[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-45384-id":3,"doc-seo-45384-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},45384,1099513958762,"Logic","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/1000023916a998db790?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1784791008015729253",54,"Penelitian & Laporan","Mematahkan Pewarisan Ingatan: Wacana Anti-Komunis dan Politik Rekonsiliasi Pasca-Soeharto","Wacana anti-komunis dan politik rekonsiliasi pasca-Soeharto dibahas melalui analisis narasi masa lalu komunis yang dinilai terus bekerja dalam kehidupan sosial. Kajian menelusuri perubahan wacana resmi anti-komunisme, gagasan rekonsiliasi, serta respons protes terhadap label “komunis” dan “komunisme”. Pembahasan mencakup islamisasi komunisme, konflik PKI–organisasi Islam, hingga memeriksa otobiografi muslim komunis dan merumuskan kemungkinan rekonsiliasi di tingkat akar-rumput serta refleksi teoretis atas masyarakat transisi.","Mematahkan Pewarisan Ingatan Wacana Anti-Komunis dan Politik Rekonsiliasi Pasca-Soeharto  \nOleh  \nBudiawan  \nKata Pengantar:  \nHersri Setiawan  \nELSAM – Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat  \nJakarta  \nJuni 2004  \nDaftar Isi  \nPengantar Penerbit  \nPengantar Penulis  \nUcapan Terima Kasih  \nKata Pengantar: Hersri Setiawan  \nBab I  \nNarasi Masa Lalu Komunis yang Tak Pernah Pudar  \n• Pengantar  \n• Jatuhnya Soeharto dan Munculnya Isu Rekonsilasi Nasional  \n• Wacana Anti-Komunis dan Isu Rekonsiliasi: Sebuah Tinjauan Pustaka  \n• Menginterogasi Narasi tentang Masa Lalu  \n• Membaca sebuah Representasi-Diri  \n• Sistematika Buku dan Sumber-Sumber Acuannya  \nBab II  \nWacana Anti-Komunis dan Praktik Sosialnya  \n• Pengantar  \n• Perubahan dalam Wacana Resmi Anti-Komunisme Setelah Soeharto Jatuh  \n• Gagasan Gus Dur Tentang Rekonsiliasi Nasional dan Penjabarannya  \n• Protes Menentang Toleransi terhadap “Komunis” dan “Komunisme”  \n• “Komunis” dan “Komunisme” dalam Berbagai Cerita Rakyat  \n• Catatan Penutup  \nBab III  \nMemeriksa Narasi tentang Masa Lalu Komunis  \n• Pengantar  \n• Islamisasi Komunisme dan Pertentangan antara PKI dan Organisasi Islam,  \n1920-an – 1948  \n• Menuju Pemersetanan Komunisme: Dari Peristiwa Madiun hingga Pembantaian Massal 1965-66  \n• Catatan Penutup  \nBab IV  \nDua Otobiografi Muslim Komunis  \n• Pengantar  \n• Dua Muslim Komunis dan Otobiografi Mereka  \no Otobiografi Hasan Raid: Sebuah Laporan Pertanggungjawaban Seorang Muslim Komunis  \no Otobiografi Achmadi Moestahal: Tutur Pribadi Seorang Muslim Pluralis  \n• Ketiadaan dalam Ke-ada-an  \n• Membuka Ruang Untuk Narasi-Diri si “Yang Lain”  \n• Catatan Penutup  \nBab V  \nMerumuskan Kembali Masa Lalu dan Rekonsiliasi  \n• Pengantar  \n• Abdurrahman Wahid dan Dinamika Intern NU  \n• Syarikat: Aktivis Muda NU dan Gagasan Rekonsiliasi Mereka  \n• Rekonsiliasi di Tingkat Akar-Rumput: Kasus Blitar, Jawa Timur  \n• Catatan Penutup  \nBab VI  \nRefleksi Teoretis  \n• Tinjauan dan Persoalan  \n• Menghadapi Masa Lalu dalam Masyarakat Transisi: Tiga Kasus  \n• Rekonstruksi Identitas dan Kemungkinan untuk Rekonsiliasi  \n• Catatan Penutup  \nBibliografi  \nIndeks  \nTentang Penulis  \nMematahkan Pewarisan Ingatan: Wacana Anti-Komunis dan Politik Rekonsiliasi PascaSoeharto oleh Budiawan  \n(Diterjemahkan dari disertasi doktoral di National University of Singapore dengan judul yang dipertahankan pada Juni 2003 dengan judul: “Breaking the Immortalized Past: AntiCommunist Discourse and Reconciliatory Politics in Post-Suharto Indonesia”)  \nPenerjemah  \n(Bab I – IV: Tim Penerjemah Elsam; Bab V-VI: Hersri Setiawan; Catatan Kaki: Eddie Riyadi Terre)  \nEditor I/Penyelaras Terjemahan Hersri Setiawan  \nEditor II/Penyelaras Akhir Eddie Riyadi Terre  \nDesain Sampul:  \nLayout:  \nCetakan Pertama, Juni 2004  \nHak terjemahan dalam bahasa Indonesia ada pada ELSAM  \nSemua penerbitan ELSAM didedikasikan kepada para korban pelanggaran hak asasimanusia, selain sebagai bagian dari usaha pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia.  \nPenerbit  \nELSAM – Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat  \nJln. Siaga II No. 31, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta 12510 Tlp.: (021) 797 2662; 7919 2519; 7919 2564; Facs.: (021) 7919 2519  \nE-mail: [elsam@nusa.or.id](elsam@nusa.or.id), [advokasi@indosat.net.id](advokasi@indosat.net.id) ; [Web-site: ](Web-site: www.elsam.or.id)[www.elsam.or.id](Web-site: www.elsam.or.id)  \nDaftar Singkatan dan Akronim  \nBAKIN = Badan Koordinasi Intelijen Nasional  \nBakorstanas = Badan Koordinasi Bantuan Pemantapan Stabilitas Nasional Banser = Barisan Serbaguna  \nBKR = Badan Keamanan Rakyat  \nBTI = Barisan Tani Indonesia  \nCIA = Central Ingelligence Agency  \nCIDES = Centre for Information and Development Studies CSI = Centraal Sarekat Islam  \nDDII = Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia DI/TII = Darul Islam/Tentara Islam Indonesia ET = Eks-Tapol  \nFDR = Front Demokrasi Rakyat  \nFPN = Front Persatuan Nasional  \nFSAS = Forum Studi Agama dan Sosial FUII = Front Umat Islam Indonesia  \nG30S/PKI = Gerakan Tiga Pu","cbCaii022Zw2wY4W","https://ap.wps.com/l/cbCaii022Zw2wY4W","pdf",831245,4,1,166,"Indonesian","id",113,"# Pengantar Penerbit\n# Pengantar Penulis\n## Narasi Masa Lalu Komunis yang Tak Pernah Pudar\n## Wacana Anti-Komunis dan Praktik Sosialnya\n## Memeriksa Narasi tentang Masa Lalu Komunis\n## Dua Otobiografi Muslim Komunis\n## Merumuskan Kembali Masa Lalu dan Rekonsiliasi\n## Refleksi Teoretis\n# Bibliografi\n# Indeks","[{\"question\":\"Bagaimana buku ini memandang narasi masa lalu komunis pasca-Soeharto?\",\"answer\":\"Narasi diperlakukan sebagai sesuatu yang terus bekerja dan tidak cepat memudar, sehingga memengaruhi cara masyarakat membaca ingatan serta membangun wacana publik tentang komunisme.\"},{\"question\":\"Wacana anti-komunis apa yang dibahas setelah kejatuhan Soeharto?\",\"answer\":\"Bahasan menyoroti perubahan dalam wacana resmi anti-komunisme, disertai penjabaran gagasan rekonsiliasi nasional serta bentuk-bentuk protes terhadap toleransi terhadap istilah “komunis” dan “komunisme”.\"},{\"question\":\"Apa kontribusi pembahasan otobiografi muslim komunis terhadap tema rekonsiliasi?\",\"answer\":\"Buku memeriksa dua otobiografi muslim komunis untuk membuka ruang bagi narasi diri “yang lain”, lalu menggunakannya sebagai pijakan dalam merumuskan kembali masa lalu dan kemungkinan rekonsiliasi.\"}]",1783458777,256,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"breaking-the-inherited-past-anti-communist-discourse-and-reconciliation-politics-after-suharto","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/breaking-the-inherited-past-anti-communist-discourse-and-reconciliation-politics-after-suharto/45384/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-20","2026-07-07",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Bagaimana buku ini memandang narasi masa lalu komunis pasca-Soeharto?","Question",{"text":75,"@type":76},"Narasi diperlakukan sebagai sesuatu yang terus bekerja dan tidak cepat memudar, sehingga memengaruhi cara masyarakat membaca ingatan serta membangun wacana publik tentang komunisme.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Wacana anti-komunis apa yang dibahas setelah kejatuhan Soeharto?",{"text":80,"@type":76},"Bahasan menyoroti perubahan dalam wacana resmi anti-komunisme, disertai penjabaran gagasan rekonsiliasi nasional serta bentuk-bentuk protes terhadap toleransi terhadap istilah “komunis” dan “komunisme”.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa kontribusi pembahasan otobiografi muslim komunis terhadap tema rekonsiliasi?",{"text":84,"@type":76},"Buku memeriksa dua otobiografi muslim komunis untuk membuka ruang bagi narasi diri “yang lain”, lalu menggunakannya sebagai pijakan dalam merumuskan kembali masa lalu dan kemungkinan rekonsiliasi.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,102,106,110,114,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":99,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":100,"show_sort_weight":96,"slug":101},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":104,"show_sort_weight":96,"slug":105},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":108,"show_sort_weight":96,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":112,"show_sort_weight":96,"slug":113},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":115},"research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]