[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-56481-id":3,"doc-seo-56481-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},56481,1099513958607,"Jiven","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/100002390cf8733938c?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1778829742770036399",48,"Cerita & Novel","Babendi-bendi","Cerita ini mengisahkan tentang seorang anak bernama Rio dan kakeknya yang memiliki keinginan untuk naik bendi, sebuah kereta yang ditarik kuda. Kakek Rio senang menyanyikan lagu \"Babendi-bendi\" setiap kali membersihkan bendi mainan milik Rio. Rio kemudian bertanya kapan mereka bisa naik bendi sungguhan. Kakek menjelaskan bahwa bendi sudah jarang ditemui di Kota Padang dan mereka perlu pergi ke Bukittinggi untuk bisa merasakannya. Rio bersemangat dan ingin menggunakan uang tabungannya untuk membayar naik bendi. Kakek setuju dan mengajak Rio ke Bukittinggi, karena kakek juga sudah rindu jalan-jalan ke sana. Sesampainya di Bukittinggi, Rio sangat senang bisa naik bendi dan duduk di depan, bahkan ia diizinkan memegang tali kekang kuda. Pengalaman ini terasa sangat seru bagi Rio, apalagi saat kunjungan sebelumnya ke Bukittinggi ia tidak sempat naik bendi. Kakek kemudian mencoba menggoda Rio dengan memberikan teka-teki. Cerita ini menggambarkan kegembiraan anak-anak dan hubungan hangat antara cucu dan kakek melalui pengalaman sederhana seperti naik bendi, serta mengenalkan transportasi tradisional Indonesia. Cerita ini dikemas dengan ilustrasi yang menarik dan narasi yang mudah dipahami, cocok untuk bacaan anak-anak.","Naik Bendi Khairani  \nSinggih Cahyo  \n[Keterangan teks di ilustrasi:  \n”Babendi-bendi ka Sungai Tanang ...”(Naik bendi ke Sungai Tanang …)]  \nKakek senang menyanyi lagu Babendi-bendi setiap membersihkan bendi mainan milik Rio.  \nBendi itu kereta yang ditarik kuda.  \n”Kapan kita naik bendi, Kek?” Rio bertanya.  \n”Wah, kita harus ke Bukittinggi. Di Kota Padang ini bendi sudah jarang sekali ditemui,” jawab Kakek.  \n”Ayo kita ke Bukittinggi, Kek! Nanti bayar naikbendinya pakai uang tabungan Rio saja!”Kakek tertawa.”Kamu boleh menyimpan sajatabunganmu. Kakekjuga sudah kangen jalanjalan ke Bukittinggi.”  \n”Babendi-bendi …di Bukiktinggi,” Rio menirukan lagu yang dinyanyikan Kakek.  \nMereka sampai di Bukitinggi. Rio sudah tidak sabar!  \nDi dalam bendi, Rio duduk di depan. Seru sekali!  \nKetika ke Bukitinggi sebelumnya, Rio tidak sempat naik bendi.  \nDuduk di kursi depan, Rio boleh memegang tali kekang kuda.  \nWah, senangnya!  \n”Rio, coba tebak apa yang Kakek lihat ya?”Kakek memberi teka-teki.","cbCaig51cccVjtbe","https://ap.wps.com/l/cbCaig51cccVjtbe","pdf",2053580,3,1,24,"Indonesian","id",113,"# Petualangan Rio dan Kakek\n## Keinginan Naik Bendi\n## Perjalanan ke Bukittinggi\n## Pengalaman di Bendi","[{\"question\":\"Siapa tokoh utama dalam cerita ini?\",\"answer\":\"Tokoh utama dalam cerita ini adalah Rio, seorang anak laki-laki, dan Kakeknya.\"},{\"question\":\"Mengapa Rio dan Kakek pergi ke Bukittinggi?\",\"answer\":\"Mereka pergi ke Bukittinggi karena di Kota Padang bendi sudah jarang ditemui, dan Kakek ingin mengajak Rio naik bendi sungguhan, sekaligus memenuhi kerinduan Kakek untuk jalan-jalan ke sana.\"},{\"question\":\"Apa yang membuat Rio senang saat naik bendi di Bukittinggi?\",\"answer\":\"Rio merasa senang karena bisa duduk di kursi depan bendi dan bahkan diizinkan untuk memegang tali kekang kuda.\"}]",1783911238,37,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"babendi-bendi-56481","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/babendi-bendi-56481/56481/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-23","2026-07-13",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Siapa tokoh utama dalam cerita ini?","Question",{"text":75,"@type":76},"Tokoh utama dalam cerita ini adalah Rio, seorang anak laki-laki, dan Kakeknya.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Mengapa Rio dan Kakek pergi ke Bukittinggi?",{"text":80,"@type":76},"Mereka pergi ke Bukittinggi karena di Kota Padang bendi sudah jarang ditemui, dan Kakek ingin mengajak Rio naik bendi sungguhan, sekaligus memenuhi kerinduan Kakek untuk jalan-jalan ke sana.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa yang membuat Rio senang saat naik bendi di Bukittinggi?",{"text":84,"@type":76},"Rio merasa senang karena bisa duduk di kursi depan bendi dan bahkan diizinkan untuk memegang tali kekang kuda.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]