[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-131469-113":53,"doc-detail-131469-id":132},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":125,"head_meta":127,"extra_data":129,"updated_unix":131},113,"id","bullying-and-child-abuse-report-immediately-dont-wait","Buli derakanak-kanak - Jangan sudah terlewat baru lapor polis","","Kasus penderaan kanak-kanak mencatat tren naik yang memicu keprihatinan besar, dengan rujukan laporan Polis Diraja Malaysia (PDRM) dari 2020 hingga 2024. Artikel menyoroti bahwa kegagalan pencegahan, deteksi awal, dan tindak lanjut mendorong insiden berujung kematian. Selain itu, pembulian di lingkungan sekolah berasrama penuh, MRSM, dan perguruan tinggi tetap berlangsung meski ada hukuman. Ditekankan perlunya rencana terpadu lintas kementerian, intervensi awal, serta pemanfaatan saluran pengaduan termasuk Talian Kasih 15999 dan media digital untuk keselamatan nyawa.",{"@graph":63,"@context":124},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":27,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/bullying-and-child-abuse-report-immediately-dont-wait/131469/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/bullying-and-child-abuse-report-immediately-dont-wait/131469.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Olivia Brown","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-08-13",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",6,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116,120],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Bagaimana tren jumlah kes penderaan kanak-kanak dari 2020 hingga 2024?","Question",{"text":110,"@type":111},"Jumlah kasus yang dilaporkan dari PDRM menurun dari 44 kes pada 2020 ke 24 kes pada 2021, lalu melonjak menjadi 74 kes pada 2022. Angkanya naik lagi menjadi 98 pada 2023 dan mencapai 114 kes setakat 2024.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Mengapa artikel menekankan pentingnya intervensi awal?",{"text":115,"@type":111},"Dalam beberapa kasus penderaan hingga maut, insiden bermula dari rangkaian penderaan awal yang tidak dikesan pihak sekitar. Karena itu, intervensi awal dinilai sangat kritikal untuk mencegah eskalasi.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Tindakan apa yang disebutkan ketika buli terjadi di sekolah atau institut?",{"text":119,"@type":111},"Artikel menyebut tindakan keras seperti menggantung persekolahan dan membuang sekolah. Namun, meski hukuman diterapkan di beberapa premis, buli masih terus terjadi seperti “api dalam sekam”.",{"name":121,"@type":108,"acceptedAnswer":122},"Saluran apa yang disarankan untuk melaporkan kes penderaan dan buli?",{"text":123,"@type":111},"Masyarakat disarankan memanfaatkan Talian Kasih 15999 serta kanal seperti WhatsApp, Telegram, Facebook, Instagram, dan TikTok yang tersedia pada kementerian dan agensi kerajaan. Semua pihak terkait juga disebut terbuka untuk menerima laporan demi keselamatan nyawa.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":126,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":128,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":130,"site_id":56},131469,1786662273,{"code":4,"msg":5,"data":133},{"doc_id":130,"user_id":134,"nickname":89,"user_avatar":135,"doc_module":4,"category_id":26,"category_name":27,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":136,"file_id":137,"file_url":138,"file_type":139,"file_size":140,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":71,"language":141,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":142,"faqs":143,"seo_title":144,"seo_description":61,"update_tm":131,"read_time":74},16904993612988,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_a8503ba1806abce46bf441b54a3ca4cd","SEKTOR DOKUMENTASI PENDIDIKANBPPDP,Kementerian Pendidikan MalaysiaAras SB-4,Blok E8,Kompleks E,Pusat Pentadbiran Kerajaan Persekutuan62604 Putrajaya.Tel :03-88846425Faks:03-88846284                     \nTARIKH:28 JULAl 2025(ISNIN)  \nN.STRAITS TIMES  \nUTUSAN M'SIA  \n# BERITA HARIAN\n\nBuli,derakanak-kanak:Jangansudah terlewatbaru lapor polis  \nB+28/25  \nMg.2  \nStatistik penderaan kanak-kanak dikemukakan MenteriPembangunan Wanita,Keluarga dan Masyarakat,DatukSeri Nancy Shukri baru-baru ini amat menyedihkan.  \nMemetik laporan Polis Diraja Malaysia(PDRM),sebanyak44 kes penderaan kanak-kanak membawa kepada kematiandirekodkan pada 2020.Walaupun jumlah itu menurun ke-pada 24 kes pada 2021,ia melonjak mendadak kepada 74 kespada 2022,98(2023)dan setakat 2024,mencapai angka 114kes.  \nAngka ini bukan sekadar statistik,sebaliknya menun-jukkan kegagalan pada sistem ataumekanisme pencegahan,pengesanan awal serta tindakan susulan daripada pihakberkuasa dan masyarakat.  \nDalam beberapa kes penderaan membawa maut,ia ber-laku selepas satu siri penderaan awal yang tidak dikesanorang sekeliling.Sebab itu,intervensi awal sangat kritikal.  \nPada masa sama,kes buli dalam kalangan pelajar sekolahtermasuk di Sekolah Berasrama Penuh(SBP)dan MaktabRendah Sains MARA(MRSM)bahkan di institut pengajiantinggi(IPT)tetap berlaku.  \nWalaupun tindakan keras diambil termasuk digantungpersekolahan dan dibuang sekolah,buli di dua premismenempatkan insan muda bijak pandai ini tetap hidupseperti‘api dalam sekam’,membara dalam diam sehinggahabis semua terbakar.  \nSINAR HARIAN  \nTHE STAR  \nSoalnya,mengapa dua jenis perlakuan ini masih ber-leluasa?Jika masalah penderaan mungkin terjadi dise-babkan masalah sosial atau jenayah dalam rumah tangga,bagaimana pula dengan perbuatan buli di SBP,MRSM danIPT yang dilakukan pelajar cerdik dan cemerlang aka-demik.  \nKegagalan ini perlu ditangani secara menyeluruh.Iabukan semata-mata tanggungjawab kementerian berkaitanatau agensi penguatkuasaan sahaja,tetapi memerlukankerjasama antara semua pihak termasuk ibu bapa,jiran,guru,pertubuhan bukan kerajaan (NGO),apatah lagi ko-muniti.  \nSudah tiba masanya kerajaan merangka pelan bersepadumenangani penderaan dan buli membabitkan rentas ke-menterian khasnya membabitkan Kementerian Pendidikan(KPM),Kementerian Pembangunan Wanita,Keluarga danMasyarakat(KPWKM),Kementerian Belia dan Sukan(KBS)dan Kementerian Pendidikan Tinggi(KPT).Jika perlu,tarikjuga Kementerian Dalam Negeri(KDN)untuk tangani duaisu ini.  \nKita tidak boleh terus menunggu tragedi berlaku baruhendak bertindak.Rumuslah satu formula,pelan tindakanatau mekanisme berteraskan nilai agama,budaya,carahidup dan penemuan saintifik untuk menamatkan badi'penderaan dan buli.  \nMasyarakat juga perlu cakna.Ambil iktibar daripada keskematian sendiri di kediaman yang terjadi sebelum ini.Usah sampai mayat membusuk dan berbau,baru hendakmelaporkan kepada pihak berkuasa.Pada era digital hariini,pelbagai medium dan saluran aduan boleh diman-faatkan.  \nTalian Kasih 15999,WhatsApp,Telegram,Facebook,Ins-tagram dan TikTok semua kementerian,agensi kerajaanbahkan menteri atau wakil rakyat dan ketua jabatan sen-tiasa terbuka untuk menjadi saluran melaporkan kes pen-deraan dan buli.Laporkan demi keselamatan nyawa ber-sama.","cbCaih5jHymoQ5hz","https://ap.wps.com/l/cbCaih5jHymoQ5hz","pdf",236355,"Indonesian","# Berita tentang buli dan penderaan kanak-kanak\n## Statistik kes penderaan hingga 2024\n## Kegagalan pencegahan dan deteksi awal\n## Buli tetap terjadi di sekolah dan IPT\n## Perlunya pelan terpadu lintas kementerian\n## Seruan melapor melalui saluran digital dan Talian Kasih 15999","[{\"question\":\"Bagaimana tren jumlah kes penderaan kanak-kanak dari 2020 hingga 2024?\",\"answer\":\"Jumlah kasus yang dilaporkan dari PDRM menurun dari 44 kes pada 2020 ke 24 kes pada 2021, lalu melonjak menjadi 74 kes pada 2022. Angkanya naik lagi menjadi 98 pada 2023 dan mencapai 114 kes setakat 2024.\"},{\"question\":\"Mengapa artikel menekankan pentingnya intervensi awal?\",\"answer\":\"Dalam beberapa kasus penderaan hingga maut, insiden bermula dari rangkaian penderaan awal yang tidak dikesan pihak sekitar. Karena itu, intervensi awal dinilai sangat kritikal untuk mencegah eskalasi.\"},{\"question\":\"Tindakan apa yang disebutkan ketika buli terjadi di sekolah atau institut?\",\"answer\":\"Artikel menyebut tindakan keras seperti menggantung persekolahan dan membuang sekolah. Namun, meski hukuman diterapkan di beberapa premis, buli masih terus terjadi seperti “api dalam sekam”.\"},{\"question\":\"Saluran apa yang disarankan untuk melaporkan kes penderaan dan buli?\",\"answer\":\"Masyarakat disarankan memanfaatkan Talian Kasih 15999 serta kanal seperti WhatsApp, Telegram, Facebook, Instagram, dan TikTok yang tersedia pada kementerian dan agensi kerajaan. Semua pihak terkait juga disebut terbuka untuk menerima laporan demi keselamatan nyawa.\"}]","Buli derakanak-kanak - Jangan sudah terlewat baru lapor polis | PDF"]