[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-53369-id":3,"doc-seo-53369-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},53369,962075114765,"Quinn","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_a8503ba1806abce46bf441b54a3ca4cd",51,"Komik","फुक्दा-फुक्दै बेलुन","Cerita ini berkisah tentang tiga anak yang meniup balon: Sanu, Ranu, dan Bhanu. Sanu meniup balon kuning kecil yang meledak dengan suara “dor!”, membuat orang-orang di pesta terkejut. Ranu kemudian meniup balon biru yang lebih besar, yang juga meledak dengan suara keras, menyebabkan kepanikan. Terakhir, Bhanu meniup balon hijau yang sangat besar, yang meledak dengan suara yang lebih keras lagi, membuat semua orang di pesta ketakutan. Kisah berlanjut dengan Ibu yang memiliki balon merah, yang merupakan balon terbesar. Ketika Ibu meniup balon merah itu, balon itu meledak seperti bom besar. Namun, kali ini tidak ada yang merasa takut. Ternyata, balon merah itu dipenuhi dengan bintang-bintang kecil berwarna-warni yang berkelap-kelip dan menyebar ke seluruh ruangan. Cerita ini menggambarkan keseruan dan kejutan dalam sebuah pesta, diakhiri dengan momen magis saat balon merah meletus dan menaburkan bintang-bintang.","Nyebul Balon Sudha Ojha Shanta Hitang  \nSanu duwe balon werna kuning. Balon kuning iku cilik.  \nSanu mlembungake balon kuning iku.  \nBalon kuning iku mbledhos karo muni ”dor!”Marai wong-wong sing neng pesta padhawedi.  \nRanu duwe balon biru. Balon biru iku luwihgedhe.  \nRanu nyebul balon biru iku.  \nBalon biru iku mbledhos karo muni ”dor!”banter.  \nMarai wong-wong sing neng pesta padhawedi.  \nBhanu duwe balon ijo. Balon ijo iku gedhe banget.  \nBhanu nyebul balon ijo iku.  \nBalon ijo iku mbledhos karo muni ”dor!”banter banget.  \nMarai wong-wong sing neng pesta padhawedi.  \nIbu duwe balon abang. Balon abang iku balon sing paling gedhe.  \nIbu nyebul balon abang kuwi.  \nBalon abang iku banjur mbledhos kaya suarabom gedhe banget.  \nNanging saiki ora ana wong wedi. Apa kowe ngerti sebabe?  \nBalon abang iku kebak lintang cilik-ciliklan werna-werna pating kelip sing banjur sumebar.","cbCaim7yaOaR4QSX","https://ap.wps.com/l/cbCaim7yaOaR4QSX","pdf",1628653,9,1,12,"Indonesian","id",113,"","[{\"question\":\"Siapa saja karakter anak-anak dalam cerita ini yang meniup balon?\",\"answer\":\"Karakter anak-anak yang meniup balon dalam cerita ini adalah Sanu, Ranu, dan Bhanu.\"},{\"question\":\"Bagaimana reaksi orang-orang ketika balon-balon meledak?\",\"answer\":\"Ketika balon-balon milik Sanu, Ranu, dan Bhanu meledak, orang-orang yang berada di pesta menjadi kaget dan ketakutan.\"},{\"question\":\"Apa yang terjadi ketika Ibu meniup balon merah yang paling besar?\",\"answer\":\"Ketika Ibu meniup balon merah yang paling besar, balon itu meledak seperti bom besar, tetapi kali ini melepaskan bintang-bintang kecil berwarna-warni yang menyebar ke seluruh ruangan.\"}]","फुक्दा-फुक्दै बेलुन | PDF",1783655179,18,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":26,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":29},"blowing-balloons",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/komik/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/blowing-balloons/53369/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-15","2026-07-10",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Siapa saja karakter anak-anak dalam cerita ini yang meniup balon?","Question",{"text":76,"@type":77},"Karakter anak-anak yang meniup balon dalam cerita ini adalah Sanu, Ranu, dan Bhanu.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Bagaimana reaksi orang-orang ketika balon-balon meledak?",{"text":81,"@type":77},"Ketika balon-balon milik Sanu, Ranu, dan Bhanu meledak, orang-orang yang berada di pesta menjadi kaget dan ketakutan.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Apa yang terjadi ketika Ibu meniup balon merah yang paling besar?",{"text":85,"@type":77},"Ketika Ibu meniup balon merah yang paling besar, balon itu meledak seperti bom besar, tetapi kali ini melepaskan bintang-bintang kecil berwarna-warni yang menyebar ke seluruh ruangan.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,99,103,107,109,113,117,121,125,129,133],{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":96,"show_sort_weight":97,"slug":98},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":101,"show_sort_weight":97,"slug":102},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":105,"show_sort_weight":97,"slug":106},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":97,"slug":108},"comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":97,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":97,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":97,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":97,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":97,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":97,"slug":132},57,"Umum","general",{"id":134,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":135,"show_sort_weight":4,"slug":136},181,"Formulir","formulir"]