[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-340196-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-340196-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","bhuana-sastra-passion-for-knowledge-nellaneva","Bhuana Sastra - Passion for Knowledge - Nellaneva","","Buku berisi karya bernuansa sastra remaja yang dimulai dengan pengakuan tokoh “Remi” tentang kesepian, rasa tidak diterima, dan keputusan menulis buku harian. Memuat kilas balik masa sekolah, mimpi kelam tentang hidup sendiri, serta renungan psikologis yang menghubungkan pengalaman tokoh dengan gagasan Sigmund Freud. Narasi menegaskan kebutuhan untuk diajak bicara, komitmen berubah sebelum terlambat, dan perkembangan emosi Remi dari penghakiman diri menuju harapan akan keterhubungan.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/","Sastra",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/bhuana-sastra-passion-for-knowledge-nellaneva/340196/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/bhuana-sastra-passion-for-knowledge-nellaneva/340196.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Sage","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-04","2026-09-21",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",6,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Siapa tokoh utama dan mengapa ia menulis buku harian?","Question",{"text":63,"@type":64},"Tokoh utama bernama Remi menulis buku harian untuk mencatat perasaannya dan menegaskan bahwa pembaca mengetahui namanya tanpa perlu bertanya siapa pemilik diari itu.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Apa yang terjadi pada Remi saat ia merasa sangat sendirian?",{"text":68,"@type":64},"Remi mengalami mimpi seram tentang hidup sendirian tanpa keluarga maupun teman, lalu terbangun menangis karena merasa kenyataan yang ia bayangkan terasa mengerikan.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Pelajaran apa yang Remi ambil dari Freud dalam tulisannya?",{"text":72,"@type":64},"Remi mengingat kutipan tentang ketakutan pada gelap yang menjadi lebih terang ketika seseorang berbicara, lalu menyimpulkan ia membutuhkan seseorang untuk diajak bicara agar kesepiannya berkurang.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},340196,1790434633,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,109,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":107,"show_sort_weight":87,"slug":108},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":110,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":142,"read_time":143},687197207057,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","BHUANA SASTRA  \n# Passion for Knowledge\n\noleh:nellaneva  \nISBN:978-602-483-107-3  \nPenyunting:Ani Nuraini Syahara  \nPenata letak:Veranita  \nlustrasi sampul:Bella Ansori  \nDesainer:Yanyan Wijaya  \n◎2018,Penerbit Bhuana Sastra(Imprint dari Penerbit Bhuana Ilmu Populer)JIn.Palmerah Barat 29-37,Unit 1-Lantai 2,Jakarta 10270  \nDiterbitkan pertama kali olehPenerbit Bhuana Ilmu PopulerKelompok GramediaNo.Anggota IKAPI:246/DKI/04  \nHak Cipta dilindungi oleh Undang-Undang.Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagianatau seluruh buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit.  \nSanksi Pelanggaran Pasal 113 Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta  \n1.Setiap orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomisebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat(1)huruf iuntuk penggunaan secarakomersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1(satu)tahun dan ataupidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00(seratus juta rupiah).  \n2.Setiap orang yang dengan tanpa hak dan atau tanpa izin pencipta atau pemeganghak cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi pencipta sebagaimana dimaksuddalam pasalg ayat(1)huruf c,hurufd,huruff,dan atauhuruf h,untuk penggunaansecara komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3(tiga)tahun danatau pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00(lima ratus juta rupiah)  \n3.Setiap orang yang dengan tanpa hak dan atau tanpa izin pencipta atau pemeganghakmelakukan pelanggaran hak ekonomipencipta sebagaimana dimaksud dalampasal 9 ayat(1)huruf a,huruf b,huruf e,dan atau huruf g,untuk penggunaansecara komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4(empat)tahundan atau pidana denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00(satu miliar rupiah).  \n4.Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat(3)yangdilakukan dalam bentukpembajakan,dipidana dengan pidana penjara paling lama10(sepuluh)tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 4.000.000.000,00(empat miliar rupiah).  \n# Remi's Rebellion\n\n16 Januari 2008  \nnamaku Remi dan aku adalah gadis paling anehsekomplek perumahan(karena menulis “sedunia”akanhiperbolis).Tidak,aku bahkan tidak pantas menyebut dirikuseorang gadis.Anak bengal,begundal culun,alien terkucil;barangkali tiga sebutan tersebut lebih tepat.  \nYang paling penting,kamu tahu namaku dan tidak akanbertanya-tanya lagi siapa pemilik diari ini.  \nKeputusanku menulis buku harian (lagi)agak tidak ter-ekspektasi.Terakhir kali aku menulis buku harian adalahpada bulan pertama aku masuk SMA.Lima lembar terakhirhanya tertulis “INGIN MATI”berulang kali.Masih adasedikit tetesan darah ketika dengan konyolnya aku maumengiris pergelangan tanganku tetapi terlalu pengecutuntuk melakukannya.Saat itu,aku jadi harus terus-terusan  \nmengenakan kaus lengan panjang atau jaket selama beberapaminggu demi menutupi bekas lukaku.Ya,aku tidak bangga.Jangan melihatku dengan tatapan menghakimi itu,ParaPembaca dan Remi Masa Depan.  \nKembali ke tujuanku menulis buku harian(lagi).  \nTadi malam,aku bermimpi seram.Sepertinya umurkusudah lima puluhan dan aku hidup sendirian di dalam rumahkusam yang telantar.Aku tidak menemukan orangtuaku,kakakku,juga adik-adikku.Aku punya banyak kucing tetapitidak satu pun mau kupangku.Mereka hanya mendatangikuuntuk minta makan lalu melengos kabur selepas kenyang.Anak-anak kecil melempari rumahku dengan batu sambilmelontarkan ejekan dan cekikikan.Ibu-ibu rumah tanggasaling berbisik dalam gosip acap kali melewati rumahku.Tidak ada telepon di dalam rumah,lagi pula siapa yang maukuhubungi?Apa aku punya kawan atau kerabat?Yang jelas,siapa pun tidak terpikirkan olehku.  \nKetika aku melihat pantulan diriku lewat cermin,akunyaris menjerit(tidak benar-benar menjerit sih karena akusedang tidur).Helai-helai rambutku putih semua,pakaiankulusuh compang-camping,dan kulitku kusut berkeriput.  \nPaling parah dari itu semua,aku menikmati ketuaankusendirian.  \nAku pun terbangun,seketika menangis.  \nSaat ini,pada usiaku yang ke-16,aku santai-santai sajadengan kondisiku yang tak berkawan tak berlawan.Akupunya ","cbCaihDm2mRe2o0U","https://ap.wps.com/l/cbCaihDm2mRe2o0U","pdf",3390591,484,"Indonesian","# Passion for Knowledge\n## Remi's Rebellion\n## Riwayat pertemanan Remi","[{\"question\":\"Siapa tokoh utama dan mengapa ia menulis buku harian?\",\"answer\":\"Tokoh utama bernama Remi menulis buku harian untuk mencatat perasaannya dan menegaskan bahwa pembaca mengetahui namanya tanpa perlu bertanya siapa pemilik diari itu.\"},{\"question\":\"Apa yang terjadi pada Remi saat ia merasa sangat sendirian?\",\"answer\":\"Remi mengalami mimpi seram tentang hidup sendirian tanpa keluarga maupun teman, lalu terbangun menangis karena merasa kenyataan yang ia bayangkan terasa mengerikan.\"},{\"question\":\"Pelajaran apa yang Remi ambil dari Freud dalam tulisannya?\",\"answer\":\"Remi mengingat kutipan tentang ketakutan pada gelap yang menjadi lebih terang ketika seseorang berbicara, lalu menyimpulkan ia membutuhkan seseorang untuk diajak bicara agar kesepiannya berkurang.\"}]","Bhuana Sastra - Passion for Knowledge - Nellaneva | PDF",1790034877,745]