,1,480,"Indonesian","id",113,"# Pengantar Penerbit\n## Humor, filsafat, dan pertentangan dua dunia\n## Peran Nashruddin dalam memadukan dua alam\n## Ajakan menikmati humor bernilai hikmah","[{\"question\":\"Mengapa dunia lawak sering dianggap memiliki makna yang dangkal?\",\"answer\":\"Karena kelucuan dalam lawak kerap diidentikkan dengan kepandiran: tindakan bodoh, tabu, serta hal yang dibuat-buat sehingga tidak berbobot makna.\"},{\"question\":\"Apa perbedaan utama antara dunia “tertawa” dan dunia “serius” menurut pengantar?\",\"answer\":\"Dunia “tertawa” cenderung duniawi, profan, dan melalaikan, sedangkan dunia “serius” bersifat ilahiah, sakral, mendalam, dan mengingatkan pada kematian.\"},{\"question\":\"Bagaimana Nashruddin mendamaikan pertentangan humor dan hikmah?\",\"answer\":\"Melalui tingkah lakunya, Nashruddin memadukan dua dunia yang tampak bertentangan, seperti air dan minyak yang sulit disatukan, sehingga humor tetap sarat hikmah.\"}]",1783306766,739,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"canda-ala-sufi","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/canda-ala-sufi/40203/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-20","2026-07-06",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa dunia lawak sering dianggap memiliki makna yang dangkal?","Question",{"text":75,"@type":76},"Karena kelucuan dalam lawak kerap diidentikkan dengan kepandiran: tindakan bodoh, tabu, serta hal yang dibuat-buat sehingga tidak berbobot makna.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Apa perbedaan utama antara dunia “tertawa” dan dunia “serius” menurut pengantar?",{"text":80,"@type":76},"Dunia “tertawa” cenderung duniawi, profan, dan melalaikan, sedangkan dunia “serius” bersifat ilahiah, sakral, mendalam, dan mengingatkan pada kematian.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Bagaimana Nashruddin mendamaikan pertentangan humor dan hikmah?",{"text":84,"@type":76},"Melalui tingkah lakunya, Nashruddin memadukan dua dunia yang tampak bertentangan, seperti air dan minyak yang sulit disatukan, sehingga humor tetap sarat hikmah.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]