[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-124529-id":3,"doc-seo-124529-113":32,"detail-sidebar-cat-0-id-113":95},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":29,"update_tm":30,"read_time":31},124529,687207020761,"Patrick","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d",48,"Cerita & Novel","Bekisar Merah - Novel - Bagian Pertama","\u003Cp>Bekisar Merah menampilkan kisah tentang Darsa, seorang penyadap nira kelapa, yang menghadapi cuaca buruk di kawasan Banyumas. Hujan dan angin kencang menghambat pekerjaan memindahkan pongkor, membuat Darsa tertekan karena keterlambatan bisa merusak nira dan berujung pada gagal produksi gula. Di tengah lanskap lereng dan pepohonan yang berubah oleh pancaroba, narasi menekankan kegelisahan, harapan, dan keterikatan manusia pada teras kehidupan yang ditopang pohon-pohon kelapa.\u003C/p>","\u003Cp>Ahmad Tohari &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>KEMARAU di kawasan Banyumas, Jawa Tengah, pada masa kini mungkin tidak lagi sedahsyat akibatnya dibanding masa lalu, ketika hutan-hutan jati di daerah Jatilawang mengering, tanah pecah-pecah, penduduk merana kelaparan. Dulu, seperti ditunjukkan Ahmad Tohari (47), penulis yang pernah menghasilkan novel Ronggeng Dukuh Paruk, hutan menyala menjadi korban kebakaran akibat pertikaian politik yang menyusup sampai ke desa-desa pada masa sebelum 1965. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Ahmad Tohari dilahirkan di desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Banyumas tanggal 13 Juni 1948. Pendidikan formalnya hanya sampai SMAN II Purwokerto. Namun demikian beberapa fakultas seperti ekonomi, sospol, dankedokteran pernah dijelajahinya. Semuanya tak ada yang ditekuninya. Ahmad Tohari tidak pernah melepaskan diri dari pengalaman hidup kedesaannya yang mewarnai seluruh karya sastranya. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Lewat trilogi Ronggeng Dukuh Paruk (dua yang lainnya Lintang Kemukus Dinihari dan Jentera Bianglala), ia telah mengangkat kehidupan berikut cara pandang orang-orang dari lingkungan dekatnya ke pelataran sastra Indonesia. Sesuai tahun-tahun penerbitannya, karya Ahmad Tohari adalah Kubah (novel, 1980), Ronggeng Dukuh Paruk (novel, 1982) Lintang Kemukus Dinihari (novel, 1984), Jentera Bianglala (novel, 1985), Di Kaki Bukit Cibalak (novel, 1989), Senyum Karyamin (kumpulan cerpen, 1990) , Lingkar Tanah Lingkar Air (novel, 1993), Bekisar Merah (novel, 1993), Mas Mantri Gugat (kumpulan kolom, 1994). &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Karya-karya Ahmad Tohari telah diterbitkan dalam bahasa Jepang, Cina, Belanda dan Jerman. Edisi bahasa Inggrisnya sedang disiapkan penerbitannya. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>BAGIAN PERTAMA &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Dari balik tirai hujan sore hari pohon-pohon kelapa di seberang lembah ituseperti perawan mandi basah; segar, penuh gairah, dan daya hidup. Pelepahpelepah yang kuyup adalah rambut basah yang tergerai dan jatuh di belahan punggung. Batang-batang yang ramping dan meliuk-liuk oleh embusan anginseperti tubuh semampai yang melenggang tenang dan penuh pesona. Ketikaangin tiba-tiba bertiup lebih kencang pelepah-pelepah itu serempak terjulursejajar satu arah, seperti tangan-tangan penari yang mengikuti irama hujan, seperti gadis-gadis tanggung berbanjar dan bergurau di bawah curah pancuran. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Pohon-pohon kelapa itu tumbuh di tanah lereng di antara pepohonan lain yang rapat dan rimbun. Kemiringan lereng membuat pemandangan seberang lembah itu seperti lukisan alam gaya klasik Bali yang terpapar di dinding langit. Selain pohon kelapa yang memberi kesan lembut, batang sengon yang lurus dan langsing menjadi garis-garis tegak berwarna putih dan kuat. Ada beberapa pohon aren dengan daun mudanya yang mulai mekar; kuning dan segar. Ada pucuk pohon jengkol yang berwarna coklat kemerahan, ada bunga bungur yang ungu berdekatan dengan pohon dadap dengan kembangnya yang benar-benarmerah. Dan batang-batang jambe rowe, sejenis pinang dengan buahnya yang bulat dan lebih besar, memberi kesan purba pada lukisan yang terpajang di sana. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Dalam sapuan hujan panorama di seberang lembah itu terlihat agak samar. Namun cuaca pada musim pancaroba sering kali mendadak berubah. Lihatlah, sementara hujan tetap turun dan angin makin kencang bertiup tiba-tiba awantersibak dan sinar matahari langsung menerpa dari barat. Lukisan besar di seberang lembah mendadak mendapat pencahayaan yang kuat dan menjadikannya lebih hidup. Warna-warninya muncul lebih terang, matraketiganya makin jelas. Muncul pernik-pernik mutiara yang berasal dari pantulansempurna cahaya matahari oleh dedaunan yang kuyup dan bergoyang. Dari balik bukit, di langit timur yang biru-kelabu, muncul lengkung pelangi. Alam menyelendangi anak-anak perawannya yang selesai mandi besar dengan kabut cahaya warna-warni. