[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-316865-113":53,"doc-detail-316865-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","blueprint-and-guide-for-writing-questions-indonesian-pharmacist-competency-exam-ukai-osce-method","CETAK BIRU (BLUEPRINT) DAN PANDUAN PENULISAN SOAL - UJI KOMPETENSI APOTEKER INDONESIA (UKAI) - METODE OSCE","","Dokumen ini menyajikan Cetak Biru (Blueprint) dan panduan penulisan soal untuk Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) dengan metode Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Uraian meliputi latar belakang standarisasi kompetensi apoteker, prinsip asesmen yang digunakan, serta peran blueprint bagi penulis soal, penelaah, institusi pendidikan, dan peserta ujian. Dijelaskan pula konsep OSCE, format station, rotasi peserta, mekanisme penilaian berbasis rubrik, serta langkah desain blueprint termasuk penetapan materi, jumlah station, kompetensi yang dinilai, dan alokasi waktu.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":43,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/ujian/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/blueprint-and-guide-for-writing-questions-indonesian-pharmacist-competency-exam-ukai-osce-method/316865/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/blueprint-and-guide-for-writing-questions-indonesian-pharmacist-competency-exam-ukai-osce-method/316865.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"wps_ap_test_251126_0180","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-07","2026-09-20",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",11,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Apa tujuan Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI)?","Question",{"text":110,"@type":111},"UKAI bertujuan menstandarkan kompetensi apoteker dan menguji penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap, serta perilaku calon lulusan profesi apoteker agar memperoleh Sertifikat Kompetensi Apoteker Indonesia sebagai dasar praktik kefarmasian di Indonesia.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Bagaimana OSCE dilaksanakan dalam bentuk station?",{"text":115,"@type":111},"OSCE menggunakan format seri station; setiap peserta berotasi dari satu station ke station lainnya dalam waktu tertentu. Setiap station meniru kondisi nyata, peserta menyelesaikan simulasi tugas/masalah praktik kefarmasian, lalu dievaluasi penguji berdasarkan performa dengan rubrik terstruktur.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Apa keunggulan OSCE dibanding metode MCQ, esai, atau tes oral?",{"text":119,"@type":111},"OSCE dapat mengukur secara efektif dan efisien performa kandidat pada kompetensi komunikasi dan hubungan interpersonal, pengambilan keputusan dalam situasi kompleks (termasuk regulasi dan etik), kemampuan menyelesaikan masalah berbasis data, serta sikap dan perilaku profesional.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},316865,1790069553,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":42,"category_name":43,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":142,"read_time":143},8796095027276,"https://avatar.qwps.com/avatar/d3BzX2FwX3Rlc3RfMjUxMTI2XzAxODA=","12-01-2019  \nCETAK BIRU (BLUEPRINT) DAN PANDUAN PENULISAN SOALUJI KOMPETENSIAPOTEKER INDONESIA  \nMETODE OSCE  \n(Objective Structured Clinical Examination)  \n2018  \nBAB I  \nPENGANTAR  \n1.1 LATAR BELAKANG  \nUji Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) merupakan upaya standardisasi kompetensi tenaga kesehatan, khususnya apoteker sebagai tenaga kefarmasian. UKAI diselenggarakan untuk menguji penguasaan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan perilaku calon lulusan pendidikan profesi apoteker dalam rangka memperoleh Sertifikat Kompetensi Apoteker Indonesia sebagaidasar untuk melakukan praktik kefarmasian di Indonesia. Penyelenggaraan UKAI sebagai ujiannasional pada tahap akhir pendidikan diharapkan mendorong kesadaran mawas diri dan upaya pengembangan diri apoteker secara berkelanjutan (life-long learning) .  \nSebagai alat ukur pencapaian kompetensi penyelenggaraan UKAI sebagai uji kompetensinasional merupakan bagian integral sekaligus komplementer terhadap sistem ujian di institusi. Metode dan sistem ujian dikembangkan secara sistematis untuk memenuhi prinsip-prinsip dasar asesmen yaitu sahih (valid), objektif, handal/terpercaya (reliable), dapat dipertanggungjawabkan (accountable), kriteria dan standar yang digunakan jelas (transparant), dilakukandengan cara yang sama dan konsisten (comparable), dapat diterima (acceptable), dapat dilakukan (feasible), serta memberikan dampak pada pembelajaran (impact on learning) .  \nMateri uji disusun mengacu pada Standar Kompetensi Apoteker Indonesia berdasarkan Cetak Biru (Blueprint) yang menggambarkan prioritas kompetensi yang diujikan. Metode uji yang dikembangkan adalah metode Cognitive Based-Test (MCQ’s) yang dilaksanakan dalam bentuk Computer Based-Test (CBT), dilengkapi dengan metode Performance Based-Test atau Skill’s Based-Test dalam bentuk OSCE (Objective Structured Clinical Examination) .  \nBlueprint uji kompetensi berfungsi sebagai panduan bagi: (1) penulis soal (item writer) dalam menulis soal, (2) penelaah soal (item reviewer & panel expert reviewer) dalam menelaah itemsoal, (3) institusi pendidikan dalam mengukur capaian pembelajaran (learning outcomes), dan  \n(4) peserta ujian dalam mempersiapkan diri.  \n1.2 OSCE SEBAGAI UJI KOMPETENSI  \nOSCE adalah metode asesmen yang dirancang dalam format spesifik berupa suatu seri station dimana semua peserta ujian akan berotasi dari satu station ke station lainnya dalam waktutertentu. Setiap station dibuat seperti kondisi yang mendekati kondisi sebenarnya. Di masingmasing station kandidat akan dihadapkan pada simulasi tugas/masalah praktik kefarmasian yang harus diselesaikan. Kandidat akan diobservasi oleh penguji dan dinilai dari perfoma yang ditunjukkannya dalam menyelesaikan tugas/masalah tersebut.  \nMetode OSCE dirancang untuk mengukur penguasaan ketrampilan klinis (clinical skills) sertasikap dan perilaku (attitude) kandidat secara objektif dan terstruktur. Objektif artinya semuakandidat diuji melalui skema yang sama, melakukan fungsi/tugas yang sama pada tiap tahapsehingga penilaian yang dilakukan lebih bersifat objektif daripada subjektif. Terstruktur dalamarti setiap station memiliki materi uji yang spesifik dengan instruksi yang rinci dan sistematis, menggunakan lembar penilaian tertentu. Dalam OSCE penilaian berdasar pada keputusan yang sifatnya menyeluruh dari berbagai komponen kompetensi.  \nKeunggulan OSCE dibandingkan metode MCQ’s, esai maupun tes oral adalah dapat mengukur secara efektif dan efisien perfoma kandidat pada aspek kompetensi komunikasi dan hubungan interpersonal, pengambilan keputusan dalam situasi yang kompleks dengan memperhatikanaspek regulasi dan etik, kemampuan mengidentifikasi masalah dan menetapkan penyelesaian masalah berbasis data/informasi, serta sikap dan perilaku profesional.  \nStation OSCE dapat dirancang interaktif maupun non-interaktif untuk mensimulasikan situasipraktik kefarmasian senyata mungkin. Station interaktif umumnya melibatkan pasien atau klien standar yang telah dilatih secara spesifik. Penilaian","cbCaidr0lqU1FK5B","https://ap.wps.com/l/cbCaidr0lqU1FK5B","pdf",547743,24,"Indonesian","# BAB I PENGANTAR\n## 1.1 LATAR BELAKANG\n## 1.2 OSCE SEBAGAI UJI KOMPETENSI\n# BAB II CETAK BIRU (BLUEPRINT) UKAI METODE OSCE\n## 2.1 DESAIN OSCE\n### 2.1.1 Materi Ujian","[{\"question\":\"Apa tujuan Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI)?\",\"answer\":\"UKAI bertujuan menstandarkan kompetensi apoteker dan menguji penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap, serta perilaku calon lulusan profesi apoteker agar memperoleh Sertifikat Kompetensi Apoteker Indonesia sebagai dasar praktik kefarmasian di Indonesia.\"},{\"question\":\"Bagaimana OSCE dilaksanakan dalam bentuk station?\",\"answer\":\"OSCE menggunakan format seri station; setiap peserta berotasi dari satu station ke station lainnya dalam waktu tertentu. Setiap station meniru kondisi nyata, peserta menyelesaikan simulasi tugas/masalah praktik kefarmasian, lalu dievaluasi penguji berdasarkan performa dengan rubrik terstruktur.\"},{\"question\":\"Apa keunggulan OSCE dibanding metode MCQ, esai, atau tes oral?\",\"answer\":\"OSCE dapat mengukur secara efektif dan efisien performa kandidat pada kompetensi komunikasi dan hubungan interpersonal, pengambilan keputusan dalam situasi kompleks (termasuk regulasi dan etik), kemampuan menyelesaikan masalah berbasis data, serta sikap dan perilaku profesional.\"}]","CETAK BIRU (BLUEPRINT) DAN PANDUAN PENULISAN SOAL - UJI KOMPETENSI APOTEKER INDONESIA (UKAI) - METODE OSCE | PDF",1789925709,37]