[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-228946-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-228946-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","bca-house-view-report-wealth-management-division-topics-of-the-month","BCA House View Report - Wealth Management Division - Topics of The Month","","Laporan BCA House View membahas pandangan divisi Wealth Management untuk konteks pasar global pada Agustus 2026, dengan fokus pada inflasi, ketenagakerjaan, dan kebijakan bank sentral. Sorotan mencakup risiko inflasi “sticky” di AS, pelemahan pertumbuhan dan dinamika harga di Tiongkok, serta pendekatan kehati-hatian Indonesia terkait penilaian kredit dan posisi fiskal. Bagian berikutnya menyajikan kerangka Tactical Asset Allocation TAA melalui penetapan bobot aset kas, pendapatan tetap, dan ekuitas berbasis fundamental, valuasi, serta sentimen pasar.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/bca-house-view-report-wealth-management-division-topics-of-the-month/228946/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/bca-house-view-report-wealth-management-division-topics-of-the-month/228946.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Noah","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-06","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",6,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa tema utama yang dibahas dalam Topics of The Month?","Question",{"text":63,"@type":64},"Tema utamanya meliputi risiko inflasi di AS, pelemahan ekonomi Tiongkok dan tekanan harga, serta pendekatan kehati-hatian Indonesia terkait risiko credit rating dan dinamika fiskal-makro.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Bagaimana pandangan untuk AS terkait inflasi dan kebijakan The Fed?",{"text":68,"@type":64},"Inflasi AS dinilai masih berpotensi bertahan tinggi karena core services dan tensi geopolitik, sementara data ketenagakerjaan relatif solid sehingga The Fed masih mungkin menaikkan suku bunga satu kali pada FY2026.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Apa landasan pengambilan keputusan Tactical Asset Allocation (TAA) dalam laporan ini?",{"text":72,"@type":64},"TAA disusun dengan pertimbangan fundamental, valuasi, dan sentimen untuk setiap kelas aset, termasuk bobot overweight/cautious terhadap kas, pendapatan tetap, dan ekuitas berdasarkan indikator yield, spread, dan kondisi makro.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},228946,1789031326,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},8796095462418,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/80000253c1241d02b47?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1778826106357471780","BCA House View Report Wealth Management Division  \nPublished on: 4 August 2026  \nTopics of The Month  \nUS: Persistent Sticky Risks  \n• Inflasi AS Juni 2026 turun akibat penurunan harga minyak. Namun, inflasi diperkirakan masih bertahan tinggi akibat inflasi core services & tensi geopolitik yang memanas.  \n• Di sisi lain, pertumbuhan NFP sebesar 57,00K dinilai masih cukup solid. Tingkat breakeven NFP turun ke~30,00K akibat pengetatan imigrasi dan tingginya populasi AS yang pensiun.  \n• Kombinasi dari risiko inflasi yang relatif tinggi serta data ketenagakerjaan yang cukup resilient membuat The Fed masih berpotensi menaikkan suku bunga 1x FY2026 .  \nChina: Yin Yang  \n• Ekonomi Tiongkok melemah melihat PDB Q2 2026 hanya tumbuh 4,30% YoY, terendah dalam 3 tahun dan berada di bawah target tahunan di 4,50% -5,00% YoY.  \n• Inflasi PPI naik akibat kenaikan harga komoditas dan investasi infrastruktur AI sementara CPI masih rendahakibat daya beli domestik yang lesu & krisis properti.  \n• Untuk menstimulasi ekonomi domestik, PBoC menginjeksi likuiditas melalui reverse repo & pemerintahakan menerbitkan obligasi tertinggi di Q3 dalam 10 tahun terakhir.  \nIndonesia: Cautious Approach  \n• Di awal Juli 2026, Fitch menyoroti risiko credit rating downgrade Indonesia. Pasalnya, cadangan devisaterus turun di Januari– Mei 2026 seiring intervensi BI untuk menjaga kestabilan IDR.  \n• Di sisi lain, S&P menjaga credit rating Indonesia di BBB dengan outlook stabil melihat kredibilitas kebijakan fiskal dan ketahanan makroekonomi dalam memitigasi tekanan eksternal.  \n• Hingga H1 2026, defisit fiskal Indonesia terjaga di -0,76% dari PDB. Perubahan tingkat defisit menurunsecara bulanan di Q2 2026 akibat berbagai upaya efisiensi pemerintah.  \nTAA (Tactical Asset Allocation)  \n\n| Tactical Asset Allocation | | Cash/Deposit IDR – Slightly Overweight\u003Cbr>• Fundamental: BI menahan suku bunga di 5,75% dan yield SRBI 12M di level 7,64% untuk menjaga kestabilan IDR.\u003Cbr>• Valuasi: selisih bunga deposito 12 bulan dan inflasi berada di bawah rata-rata 3 tahun.\u003Cbr>• Sentimen: pengetatan likuiditas perbankan berpotensi meningkatkan bunga deposito. |\n| --- | --- | --- |\n|  | | Fixed Income USD – Neutral\u003Cbr>• Fundamental: yield UST naik di seluruh tenor akibat kekhawatiran kenaikan inflasi, stance hawkish The Fed, serta risiko fiskal AS.\u003Cbr>• Valuasi: yield INDON 10YR dan yield spread dengan UST berada di atas avg. 3YR.\u003Cbr>• Sentimen: pasar mulai berekspektasi The Fed dapat menaikkan suku bunga 1x FY2026 . |\n|  | | Fixed Income IDR – Neutral\u003Cbr>• Fundamental: yield FR bergerak naik (bear flattening) akibat kenaikan suku bunga BI, yield SRBI yang relatif tinggi, serta risiko kenaikan inflasi dari energi dan pangan.\u003Cbr>• Valuasi: yield FR 10YR dan yield spread dengan UST berada di atas avg. 3YR.\u003Cbr>• Sentimen: perubahan defisit fiskal Indonesia secara bulanan yang lebih moderat di Q2 2026 serta insentif hedging dari BI mendorong inflow investor asing. |\n|  | | Equity USD: DM – Neutral\u003Cbr>• Fundamental: perkembangan AI mendorong kenaikan AI capex hyperscalers. Namun, haltersebut menekan free cash flow dan berpotensi menurunkan total shareholders return.\u003Cbr>• Valuasi: forward P/E Nasdaq dan S&P di bawah avg. 5YR, namun DJIA di atas avg. 5YR.\u003Cbr>• Sentimen: koreksi saham teknologi AS dipicu profit taking dan rilis Kimi K3 dari Tiongkok, namun penguatan DXY secara historis dapat menopang outperformance pasar saham AS. |\n|  | | Equity USD: EM – Slightly Overweight\u003Cbr>• Fundamental: kenaikan AI capex hyperscalers AS mendorong kenaikan demand chip GPU & memori sehingga menopang pertumbuhan EPS Korea Selatan dan Taiwan.\u003Cbr>• Valuasi: valuasi pasar saham Korea Selatan di bawah avg. 5YR namun beberapa kawasan lainnya berada di atas avg. 5YR.\u003Cbr>• Sentimen: koreksi saham Korea Selatan dipicu over-leveraged, risiko konsentrasi, dan kompetisi yang semakin panas dengan hadirnya produsen memori CXMT dari Tiongkok. |\n|  | | Equity IDR – Neutral\u003Cbr>• Fundamental: rilis earnings big banks 5M ","cbCaipurSYz7Q1o9","https://ap.wps.com/l/cbCaipurSYz7Q1o9","pdf",2381690,18,"Indonesian","# Topics of The Month\n## US: Persistent Sticky Risks\n## China: Yin Yang\n## Indonesia: Cautious Approach\n## TAA (Tactical Asset Allocation)\n## Last month view\n## Topic 1: US: Persistent Sticky Risks","[{\"question\":\"Apa tema utama yang dibahas dalam Topics of The Month?\",\"answer\":\"Tema utamanya meliputi risiko inflasi di AS, pelemahan ekonomi Tiongkok dan tekanan harga, serta pendekatan kehati-hatian Indonesia terkait risiko credit rating dan dinamika fiskal-makro.\"},{\"question\":\"Bagaimana pandangan untuk AS terkait inflasi dan kebijakan The Fed?\",\"answer\":\"Inflasi AS dinilai masih berpotensi bertahan tinggi karena core services dan tensi geopolitik, sementara data ketenagakerjaan relatif solid sehingga The Fed masih mungkin menaikkan suku bunga satu kali pada FY2026.\"},{\"question\":\"Apa landasan pengambilan keputusan Tactical Asset Allocation (TAA) dalam laporan ini?\",\"answer\":\"TAA disusun dengan pertimbangan fundamental, valuasi, dan sentimen untuk setiap kelas aset, termasuk bobot overweight/cautious terhadap kas, pendapatan tetap, dan ekuitas berdasarkan indikator yield, spread, dan kondisi makro.\"}]","BCA House View Report - Wealth Management Division - Topics of The Month | PDF",28]