[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-141105-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":80,"doc-detail-141105-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","beyond-entertainment-semiotic-analysis-of-the-transmission-of-mauidhah-hasanah-values-in-demon-slayer-mugen-ressha-hen","Melampaui Hiburan - Analisis Semiotika Transmisi Nilai Mauidhah Hasanah dalam Anime Demon Slayer: Mugen Ressha-hen","","Media massa modern, khususnya film, memiliki potensi besar dalam mentransmisikan pesan, termasuk nilai moral dan religius. Penelitian ini menelaah representasi mauidhah hasanah dalam anime populer Demon Slayer: Mugen Ressha-hen melalui pendekatan kualitatif dengan analisis isi semiotika Charles Sanders Peirce. Analisis difokuskan pada adegan-adegan kunci untuk melihat bagaimana nilai tersebut diwujudkan melalui dialog, latar, serta unsur sinematik lain. Hasil menunjukkan tiga bentuk utama: peringatan, larangan, dan motivasi, disampaikan lewat beragam pola komunikatif.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/","Agama & Spiritualitas",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/beyond-entertainment-semiotic-analysis-of-the-transmission-of-mauidhah-hasanah-values-in-demon-slayer-mugen-ressha-hen/141105/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/beyond-entertainment-semiotic-analysis-of-the-transmission-of-mauidhah-hasanah-values-in-demon-slayer-mugen-ressha-hen/141105.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Rhys","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-08-25",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":33},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Penelitian ini mengkaji apa dalam anime Demon Slayer: Mugen Ressha-hen?","Question",{"text":62,"@type":63},"Penelitian mengkaji representasi nilai mauidhah hasanah (nasihat kebaikan) yang disampaikan dalam anime tersebut melalui adegan-adegan kunci.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Mengapa film atau anime dianggap efektif dalam mentransmisikan nilai moral dan religius?",{"text":67,"@type":63},"Film dan anime mampu menyampaikan pesan secara efektif karena memadukan unsur informasi, pendidikan, persuasi, dan hiburan, sehingga pesan dapat diterima dengan lebih kuat.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Bagaimana nilai mauidhah hasanah direpresentasikan menurut temuan penelitian?",{"text":71,"@type":63},"Temuan mengidentifikasi tiga bentuk utama: peringatan, larangan, dan motivasi yang disampaikan melalui berbagai pola komunikatif.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},141105,1787649118,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,87,91,95,99,103,107,111,115,119,123],{"id":84,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":85,"slug":86},55,60,"religion-spirituality",{"id":88,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":85,"slug":90},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":92,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":85,"slug":94},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":85,"slug":98},51,"Komik","comic",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":85,"slug":102},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":85,"slug":106},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":85,"slug":110},49,"Sastra","literature",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":85,"slug":114},52,"Teknologi","technology",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":85,"slug":118},50,"Ujian","exam",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":85,"slug":122},57,"Umum","general",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":4,"slug":126},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":81,"data":128},{"doc_id":78,"user_id":129,"nickname":42,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":84,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":33,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":136,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":141},687207024643,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_3d24733baf745e90a7e4bdd5f77d97b2","Melampaui Hiburan : Analisis Semiotika Transmisi Nilai  \nMauidhah Hasanah dalam Anime Demon Slayer : Mugen  \nRessha-hen  \nAmirullah Fachrul Razi1*, Kholifatul Fauziah2  \n1,2 Fakultas Agama Islam, Komunikasi Penyiaran Islam, Universitas Muhammadiyah  \nYogyakarta, Indonesia  \nAlamat Kampus: Jl. Brawijaya, Geblagan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta  \n55183  \nKorespondensi penulis: [kholifatul.fauziyah@umy.ac.id](kholifatul.fauziyah@umy.ac.id)  \nAbstract. Modern mass