[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-45610-id":3,"doc-seo-45610-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},45610,4810365810221,"Aurora","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d",53,"Layanan Kesehatan","Panduan Singkat Pelacakan Kontak (Contact Tracing) untuk Kasus COVID-19","Panduan singkat Kementerian Kesehatan RI tentang pelacakan kontak (contact tracing) untuk kasus COVID-19, disusun untuk mendukung penyelidikan epidemiologi dan pengendalian penularan. Materi memuat alasan pelacakan kontak, cara mendata kontak erat, koordinasi dan komunikasi, persiapan serta APD, identifikasi kontak erat, dan panduan wawancara untuk petugas surveilans maupun pelacakan kontak. Dokumen juga menjelaskan isolasi dan karantina mandiri serta sumber informasi publik dan kontak petugas/dinas.","Panduan Singkat  \nPelacakan Kontak (Contact Tracing) untuk Kasus COVID-19  \nKementerian Kesehatan RI  \nDirektoratJenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tahun 2020  \nPanduan Singkat  \nPelacakan Kontak (Contact Tracing) untuk Kasus COVID-19  \nKementerian Kesehatan RI  \nDirektoratJenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tahun 2020  \nKontributor:  \nKementerian Kesehatan Republik Indonesia Kementerian Pertanian Republik Indonesia WHO Indonesia  \nFAO ECTAD Indonesia  \nDidukung oleh:  \nUSAID  \nDAFTAR ISI  \n2 DAFTAR ISTILAH  \n4 FAQ  \n7 BAGAN PELACAKAN KONTAK  \n8 MENGAPA DILAKUKAN PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI KASUS KONFIRMASI/PROBABEL?  \n8 MENGAPA DILAKUKAN PELACAKAN KONTAK?  \n8 DARIMANA SAJA KITA BISA MENDATA KONTAK ERAT?  \n9 KOORDINASI DAN KOMUNIKASI  \n9 PERSIAPAN, ALAT PELINDUNG DIRI (APD), DAN ALAT YANG DIBUTUHKAN  \n11 IDENTIFIKASI KONTAK ERAT  \n12 WAWANCARA KASUS KONFIRMASI/ PROBABEL (UNTUK PETUGAS KESEHATAN/SURVEILANS)  \n13 WAWANCARA KONTAK ERAT (UNTUK PETUGAS PELACAKAN KONTAK)  \n16 WAWANCARA PEMANTAUAN HARIAN (UNTUK PETUGAS PELACAKAN KONTAK)  \n17 PETUNJUK ISOLASI DAN KARANTINA MANDIRI  \n20 SUMBER INFORMASI PUBLIK COVID-19  \n20 INFORMASI KONTAK PETUGAS/DINAS YANG BISA DIHUBUNGI  \n1  \nDAFTAR ISTILAH  \nKasus konfirmasi  \nSeseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR, baik memiliki gejala atau tidak bergejala.  \nKasus suspek  \n• Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejalamemiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/ wilayah Indonesia yang melaporkan penularan lokal.  \n• Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memilikiriwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probabel COVID-19 .  \n• Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidakada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.  \n2  \nKasus probabel  \nKasus suspek dengan ISPA Berat/gangguan pernafasanakut (ARDS)/MENINGGAL dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 DAN belum ada hasilpemeriksaan laboratorium RT-PCR (termasuk yang tidakada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR) .  \nKontak erat  \n• Orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau probabel, seperti bertatap mukadalam radius 1 meter selama lebih dari 15 menit, atau bersentuhan langsung, atau merawat langsung pasien tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai, atau situasi lainnya yang berisiko (dalam satu ruangan, kantor, mode transportasi dll) .  \n• Pada kasus probabel atau konfirmasi yang bergejala, kontak erat dihitung dari 2 hari sebelum kasus timbulgejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbulgejala.  \n• Pada kasus konfirmasi yang tidak bergejala, kontakerat dihitung dari 2 hari sebelum dan 14 hari setelah tanggal pengambilan spesimen yang menunjukkan hasil positif.  \n3  \nFAQ  \nApa itu COVID-19?  \nCOVID-19 adalah penyakit saluran pernafasan menular yang disebabkan oleh virus baru SARS-CoV-2 . Penyebaran virus ini pertama kali dilaporkan di Wuhan, Cina di akhir Desember 2019 dan sampai sekarang sudah menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.  \nApa saja gejala orang yang menderita penyakit COVID-19?  \nGejala utama: hilang indra pembau (anosmia), dan hilang indra perasa (ageusia) . Gejala lainnya demam, batuk, lemas, nyeri tenggorokan, pilek, sakit kepala, nyeri otot, sesak nafas, mual-muntah, dan diare.  \nApakah sakit COVID-19 berbahaya?  \nYa, virus COVID-19 ini berbahaya dan menyebar dengan cepat. Jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan sakit parah dan bahkan kematian, terutama pada kelompok orang rentan seperti orang lanjut usia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta seperti sakit jantung, darah tinggi, penyakitparu, dan lain-lain.  \n4  \nBagaimana virus COVID-19 menyebar?  \nVirus COVID-19 menyebar melalui droplet ataupercikan ludah yang masuk langsung ke tubuh melalui mata, hidung, dan mulut, atau jika tangan menyentuh permukaa","cbCaik2LKGa8v7Dj","https://ap.wps.com/l/cbCaik2LKGa8v7Dj","pdf",620688,4,1,24,"Indonesian","id",113,"# Daftar Istilah\n## Kasus konfirmasi, suspek, dan probabel\n## Kontak erat\n# FAQ\n## COVID-19 dan gejalanya\n## Gejala, bahaya, serta penyebaran virus\n## Karantina dan isolasi\n# Bagan Pelacakan Kontak\n# Mengapa dilakukan penyelidikan epidemiologi dan pelacakan kontak?\n# Koordinasi dan komunikasi\n# Persiapan, APD, dan alat yang dibutuhkan\n# Identifikasi kontak erat\n# Panduan wawancara\n## Wawancara kasus konfirmasi/probabel\n## Wawancara kontak erat\n## Wawancara pemantauan harian\n# Petunjuk isolasi dan karantina mandiri\n# Sumber informasi publik COVID-19","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan kasus konfirmasi, kasus suspek, dan kasus probabel dalam panduan ini?\",\"answer\":\"Kasus konfirmasi adalah individu positif COVID-19 berdasarkan pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kasus suspek mencakup kriteria ISPA dengan riwayat perjalanan atau kontak dalam 14 hari terakhir. Kasus probabel adalah suspek dengan ISPA berat/gangguan pernapasan akut/ARDS atau meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 tanpa hasil RT-PCR.\"},{\"question\":\"Bagaimana cara menentukan kontak erat dan rentang waktunya?\",\"answer\":\"Kontak erat mencakup riwayat bertatap muka dalam radius 1 meter lebih dari 15 menit, bersentuhan langsung, merawat langsung tanpa APD sesuai, atau situasi berisiko lain dalam satu ruangan/kantor/moda transportasi. Pada kasus probabel/konfirmasi bergejala, dihitung dari 2 hari sebelum hingga 14 hari setelah gejala timbul; pada kasus konfirmasi tanpa gejala, dihitung dari 2 hari sebelum hingga 14 hari setelah tanggal pengambilan spesimen yang positif.\"},{\"question\":\"Apa perbedaan karantina dan isolasi serta mengapa keduanya perlu dilakukan?\",\"answer\":\"Karantina adalah pemisahan individu yang sehat atau belum bergejala tetapi memiliki riwayat kontak/bepergian berisiko untuk mengurangi peluang penularan dan membantu identifikasi dini. Isolasi adalah pemisahan individu yang sakit (dengan konfirmasi laboratorium atau gejala) dari masyarakat luas. Keduanya diperlukan agar orang di sekitar tidak tertular dan memudahkan petugas memantau kesehatan.\"}]",1783462499,37,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"brief-guide-to-contact-tracing-for-covid-19-cases","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/brief-guide-to-contact-tracing-for-covid-19-cases/45610/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-16","2026-07-07",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa yang dimaksud dengan kasus konfirmasi, kasus suspek, dan kasus probabel dalam panduan ini?","Question",{"text":75,"@type":76},"Kasus konfirmasi adalah individu positif COVID-19 berdasarkan pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kasus suspek mencakup kriteria ISPA dengan riwayat perjalanan atau kontak dalam 14 hari terakhir. Kasus probabel adalah suspek dengan ISPA berat/gangguan pernapasan akut/ARDS atau meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 tanpa hasil RT-PCR.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Bagaimana cara menentukan kontak erat dan rentang waktunya?",{"text":80,"@type":76},"Kontak erat mencakup riwayat bertatap muka dalam radius 1 meter lebih dari 15 menit, bersentuhan langsung, merawat langsung tanpa APD sesuai, atau situasi berisiko lain dalam satu ruangan/kantor/moda transportasi. Pada kasus probabel/konfirmasi bergejala, dihitung dari 2 hari sebelum hingga 14 hari setelah gejala timbul; pada kasus konfirmasi tanpa gejala, dihitung dari 2 hari sebelum hingga 14 hari setelah tanggal pengambilan spesimen yang positif.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa perbedaan karantina dan isolasi serta mengapa keduanya perlu dilakukan?",{"text":84,"@type":76},"Karantina adalah pemisahan individu yang sehat atau belum bergejala tetapi memiliki riwayat kontak/bepergian berisiko untuk mengurangi peluang penularan dan membantu identifikasi dini. Isolasi adalah pemisahan individu yang sakit (dengan konfirmasi laboratorium atau gejala) dari masyarakat luas. Keduanya diperlukan agar orang di sekitar tidak tertular dan memudahkan petugas memantau kesehatan.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,102,106,110,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":99,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":100,"show_sort_weight":96,"slug":101},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":104,"show_sort_weight":96,"slug":105},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":108,"show_sort_weight":96,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":111},"healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]