[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-312947-113":53,"doc-detail-312947-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","because-my-head-bumped-pao-makara","Karena Kepalaku Terantuk Pao Makara","","Kisah inspiratif tentang seekor lumba-lumba kecil bernama Tintin yang baru saja memulai hari pertamanya di Sekolah Samudra. Meskipun Tintin menghadapi tantangan fisik dan merasa tertinggal dibandingkan lumba-lumba lain dalam hal kecepatan serta kelincahan berenang, ia tidak menyerah. Cerita ini mengikuti perjalanan ketekunan Tintin dalam berlatih teknik berenang, menghadapi rasa malu akibat kecelakaan kecil, hingga akhirnya menemukan kepercayaan diri untuk terus berusaha demi mencapai kemampuan berenang yang mahir dan lurus.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":15,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/because-my-head-bumped-pao-makara/312947/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/because-my-head-bumped-pao-makara/312947.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Valentina","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-04","2026-09-20",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":80},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Siapakah tokoh utama dalam cerita ini?","Question",{"text":109,"@type":110},"Tokoh utamanya adalah Tintin, seekor lumba-lumba kecil yang baru masuk ke Sekolah Samudra.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Mengapa Tintin merasa sedih dan malu di sekolah?",{"text":114,"@type":110},"Tintin merasa sedih karena ia kesulitan mengikuti pelajaran berenang dan sering terantuk batu, yang membuatnya ditertawakan oleh lumba-lumba lainnya.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Apa yang dilakukan Tintin untuk mengatasi kesulitannya?",{"text":118,"@type":110},"Tintin memutuskan untuk berlatih dengan tekun, fokus pada pengembangan kecepatan dan gerakan belokannya agar bisa berenang dengan lebih mahir.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},312947,1790463608,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":14,"category_name":15,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":80,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":141,"read_time":142},13056703020460,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/be000253dac470eee5d?_k=1778207105932848923","Karena Kepalaku Terantuk Pao Makara  \nSorn Sreynuch  \nIni hari pertama Tintin ke Sekolah Samudra! Ia akan belajar cara berenang cepat, berbeloktajam, dan bahkan melompat ke udara! Namun, tubuh Tintin lebih kecil dan lebih lambat dari lumba-lumba lain. Dapatkah iamengikuti pelajarannya?  \nIa sudah terlambat untuk jam pertama! Kakaknya sedang menunjukkan pada siswasiswa lain cara menggerakkan ekor untuk menambah kecepatan. Tiba-tiba, kelompok siswa itu berenang menjauh! Tintin kesulitan menyusul mereka. Sepertinya ia tak suka Sekolah Samudra .  \nSaat tengah berenang santai, Tintin melihatada sekelompok ikan yang cantik. Tiba-tiba, aduh! Kepalanya terantuk batuan besarkarena ia lengah.  \nKemudian, saat kelompok siswa Sekolah Samudra melintasi sebuah batu besar, Tintin diingatkan kakaknya untuk menggunakan sirip agar dapat berbelok tajam dan menghindari batuan. Tintin mencoba melewati batu cepat-cepat seperti lumbalumba lainnya.  \nNamun, tak lama kemudian Tintin hilang keseimbangan. Lagi-lagi, ia terantuk batu! Malu sekali rasanya. Ikan kecil dan bayi guritasaja sampai menertawakannya.  \nIngin rasanya Tintin keluar dari Sekolah Samudra . Ia tak paham mengapa ia tidak dapat berenang sebaik lumba-lumba lain.  \nTintin memutuskan untuk berlatih sebanyak mungkin. Ia tekun  \nmelatih kecepatan dan gerakan belokannya. Ikan kecil menyemangatinya!  \nTintin bergegas ke permukaan dan melompat keluar dari air untuk  \nmenceritakan perkembangannya pada sang kakak. Akan tetapi, lompatannya tidak stabil dan berbelok! Lumba-lumba lain tertawa gelimelihatnya.  \nTintin memandang lumba-lumba lain yang melompat dengan arah yang lurus dan mengentak kuat. Ia tahu, ia akan makin mahir kalau ia terus berlatih. Persis seperti saat ia menggunakan sirip dan ekornya.","cbCaim8p1OO7wM4L","https://ap.wps.com/l/cbCaim8p1OO7wM4L","pdf",1556496,20,"Indonesian","# Hari Pertama di Sekolah Samudra\n## Tantangan Tintin di Sekolah\n## Proses Belajar dan Ketekunan","[{\"question\":\"Siapakah tokoh utama dalam cerita ini?\",\"answer\":\"Tokoh utamanya adalah Tintin, seekor lumba-lumba kecil yang baru masuk ke Sekolah Samudra.\"},{\"question\":\"Mengapa Tintin merasa sedih dan malu di sekolah?\",\"answer\":\"Tintin merasa sedih karena ia kesulitan mengikuti pelajaran berenang dan sering terantuk batu, yang membuatnya ditertawakan oleh lumba-lumba lainnya.\"},{\"question\":\"Apa yang dilakukan Tintin untuk mengatasi kesulitannya?\",\"answer\":\"Tintin memutuskan untuk berlatih dengan tekun, fokus pada pengembangan kecepatan dan gerakan belokannya agar bisa berenang dengan lebih mahir.\"}]","Karena Kepalaku Terantuk Pao Makara | PDF",1789896408,31]