[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-51501-id":3,"doc-seo-51501-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},51501,1374391974468,"Eden","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0",48,"Cerita & Novel","লেখক---নবাব-ফয়জুন্নেসা ind PORTRAIT_V12024.04.03T212745+0000","Kisah inspiratif tentang Faizunnesa, gadis keras kepala dari Kemaharajaan Britania di Asia Selatan dengan kekuatan tegas berupa kata “Tidak”. Setelah menikah, ia menegosiasikan kendali atas hidupnya dan menghadapi konflik dengan suami. Sepanjang sisa hidup, Faizunnesa bekerja keras membangun sekolah, rumah sakit, serta menyumbang pembangunan jalan. Ia menulis buku berisi tema cinta, raksasa, peri, dan pernikahan, hingga diakui Ratu Victoria dengan gelar “Begum” dan diangkat sebagai Nawab perempuan pertama.","Sang Penulis dan Dermawan: Nawab  \nFaizunnesa  \nHerStory Foundation  \nইনäা সাখাওয়াত রােসল  \nPada suatu masa, di Kemaharajaan Britaniadi Asia Selatan, hiduplah seorang gadis kecil yang keras kepala. Namanya Faizunnesa. Dia anak yang baik. Dia melakukan tugastugas dan pekerjaan rumahnya tepat waktu. Dia baik hati, mau membantu mereka yang miskin dan yang sakit, serta tidak mau ikutikutan melakukan hal yang tidak sesuaidengan keyakinannya. Kekuatan supernya adalah kata TIDAK.  \n2  \nSejak Faizunnesa kecil, banyak orang yang mendatangi rumahnya untuk melamardan mengajaknya menikah. Salah satu daripelamar itu selalu datang setiap tahun. Setiaptahun pula Faizunnesa menolaknya.“Tidak!”  \nKetika usia Faizunnesa menginjak 29 tahun, dia memutuskan sudah siap menerima lamaran pernikahan, tapi hanya jika pelamar itu mau tinggal di rumah Faizunnesa. Akhirnya, mereka pun menikah.  \n4  \nBeberapa tahun kemudian, suaminyamengakali Faizunnesa sehingga dia dan putriputri mereka mendatangi rumah si suami di seberang sungai.  \n“Sekarang, kau harus tinggal di sini,” kata si suami.  \nFaizunnesa tegas menjawab, “Tidak!”Selama tujuh hari tujuh  \nmalam, mereka bertengkar. Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk tinggal terpisah  \ndi rumah masing-masing. Dengan sakit hati, Faizunnesa mengajak salah satu putri merekauntuk pulang menyeberang sungai.  \nSelama sisa hidupnya, Faizunnesa bekerjakeras mengurus tetangga-tetangga dan orang yang tinggal di sekitarnya. Dia membangun sekolah dan rumah sakit, serta menyumbang untuk pembangunan jalan. Dia juga menulis buku yang amatbagus mengenai cinta, raksasa, peri, dan pernikahan. Judulnya Rupjalal. Semuakerja kerasnya mendapat perhatian. Ratu Victoria di Inggris mendengar kabar tentang  \nFaizunnesa dan ingin memberinya gelarkhusus, yaitu “Begum.” Gelar ini serupadengan gelar Inggris “Madam,” suatu sebutanbagi perempuan terhormat.  \nTidak! Faizunnesa menjawab.  \nDia sudah menjadi Begum sejak lahir. Diaingin menjadi Nawab, atau gubernur. Ratu tak punya pilihan. Faizunnesa dijadikan Nawab perempuan pertama di seluruh Kemaharajaan Britania. Para Nawab lain pun marah karenanya.  \nFaizunnesa tak pernah membiarkan orang lain merendahkannya, entah itu para Nawab, Ratu, ataupun suaminya. Dia ingin perempuan bisa belajar, maka dia mendirikan sekolah. Dia ingin suara perempuandidengar, maka dia menulis buku. Kini, kalian bisa mengunjungi rumah tempat kelahiransekaligus tempat wafatnya Faizunnesa. Kalian bisa membaca tulisannya. Dari kisahnya, kalian akan belajar kekuatan mengetahui","cbCaisFVGKo4bc1C","https://ap.wps.com/l/cbCaisFVGKo4bc1C","pdf",1196401,4,1,15,"Indonesian","id",113,"# Sang Penulis dan Dermawan: Nawab Faizunnesa\n## Penolakan sebagai Kekuatan\n## Pernikahan dan Keteguhan\n## Pembangunan Sekolah, Rumah Sakit, dan Jalan\n## Gelar Begum dan Pengangkatan sebagai Nawab\n## Warisan untuk Perempuan","[{\"question\":\"Apa kekuatan utama yang menonjol dari Faizunnesa dalam cerita ini?\",\"answer\":\"Kekuatan utamanya adalah kata “Tidak”, yang ia gunakan untuk menolak hal yang tidak sesuai dengan keyakinannya, sekaligus menegaskan batas dirinya.\"},{\"question\":\"Mengapa Faizunnesa dan suaminya akhirnya tinggal terpisah?\",\"answer\":\"Suami berupaya mengatur Faizunnesa dan meminta ia tinggal di tempat suami. Faizunnesa menolak, lalu setelah pertengkaran selama tujuh hari tujuh malam mereka memutuskan tinggal terpisah.\"},{\"question\":\"Bagaimana Faizunnesa diakui dan jabatan apa yang akhirnya ia peroleh?\",\"answer\":\"Ratu Victoria mendengar kiprahnya dan memberinya gelar “Begum”. Setelah itu, Faizunnesa dijadikan Nawab perempuan pertama di seluruh Kemaharajaan Britania.\"}]",1783591288,23,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"author-nawab-faizunnesa-ind-portrait-v12024-04-03t212745-0000","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/author-nawab-faizunnesa-ind-portrait-v12024-04-03t212745-0000/51501/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-15","2026-07-09",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa kekuatan utama yang menonjol dari Faizunnesa dalam cerita ini?","Question",{"text":75,"@type":76},"Kekuatan utamanya adalah kata “Tidak”, yang ia gunakan untuk menolak hal yang tidak sesuai dengan keyakinannya, sekaligus menegaskan batas dirinya.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Mengapa Faizunnesa dan suaminya akhirnya tinggal terpisah?",{"text":80,"@type":76},"Suami berupaya mengatur Faizunnesa dan meminta ia tinggal di tempat suami. Faizunnesa menolak, lalu setelah pertengkaran selama tujuh hari tujuh malam mereka memutuskan tinggal terpisah.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Bagaimana Faizunnesa diakui dan jabatan apa yang akhirnya ia peroleh?",{"text":84,"@type":76},"Ratu Victoria mendengar kiprahnya dan memberinya gelar “Begum”. Setelah itu, Faizunnesa dijadikan Nawab perempuan pertama di seluruh Kemaharajaan Britania.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]