[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40148-id":3,"doc-seo-40148-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40148,687197100911,"Himbo","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/a000239b6f1da00475?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1782698725881665579",49,"Sastra","Pengantar Logika Dasar","Pengantar Logika Dasar menjelaskan konsep dan definisi logika sebagai cabang filsafat yang praktis, sekaligus dasar filsafat dan sarana ilmu melalui penalaran yang sah. Teks mengulas asal-usul istilah logika dari logos dan logikos, fungsi logika sebagai jembatan antara filsafat dan ilmu, serta definisi penalaran dan penyimpulan yang benar. Uraian juga membedakan logika deduktif dan induktif serta menyinggung perkembangan historis pemikiran logika sejak Thales dan Aristoteles.","Dr. H. Muhhamd Rakhmat., SH.,M.H.  \nPengantar Logika Dasar  \nPenulis Dr. H. Muhammad Rakhmat., SH., MH.  \nKata Pengantar Prof. Dr. H. A. Yunus, Drs., SH., MBA.,  \nM. Si.  \nEditor Muhamad Haerun., SH., MHM  \nFriska Barra Nurrahmat., SH.  \nDesain sampul Tim Kreatif Penerbit.  \nSetting / layout Tim Kreatif Penerbit.  \nCetakan pertama Agustus 2013.  \nISBN:xxxxxxxxxxxxxxxx.  \nSanksi pelanggaran Pasal 72 Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1997 Pasal 44 Tentang Hak Cipta  \n1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatansebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat  \n(1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama  \n7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp [5.000.000.000](5.000.000.000),00 (lima miliar rupiah) .  \n2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkaitsebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) .  \nBuku ini penulis persembahkan untuk:  \nMengenang ayahanda; H.N. Sukanda (alm) tercinta yang penulis banggakan;  \nIbunda terncinta; Ny. Hj. Ida;  \nIstriku, Anak-anaku, Cucu-cukuku, serta Menantu tercinta.  \nBegitu bahagia selalu bersama kalian.  \nSelayang Pandang Memahamiisi Buku ini.  \nDalam sejarah perkembangan logika, banyak definisidikemukakan oleh para ahli, yang secara umum memiliki banyak persamaan. Beberapa pendapat tersebut antara lain: The Liang Gie dalam bukunya Dictionary of Logic (Kamus Logika) menyebutkan: Logika adalah bidang pengetahuandalam lingkungan filsafat yang mempelajari secara teraturasas-asas dan aturan-aturan penalaran yang betul (correct reasoning) . Menurut Mundiri dalam bukunya tersebut Logika didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari metode dan hukum-hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran yang betul dari penalaran yang salah.  \nSecara etimologis, logika adalah istilah yang dibentuk dari kata logikos yang berasal dari kata benda logos. Kata logos berarti: sesuatu yang diutarakan, suatu pertimbangan akal (fikiran), kata, atau ungkapan lewat bahasa. Kata logikos berarti mengenai sesuatu yang diutarakan, mengenai suatu pertimbangan akal, mengenaikata, mengenai percakapan atau yang berkenaan denganungkapan lewat bahasa. Dengan demikian, dapatlahdikatakan bahwa logika adalah suatu pertimbangan akal ataupikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Sebagai ilmu, logika disebut logike episteme ataudalam bahasa latin disebut logica scientia yang berarti ilmu logika, namun sekarang lazim disebut dengan logika saja.  \nDefinisi umumnya logika adalah cabang filsafat yang bersifat praktis berpangkal pada penalaran, dan sekaligus juga sebagai dasar filsafat dan sebagai sarana ilmu. Dengan fungsi sebagai dasar filsafat dan sarana ilmu karena logika  \nmerupakan “jembatan penghubung” antara filsafat dan ilmu, yang secara terminologis logika didefinisikan: Teori tentang penyimpulan yang sah. Penyimpulan pada dasarnya bertitik tolak dari suatu pangkal-pikir tertentu, yang kemudian ditarik suatu kesimpulan. Penyimpulan yang sah, artinyasesuai dengan pertimbangan akal dan runtut sehingga dapat dilacak kembali yang sekaligus juga benar, yang berarti dituntut kebenaran bentuk sesuai dengan isi.  \nLogika sebagai teori penyimpulan, berlandaskanpada suatu konsep yang dinyatakan dalam bentuk kata atauistilah, dan dapat diungkapkan dalam bentuk himpunansehingga setiap konsep mempunyai himpunan, mempunyaikeluasan. Dengan dasar himpunan karena semua unsur penalaran dalam logika pembuktiannya menggunakan diagram himpunan, dan ini merupakan pembuktian secara formal jika diungkapkan dengan diagram himpunan sah dantepat karena sah dan tepat pula penal","cbCainCGYKb0kxpp","https://ap.wps.com/l/cbCainCGYKb0kxpp","pdf",749689,5,1,99,"Indonesian","id",113,"# Pengantar Logika Dasar\n## Definisi dan Asal-Usul Istilah Logika\n## Logika sebagai Penyimpulan yang Sah\n## Konsep, Himpunan, dan Pembuktian Formal\n## Perbedaan Logika Deduktif dan Induktif\n## Sejarah Perkembangan Logika","[{\"question\":\"Apa definisi logika dalam pembahasan ini?\",\"answer\":\"Logika dipaparkan sebagai cabang filsafat praktis yang bertumpu pada penalaran, sekaligus dasar filsafat dan sarana ilmu. Logika juga didefinisikan sebagai teori tentang penyimpulan yang sah.\"},{\"question\":\"Mengapa logika disebut sebagai jembatan antara filsafat dan ilmu?\",\"answer\":\"Logika berperan sebagai dasar filsafat dan sarana ilmu karena terhubung dengan proses penalaran. Penalaran tersebut membantu mengaitkan prinsip berpikir dalam filsafat dengan kebutuhan ilmu.\"},{\"question\":\"Apa perbedaan logika deduktif dan logika induktif?\",\"answer\":\"Logika deduktif menelaah prinsip penyimpulan yang sah berdasarkan bentuknya dan menghasilkan kesimpulan sebagai kemestian yang diturunkan dari pangkal pikir. Logika induktif merujuk pada proses yang menekankan penarikan berdasarkan pengamatan atau pengenalan prinsip awal, sebagaimana disinggung dalam sejarah Thales.\"}]",1783304073,152,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"basic-introduction-to-logic","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/basic-introduction-to-logic/40148/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-16","2026-07-06",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa definisi logika dalam pembahasan ini?","Question",{"text":76,"@type":77},"Logika dipaparkan sebagai cabang filsafat praktis yang bertumpu pada penalaran, sekaligus dasar filsafat dan sarana ilmu. Logika juga didefinisikan sebagai teori tentang penyimpulan yang sah.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Mengapa logika disebut sebagai jembatan antara filsafat dan ilmu?",{"text":81,"@type":77},"Logika berperan sebagai dasar filsafat dan sarana ilmu karena terhubung dengan proses penalaran. Penalaran tersebut membantu mengaitkan prinsip berpikir dalam filsafat dengan kebutuhan ilmu.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Apa perbedaan logika deduktif dan logika induktif?",{"text":85,"@type":77},"Logika deduktif menelaah prinsip penyimpulan yang sah berdasarkan bentuknya dan menghasilkan kesimpulan sebagai kemestian yang diturunkan dari pangkal pikir. Logika induktif merujuk pada proses yang menekankan penarikan berdasarkan pengamatan atau pengenalan prinsip awal, sebagaimana disinggung dalam sejarah Thales.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,99,103,107,111,115,119,121,125,129],{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":96,"show_sort_weight":97,"slug":98},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":101,"show_sort_weight":97,"slug":102},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":105,"show_sort_weight":97,"slug":106},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":109,"show_sort_weight":97,"slug":110},51,"Komik","comic",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":113,"show_sort_weight":97,"slug":114},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":117,"show_sort_weight":97,"slug":118},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":97,"slug":120},"literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":97,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":97,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":97,"slug":132},57,"Umum","general"]