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Ketika dengan tiba-tiba pula matahari lenyap, suasana kembali samar. Apalagi &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>hujan pun berubah deras menyusul ledakan guntur yang bergema di dindingdinding lembah. Angin kembali bertiup kencang sehingga pohon-pohon kelapa itu seakan hendak rebah ke tanah. Ketika itulah dada Darsa terasa berdeny\u003C/p>","cbCaimtbD2o7ZAy3","https://ap.wps.com/l/cbCaimtbD2o7ZAy3","pdf",580722,6,1,263,"Indonesian","id",113,"# Bagian Pertama\n## Pemandangan hujan dan pancaroba di lereng Banyumas\n## Darsa sebagai penderes dan dampak hujan pada nira\n## Kecemasan, harapan, dan bunyi surau saat senja mendekat","[{\"question\":\"Siapa tokoh utama dalam bagian yang ditampilkan?\",\"answer\":\"Tokoh utama adalah Darsa, seorang penyadap nira kelapa yang terus memandangi pohon-pohon kelapa di seberang lembah.\"},{\"question\":\"Apa masalah utama yang dihadapi Darsa dalam cerita?\",\"answer\":\"Hujan disertai angin dan guntur membuatnya tidak bisa keluar untuk mengangkat pongkor, sehingga nira berisiko menjadi asam dan gagal diolah.\"},{\"question\":\"Mengapa cuaca buruk berdampak pada hasil kerja Darsa?\",\"answer\":\"Keterlambatan pengangkatan pongkor membuat nira masam dan tidak bisa diolah menjadi gulamerah, sehingga berpotensi menghasilkan gula gemblung bernilai jual rendah atau bahkan terputusnya daur penghasilan.\"}]","[Gratis]Bekisar Merah Ahmad Tohari - PDF | PDF","Bekisar Merah menampilkan kisah tentang Darsa, seorang penyadap nira kelapa, yang menghadapi cuaca buruk di kawasan Banyumas. Hujan dan angin kencang menghambat pekerjaan memindahkan pongkor, membuat Darsa tertekan karena keterlambatan bisa merusak nira dan berujung pada gagal produksi gula. Di tengah lanskap lereng dan pepohonan yang berubah oleh pancaroba, narasi menekankan kegelisahan, harapan, dan keterikatan manusia pada teras kehidupan yang ditopang pohon-pohon kelapa.",1785838322,405,{"code":4,"msg":33,"data":34},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":35,"title":36,"keywords":37,"description":29,"schema_data":38,"social_meta":90,"head_meta":92,"extra_data":94,"updated_unix":30},"bekisar-merah-novel-part-one","[Gratis]Bekisar Merah Ahmad Tohari - PDF","",{"@graph":39,"@context":89},[40,57,72],{"@type":41,"itemListElement":42},"BreadcrumbList",[43,47,51,54],{"item":44,"name":45,"@type":46,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":48,"name":49,"@type":46,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":52,"name":12,"@type":46,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":55,"name":36,"@type":46,"position":56},"https://docshare.wps.com/id/document/bekisar-merah-novel-part-one/124529/",4,{"url":55,"name":36,"@type":58,"author":59,"headline":36,"publisher":61,"fileFormat":64,"inLanguage":24,"description":29,"dateModified":65,"datePublished":66,"encodingFormat":64,"isAccessibleForFree":67,"interactionStatistic":68},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":60},"Person",{"url":44,"name":62,"@type":63},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-17","2026-08-04",true,{"@type":69,"interactionType":70,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":71},"ViewAction",{"@type":73,"mainEntity":74},"FAQPage",[75,81,85],{"name":76,"@type":77,"acceptedAnswer":78},"Siapa tokoh utama dalam bagian yang ditampilkan?","Question",{"text":79,"@type":80},"Tokoh utama adalah Darsa, seorang penyadap nira kelapa yang terus memandangi pohon-pohon kelapa di seberang lembah.","Answer",{"name":82,"@type":77,"acceptedAnswer":83},"Apa masalah utama yang dihadapi Darsa dalam cerita?",{"text":84,"@type":80},"Hujan disertai angin dan guntur membuatnya tidak bisa keluar untuk mengangkat pongkor, sehingga nira berisiko menjadi asam dan gagal diolah.",{"name":86,"@type":77,"acceptedAnswer":87},"Mengapa cuaca buruk berdampak pada hasil kerja Darsa?",{"text":88,"@type":80},"Keterlambatan pengangkatan pongkor membuat nira masam dan tidak bisa diolah menjadi gulamerah, sehingga berpotensi menghasilkan gula gemblung bernilai jual rendah atau bahkan terputusnya daur penghasilan.","https://schema.org",{"og:url":55,"og:type":91,"og:title":36,"og:site_name":62,"og:description":29},"article",{"robots":93,"canonical":55},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":96},[97,102,104,108,112,116,120,124,128,132,136],{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":99,"show_sort_weight":100,"slug":101},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":12,"show_sort_weight":100,"slug":103},"story-novel",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":106,"show_sort_weight":100,"slug":107},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":110,"show_sort_weight":100,"slug":111},51,"Komik","comic",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":114,"show_sort_weight":100,"slug":115},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":118,"show_sort_weight":100,"slug":119},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":122,"show_sort_weight":100,"slug":123},49,"Sastra","literature",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":126,"show_sort_weight":100,"slug":127},52,"Teknologi","technology",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":130,"show_sort_weight":100,"slug":131},50,"Ujian","exam",{"id":133,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":134,"show_sort_weight":100,"slug":135},57,"Umum","general",{"id":137,"doc_module":4,"doc_module_name":49,"category_name":138,"show_sort_weight":4,"slug":139},181,"Formulir","formulir"]