media, particularly film, holds significant potential for transmitting messages, including moral and religious values. This research investigates the representation of mauidhah hasanah (good counsel) in the popular anime Demon Slayer: Mugen Ressha-hen, widely acclaimed for its narrative and emotional depth. Employing a qualitative approach with Charles Sanders Peirce's semiotic content analysis, this study meticulously examines key scenes to unveil how these values are expressed through dialogue, setting, and other cinematic elements. The findings reveal that mauidhah hasanah is primarily represented in three forms: admonition, prohibition, and motivation, conveyed through diverse communicative patterns. Theoretically, these findings enrich the study of Islamic phenomena in animated films and solidify the position ofpopular media as an effective vehicle for conveying values. Practically, this study contributes to a broader understanding of anime's potential for moral education and serves as a valuable reference for future research on messages within animated films.  \nKeywords: Anime, Demon Slayer, Moral Values, Mauidhah Hasanah, Semiotics.  \nAbstrak Film sebagai media massa modern memiliki potensi signifikan dalam mentransmisikan pesan, termasuk nilai-nilai moral dan religius. Penelitian ini mengkaji representasi mauidhah hasanah (nasihat kebaikan) dalamanime populer Demon Slayer: Mugen Ressha-hen, yang dikenal luas karena alur cerita dan pesan emosionalnya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi semiotika Charles Sanders Peirce, penelitian ini menganalisis adegan-adegan kunci untuk mengungkap bagaimana nilai-nilai tersebut diekspresikan melalui dialog, latar, dan unsur sinematik lainnya. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa mauidhah hasanahdirepresentasikan dalam tiga bentuk utama: peringatan, larangan, dan motivasi, yang disampaikan melalui berbagai pola komunikatif. Secara teoritis, temuan ini memperkaya kajian tentang fenomena Islami dalam film animasi dan mengukuhkan posisi media populer sebagai wahana efektif penyampaian nilai. Secara praktis, studi ini berkontribusi dalam menambah wawasan mengenai potensi anime untuk edukasi moral dan menjadi referensibagi penelitian selanjutnya tentang pesan dalam film animasi.  \nKata Kunci:Anime, Demon Slayer, Nilai Moral, Mauidhah Hasanah, Semiotika.  \n1. LATAR BELAKANG  \nPerkembangan media massa modern, khususnya film, memiliki pengaruh signifikanterhadap pola pikir masyarakat karena kemampuannya menyampaikan pesan secara efektif (Asri, 2020) . Film berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, persuasi, dan hiburan, menjadikannya sarana potensial untuk dakwah (Margina, 2021) . Anime, sebagai karya audiovisual dua dimensi populer dari Jepang, sangat digemari di Indonesia, menempati peringkat ketiga penonton anime terbanyak di dunia (Azmiawati, n.d.) . Meskipun bisa memuatunsur positif dan negatif, anime bergenre shounen seringkali menampilkan nilai-nilai moralseperti kegigihan, persahabatan, dan kepedulian (Syafiq, 2022) .  \nReceived: Mei 01, 2025; Revised: Mei 15, 2025; Accepted: Mei 29, 2025; Published: Juni 04, 2025  \ne-ISSN: 3064-0970, p-ISSN: 3064-1519, Hal 01-10  \nSalah satu anime yang sangat populer adalah Kimetsu no Yaiba (Demon Slayer), yang komik dan serial animasinya telah mencapai kesuksesan global (Azzury, n.d.) . Musim kedua anime ini, yang mengisahkan petualangan Tanjiro dan kawan-kawan, dikenal karena adeganemosional dan pesan-pesan yang menyentuh. Fenomena in","cbCaiuT1WeAuJ1R2","https://ap.wps.com/l/cbCaiuT1WeAuJ1R2","pdf",1069643,10,"Indonesian","# Latar Belakang\n# Kajian Teoritis\n## Semiotika Charles Sanders Peirce\n# Metode Penelitian\n# Pembahasan","[{\"question\":\"Penelitian ini mengkaji apa dalam anime Demon Slayer: Mugen Ressha-hen?\",\"answer\":\"Penelitian mengkaji representasi nilai mauidhah hasanah (nasihat kebaikan) yang disampaikan dalam anime tersebut melalui adegan-adegan kunci.\"},{\"question\":\"Mengapa film atau anime dianggap efektif dalam mentransmisikan nilai moral dan religius?\",\"answer\":\"Film dan anime mampu menyampaikan pesan secara efektif karena memadukan unsur informasi, pendidikan, persuasi, dan hiburan, sehingga pesan dapat diterima dengan lebih kuat.\"},{\"question\":\"Bagaimana nilai mauidhah hasanah direpresentasikan menurut temuan penelitian?\",\"answer\":\"Temuan mengidentifikasi tiga bentuk utama: peringatan, larangan, dan motivasi yang disampaikan melalui berbagai pola komunikatif.\"}]","Melampaui Hiburan - Analisis Semiotika Transmisi Nilai Mauidhah Hasanah dalam Anime Demon Slayer: Mugen Ressha-hen | PDF",15]